LOGINJessica Scott thought she had it all. A good fiancé who was waiting for their wedding night to consummate their marriage. A career she enjoyed. And a life that she was ready to start once she said, "I do". But all that shattered when she found her fiancé entangled with her stepsister in their bed. Betrayed, Jessica ended the engagement and escaped what she thought would be her forever home with the help of her father's friend and business partner, Hunter Killian, a man she always viewed as an Uncle, even if there were no blood ties. Jessica knew that ending her relationship with her ex would be difficult, but she never thought it would involve stalking, attempted kidnappings, and blame-shifting that would leave her wondering if leaving was worth it or that through all the hardships, she would find love unexpectedly, or that the man she called Uncle Hunter would soon be called Daddy in the throes of passion.
View More24 Agustus, Tahun 2030
Malam hari di sebuah rumah yang berada tepat di persimpangan jalan.
“Alya! Mengapa kamu selingkuh dariku? Mengapa?!” bentak seorang pria dengan raut wajah yang sangat marah.
Hari itu sangat gelap dan hening. Namun, suara teriakkan pria itu menjadi sorotan hanya dalam beberapa detik saja.
“Selingkuh? Aku hanya mencintai lelaki yang jauh lebih pantas untukku daripada kamu!” bantah Alya dengan tegas tanpa malu sambil terus mengemas barang-barangnya.
Bang!
“Tidak tahu diuntung! Inikah balasanmu kepadaku yang sudah berkorban untukmu selama ini, hah?!” Pria itu semakin menyentak dengan ganasnya hingga memukul lemari yang ada di dekatnya.
“Bara! Tutup mulutmu! Kamu sendiri yang memang melakukan semua itu untukku dengan senang hati. Jangan kau ungkit tindakanmu sendiri yang tidak pernah aku minta sama sekali!”
Alya dengan gigih membantah semakin ganas. Dia mempercepat mengemas beberapa barang-barangnya dan langsung memasukkan semuanya ke dalam kopernya.
Bara yang melihat itu semakin sedih dan terluka hatinya. Dia tidak habis pikir kalau Alya yang dicintainya begitu tulus selama ini malah tega berkata seperti itu.
“Alya…, kumohon!” Bara kali ini menurunkan nada suaranya yang jauh berbeda dari sikap tegas sebelumnya.
Ini adalah wataknya yang asli. Dia adalah pria yang lembut dan terkenal sopan tutur katanya. Alya adalah istrinya yang begitu berharga di dalam benaknya.
Dia selalu memperlakukan istrinya itu lemah lembut seakan-akan bahwa tanpa Alya, dirinya akan lenyap terkena meteor purba.
Ketika dia menyadari perselingkuhan Alya, dia berharap kalau istrinya itu akan setidaknya menyesal atau sedikit merasa bersalah.
Namun, harapannya semakin hancur seiring Alya mulai semakin ganas memarahinya seakan dia yang bersalah saat ini.
Tanpa sadar, dia berteriak keras dengan harapan lagi kalau Alya akan takut dan menghormati keberadaannya itu.
Alangkah terkejutnya dia ketika melihat sang istri malah langsung berkemas-kemas memasukkan beberapa baju dan barang-barangnya ke dalam koper.
“Apa lagi?” Alya tidak menghentikan tindakannya.
“Kumohon, jangan tinggalkan aku!” Bara langsung bertekuk lutut dengan beberapa tetes air mata keluar dari matanya.
Sosoknya yang tinggi dan kekar seakan tak berdaya melawan tekanan gravitasi langit dan bumi. Dia memohon dengan begitu tulus kepada istrinya itu.
Alya yang melihat itu sedikit terganggu hatinya. Namun, itu hanya sesaat saja sebelum dengan cepat dia melanjutkan aksinya tanpa peduli sedikit pun kepada suaminya itu.
Koper yang besar dan kosong itu sudah berubah menjadi penuh dengan barang-barang. Alya langsung menutup kopernya dan menyeretnya pergi.
“Alya! To-tolong katakan alasannya! A-apa aku pernah melukai perasaanmu? Ataukah mungkin ada masalah lainnya? Setidaknya beritahu aku apa alasannya, kumohon…!” Bara tidak bisa menahan diri dari isak tangis melihat kepergian sang istri.
Alya yang sudah menyeret kopernya itu beberapa langkah akhirnya berhenti. Dia menoleh melihat sosok Bara yang masih bertekuk lutut tak berdaya.
“Alasan? Hanya ada satu. Itu karena WAJAHMU JELEK SEKALI!” tegas Alya tanpa menoleh ke belakang lagi dan pergi begitu saja.
