Her Reckoning: Love is the deadliest game of all

Her Reckoning: Love is the deadliest game of all

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-05-16
Oleh:  Rin YureiOngoing
Bahasa: English
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
22Bab
639Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

At Stanton University, power is currency and morality is optional. Juhoon Choi aka Trunks sits at the top of the Diamond Board — heir to an empire, untouchable, and emotionally unreadable. Park Suhee stands beside him as his lifelong protector, confidante, and silent lover, hiding years of devotion behind loyalty and restraint. Then Angelique Rochefort transfers in. Elegant. Calculated. Dangerous. She arrives with one purpose: to kill Trunks. She seduces her way into his life, manipulating his trust, isolating him from Suhee, and turning Stanton’s elite against each other. What begins as a carefully executed revenge scheme soon spirals into something far more dangerous when real emotions surface — love, jealousy, and obsession. As scandals erupt, alliances fracture, and lies are weaponized, Suhee becomes collateral damage in a war she never chose. Betrayal cuts deep, intimacy becomes a weapon, and the line between victim and villain blurs beyond recognition. But vengeance has a price and when the truth finally emerges, redemption may come only through sacrifice. In a world ruled by power, love is the most dangerous gamble of all. Because in a world ruled by power, love is the most dangerous weakness of all, and at Stanton University, every heart hides a motive—and every kiss can kill.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Move 1

"Aku menerima pernikahan ini karena Nenek sudah terlalu tua untuk menjaga anakku."

Deg!

Alisa terdiam kala mendengar ucapan suami yang baru dinikahinya itu.  Belum lagi, kala wanita itu harus mendengar kalimat selanjutnya.

"Setelah kepergian mamanya Aditya, aku tidak lagi bisa percaya dengan wanita manapun, tapi nyatanya sekarang aku harus menikah atas dasar pilihan Nenek."

Tanpa terasa, air mata berjatuhan di pipi wanita itu.

Bagaimana bisa pernikahan pertamanya begitu menyedihkan?

'Alisa, sabarlah!' batin Alisa menguatkan diri.

Darma tidak menatap Alisa sama sekali. 

"Untuk saat ini, aku hanya ingin fokus pada perkembangan anakku dan perusahaan," ucapnya, "aku tahu, ini bukanlah salahmu, tapi salahku yang tidak bisa menolak. Hanya saja, aku tak bisa mencintaimu."

Setiap ucapan yang Darma lontarkan membuat wanita itu semakin terisak. Namun, pria itu seolah menulikan telinganya dengan pergi ke kemar mandi.

Rasanya, ia ingin kabur dari sini. Namun, bayangan anak berusia tiga tahun yang menyangangi Alisa--membuatnya berat.

Drrt!

Suara notifikasi pesan mengalihkannya dari lamunan. Ia segera mengecek ponselnya.

Namun ternyata, itu berasal dari ponsel Darma. Langsung saja, Alisa mengambil--hendak menyerahkannya. Hanya saja, ia tercenung kala melihat wallpaper suaminya itu. Darma terlihat bahagia dan serasi dengan seorang wanita lain dalam balutan pakaian pengantin.

Alisa tidak tahu alasan Reni--mamanya Aditya--pergi, namun ... satu yang pasti: nenek Darma drop dan sakit parah setelahnya.

Tanpa sengaja, pesan Darma terlihat oleh matanya.

[ Mas, aku sudah sampai di Bandara, aku tunggu kamu ] 

'Alisa, tenanglah! Jangan berfikir yang jauh, mungkin itu adalah teman atau saudaranya' batin Alisa--menguatkan diri.

Hanya saja, wanita itu tak menyangka Darma akan sedingin itu padanya. 

Malam-malam setelah malam pertama yang menyakitkan, menjadi awal pertarungan Alisa dengan perasaannya sendiri.

Mereka tinggal sekamar namun seperti orang asing: tidak pernah saling bicara, tidak saling menyapa, bahkan tersenyum pun Darma seolah enggan

Hanya di luar kamarlah, Alisa mendapatkan senyuman suaminya, terutama di hadapan keluarga Darma. 

Mereka seolah suami-istri yang saling menyayangi. Bahkan, Alisa dan Darma selalu terlihat serasi dalam pertemuan keluarga. 

Banyak wanita yang merasakan iri dengan apa yang Alisa dapatkan.

Untungnya, ada Aditya yang selalu menguatkan Alisa sebulan ini. Setidaknya, ia merasa dibutuhkan di rumah itu.

"Mama," panggil anak kecil mendadak seraya memeluknya.

Alisa sontak tersenyum. 

Akan tetapi, ucapan nenek sang suami membuat Alisa yang tadinya ingin membalas ucapan anak sambungnya terdiam.

