Share

Bab 8

Penulis: Starla
Om Maxim menutup pintu mobil. Dua pria itu menekanku ke jok dan ingin merobek pakaianku.

"Aku sudah lama ingin mencicipimu. Kata Pak Maxim, kamu itu super genit. Temani kami main yang puas ya."

"Buset, gede banget. Satu tanganku saja nggak cukup buat megang. Duit yang aku keluarin ini benar-benar sepadan. Aku harus main sampai puas."

"Dasar payah. Asal ada duit, perempuan kayak begini mau diapain aja bisa. Lain kali kita bisa lanjut main lagi."

Mendengar kata-kata mereka dan merasakan tangan-tangan besar itu bergerak di tubuhku, wajahku langsung berubah.

Duit yang dikeluarkan benar-benar sepadan? Mau diapakan saja bisa? Aku tiba-tiba paham. Kursus mengemudi tempat Om Maxim ini mencari uang dengan cara yang tidak benar. Asal bayar, orang-orang ini bisa seenaknya menganiaya para murid perempuan. Kalau begitu, apakah murid lain juga mengalami hal yang sama?

Kalau memang begitu, berarti Om Maxim dan mereka memanfaatkan kami untuk mencari uang.

Semakin kupikirkan, semakin aku ketakutan. Tub
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 9

    Ketika kemaluanku terpampang di hadapannya, tubuhku gemetar semakin hebat. Saat dia terkekeh-kekeh dan menerjang ke arahku, dari luar tiba-tiba terdengar keributan. Polisi akhirnya datang.Pria paruh baya yang belum sempat melampiaskan nafsunya itu tampak enggan. Dia meremas tubuhku dengan keras beberapa kali sebelum akhirnya keluar dengan enggan. Begitu pintu mobil dibuka, dia langsung ditahan polisi.Aku mengenakan kembali pakaianku, lalu turun dari mobil dan pergi ke kantor polisi bersama mereka. Setelah diperiksa, dipastikan bahwa aku memang dipaksa.Maxim tidak menyangka aku berani melapor ke polisi. Dia bahkan tidak sempat melakukan persiapan apa pun dan langsung dibawa ke kantor polisi. Video-video itu pun tentu saja belum sempat disebarkan. Ini sudah termasuk keberuntungan di tengah kemalangan.Dengan dorongan dan dukungan dari polisi, para mahasiswi juga akhirnya mengungkapkan fakta bahwa mereka dipaksa. Catatan percakapan dan bukti transfer di ponsel Maxim pun membuktikan kej

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 8

    Om Maxim menutup pintu mobil. Dua pria itu menekanku ke jok dan ingin merobek pakaianku."Aku sudah lama ingin mencicipimu. Kata Pak Maxim, kamu itu super genit. Temani kami main yang puas ya.""Buset, gede banget. Satu tanganku saja nggak cukup buat megang. Duit yang aku keluarin ini benar-benar sepadan. Aku harus main sampai puas.""Dasar payah. Asal ada duit, perempuan kayak begini mau diapain aja bisa. Lain kali kita bisa lanjut main lagi."Mendengar kata-kata mereka dan merasakan tangan-tangan besar itu bergerak di tubuhku, wajahku langsung berubah.Duit yang dikeluarkan benar-benar sepadan? Mau diapakan saja bisa? Aku tiba-tiba paham. Kursus mengemudi tempat Om Maxim ini mencari uang dengan cara yang tidak benar. Asal bayar, orang-orang ini bisa seenaknya menganiaya para murid perempuan. Kalau begitu, apakah murid lain juga mengalami hal yang sama?Kalau memang begitu, berarti Om Maxim dan mereka memanfaatkan kami untuk mencari uang.Semakin kupikirkan, semakin aku ketakutan. Tub

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 7

    Aku baru teringat pada mobil-mobil yang kulihat bergoyang itu. Di dalamnya, mungkin kejadiannya memang seperti ini semua.Jangan-jangan mahasiswi lainnya juga .... Begitu memikirkan itu, aku langsung menyesal setengah mati. Akulah yang menyeret mereka semua ke dalam jurang.Karena panik ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku mendorong keras instruktur itu dan berlari cepat ke arah kantor. Aku harus mencari Om Maxim dan meminta penjelasan."Om Maxim, bukankah sebelumnya kamu bilang ini demi performa kursus mengemudi? Kenapa semua teman perempuanku malah ...." Kalimat selanjutnya sulit sekali keluar dari mulutku.Mendengar perkataanku, Om Maxim sama sekali tidak tampak bersalah. Dia mengambil gelas air di atas meja, meneguknya, lalu memberi isyarat agar aku mendekat. Aku masih diliputi amarah dan tetap berdiri di tempat.Om Maxim menggeleng, lalu mengeluarkan sebuah amplop tebal dari laci. Dia menghampiriku dan merangkul pinggangku. Amplop itu diselipkannya ke dalam kerah bajuku.Ba