Hati pria yang tulus mencintai istrinya itu langsung terguncang begitu hebat seakan gunung Krakatau hendak meletus saat itu juga.
“Ha-ha-ha! Wajahku jelek? Hanya itu? Ha-ha-ha!” gumam Bara tampak tertawa meski tetesan air mata keluar begitu deras.
Bara menguatkan mentalnya dan mencoba untuk bangkit. Dia perlahan melangkah keluar dari rumahnya yang tidak begitu besar itu.
Pria itu melihat sang istri memasuki taksi dan langsung pergi begitu saja. Bara hanya bisa terduduk lemas di halaman luar rumahnya itu.
Bara yang bernama lengkap Bara Durkasa adalah suami dari Alya Kurina. Mereka berdua menikah sekitar dua tahun yang lalu.
Pernikahan itu tidak ada paksaan sama sekali. Bara melamar Alya yang akhirnya mengiyakan lamaran pria yang beruntung itu.
Gadis bernama Alya itu benar-benar sangat rupawan. Tidak hanya sekadar cantik biasa, wajahnya terlihat begitu memukau hingga sulit untuk tidak salah sangka kalau wanita itu pasti seorang artis terkenal.
Tidak cukup sampai di sana. Wanita itu juga sudah bergelar S2 di bidang bisnis dan manajemen. Hal itu menjadikan sosoknya menjadi begitu sempurna hingga langit lapis ketujuh.
Adapun Bara, dia hanya pria biasa yang penghasilannya hanya bergantung dari gaji karyawannya di sebuah peternakan ayam.
Terkadang, pria itu juga melakukan segala macam pekerjaan lainnya demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Tidak ada yang tahu kalau hasil jerih payahnya itu sudah dia berikan semua kepada istrinya itu.
Bara adalah alasan mengapa Alya bisa menempuh pendidikan hingga jenjang S2. Penampilannya yang cantik juga hasil perawatan dengan uang yang diberikan oleh pria itu.
Jika semua orang tahu kalau gaji pria itu hampir mencapai total sekitar 10 juta perbulan, tentu tidak ada yang akan percaya.
Bara bekerja dengan cerdas. Meski dia seorang karyawan, dia juga seorang kreator video dan penulis dengan nama pena Hamfa Merman.
Penghasilannya lumayan jika digabungkan dengan pekerjaan karyawannya itu. Namun, semua uang itu langsung diserahkan kepada Alya dan dia hanya butuh uang untuk makan dan membeli pakaian saja.
Bahkan kendaraan motor satu-satunya selalu digunakan oleh Alya setiap harinya. Dia hanya bisa pergi bekerja dengan jalan kaki hingga menempuh beberapa kilometer jauhnya.
Itu adalah tekad seorang pria yang begitu tulus mencintai istrinya. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Bara selama ini.
Dia dan Alya sudah kenal sejak kecil. Mereka tumbuh bersama di Panti Asuhan Daniar. Yap! Mereka berdua adalah anak yatim piatu.
Bara selalu tampil dengan gagah menjadi sosok yang luar biasa. Dia selalu mandiri sejak masih kecil dengan mencari sejumlah uang dengan berjualan beberapa produk.
Tidak pernah menyerah adalah motivasi hidupnya. Sayangnya, saat ini dia benar-benar sudah berada dalam titik akhir hidupnya yang dirasanya sudah tidak ada harapan untuk bangkit kembali.
Bara terdiam lesu di halaman luar itu seiring dengan waktu yang kian berjalan tanpa henti. Tanpa sadar, Bara tertidur begitu saja di luar rumah pada malam itu.
Dia terlelap tidur dengan air mata yang masih keluar tak ada tanda-tanda berhenti. Tampaknya, tidurnya pun diwarnai dengan mimpi-mimpi yang sulit baginya untuk diatasi dengan senyuman semata.
***
12 Desember, Tahun 2018
Dua belas tahun yang lalu!
Panti Asuhan Daniar yang berdiri selama beberapa tahun kian semakin terkenal menjadi tempat penampungan anak yatim piatu terbaik di seluruh Kabupaten Sidoarjo.
Tempat itu penuh dengan keceriaan yang sangat langka. Jika para orang dewasa datang ke sana, sulit bagi mereka untuk tidak merasa nyaman.
Anak-anak yang penuh tawa itu tidak pernah mengeluh dengan keadaan mereka yang harus kehilangan orang tuanya dan tidak ada kerabat dekat yang mau mengurus mereka.
