I'm in love with my Billionaire Ex-wife

I'm in love with my Billionaire Ex-wife

last update最終更新日 : 2024-12-01
作家:  Nicole Sasha 完了
言語: English
goodnovel16goodnovel
8.7
8 評価. 8 レビュー
165チャプター
12.0Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Revenge

Drama

Independent

Regret

CEO

Divorce

Dark Romance

Miguel, I'm happy for this moment..." Ximena wrapped her arms around his neck as she cooed lovingly, mixed with the gasp due to the finished 'strenuous action', Just Before she could mutter "I love you", the man murmured in a hoarse voice. "Tan..." Ximena froze. Tan was Tania Roberto, the first love of Miguel Ricardo. Tania hasn't returned to the country, she has stayed abroad all these years. But, Just yesterday, she arrived back in Mexico. Moreover, she had sent Ximena several provocative text messages. She wasn't yet over her Ex. "Ximena, I'm back! You have to vacate from the Ricardo family! I'm back to take back what rightfully belongs to me." "Miguel and I are childhood sweethearts. Did you think you could replace me in just a few years? Get out! Get back to the Streets where you're likely to belong. You're doomed to remain in the streets forever."

もっと見る

第1話

Chapter 1

Ananta Victor von Rotchchild, CEO blasteran Swiss-Indonesia yang kini menjadi pimpinan tertinggi Helvion Group di Indonesia itu sedang mematut diri di depan cermin sambil menautkan kancing di lengan kemeja, kerutan halus tampak di antara kedua alisnya yang tebal padahal pria itu begitu tampan mengenakan tuxedo di hari pernikahannya ini.

Mungkin karena Ananta membenci hari ini lantaran terpaksa menikahi seorang gadis hanya untuk mendapatkan keturunan.

Adik sepupunya yang bernama Rafael telah menikah dan memiliki anak laki-laki membuat kakek mereka sang Chairman of the Board di perusahan Helvion Group Swiss merasa senang dan digadang-gadang Rafael akan menggantikan posisi beliau sebagai pemimpin tertinggi perusahaan melangkahi Ananta.

Itu kenapa Ananta mengutus Ryan-sekretarisnya mencarikan seorang gadis untuk dijadikan istri kontrak dan mau melahirkan keturunannya.

Namun setelah anak itu lahir, Ananta akan menceraikannya dengan memberikan imbalan yang besar.

Ananta tidak pernah membayangkan akan menikah dengan gadis yang tidak dia cintai, tapi selama ini pun dia tidak pernah mengenal cinta, Ananta tidak memiliki waktu untuk asmara meski begitu di usianya yang ke tiga puluh tahun—Ananta tetap rutin menyalurkan kebutuhan biologisnya dengan menggunakan jasa wanita panggilan kelas atas.

Ting …

Tong …

Bel pintu kondominiumnya berbunyi. Ananta melirik arloji seharga satu koma dua Milyar di pergelangan tangan lalu menyadari kalau sekarang sudah waktunya.

Dia keluar dari kamar menuju pintu utama dan mendapati Ryan berdiri di baliknya.

Wajah pria itu tampak pucat, tubuhnya juga sedikit bergetar.

“Ada apa?” tanya Ananta dingin dengan wajah mengeras dan tatapan tajam serta alis bertaut menandakan kalau dia tahu ada sesuatu yang tidak beres.

“Erina … calon istri Tuan, mengalami kecelakaan dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.” Ryan memberikan informasi dengan suara parau dan raut wajah cemas.

“Apa? Kenapa bisa?” Nada suara Ananta naik satu oktaf dengan tatapan nyalang.

Ryan tidak bisa menjelaskan apapun karena dia juga baru saja dihubungi oleh pihak kepolisian yang mendapati namanya di panggilan terakhir ponsel Erina.

Ananta tampak berpikir. “Cari tahu dalang dibalik semua ini karena tidak mungkin secara kebetulan calon pengantinku tewas di hari pernikahan.” Ananta mencurigai sesuatu.

“Ada saksi yang mungkin akan ditetapkan sebagai tersangka dan dia sekarang sedang dibawa ke kantor Polisi, apa Tuan mau langsung mengintrogasinya?” kata Ryan lagi.

“Oke, kita ke sana sekarang!”

Ananta ingin tahu apakah kecelakaan itu murni kecelakaan biasa atau ulah pamannya yang tidak ingin dia memiliki istri dan keturunan sehingga bisa membuat Rafael tidak jadi menggantikan posisi kakek.

“Ryan!” Ananta menghentikan langkahnya.

“Jangan lupa urus pemakaman Erina dengan layak,” titah Ananta, suaranya pelan dan dalam.

Dalam hati Ananta merasa bersalah kalau terbukti dugaannya benar, sang paman yang bernama Leonardo adalah otak dari penghilangan nyawa gadis yatim piatu malang itu.

***

Sampai di kantor polisi, Ananta langsung disuguhkan oleh rekaman CCTV dari toko yang berada tepat di depan tempat kejadian perkara.

Ananta, Ryan dan salah satu petugas kepolisian mengamati detik demi detik video diputar.

“Stop!” Ananta berseru membuat sang petugas menghentikan rekaman.

