Home / Romansa / Gairah Sang CEO Muda / Pengkhianatan Yang Terbongkar

Share

Pengkhianatan Yang Terbongkar

Author: Vianita
last update Huling Na-update: 2025-12-11 05:52:55

Daniel telah bersiap untuk melakukan konferensi pers di ruang konferensi pers Arkana.

Setelah manuver hukum yang sukses pagi itu, Daniel berdiri di podium, sorot lampu kamera memantul di jasnya. Di sebelahnya, Kepala Legal, Pak Jaka, memegang berkas tebal. Pasar dan media masih membicarakan power move Arkana: Kemitraan Novatierra dan Promosi Alya menjadi Chief Quantum Implementation Officer (CQIO).

Daniel menunggu keheningan total. Wajahnya tidak menunjukkan rasa kemenangan, melainkan keseriusan dan amarah yang terkendali.

"Selamat siang. Pagi ini, kami berhasil menggagalkan upaya sekelompok pemegang saham minoritas untuk mengganggu implementasi Quantum melalui Pengadilan Niaga," Daniel memulai dengan suara berat, mengabaikan mikrofon yang berdesis. "Upaya ini, yang didorong oleh narasi palsu tentang ketidakstabilan pendanaan dan perselisihan internal, sekarang terbukti salah, berkat pengumuman kemitraan strategis kami dengan Novatierra dan penguatan tim kepemimpinan Qua
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Sang CEO Muda   Mulai Perjalanan

    Dermaga rahasia di Marina malam itu tampak sunyi, hanya suara riak air yang menghantam pilar-pilar beton yang memecah keheningan. Namun, di balik dinding kontainer yang tersusun rapi, sebuah operasional tingkat tinggi sedang berlangsung. The Ghost Ray telah mengapung rendah di permukaan air, tubuhnya yang hitam matte tampak menyatu sempurna dengan kegelapan malam, hampir tidak terlihat bahkan oleh mata telanjang."Semua sistem hijau," suara Kenzo terdengar melalui earpiece saat ia melakukan pengecekan terakhir dari dermaga. "Ingat, Dan, kapal ini bukan mainan. Dia punya torsi yang bisa mematahkan leher jika kau tidak hati-hati dengan akselerasinya."Daniel masuk lebih dulu ke dalam kabin yang sempit namun sangat ergonomis. Interior kapal itu didominasi oleh layar sentuh transparan dan lampu indikator berwarna biru redup. Di belakang kursi pilot, Leo dengan tas taktisnya sudah duduk manis, mengenakan sabuk pengaman empat titik yang dirancang khusus untuk tubuh kecilnya."

  • Gairah Sang CEO Muda   Sarapan Bersama

    "Ayo Al, kita sarapan bersama, Leo pasti sudah menyiapkan kopi untuk kita." ajak Daniel sambil menggenggam tangan Alya, sementara itu aroma kopi Arabika dan roti panggang mentega memenuhi ruang makan kediaman Arkana yang megah namun hangat. Di meja makan kayu jati yang panjang, suasana pagi itu tampak seperti keluarga normal pada umumnya, jika saja tidak ada tiga tablet dan satu laptop yang menyala di antara piring-piring omelet.Bunda Laura duduk di ujung meja, menyesap teh melatinya dengan anggun. Sebagai ibu kandung Alya, ia memiliki ketenangan yang sama dengan putrinya, namun dengan kelembutan yang lebih matang. Ia menatap Alya, Daniel, dan cucunya dengan tatapan yang penuh kasih sekaligus haru. Ia tahu betul darah peretas yang mengalir di tubuh Alya berasal dari rasa ingin tahu yang ia tanamkan sejak kecil, namun ia tidak menyangka cucunya, Leo, akan melampaui mereka semua begitu cepat."Leo, makan brokoli itu dulu sebelum kau menyentuh kodingan di tabletmu," tegur Bund

