Dari Cilok Jadi Cinlok

Dari Cilok Jadi Cinlok

last updateLast Updated : 2026-08-06
By:  Susu Cabai Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
10
1 rating. 1 review
12Chapters
187views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Pergi! Aku enggak mau lihat mukamu lagi!" usir Julia, matanya berkaca-kaca karena menahan sesak di dalam dada. "Dengarkan penjelasanku, Julia," bujuk Hans. "Penjelasan apa?! Penjelasan kalau kamu selama ini mempermainkanku demi mencuri resepku? Kenapa? Kamu sudah dapat resepnya kan? Untuk apa datang lagi? Untuk menertawakan ku? Silakan!" tutur Julia sambil mengusap air matanya yang terus tumpah.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Jangan kira karena Papa di luar negeri Papa tidak mengetahui masalah perusahaan. Jika kamu tidak mampu, jangan salahkan Papa kalau posisimu sebagai CEO digantikan oleh adikmu," ancam pak Burhan dengan nada datar.

Bibir terkunci tidak menemukan alasan untuk membantah. Tubuh kekar Hans runtuh dari dalam. Pendapatan perusahaan stagnan, ada kemungkinan penurunan minat, pergantian trend, dan ah!

"Tapi, Pa–"

"Tidak, Hans. Papi tidak menerima kata tapi. Belajarlah dari Hana, tanpa kata 'tapi' semua perusahaan yang pernah dipimpinnya selalu ada kemajuan. Ingat Hans, Papa tidak akan mentolerir satu persen pun kerugian," potong pak Burhan sebelum mematikan telepon.

"Papa tidak bisa bandingkan aku dengan Hana. Halo! Halo, Pa?! Papa!"

Menatap layar ponsel yang menunjukkan sambungan telepon terputus. Hans menghempaskan ponselnya begitu saja ke atas meja kerja.

Kenapa selalu membandingkan Hana dengan dirinya? Bahkan sudah ratusan kali Hana dipuji, sedangkan ia? CK!

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu. Membuat tangan Hans segera bergerak merapikan apa saja yang kusut di tubuhnya.

"Masuk!" kata Hans mempersilahkan setelah merasa semua sudah rapi.

"Ada apa?" tanya Hans ketika seorang Karyawati masuk membawa beberapa berkas.

"Ini, Pak. Ada masalah di income perusahaan bulan ini," ujar karyawati itu dalam posisi berdiri dan tidak berani duduk.

Di kepala Hans seketika seperti kabel kusut ketika mendengar kata 'masalah'. Tangannya dengan cepat merebut berkas di tangan Karyawati itu. Mulai membaca isi berkas tersebut.

"Jelaskan," pinta Hans dengan nada datar.

Karyawati itu menelan salivanya sebelum menjelaskan, "beberapa brand milik perusahaan mulai mengalami penurunan minat. Terutama brand jajanan ringan."

Berkas tersebut langsung dibanting di atas meja yang membuat karyawati tertunduk dengan nafas tertahan. Hans memejamkan mata sambil memijat pangkal alis menggunakan jari telunjuk dan jempol.

"Keluar. Beritahukan manajer yang lain dan kepala divisi untuk meeting mendadak tiga puluh menit lagi," pinta Hans sambil mengayunkan telapak tangannya maju mundur.

"Baik, Pak."

Karyawati itu maju dan ingin mengambil berkas yang dibawanya tadi.

Hans membuka mata kirinya.

"Jangan diambil. Cepat keluar sana."

Karyawati itu menganggukkan kepalanya lalu buru-buru keluar dari ruangan CEO yang dingin oleh AC.

***

Waktu terasa berlalu begitu cepat, hingga kini Hans telah duduk di ruang rapat yang dominan putih.

"Ini adalah laporan dari Marketing," ujar Hans sambil menunjukkan penurunan pendapatan melalui pivot table di layar monitor.

Dari presentasi tersebut terlihat persentase penurunan terbesar terlihat pada brand jajanan ringan. Pihak manajer saling memandang. Mereka sendiri paham kalau penurunan income akan berdampak pada gaji dan bonus karyawan.

"Kalian bisa lihat sendiri. So, ada yang punya idea untuk mengatasi problem ini?" tanya Hans di depan meja lonjong dengan nada datar.

Suasana di ruang meeting itu mendadak menjadi sangat hening sampai-sampai suara deru AC terdengar. Lalu, keheningan pecah oleh suara seorang karyawati.

"Mohon maaf, Pak Hans. Tapi saran saya perlu lakukan analisis terlebih dahulu. Tanpa data kongkrit, kami kesulitan memberikan masukan," ujar manajer marketing bernama Keina yang memberikan laporan tiga puluh menit lalu.

Hans mengangguk mengerti. Lalu, mendorong berkas hingga berhenti di tengah meja rapat.

"Aku serahkan pada bidang data. Lakukan analisis data dan analisis bisnis. Deadline satu minggu dan kita akan meeting saat itu di waktu yang sama," ucap Hans sambil berdiri.

"Siapapun yang mengusulkan konsep asal bisa dieksekusi perusahaan akan mendapatkan bonus 10 juta. Meeting selesai," tutup Hans sebelum melangkahkan kaki ke pintu keluar.

Karena sudah tidak tahan berada di perusahaan, Hans memilih pulang lebih awal. Ia berpikir untuk mencari tempat menenangkan diri.

Hans menyetir dengan tangan kiri sebab tangan kanannya sibuk memijat pelipis. Pandangan matanya membuyar di saat menyetir karena memikirkan masalah perusahaan dan tekanan dari ayahnya serta memikirkan solusi agar tetap bertahan.

Di tempat yang berdekatan, Julia sedang mendorong gerobak cilok untuk menyebrang jalan.

Mata Hans seketika melebar ketika tersadar dan melihat sebuah gerobak jualan melintas kurang dari lima meter di depan mobilnya.

PIIIP!

Hans sekuat tenaga menginjak rem bersamaan dengan menekan klakson.

Ban mobil yang bergesekkan dengan aspal mengeluarkan bunyi menderit dan meninggalkan bekas kehitaman.

Karena terlalu terkejut, Julia membeku dengan mata melotot melihat mobil sudah di depan matanya. Sedetik kemudian, tabrakan pun tidak dapat terhindarkan.

BRUAK!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Susu Cabai
Susu Cabai
Cerita santai, cinta manis. selamat membaca
2026-08-05 20:39:37
0
0
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status