Home / Young Adult / HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH / 15. Tetangga Seperti Keluarga

Share

15. Tetangga Seperti Keluarga

last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-16 19:36:41
Chapter 15

Tetangga seperti Keluarga

Malam hari, semuanya berkumpul di meja makan menikmati hidangan yang dimasak oleh ibu dan nenek, sayang sekali malam itu kakak kedua Anran tidak berada di tengah-tengah mereka karena masih di luar negeri untuk melanjutkan studinya.

Anran duduk di antara ibunya dan Yuan, sementara ayahnya berada di seberang meja dan neneknya duduk di ujung meja seperti biasa. Hidangan malam tersaji cukup banyak, mulai dari ikan kukus, sup iga dengan lobak, sayuran tumis, h
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
zian
alurnya agak lambat ya cher
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    62. Wawancara Keluarga

    Chapter 62 Wawancara KeluargaSuasana di meja makan keluarga Zhao terasa tegang bagi Anran karena hampir semua orang seperti sedang memiliki satu agenda yang sama yaitu mewawancarai Wang Zeyan sampai-sampai Anran yang duduk di sebelah Zeyan seolah sedang terlibat dalam sesi wawancara tersebut. Namun, Zeyan justru terlihat paling tenang. Setelah membantu memindahkan beberapa piring ke meja, Zeyan duduk dengan posisi santai, sesekali mengambilkan makanan untuk Anran tanpa terlihat terganggu oleh tatapan orang-orang di sekelilingnya. Anran beberapa kali meliriknya dari samping, seolah ingin memastikan pria itu benar-benar tidak gugup dan setiap kali tatapan mereka bertemu, Zeyan hanya mengangkat alis tipis atau tersenyum kecil, seakan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.“Zeyan, tadi Anda mengatakan keluarga Anda sudah lama menjalankan bisnis restoran. Apakah semua restoran itu dikelola keluarga Anda sendiri?” tanya ayah Anran sembari mengambil sepotong ikan kukus.Zeyan meletakkan sum

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    61. Memperkenalkan Pacar

    Chapter 61Memperkenalkan PacarAnran pulang ke rumah orang tuanya sebelum waktu makan siang dengan perasaan yang cukup tegang. Malam ini Zeyan akan datang untuk makan malam bersama keluarganya dan semakin dekat waktunya, semakin banyak hal yang muncul di kepalanya. Ia bahkan sempat bertanya kepada dirinya sendiri beberapa kali apakah keputusan membawa Zeyan pulang memang benar? Namun, setelah mengingat bahwa mereka hanya sedang berkencan dan tidak sedang membicarakan pernikahan, Anran berusaha tidak memikirkan hal-hal yang terlalu jauh lagi.Begitu memasuki rumah, Anran melepaskan sepatunya dan berjalan menuju ruang keluarga. Ia mengira akan menemukan ibunya atau ayahnya di sana, tetapi langkahnya langsung berhenti ketika melihat dua orang yang duduk di sofa. Neneknya sedang menikmati teh, sementara di sebelahnya seorang pria yang seharusnya masih berada ribuan kilometer dari Shanghai sedang duduk santai sambil membaca sesuatu di ponselnya.Anran berkedip beberapa kali. "Kak Yuze?"

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    61. Akhirnya Bebas Bertemu

    Chapter 60Akhirnya Bisa Bebas BertemuBegitu nenek dan ibunya pergi, Anran berdiri beberapa saat di depan pagar sambil memastikan mobil ibunya benar-benar sudah meninggalkan halaman. Selama hampir satu minggu rumah itu terasa terlalu ramai, bukan karena neneknya banyak bertanya atau membuat masalah, justru sebaliknya. Neneknya sangat santai, tetapi keberadaan perempuan tua itu membuat Anran tidak bisa bergerak sebebas biasanya terutama untuk pergi ke rumah Zeyan yang hanya berada di sebelah, ia tidak mendapatkan alasan yang masuk untuk pergi ke rumah Zeyan. Sekarang rumah itu kembali kosong, Anran merasa seperti mendapatkan kembali kebebasannya.Tanpa banyak berpikir, ia langsung mengambil ponselnya lalu pergi menuju rumah Zeyan. Begitu pintu dibuka, Anran masuk seperti biasanya, melepaskan sandal di dekat pintu, lalu mengambil sandal khusus yang biasa digunakannya ketika berada di rumah. Namun, tangannya berhenti ketika melihat sepasang sandal baru yang diletakkan rapi di dekat rak,