  • Gairah Sang CEO Muda   Kamar Terpisah Untuk Leo

    "Bagaimana kalau kita buatkan Leo kamar yang terpisah dengan kita, agar dia tak bisa mengganggu kita seperti malam ini," goda Daniel.Alya tertawa kecil, sebuah suara renyah yang perlahan menenangkan debar jantungnya yang masih berpacu. Ia menyandarkan kepalanya di lekukan leher Daniel, menghirup aroma maskulin yang bercampur dengan sisa-sisa keintiman mereka. Di bawah selimut sutra abu-abu yang berantakan, ia merasakan kulit hangat Daniel bersentuhan dengan miliknya—sebuah jangkar yang selalu membuatnya merasa aman setelah badai adrenalin, baik itu karena misi berbahaya maupun gairah yang meluap."Membuatkan kamar sendiri untuk Leo itu solusi yang logis, Daniel," bisik Alya sambil jemarinya menari tanpa arah di atas otot perut suaminya yang keras. "Tapi kau lupa satu variabel penting. Anak itu adalah replika digital darimu dan aku. Kau pikir pintu kayu dengan kunci pintar akan menghentikannya? Dia akan menganggap itu sebagai teka-teki pemanasan sebelum sarapan."Daniel terkekeh, suar

  • Gairah Sang CEO Muda   Aaaaaaah

    Malam semakin larut, namun kehangatan di halaman belakang kediaman Arkana justru semakin terasa. Setelah Raka dan Kenzo pamit pulang—dengan Kenzo yang masih sempat menjanjikan Leo sebuah "proyek rahasia" berikutnya—suasana kembali tenang. Leo, yang kelelahan setelah seharian menjadi peretas cilik dan mengejar drone, akhirnya tertidur pulas di sofa ruang tengah dengan masih memegang kacamata tanpa lensanya.Daniel dan Alya berdiri di balkon lantai dua, memandang hamparan lampu kota Jakarta yang berkelap-kelip di kejauhan."Kau tahu," gumam Alya sambil memainkan liontin kunci hitam di lehernya, "Tiga puluh enam terasa sangat berbeda dari yang aku bayangkan sepuluh tahun lalu. Dulu, aku pikir di usia ini aku mungkin sudah berada di penjara bawah tanah atau menghilang dengan identitas palsu di pinggiran Eropa."Daniel memeluknya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Alya. "Dan sekarang kau di sini. Menjadi 'target' paling dicari oleh seorang anak berusia empat tahun yang ingin belaj

  • Gairah Sang CEO Muda   ALYA-1

    "Biarkan saja Raka dan Kenzo membantunya," gumam Daniel sambil menciumi bahu Alya. "Tapi kau benar, aku merindukan jagoan kecil itu. Dan aku ingin segera melihatnya sebelum dia benar-benar menguasai sistem kontrol rumah kita."Dua jam kemudian, mereka sudah berada di dalam jet pribadi menuju Jakarta. Selama penerbangan, mereka duduk berdampingan, saling menggenggam tangan. Liburan ini telah mengisi ulang "baterai" emosional mereka.Begitu sampai di rumah, suasana sunyi yang mereka nikmati di Maladewa langsung pecah."Mama! Papa!" Leo berlari secepat kilat dari arah taman belakang, diikuti oleh Bunda Laura yang tampak sedikit lelah namun bahagia.Leo langsung menabrak kaki Daniel, minta digendong. Alya memeluk ibunya dengan rasa terima kasih yang mendalam."Bagaimana, Bun? Semuanya aman?" tanya Alya.Bunda Laura menghela napas panjang sambil tersenyum. "Dia sehat, pintar, dan... yah, dia berhasil meretas kode kunci lemari camilan kemarin malam. Dia benar-benar

  • Gairah Sang CEO Muda   liburan Berdua

    "Kau yakin kita bisa meninggalkan Leo, Al?" Daniel bertanya untuk kesekian kalinya. Ia sedang memperhatikan putranya yang berusia tiga tahun itu sibuk mencoba memasukkan kepingan Lego ke dalam saku celana kargo mungilnya.Alya tersenyum, merapikan kerah kemeja suaminya. Di usia 35 tahun, kematangannya memberikan ketenangan yang selalu dibutuhkan Daniel. "Daniel, Bunda Laura sudah berpengalaman mengurusku sejak aku masih kecil. Jika dia bisa menangani anak peretas sepertiku, dia pasti bisa menangani Leo. Lagipula, ini permintaanmu sendiri untuk liburan berdua, kan?"Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan perak berhenti di lobi rumah mereka. Sosok wanita paruh baya dengan aura anggun dan wajah yang masih menyimpan kemiripan kuat dengan Alya keluar dari mobil. Itu adalah Bunda Laura, ibu Alya, yang selama beberapa tahun terakhir ini akhirnya bisa hidup tenang setelah semua badai spionase yang melibatkan putrinya mereda."Nenek!" Leo berteriak girang, berlari kecil menuju nen

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status