LOGINDi Planet Astarhea, empat Kekuatan Negara Besar terperangkap dalam Perang Dingin yang mematikan. Namun semua berubah saat Republik Serigala Putih yang terobsesi dengan teknologi siber dan fiksi ilmiah, merobek dimensi dan melepaskan Raja Iblis Naga, Zaltarax Sang Penelan Cahaya, dari Gerbang Abyss. Perang diantara mereka harus segera mereka usaikan, digantikan oleh perang epik pemusnahan total. Empat musuh bebuyutan—Ratu Aruna Laksmi, Panglima Jae-won, Presiden Wei Shen, dan Putri Akari—dipaksa bersekutu. Dalam perjalanan mereka membentuk legiun aliansi, merekrut 150 pahlawan demi membangun kekuatan melawan Zaltarax. Mampukah para pemimpin ini benar-benar bersatu? Atau apakah ada satu rahasia yang terpendam di antara mereka yang jauh lebih berbahaya daripada Zaltarax?
View MoreLangkah kaki bot militer bergema di sepanjang lorong logam Menara Babelia yang terletak di pinggiran Benua Genevivre. Sersan Rebirtha memimpin tim medisnya menembus sisa-sisa aroma ozon dan debu reruntuhan yang menyesakkan indra penciuman. Di dinding-dinding menara, bekas sayatan bilah pedang dan hantaman sihir hitam menjadi saksi bisu betapa brutalnya serangan Sekte Rembulan Merah yang baru saja berhasil dihancurkan. Saat mereka merangsek masuk ke aula utama, langkah tim terhenti seketika. Di tengah aula yang dingin, Argentum—naga perak raksasa—berdiri tegak. Sayap logamnya yang lebar membentang luas, membungkus tubuh Udzhur yang tergeletak di lantai, melindunginya layaknya sebuah perisai hidup yang tak tertembus. "Tahan senjata kalian!" perintah Rebirtha dengan tegas. Ia melangkah maju secara perlahan sembari merapalkan Vital-Resonance. Frekuensi energi hijau lembut terpancar dari telapak tangannya, menyentuh sisik sang naga untuk membuktikan bahwa ia adalah kawan. Argentum men
Gurun Babelia mendadak senyap. Keheningan yang menyelimuti kawasan itu terasa amat pekat, seolah-olah atmosfer di sekitar menara raksasa tersebut membeku di bawah bayang-bayang pilar baja purba yang baru saja bangkit dari masa persemayamannya. Pintu hidrolik besar di pangkal kaki Babelia bergeser terbuka, mengiringi desisan uap panjang yang memecah kesunyian, menyemburkan hawa dingin yang kontras dengan udara gurun yang membara di luar. Jae-won melangkah keluar dengan langkah yang terasa seberat timah. Setiap inci pergerakannya menuntut sisa stamina yang nyaris punah. Jubah biru tua miliknya tampak compang-camping; rona warnanya memudar di bawah lapisan debu tebal dan bercak darah yang telah mengering akibat pertempuran sebelumnya. Ia tidak menggenggam senjata apa pun; hanya sarung tangan baja biru tua yang membungkus tangannya, memantulkan cahaya mentari sore yang menyengat pada permukaan logam yang kusam. Di balik celah logam sarung tangan itu, pendaran biru keemasan dari Rune m
Gurun Babelia yang biasanya sunyi kini bergetar di bawah otoritas baru yang mengerikan.Di kejauhan, tepat di garis perbatasan yang memisahkan padang pasir tak bertuan dengan kedaulatan Domain Pasir Putih, berdiri sebuah pos pengawas legendaris yang dikenal sebagai Petra Valis.Benteng itu dibangun di celah tebing batu merah yang menjulang, berfungsi sebagai gerbang utama sekaligus benteng pertahanan terakhir bagi rakyat di balik gurun.Di puncak menara tertinggi Petra Valis, Kapten Varick menatap layar monitor seismik dengan mata terbelalak. Jarum-jarum analog di meja kerjanya bergerak liar, menari-nari tanpa henti seolah-olah bumi sedang mengalami serangan jantung."Lapor, Kapten! Sensor panas mendeteksi lonjakan energi masif di sektor nol-sembilan!" teriak seorang operator muda dengan suara gemetar. "Ini bukan badai pasir biasa. Ini adalah aktivitas 9 mekanis... berskala kolosal."Varick tidak menjawab. Ia meraih teleskop optik jarak jauh yang terpasang di balkon menara pandang
Di dalam Bunker Snow Fang, suasana terasa sangat kontras dengan badai salju yang ganas yang sedang mengamuk di atas permukaannya.Di balik dinding beton dan baja sedalam ratusan meter ini, Presiden Wei Shen berdiri mematung di depan kaca pengawas laboratorium pusat. Ia menatap jam hitung mundur di layar utama yang berkedip merah, selaras dengan denyut energi dari fasilitas rahasia yang dikenal sebagai Proyek Nexus Drive.Di sana, sebuah struktur melingkar raksasa yang terbuat dari logam Aetherium hitam berdenyut dengan cahaya biru-kuning elektrik yang tidak stabil. Inilah Gerbang Teleportasi Massal—kunci bagi dominasi Republik untuk menghancurkan musuh-musuhnya.Setelah hampir berhasil menaklukan Kekaisaran Phoenix, mata sang Presiden kini tertuju pada mangsa berikutnya: Kerajaan Harimau Merah."Target kita bukan sekadar ekspansi," suara Wei Shen rendah, bergema di ruangan laboratorium yang steril. "Kita akan menghapus batas negara. Harimau Merah memiliki sumber daya kristal yang k
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews