LOGINDi Planet Astarhea, empat Kekuatan Negara Besar terperangkap dalam Perang Dingin yang mematikan. Namun semua berubah saat Republik Serigala Putih yang terobsesi dengan teknologi siber dan fiksi ilmiah, merobek dimensi dan melepaskan Raja Iblis Naga, Zaltarax Sang Penelan Cahaya, dari Gerbang Abyss. Perang diantara mereka harus segera mereka usaikan, digantikan oleh perang epik pemusnahan total melawan Pasukan Kegelapan. Empat musuh bebuyutan—Ratu Aruna Laksmi, Panglima Jae-won, Presiden Wei Shen, dan Putri Akari—dipaksa bersekutu. Dalam perjalanan mereka membentuk legiun aliansi, merekrut 150 pahlawan demi membangun kekuatan melawan Zaltarax. Mampukah para pemimpin ini benar-benar bersatu? Atau apakah ada satu rahasia yang terpendam di antara mereka yang jauh lebih berbahaya daripada Zaltarax?
View MoreDi hadapan Megafort Judgement, berdiri sisa-sisa keangkuhan dari era Kekaisaran Luminion yang telah hilang: Gerbang Luminion.Struktur jam raksasa itu kini terbelah dua secara vertikal, meninggalkan celah menganga selebar ratusan meter tepat di pusatnya. Retakan besar itu adalah luka mematikan; sebuah kehancuran fatal yang melumpuhkan fungsi utamanya sebagai Bendungan Raksasa Kekaisaran.Akibatnya, triliunan ton air yang dulunya dikelola sempurna, kini tumpah ruah secara liar. Air itu terjun bebas melalui celah retakan gerbang, menciptakan air terjun raksasa yang gemuruhnya mengguncang langit, seolah kemurkaan para dewa yang tak lagi terbendung.Uap air yang membubung menciptakan kabut abadi yang menyelimuti bagian dasar struktur logam purba tersebut. Di tengah pekatnya kabut uap itu, sebuah pelangi abadi melengkung pucat—hasil pembiasan cahaya putih-keemasan kristal AEC (Aether-Engine Crystals) yang terpecah oleh jutaan butiran air.Dua pahatan wajah kolosal yang menyangga lingkaran
Dengungan itu bukan lagi sekadar suara; ia adalah gema dari sebuah kisah kelam yang terkubur jutaan tahun. Ia adalah gaungan sejarah masa lalu Menara Babelia yang menyisakan lubang besar dalam ingatan dunia—sebuah misteri yang tidak pernah terpecahkan sampai saat ini tentang mengapa menara semegah itu bisa runtuh dan berada di Astarhea, tepatnya di Benua Genevivre. Para ilmuwan lintas generasi meyakini bahwa menara tersebut bukanlah berasal ataupun dibangun di Genevivre, melainkan sebuah anomali yang dipaksakan masuk ke dalam realitas mereka. Tepat saat Luviel menutup kedua telinganya sambil merintih di hadapan Kapten Varick, frekuensi purba itu menyerang dengan intensitas yang berbahaya. Gelombang suara itu merambat halus dan menghipnotis alam sadar Luviel sementara, menariknya ke dalam trans yang tak terelakkan. Atmosfer di aula Babelia mendadak berubah menjadi neraka gravitasi. Udara seolah memadat menjadi timah, menekan paru-paru Luviel hingga ia tersedak dalam oksigen
Harapan seolah sudah mati di dalam jantung raksasa Babelia. Aula yang sangat luas itu kini terasa hampa dan menekan, menciptakan suasana yang begitu berat bagi siapa pun yang berada di dalamnya. Tiang-tiang energi memancarkan cahaya putih yang terang, menciptakan bayangan panjang yang membeku seolah waktu berhenti berputar demi menghormati mereka yang berada di ambang maut. Di sudut aula, Jae-won masih terkapar kaku dalam dekapan Kartika, napasnya begitu tipis hingga nyaris tak terdengar. Tiba-tiba, realitas di tengah aula terbelah, menyemburkan pendaran cahaya galaksi yang sangat megah. Dari balik robekan dimensi itu, Leandris melangkah keluar. Kecantikannya begitu nyata hingga membuat siapa pun yang melihatnya merasa seolah dunia di sekitar mereka telah lenyap, digantikan oleh keagungan kosmik. Ia melangkah mendekati Luviel dengan keanggunan yang tidak dimiliki siapa pun di dunia fana ini. Setiap pijakannya pada lantai logam tidak menghasilkan suara, namun meninggalkan jejak
Langkah kaki bot militer bergema di sepanjang lorong logam Menara Babelia yang terletak di pinggiran Benua Genevivre. Sersan Rebirtha memimpin tim medisnya menembus sisa-sisa aroma ozon dan debu reruntuhan yang menyesakkan indra penciuman. Di dinding-dinding menara, bekas sayatan bilah pedang dan hantaman sihir hitam menjadi saksi bisu betapa brutalnya serangan Sekte Rembulan Merah yang baru saja berhasil dihancurkan. Saat mereka merangsek masuk ke aula utama, langkah tim terhenti seketika. Di tengah aula yang dingin, Argentum—naga perak raksasa—berdiri tegak. Sayap logamnya yang lebar membentang luas, membungkus tubuh Udzhur yang tergeletak di lantai, melindunginya layaknya sebuah perisai hidup yang tak tertembus. "Tahan senjata kalian!" perintah Rebirtha dengan tegas. Ia melangkah maju secara perlahan sembari merapalkan Vital-Resonance. Frekuensi energi hijau lembut terpancar dari telapak tangannya, menyentuh sisik sang naga untuk membuktikan bahwa ia adalah kawan. Argentum men
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews