Short
He Gifted Her a Home, I Gave Him a Divorce

He Gifted Her a Home, I Gave Him a Divorce

Oleh:  Bear Ridge HoundTamat
Bahasa: English
goodnovel4goodnovel
8Bab
1.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Today happens to be Yvonne Ziegler's birthday. Yvonne is Shawn Jacobson's, my husband's, newly hired personal assistant. Shawn spares no expense in buying her a villa as a birthday present, and Yvonne haughtily takes to social media to show off on the day she moves in. "I'd like everyone to know that I'm married to a wealthy man now." Shawn comments on the post, saying, "Happy birthday, my beloved Yvonne!" In the picture, Shawn's hand rests intimately on Yvonne's slender waist, leaving no doubt about their intimate relationship. In that instant, the company's group chat erupts into a frenzy of notifications, as colleagues declare their envy of Yvonne and heap praise upon her for being young and accomplished. Oscar Jagger, my childhood friend, notices the picture and immediately tags me in the group chat. He then sends me a pointed, teasing message, saying, "Shawn's display of love is so glaring! Congrats on being cheated on, Leslie!" I manage a bitter, wry smile, taking my time to type out the response. "Do you need a villa as well, Oscar? I'm happy to give you a place—a much nicer one than Shawn's, of course."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

Di hadapanku, yang terlihat hanya sosoknya yang bergegas pergi.

Perut bagian bawahku terasa sakit seolah seluruh tenagaku tersedot habis. Aku jatuh terduduk keras di lantai.

Air ketuban mengalir deras menyusuri pahaku, meninggalkan genangan basah di lantai.

Aku mengangkat tangan dengan lemah, lalu memanggil pelayan yang berdiri tidak jauh dariku dengan suara serak. "Cepat bawa aku ke rumah sakit ...."

Pelayan menatapku dengan wajah serba salah.

"Nyonya, Tuan Arlo sudah berpesan secara khusus. Kami harus menunggunya kembali. Saya nggak berani ...."

"Nggak berani?" Aku memegangi perutku, suaraku bergetar karena rasa sakit.

"Kalau aku sama anakku sampai celaka, Arlo pasti nggak bakal mengampunimu. Antar aku ke rumah sakit sekarang juga!"

Barulah pelayan itu ketakutan dan buru-buru berlari keluar.

Namun, baru sampai di depan pintu, dia sudah dihadang oleh asisten pribadi Arlo Fusena, Benny Hasta.

"Pak Benny, nyonya bakal melahirkan. Dia harus segera dibawa ke rumah sakit," ujar pelayan itu dengan hati-hati.

Benny melirik genangan air ketuban di lantai, lalu memandang wajahku yang sudah terdistorsi oleh rasa sakit. Nada suaranya tetap tenang.

"Tuan Arlo sudah mengatakan untuk menunggunya kembali. Nyonya cuma memanfaatkan kehamilannya untuk bermain trik lagi. Bantu nyonya kembali ke kamar untuk beristirahat."

"Kalau terus ditunda, anakku bisa meninggal! Apa kau bisa menanggung akibatnya?!"

Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk menopang tubuh bagian atas, lalu menunjuk ke arahnya.

Benny tersenyum palsu, matanya sama sekali tidak menunjukkan kehangatan.

"Nyonya, Tuan Arlo sedang menemani Nona Vina di rumah sakit buat menjalani perawatan kehamilannya. Beliau mengatakan agar Anda menunggu sampai beliau kembali."

"Anda tahu sendiri sifat Tuan Arlo. Nggak ada yang berani membantah perkataannya."

"Aku sudah mau melahirkan! Anakku nggak bisa menunggu!"

Gelombang kontraksi yang menyakitkan kembali menyerang. Rasanya seperti ada pisau yang terus-menerus mengaduk perut bagian bawahku.

Aku meringkuk kesakitan. Keringat dingin seketika membasahi seluruh pakaianku.

"Masih berdiri saja? Cepat bantu nyonya ke tempat tidur!" bentak Benny.

Dua pelayan segera bergegas menghampiri. Tanpa memedulikan rasa sakit yang luar biasa di perutku, mereka langsung mengangkat kedua lenganku dan menyeretku menuju kamar tidur.

Saat itu juga, aku tiba-tiba merasakan cairan hangat mengalir di antara kedua kakiku. Ketika menunduk, aku langsung membeku. Darah!

"Darah! Aku mengalami pendarahan!" Aku mencengkeram tangan salah seorang pelayan seperti orang gila sambil berteriak histeris.

"Cepat bawa aku ke rumah sakit! Kalau terlambat sedikit lagi, anakku benar-benar dalam bahaya!"

"Nyonya, saya nggak bisa mengambil keputusan sendiri. Saya bakal memanggil dokter keluarga terlebih dahulu."

Pelayan itu melepaskan genggamanku dengan paksa, wajahnya penuh rasa bersalah.

"Aku nggak mau dokter keluarga! Aku mau ke rumah sakit!"

"Nyonya, jangan terlalu emosional. Saya segera menanyakan hal ini ke Pak Benny."

Setelah mengatakannya, pelayan itu berlari keluar dengan panik.

Rasa sakit di perutku begitu tajam hingga menusuk sampai ke tulang. Keringat dingin bercampur darah dan air ketuban membasahi karpet beludru di bawah tubuhku.

Detik demi detik berlalu, tetapi tidak seorang pun datang.

Aku menyeret tubuhku yang mengeluarkan darah dengan susah payah ke tepi tempat tidur. Saat Bik Ika baru saja masuk, aku segera mencengkeram ujung bajunya sambil menangis.

"Bik Ika, cepat pergi lihat. Aku sudah nggak sanggup bertahan lagi ...."

Bik Ika mengangguk dengan mata penuh rasa iba.

"Nyonya, bertahanlah sedikit lagi. Saya bakal pergi mendesak mereka sekarang juga."

Namun, baru saja berbalik, dia sudah dihentikan oleh Benny.

Benny berjalan perlahan ke hadapanku. Ketika pandangannya menyapu karpet yang sudah berlumuran darah, keraguan sempat melintas di matanya, tetapi dalam sekejap tertutupi oleh sikap dingin dan acuh tak acuh.

"Biarkan Dokter Willy memeriksanya terlebih dahulu."

Setelah mengatakannya, Dokter Willy segera masuk dengan kotak obat di tangannya. Beberapa pelayan langsung maju dan menahan kedua tangan serta kakiku yang terus meronta.

"Lepaskan aku! Aku mau ke rumah sakit!" Aku menggeliatkan tubuh dengan sekuat tenaga, air mata bercucuran bercampur keringat dingin.

"Anakku nggak bisa menunggu lagi!"

Dokter Willy memeriksaku tanpa ekspresi sedikit pun. Setelah itu, dia mengeluarkan beberapa pil putih dari kotak obatnya dan menyuruh Bik Ika memberikannya kepadaku.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Shantell aka Lady Persephone
Shantell aka Lady Persephone
FL is a weak fool
2026-01-20 10:43:33
0
0
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status