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    60. Kakak Pacar Saya

    Chapter 60Kakak Pacar SayaAnran masuk kerja siang sehingga memiliki waktu cukup panjang sebelum berangkat ke rumah sakit. Namun, sejak bangun tidur, wajahnya sudah terlihat seperti seseorang yang baru saja kehilangan kebebasan hidupnya. Hampir satu minggu neneknya tinggal di rumah dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Setiap pagi masih menyiapkan sarapan, setiap sore masih ada buah yang sudah dipotong, dan setiap malam neneknya masih duduk di ruang tengah menonton televisi seolah-olah rumah itu memang sudah menjadi tempat tinggal permanennya.Setelah mandi dan bersiap-siap, Anran segera keluar rumah untuk bertemu Zeyan. Mereka sepakat makan siang di salah satu kedai mi milik keluarga Wang, tetapi bukan kedai yang pernah mereka datangi pada kencan pertama, melainkan cabang lain yang lokasinya lebih dekat dengan rumah Anran dan rumah sakit tempatnya bekerja.Begitu duduk di ruang pribadi yang ukurannya tidak terlalu besar di lantai dua, Anran langsung mengembuska

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    59. Makanan dari Tetangga Sebelah

    Chapter 59 Makanan dari Tetangga Sebelah Anran baru tiba di rumah sekitar pukul tiga sore setelah menghadiri seminar singkat di rumah sakit. Begitu membuka pintu, dia langsung mendengar suara neneknya dari ruang tengah yang terdengar jauh lebih bersemangat daripada dirinya yang sejak pagi sudah duduk mendengarkan presentasi dan diskusi para dokter muda. Nenek rupanya sedang menunggu kepulangannya sambil duduk di sofa dengan sebuah kotak kue di atas meja. “Pulang juga akhirnya,” ujar nenek tanpa menoleh. “Bagaimana seminarnya?” “Cukup melelahkan.” Anran melepaskan sepatu, menggantinya dengan sandal khusus di ruah lalu meletakkan tasnya di kursi. “Nenek sudah lama pulang?” “Sudah dari tadi." Nenek terkekeh. "Tadi pagi ramai sekali. Tetangga hampir semuanya datang, saya sampai tidak sempat duduk lama karena banyak yang mengajak bicara.” Anran mengangguk sambil berjalan mendekat. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan neneknya karena sejak datang, nenek memang tidak berhenti membica

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    58. Calon yang Tidak Cocok

    Chapter 58 Calon yang Tidak Cocok Anran duduk di kursi pengemudi mobilnya dengan wajah sedikit cemberut karena sejak hari Kamis, hidupnya terasa seperti sedang berada di bawah pengawasan keluarga sendiri. Kakaknya membocorkan keberadaan pacarnya sehingga ibunya datang tanpa pemberitahuan hanya untuk memeriksa isi kulkas, lalu neneknya datang membawa koper dan sementara tinggal bersamanya. Masalahnya, Anran sendiri tidak tahu kapan neneknya akan pulang. “Sekarang saya bahkan tidak bisa bertemu Anda dengan bebas," keluh Anran. Zeyan menahan senyum karena keluhan Anran sudah didengar berkali-kali sejak neneknya datang. “Bukankah Anda bisa bertemu saya di rumah saya?” Anran langsung menoleh dan melotot. “Mudah saja bilang begitu!” Zeyan tersenyum. “Kalau begitu, kita bertemu di rumah Anda.” Anran menyipitkan matanya. “Memangnya Anda berani?” Zeyan mengangguk pelan seolah baru memahami masalah yang sangat rumit. “Jadi, kesimpulannya, kita tidak boleh bertemu?” Anran menggeleng. “B

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status