LOGIN⚠️⚠️⚠️ CERITA DEWASA Kepindahan Zhao Anran ke rumah lama milik neneknya ternyata mempertemukannya dengan seorang pria yang begitu sulit diabaikan. Wang Zeyan adalah chef yang tenang, tampan, dan ternyata seorang duda sekaligus ayah dari seorang putri kecil. Hubungan mereka bermula dari sebuah kesalahpahaman di UGD dan beberapa kali pertemuan yang membuat batas antar tetangga menjadi semakin kabur. Anran akhirnya mencoba berkencan dengan tetangganya tanpa berharap terlalu banyak. Namun, memiliki duda sebelah rumah yang suka memasak, menjemputnya pulang, mengantarkan makanan ke tempat kerja, dan memperhatikan hal-hal kecil dalam hidupnya ternyata jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan. Di antara kesibukan seorang dokter muda dan kehidupan seorang chef, akankah hubungan sederhana mereka berubah menjadi cinta yang benar-benar ingin dipertahankan?
View MoreChapter 47Jangan Terlalu Banyak Berpikir Zeyan menatap nama lokasi yang dikirimkan Anran padanya dan merasa sedikit aneh karena perempuan itu sedang berada di sebuah tempat bermain game. Seorang dokter muda yang kelihatannya cukup serius menjalani hidupnya ternyata bisa menghabiskan waktu luangnya di tempat seperti itu, tetapi Zeyan pun menyimpulkan kalau Anran mungkin hanya sedang melepas penat bersama teman-temannya dan tidak perlu mengkhawatirkannya.Namun, sepertinya tidak sesederhana itu karena Zeyan menyadari kalau Anran sedang cemburu. Sejak semalam, ketika Zizi meneleponnya beberapa kali ekspresi Anran berubah meskipun perempuan itu berusaha menyembunyikannya. Hari ini ketika Zizi kembali menelepon saat mereka sedang makan, Anran bahkan hampir tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya lagi sampai bersikap dingin dan kehilangan selera makan. Zeyan sempat berpikir Anran mungkin membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, tetapi ia tidak menyangka perempuan itu benar-benar mendiam
Chapter 46CemburuSetelah melihat nama He Zizi kembali muncul di layar ponsel Zeyan, Anran kehilangan selera untuk melanjutkan makan walaupun berusaha mengabaikannya dan tetap mendengarkan pembicaraan Zeyan, tetapi pikirannya sudah tidak lagi berada di meja makan. Beberapa menit kemudian, Anran meletakkan sumpitnya dan mengusap bibirnya dengan tisu."Saya mau pulang."Zeyan yang sedang mengambil minuman menatapnya. "Sekarang?"Anran mengangguk. "Saya harus melipat pakaian sebelum pulang ke rumah orang tua saya."Zeyan tidak membantahnya dan mengangguk lalu membayar makanan mereka. Setelah itu mereka meninggalkan restoran dan sepanjang sepanjang perjalanan Anran lebih banyak diam, sementara Zeyan sesekali meliriknya, tetapi tidak mengatakan apa pun.Sesampainya di rumah, Anran langsung masuk ke kamar dan meletakkan tas di kursi kemudian duduk di tepi tempat tidur sambil menatap kosong ke depan. Sebenarnya ia menyadari jika dirinya sedang terlalu banyak berpikir, Zizi mungkin memang ha
Chapter 45Panggilan yang MenggangguMenjelang pukul sepuluh malam, Anran akhirnya menyelesaikan pekerjaannya dan setelah berganti pakaian, ia segera mengambil tas lalu berjalan menuju tempat parkir. Sebelumnya Anran sudah mengirim pesan kepada Zeyan untuk memberitahukan bahwa dirinya akan datang menjemput. Zeyan juga mengatakan bahwa malam ini ia bisa pulang lebih cepat karena tidak ada lagi hidangan yang harus dikerjakan setelah pukul sepuluh.Ketika Anran tiba di restoran, Zeyan sudah menunggunya di depan pintu. Pria itu mengenakan pakaian yang sama saat Anran mengantarkannya siang tadi, tetapi tetap terlihat rapi meskipun seharian bekerja. Begitu melihat mobil Anran berhenti, Zeyan langsung berjalan mendekat."Sudah selesai?" tanya Anran setelah menurunkan kaca mobil.Zeyan mengangguk. "Biar saya yang menyetir." Anran mengangguk lalu segera keluar setelah Zeyan membukakan pintu mobil untuknya, bebrapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Zeyan melaju dengan tenang di jalanan Shan
Chapter 44Dunia yang SamaHal yang pertama Anran lakukan adalah melihat ponselnya dan benar saja sudah ada pesan dari Zeyan yang memintanya untuk memberitahunya jika Anran sudah bangun. Anran segeran mengirim pesan: Saya baru bangun. Anran lalu meletakkan ponselnya dan pergi mencuci wajahnya ke kamar mandi, ketika ia kembali balasan Zeyan sudah datang. Zeyan: Mau makan apa? Anran berpikir sejenak, bukan ingin menolak ajakan atau kebaikan Zeyan, tetapi di kulkasnya masih banyak stok bahan makanan yang bahkan belum sempat dimasak. Sejak berpacaran dengan Zeyan, setelah pulang bekerja ia jadi lebih sering makan bersama pria itu.Anran membalas: Saya mau mencuci dan bahan makanan di kulkas yang saya beli terakhir kali masih belum dimasak, saya mau masak sendiri hari ini. Tidak lama balasan Zeyan datang: Mau saya masakkan? Tentu saja dengan senang hati, batin Anran dan tanpa disadari senyumnya merekah. Anran membalas: Jika tidak merepotkan Anda. Tidak lama kemudian Zeyan sudah ber






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews