LOGINLayar monitor memantulkan pendar biru dingin yang menyinari wajahnya di tengah keheningan ruang kontrol S-Security. Di depannya, baris-baris source code dan dokumen bertajuk CLASSIFIED_SETAN_SEC terpampang nyata. Semua puji-pujian Pak Erik, promosi jabatan yang ditawarkan, hingga janji manis masa depan cerah di perusahaan ini hanyalah kebohongan besar. S-Security tidak pernah menjadi benteng pertahanan siber; perusahaan ini adalah Setan-Security, sebuah kedok kuda Troya raksasa yang menyedot rahasia negara, data perusahaan nasional dan swasta, lalu menjualnya di pasar gelap darknet. Aden tidak lebih dari sekadar budak lugu yang dimanfaatkan untuk merapikan jalur pencurian mereka. Rasa kecewa, marah, dan perasaan dikhianati membakar logikanya. Dalam kondisi emosi yang terdistorsi, Aden bertindak nekat. Sang Leader The Carbon Necro_Core14 kaget luar biasa saat mendapat hadiah keren dari akun yang tidak jelas asal usulnya dengan nama samaran Keledai Pincang. Dia mengirimkan teks
Usai sukses dalam peluncuran sistem pertahanan terbaru, malam harinya Pak Erik menyelenggarakan pesta perayaan kemenangan di lantai teratas S-Security dan mengumumkan penunjukan Aden sebagai aset berharga perusahaan berkat ide WSDC yang dipasang di Aegis model terbaru. Namun, di balik senyum karismatik dan pujian manis sang CEO, Aden yang diberi akses root tingkat tinggi justru menemukan kejanggalan dalam lalu lintas data server utama. Rupanya produk keamanan Aegis-Shield yang mereka pasang di berbagai institusi, lembaga, kementerian, BUMN, dan perusahaan swasta bukanlah tameng pertahanan, melainkan Kuda Troya. Pak Erik beserta para pemilik saham rahasia memanfaatkan S-Security untuk menyedot data rahasia para klien secara berkala, lalu menjualnya ke bursa gelap darknet demi meraup jutaan dolar dalam bentuk kripto. Aden punya firasat : dia tidak lagi berhadapan dengan peretas jalanan, melainkan sebuah kejahatan korporasi skala nasional. Suara denting gelas kristal dan gelak ta
Malam peluncuran program sistem pertahanan canggih di ballroom YESvotel berlangsung sangat mewah. Puluhan petinggi TNI, Polri, BIN, pemerintah, dan investor berkumpul mengelilingi panggung. Pak Erik berdiri di podium dengan setelan jas mahal, memamerkan layar raksasa yang menampilkan visual pertahanan siber S-Security terbaru : Aegis-Shield v5. Aden yang tak terbiasa menggunakan pakaian formal korporat berulang kali merapikan kemejanya dan menaikkan celananya yang kedodoran karena lingkar celana yang terlalu besar dari pada lingkar pinggangnya. Dia berdiri canggung di belakang panggung sambil memegang gulungan kabel dan peralatan teknisi. Pak Erik sedang membual di atas panggung, "Aegis-Shield v5 adalah benteng digital tanpa celah, tidak ada alat apa pun di ruangan ini yang bisa menembusnya.” Aden yang sedang asyik mengunyah kerupuk kemplang tiba-tiba merasa pergelangan tangannya bergetar hebat. BZZZZT! Jam tangan badut itu mendadak menyanyikan lagu ulang tahun anak-anak ber
Rumah Mang Bowo dua lantai. Bawah untuk warnet dan atas tempat dia tinggal bersama keluarganya. Di bawah, ada kamar tidur atau tempat istirahat yang biasa dipakai Aden dan Mang Bowo. Nah di sanalah mereka bicara empat mata.Aden menjelaskan bahwa selama lima tahun dia belajar tentang bahasa pemrograman dan ethical hacking serta apa pun yang terkait dengan IT. Dia pun mengakui bahwa selama ini dia kerap bergelut dengan dunia peretasan dan mengenal The Carbon.“Belakangan aku membantu sejumlah pihak dari serangan The Carbon. Aku berusaha menyembunyikan identitasku. Aku kira aku berhasil, tapi aku gagal. Akhirnya ada orang yang tahu siapa aku sebenarnya.”Ada rasa kesal di hati Mang Bowo tapi dia juga sangat bangga karena pegawainya bukanlah orang sembarangan.“Kenapa kau tidak jujur saja padaku sejak dulu, Den?”“Tidak bisa, Mang. Ini masalah privasi. Darknet, The Carbon, dan ayahku. Aku tidak bisa terang-terangan. Dan sekarang Mamang tahu sendiri kalau nyawaku sedang terancam.”Mang B
Demi menjaga marwah dan reputasinya, cuma Pak Erik yang tidak ketawa. “Bagus juga jam tangan-mu. Boleh lah nanti aku minta belikan buat hadiah putraku.” Aden menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Tidak diperjualbelikan, Pak. Hehe. Lagipula jam ini jelek. Tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan jam tangan Pak CEO.” 99 persen dipastikan bahwa Aden memang bukanlah Ace of Spades. Maka sejauh ini Aden tetap aman. Kendati demikian, tidak ada yang bisa benar-benar aman di dunia ini! Tadi pas Aden pergi buru-buru dari Warnet MBG rupanya dia lupa mengubah OS ke normal dan mencabut AceChip miliknya. Mang Bowo yang menggantikan posisi Aden di kursi billing sontak kaget saat kali pertama dia menyaksikan semua maha karya hebat ini. OS-nya tidak sama dengan OS dua puluh PC lainnya. Hitam dan aneh. Lebih mirip tampilan situs rahasia. Mang Bowo membuka tab Tor Browser yang tadi belum sempat Aden tutup walaupun sudah logout otomatis. Mang Bowo menganga, “Portal The Carbon! Sejak kapan Aden mem
Setelah tugasnya rampung, Aden buru-buru pergi menuju kantornya lagi. “Kembaliannya ambil saja, Kak.” Si Ojol kaget, “Tiga puluh ribu lebih kembaliannya.” Dia segera menyiapkan kembalian. “Gak apa-apa, Kak. Aku lagi hepi. Hehe.” Aden senyum lalu berlari kecil. “Ambillah!” Pas tadi pergi, suasana kantor kacau balau, dan sekarang suasana jauh lebih tenang dan kondusif. Aden mengendap-endap masuk ke ruang kontrol bawah tangga. Jangan sampai ada yang melihatnya. Dan begitu sudah masuk, tiba-tiba ada sahutan dari jauh. “Den! Kau dari mana saja?” Itu adalah Pak Erik! Gawat! Raden segera merapikan kemeja putihnya dan memasukkannya ke dalam celana. “Ya ada apa, Pak? Aku dari luar tadi." Pak Erik bisa bernapas lega. “Kami tadi mencari kau. Barusan ada kejadian hebat dan mengerikan. Semua ahli gagal menghalau serangan mematikan The Carbon. Kami pikir kau bisa mengatasinya dengan WSCD-mu. Tapi kami tidak menemukan mu. Memangnya kau dari mana?” Dengan polosnya Aden memberikan bungku