HIS SECRET SON

HIS SECRET SON

last updateLast Updated : 2026-10-22
By:  Bella starUpdated just now
Language: English
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
13Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Three years ago, Claire Whitfield made one mistake. One reckless, unforgettable night with a stranger in Paris — and she walked away before morning, before names, before anything that could be traced back to her. She never planned to see him again. She never planned to raise his son alone either. Now twenty-eight, exhausted, and three months behind on rent, Claire walks into a job interview at the most powerful real estate firm in Paris — desperate, out of options, and carrying a secret that could destroy everything. The man behind the desk stops breathing the moment she walks in. Because Alexandre Laurent never forgets a face. Especially not her face. And he certainly doesn't forget the woman who vanished from his hotel room three years ago without a single word. But it's not Claire that undoes him. It's the photograph that falls from her bag. A little boy. Grey-blue eyes. His exact eyes. Alexandre doesn't ask questions. He doesn't negotiate. He gives her two choices — marry him immediately and let him claim his son, or face a man with unlimited resources and absolutely nothing left to lose. Claire has spent three years protecting Theo alone. She is not about to hand him over to a billionaire with a ring and an ultimatum. But the longer she's near Alexandre, the harder it becomes to remember why she ran in the first place. And the longer he watches her — the way she reads things sideways, finds what others miss, loves their son with everything she has — the more he understands that winning Claire is not a negotiation. It's something he has to earn. One photograph. One secret. One chance to build something real.

View More

Chapter 1

Chapter 1- The Photo

"Tu-tuan, tolong le-lepaskan saya. Saya bukan nyonya Bella. Saya Indira, Tuan. Sa-saya hanya pelayan baru di rumah ini. Tu-tuan salah orang."

Indira terlihat ketakutan, wajahnya pucat, tubuhnya gemetaran saat majikannya, Bara Rahadian memeluknya dengan erat. Aroma menyengat alkohol bisa Indira cium dari tubuh majikannya itu.

Setelah majikannya bertengkar dengan istrinya, satu jam yang lalu. Bara yang frustasi, malah mabuk-mabukkan dan tanpa sengaja ia melihat Indira sedang beres-beres di kamarnya. Sekarang, inilah yang terjadi. Bara mengira, Indira adalah istrinya.

"Kamu istriku, Bella. Tugasmu melayaniku, suamimu! Bukan kelayapan terus setiap hari!" Suara Bara terdengar keras, sehingga membuat Indira terkejut mendengarnya. Belum lagi, pelukan Bara malah makin erat padanya.

"Aku juga butuh kamu, Bella. Aku butuh kamu di sampingku," ucap Bara lirih seraya mendekatkan bibirnya pada pipi Indira.

Gadis polos itu langsung meremang saat cambang tipis di hidung Bara mengenai kulit pipinya. Deru napas hangat Bara, membuatnya semakin merinding.

"Tuan, saya bukan nyonya Bella. Tolong lepaskan saya, Tuan!" ujar Indira dengan suara yang sedikit meninggi. Ia juga tidak diam saja, melainkan mencoba melakukan perlawanan.

Tangan Indira berusaha keras mendorong lelaki bertubuh jangkung dan kekar itu. Akan tetapi, tenaganya tentu tak sebanding dengan tenaga Bara. Gadis yang tubuhnya kecil dan pendek itu.

"Tu-tuan! Tolong jangan seperti ini. Kalau nona Bella tahu. Dia bisa—"

Indira terkesiap, manakala ada sesuatu yang menyerang bibirnya untuk pertama kali. Sebuah benda kenyal milik Bara, melumatnya dengan kasar.

"Hmphh ... Tuan ..."

Ini pertama kalinya Indira merasakan sentuhan pria yang bahkan ia sendiri tak tahu apa namanya. Jantungnya berdegup kencang, kedua matanya pun mulai berembun. Ia tak tahan dengan pemaksaan ini. Terutama ketika tekanan bibir Bara semakin mendesak agar ia membuka bibirnya.

Kedua tangan Bara, mencengkram tubuh Indira cukup kuat. Sangat kuat, sampai Indira meringis kesakitan. Ciuman sepihak itu pun terlepas, ketika Indira memalingkan wajahnya sekuat tenaga.

"Tuan. Hentikan!" Tegas Indira. "Saya mohon, Tuan—aahh!"

Kedua mata Indira yang berkaca-kaca itu menatap Bara dengan tatapan yang tajam. Berharap Bara akan melepaskan tubuhnya.

"Hentikan apa Sayang? Kenapa kamu selalu memintaku berhenti saat aku akan menyentuhmu? Kamu itu istriku!"

Kalimat Bara yang terdengar keras, tapi penuh kekecewaan, sampai membuat Indira tercengang. Indira sadar, kalau pria ini sudah kehilangan akal sehat dan menganggapnya sebagai Bella, majikannya.

"Malam ini, aku tidak akan melepaskanmu." Tatapan Bara menggelap, ia gelap mata. Bara menarik Indira dengan paksa, kasar, sampai Indira jatuh ke atas ranjang empuk berukuran king size. Tempat Bara dan istrinya tidur di atas sana.

Gadis itu berusaha bangkit dan kalau bisa, ia ingin pergi dari sini sekarang juga.

"Tuan, saya mohon jangan lakukan ini. Saya bukan istri, Tuan. Saya bukan—"

"Aaakhh!"

Indira berteriak, kala Bara menarik kedua kakinya dan membuatnya kembali terbaring di atas ranjang. Tanpa sempat menghindar, Bara langsung menindih tubuh Indira. Wajah mereka berdekatan, tubuh mereka menempel dan Indira, gadis yang memakai seragam maid itu terlihat ketakutan.

"Tuan, anda jangan—" Belum sempat Indira menggunakan kedua tangannya untuk memukul atau mendorong Bara. Kedua tangan Indira, sudah lebih dulu dikunci oleh satu tangan Bara di atas kepalanya sendiri.

"Suaramu sangat merdu sayang. Tapi alangkah baiknya, kalau suaramu ... kamu gunakan saat mendesahkan namaku saja. Karena kita sudah lama sekali tidak melakukannya, kan?" ucap Bara seraya mengecup pipi Indira dengan napas menderu, penuh kabut gairah dari pengaruh minuman dan rasa kesepian yang selama ini ia rasakan.

"Aku rindu kamu, Bella."

Kedua mata Indira terbelalak, ketika majikannya itu mulai melucuti pakaiannya sendiri. Sedangkan dia, tidak berdaya dibawah kuasanya.

"Tuan, tidak! Jangan! Saya hanya seorang pelayan, saya—"

Hmpphh, aahh....

Bibir Indira terkunci, manakala Bara meraup bibir mungil berwarna merah milik gadis itu dengan kasar. Indira berusaha memberontak, air matanya yang tadi hanya tersimpan dibawah mata, akhirnya turun juga. Ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya lemas, apa lagi saat Bara melepaskan satu persatu pakaian dari tubuhnya dengan cara instan dan cepat. Yaitu dirobek secara sembarang. Hingga saat ini, Indira tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.

"Tuan, jangan lakukan ini. Tuan, saya cuma pelayan."

Suara Indira gemetaran, berkali-kali ia mencoba melakukan perlawanan. Tapi ia tetap kalah. Bara terlalu dominan, terlalu kuat untuk dilawannya.

Bara yang sudah gelap mata, langsung menindih Indira dan semakin memperkecil ruang geraknya. Indira menggigit bibir, mencoba menahan jeritan yang hampir keluar.

Bibir Indira terkunci, manakala Bara meraup kembali bibir mungil berwarna merah milik gadis itu dengan kasar. Indira berusaha memberontak, air matanya yang tadi hanya tersimpan dibawah mata, akhirnya turun juga. Ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya lemas, apa lagi saat lelaki itu sudah membuatnya tanpa sehelai benang.

"Tuan, jangan lakukan ini. Tuan, saya cuma pelayan."

Bara yang sudah gelap mata, langsung menyatukan miliknya yang sudah menegang pada milik Indira. Bibir dan tangannya juga asyik mencumbu bagian tubuh lain dari gadis itu. Tidak peduli Indira mengerang kesakitan akibat perbuatannya, Bara tetap menikmati milik Indira yang sempit dan kian menjepitnya itu.

Indira tersentak kaget, manakala ia merasakan cairan hangat menyerang tubuhnya.

Usai kegiatan panas itu, Indira tiba-tiba teringat kata-kata ibunya, sebelum ia pergi ke kota dan sekarang ia malah melakukan hal ini bersama majikannya. Melanggar larangan ibunya. Larangan untuk menjaga diri. Naasnya, belum dua puluh empat jam ia bekerja di sini dan sudah terjadi hal mengerikan kepadanya. Sesuatu miliknya yang berharga telah direnggut paksa.

"Ibu, maafin aku. Maafin Indi yang udah ngelanggar janji. Maaf."

Setelah melakukan kegiatannya, Bara langsung tertidur. Sementara Indira langsung keluar dari kamar itu dengan keadaan kacau.

TBC

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
13 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status