“Dia loncat dari sebuah mobil atau memang didorong?” Ananta bertanya kepada petugas.

“Jika dilihat dari tangannya yang terulur ke depan seakan mencari pegangan, sepertinya calon istri Tuan sengaja didorong.” Sang petugas memberikan pendapat profesionalnya.

Detik selanjutnya bersamaan dengan terhempasnya Erina dari pintu mobil Gran Max putih, sebuah sedan mewah yang sedang melintas dari arah berlawanan langsung menghantam tubuh Erina hingga terpental beberapa meter yang menyebabkan gadis itu tewas di tempat.

“Dari rekaman CCTV ini kami tidak bisa menentukan plat nomor mobil Grand Max tersebut tapi akan kami lacak terus,” kata petugas Polisi memberi harapan kepada Ananta.

Di saat mereka bertiga masih mengamati rekaman CCTV, suara raungan seorang gadis terdengar memekakan telinga dari ruangan sebelah.

“Aku enggak bersalah, Pak … Bu …perempuan itu yang tiba-tiba loncat ke depan mobil aku, tolong jangan penjarakan aku, Pak… Bu.” Kalimat permohonan tersebut terdengar di antara isak tangis.

Ananta menoleh menatap sang petugas, seolah bertanya apa yang terjadi dengan gadis itu.

“Itu pengemudi mobil yang menghantam calon istrinya Tuan.” Sang petugas memberitahu.

“Jadi pengemudinya seorang perempuan?” Ryan yang bertanya.

“Ya, gadis berusia dua puluh lima tahun … anak dari Damar Wiranata, pasti Tuan mengenalnya karena perusahaan Wiranata bergerak di bidang Shipping juga.”

Ananta dan Ryan saling menatap, tentu saja mereka mengenal Damar Wiranata karena pria itu sering menyabotase operasional Helvion Group yang menyebabkan kerugian.

Damar Arif Wiranata adalah pria licik yang akan melakukan segala cara untuk membuat Helvion Group merugi lalu meninggalkan Indonesia sehingga perusahaannya bisa menjadi raja shipping di Negara ini.

“Aku ingin bicara dengan gadis itu,” kata Ananta tegas penuh wibawa.

“Mari saya antar, dia ada di ruangan sebelah.” Petugas Polisi menuntun Ananta dan Ryan ke ruangan sebelah.

Saat petugas Polisi membuka pintu, seorang gadis tampak sedang dibujuk oleh dua orang petugas Polisi pria dan wanita untuk dimintai keterangan karena sedari tadi gadis itu duduk di lantai pojok ruangan memeluk kedua kakinya yang ditekuk.

Petugas Polisi yang bersama Ananta mengajak kedua rekannya keluar dan membiarkan Ananta serta Ryan di sana untuk bicara dengan sang gadis.

Setelah pintu ditutup, Ananta melangkah pelan mendekati sang gadis yang menenggelamkan wajahnya di antara lutut.

Ananta berjongkok di depan gadis itu, nafasnya menderu penuh emosi.

Menghirup aroma mascullin dari parfum eksclusive yang dia tahu harganya sangat fantastis, Zanitha langsung mendongak mencari tahu siapa gerangan yang mendatanginya karena dia belum berani menghubungi siapapun.

Dan pria tampan bertubuh atletis dengan rahangnya yang tegas bak Malaikat memenuhi pandangan matanya namun tatapan tajam penuh kebencian itu membuat Zanitha berpikir kalau pria di depannya ini adalah Malaikat maut.

“Siapa namamu?” Ananta bertanya dingin.

“Kamu siapa?” Zanitha balas bertanya ketus melupakan sejenak trauma yang tengah melandanya.

“Aku adalah calon suami dari perempuan yang kamu tabrak hingga tewas tadi pagi,” jawab Ananta semakin tajam tatapannya menghujam Zanitha.

Mata Zanitha membulat begitu juga dengan mulutnya.

“Aku mohon percaya lah … aku enggak sengaja nabrak calon istri kamu, sumpah! Dia lompat gitu aja entah dari mana … please … percaya sama aku … aku enggak sengaja menabraknya, aku bukan pembunuh… aku sedang dalam perjalanan ke kantor tadi.” Zanitha meremat lengan kemeja Ananta sambil berderai air mata.

“Seharusnya aku menikah hari ini, tapi kamu malah merenggut nyawa calon istriku ….” Ananta menggeram, sorot matanya memaku Zanitha hingga dia sesak nafas.

“Kamu harus menggantikan dia menjadi pengantinku!” seru Ananta penuh penekanan membuat tangis Zanitha terhenti seketika dan rasanya dia kesulitan bernafas.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

レビューもっと

She Penz
She Penz
Interesting book...
2024-08-11 14:40:10
0
0
Nicole Sasha
Nicole Sasha
I so much love Ximena's authority and her sense of maturity in this book...️
2024-08-10 22:28:24
0
0
Jessica Uchechukwu
Jessica Uchechukwu
The novel is so Nice i love the Author ......
2024-08-10 19:04:07
1
0
Ana Tayla
Ana Tayla
Had a nice read
2024-06-22 21:01:29
1
0
Princess Olushola
Princess Olushola
nice story
2024-06-22 20:58:17
1
0
165 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status