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 6

    Aku menelepon beberapa teman perempuanku. Begitu mendengar ada diskon, mereka pun setuju untuk belajar.Keesokan hari, aku membawa mereka ke kursus mengemudi. Om Maxim benar-benar memberi mereka diskon, juga mengatur instruktur berpengalaman untuk mereka.Melihatnya, aku merasa lega. Bagaimanapun, aku yang membawa mereka kemari. Kalau hasilnya tidak bagus, aku yang akan merasa tidak enak hati.Setelah mereka pergi, Om Maxim merangkul pinggangku. "Yessy, kangen Om nggak?"Sambil berbicara, tangannya mulai bergerak dengan nakal."Om, jangan begini ...."Kami sedang berada di kantor. Aku takut ada yang masuk, jadi buru-buru mendorongnya.Om Maxim tertawa, lalu berujar, "Ayo, kita pergi belajar nyetir."Dia menarikku ke samping mobil, lagi-lagi menyuruhku duduk di pangkuannya."Om, harus seperti ini cara belajarnya?" Wajahku memerah karena teringat kejadian kemarin. Om Maxim ingin seperti kemarin lagi?Om Maxim merangkul pinggangku secara alami. "Nanti juga terbiasa. Begini baru kamu bisa

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 5

    Para pria paruh baya ini pasti sudah berpengalaman. Hanya dengan meraba tubuhku sedikit, aku sudah merasa sangat panas. Mulutku sampai tidak bisa ditutup."Aku takut sekali. Tolong ampuni aku ...." Melihat penampilan mereka semua yang ganas, wajahku memerah."Jangan pura-pura lagi, Yessy. Kamu kira aku nggak tahu kamu gadis seperti apa? Kamu menggodaku di MRT, jadi jangan sok suci sekarang.""Oh ya, dashcam akan merekam semua adegan di dalam mobil. Kalau kamu nggak mau pacarmu tahu, tunjukkan jati dirimu yang sesungguhnya. Biarkan kami bersenang-senang."Om Maxim mengancamku sambil menarik terusanku. Seketika, tubuh telanjangku terpampang jelas. Ketika melihat tatapan seperti serigala kelaparan itu, aku pun ketakutan. Namun, aku lebih takut ancaman Om Maxim.Melalui kaca mobil, aku melihat ke sisi lain. Aku tahu pacarku dan sahabatku sedang belajar di mobil itu. Kalau aku menjerit, mungkin mereka bisa mendengarnya.Namun, apa yang akan dipikirkan pacarku kalau melihat penampilanku ini?

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 4

    Rangsangan langsung meningkat. Area yang bahkan lebih keras dari tuas persneling itu semakin terasa.Om Maxim menegakkan tubuhnya. Satu tangannya hendak melepaskan ikat pinggangnya.Aku merasa takut sekaligus menantikan, bahkan ingin menyingkirkan rasa maluku dan menikmati momen ini.Tubuh lebih nyata dari kesadaran. Aku perlahan mengangkat bokongku agar Om Maxim bisa lebih mudah melepas celananya.Om Maxim terkekeh-kekeh, tampaknya sangat puas. Dia langsung melepas ikat pinggangnya, lalu melepas celana dalamku dan melemparkannya ke kursi di samping.Seketika, sensasinya semakin jelas. Sekujur tubuhku bergetar tak terkendali. Om Maxim mengangkat terusanku, menepuk-nepuk kulit putihku."Benar-benar seksi. Putih dan kenyal. Pasti enak sekali kalau dimainkan." Dia meraih bokongku dan mendorong sedikit untuk mencari posisi yang pas.Memikirkan diriku akan ditindas oleh Om Maxim yang perkasa, aku merasa sangat bersemangat. Sekujur tubuhku melemas, begitu pula tanganku yang memegang kemudi.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status