"Sayang, biarkan Mama istirahat dulu," nasehatnya sambil memangku cucu pertamanya itu, "Bagaimana Sa, Apakah ada kabar bahagia?"

Sebenarnya, Alisa mengerti dengan maksud pertanyaan sang mertua, tetapi ... Alisa tidak bisa berkata jujur dengan apa yang terjadi antara dirinya dan suaminya.

"Alisa?"

Wanita itu sontak tersadar dari lamunan. "Belum, Nek. Mungkin Alisa masih harus fokus merawat Aditya. "

"Kapan-kapan, ikutlah program kehamilan. Aditya sudah cukup besar untuk memiliki seorang adik, iya kan, Aditya?" tanya sang Nenek buyut mendadak.

"Adik?" beo bocah laki-laki itu panik, "Tidak! Aditya gak mau adik, nanti adik akan ambil Mama dariku."

Aditya lantas turun dan beralih ke pangkuan Alisa yang hanya bisa tersenyum sopan pada wanita tua di hadapannya itu. 

Jika orang-orang mengatakan bulan pertama pernikahan adalah hari-hari yang paling indah dan penuh hasrat, sayangnya tak berlaku untuk keduanya. Akan tetapi, Alisa jelas tak mungkin mengatakan itu.

Tanpa sadar, air matanya luruh. Hal itu jelas saja diketahui Aditya

"Ma, Mama kenapa nangis, apa Aditya berat?" tanya sang anak panik.

Ia bahkan langsung turun dari pangkuan Alisa, hingga wanita itu sadar jika diriya masih ada diantara nenek dan anak sambungnya.

"Alisa, Apakah ada masalah?" tanya nenek Ratih, "Kenapa kau terlihat sedih, Nak?"

Alisa menggeleng. "Bukan begitu, Nek. Alisa hanya kangen adik-adik Alisa di panti, sudah lama Alisa gak nengok mereka," ucap Alisa berbohong.

"Sekali-kali ajak suamimu berkunjung ke sana," ucap wanita tua itu prihatin, "Biar bagaimanapun, kau adalah kakak mereka. Nanti, kalau Darma datang, ajaklah dia, sekali-kali kalian keluar rumah berdua."

Lagi-lagi,  Alisa hanya bisa mengangguk dan tersenyum--tak berani berbicara banyak karena ia pun takut berharap. 

Kriet

Suara pintu terdengar mengalihkan fokus ketiganya.

"Papa....!" teriak Aditya seketika begitu ia melihat Darma datang.

Pria itu sontak tersenyum. "Anaknya Papa, jangan lari. Nanti, kalau jatuh bagaimana?" ucap Darma seraya menggendong anaknya itu.

"Pa, nanti Aditya mau beli sosis Kenzle ya, Pa. Di kulkas sudah habis," ucap Aditya mengadu pada sang Papa.

"Nanti kita beli bareng ya, Sayang." 

"Sekali-kali bawa Alisa juga, walau bagaimana pun, Alisa sekarang adalah ibu dari Aditya," ucap Nenek Ratih.

"Apakah kau mau ikut?" tanya Darma.

Meski tak melihat ke arahnya, tentu Alisa tahu jika itu adalah pertanyaan untuknya.

"Tidak usah, Mas. Saya nunggu dirumah saja," ucap Alisa seraya tersenyum.

"Loh, kenapa, Lis? Sekali-kali, kalian jalan berdua," ucap neneknya.

"Nek, dia sudah jawab tidak, jadi gak usah paksa. Sayang... Papa mau keatas dulu ya, nanti kita main bareng, oke jagoan Papa," ucap Darma seraya menurunkan tubuh Aditya.

"Oke, Papa...." 

Melihat Darma ke atas, Alisa langsung mengikutinya.

Meskipun mereka berperang dingin, tetapi Alisa selalu melakukan tugasnya sebagai seorang istri.

Alisa segera menyiapkan air hangat, lalu menyiapkan baju ganti.

Setelahnya, wanita itu hendak keluar.

Namun, ringtone dari ponsel suaminya itu membuat Alisa penasaran.

Ada panggilan masuk dari kontak bernama Reni Anjani. Bahkan, lengkap dengan gambar cantiknya.

Detak jantung Alisa berdetak dengan begitu cepat, ia hendak mengambil ponsel itu.

Namun, suara kran air tiba-tiba mati--membuat Alisa mengurungkan niatnya.

Brak!

Ia pun keluar. Hanya saja, ia tak tahu Darma melihatnya begitu terburu-buru. "Ada apa dengan perempuan itu?"

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Tidak ada komentar
22 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status