“Hei Bar! Katanya akan ada gadis baru yang akan tiba nanti!” Seorang pemuda berbicara dengan teman dekatnya di sebuah taman bermain.
A low moan escapes my lips as lips encircle my hard nipple. Strong fingers find their way inside me, slowly moving in a ‘come hither’ motion and creating a lewd squelching sound that I did not expect my body to make.“Princess, are you my good girl?” I look down my body to find familiar dark green eyes, filled with lust and need.“Yes!” I moan out my answer….I jolt awake, my heart beating heavy in my chest. That dream felt real. Too real. I could feel his lips on my skin. Feel the strength in his fingers as they toyed with my insides. I knew without having to touch myself that my pussy was soaking wet just from the achy need I feel. To have someone else’s fingers inside me for once and feel what it means to have a man make me their woman.“Stop that!” I scold myself. Slapping my hands to my cheeks to shake these dirty thoughts from my mind. Thoughts about a certain man who is sleeping just down the hall from me. I should be mad at myself for thinking about Hunter in this way, but then
I watch as the police haul Jonathan away in handcuffs, the weasel of a man screaming about how everything was Jessica’s fault and he only came here to force her to make things right.He had woken up just as the police arrived, demanding to know who hit him and calling Jessica a whore and a lying bitch. My bouncers had to hold me back from beating the ever-loving shit out of him while Jessica stood beside me, glaring at the man she was planning to marry. Police thankfully restrained him and asked everyone to cooperate while we explained what happened to them. Jessica was quick, explaining yesterday she had broken off her engagement with Jonathan after finding him in bed with her stepsister and was here at a family business to get her mind off things. When the female police officer saw the bruising on her arm, she asked if Jonathan had done that, to which Jessica nodded.I told the officer that she could use my office to talk with Jessica while I talked with her partner, Jonathan was fo
Swaying to the beat of the music, I feel my body finally relax while I mix in with the crowd at Dancing Desires, the nightclub Hunter owns. The nightclub Jonathan never let me go to. The nightclub I was now dancing in after I convinced Hunter to let me join him tonight.Hunter was against bringing me to the club tonight because he would be busy with work and payroll, but after mentioning that Jonathan forbade me from coming, his answer changed. I was told to go change my clothes and given the ground rules of never leaving my drink unattended and, if I did, to get a new one from the bar right away. I was not allowed to leave the building once we arrived, and I had to go directly to his office if I needed a break or a nap after dancing. I was also required to check in with him every hour through a walkie-talkie that the bartender used.The song changes from an upbeat pop song to some slow romance, and I take this as my cue to make my way to the bar and check in with Hunter. I already sp
Stepping through my front door, the smell of steak, roasted vegetables, and potatoes fills my nose. My stomach growls, and I wonder just what my Princess has cooked up for us.“Is that you, Hunter?” Jessica’s voice calls out, and I freeze, eyes widening. She called me Hunter. Not Uncle Hunter like she has for over a decade, but just Hunter.“Y-yeah, Princess, it’s me.” I call back, stuttering slightly as a grin spreads across my lips.“Okay, dinner is almost ready.” She responds. Taking a deep breath, I head in the direction I heard her voice coming from and enter the kitchen, finding her taking out a tray full of vegetables from the oven and setting it on the stove top.“Welcome home!” Jessica calls cheerily, turning her head to smile at me. Leaning against the door frame, I take a moment to process what I am seeing. Before me, Jessica wears a pink sun dress, the material clinging to her body until it flares out at her hips. She looks delicious, and I can feel all the blood in my bra
Watching Jessica walk away from me, her hips swaying side to side, I groan and palm the bulge in my pants, my cock already hard and wanting to be free from the jeans I wore. I never would have thought that having her snuggled against me would turn me on so badly, yet I was struggling to not do anyt
Hugging the soft bunny to my chest, I watch as the home I was preparing to raise a family in is packed away. Jonathan was still under Colton, but I didn’t care. I know that if my ex tried to do anything, Colton, an Army vet, would make sure my ex regretted it. The driver door to the Hummer opens, a
Jessica’s room was being handled with care as I moved to throw open all the windows. It still reeked like sex inside here and I couldn’t help but suppress the urge to punch that prissy fuck in the face for what he did to my Princess. He fucked around with her stepsister behind her back for crying o
Pulling up to this house once again, I take a deep breath and prepare myself for what I will find inside. It’s been an hour since I caught Janathan cheating on me with Helen. An hour since I set the truth into the family group chat. I thought I would have to wait to come back and gather my things,
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.