Home / Romansa / ISTRI CULUN SANG MILIARDER / MASUK KANDANG SINGA

Share

MASUK KANDANG SINGA

last update publish date: 2026-08-26 13:52:01

"Tidak mungkin!" teriak Aleandra tidak terima, suaranya melengking tinggi penuh penolakan. Wajahnya memerah murka dan tidak percaya mendengar ucapan Tuan Davies, bahwa saudara perempuannya mengandung anak Kheland. Kekasihnya sendiri.

Tuan Steven yang mulai diserang kepanikan pun langsung melangkah mendekat, mencoba menengahi dengan senyum kaku yang dipaksakan.

"Tuan Davies, sepertinya ada kesalahpahaman di sini,” potong Tuan Steven cepat, suaranya sedikit bergetar. "Cleara sama sekali tidak mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   PIKIRAN KHELAND YANG KACAU

    Tak berapa lama, Cleara kembali dari arah toilet. Wajahnya tampak sedikit lebih segar meski binar kelelahan masih menghiasi matanya.“Suster Anne, maafkan aku karena sudah membuatmu menunggu,” ucap Cleara seraya mengambil tempat di samping sang suster.“Tidak apa-apa, Sayang. Kemarilah, dan duduk,” sahut Suster Anne lembut.Cleara kemudian larut dalam perbincangan hangat bersama Suster Anne. Ia menceritakan beberapa hal ringan dengan senyuman kecil yang beberapa kali terukir di bibirnya—sebuah binar kebahagiaan sederhana yang tak pernah ia tunjukkan saat berada di kediaman Davies.Di sisi lain, Kheland hanya membisu. Pria itu diam-diam mengamati setiap gerak-gerik Cleara dengan tatapan dalam yang sangat sulit diartikan. Rupanya, Cleara sangat dekat dengan suster Anne.Bayangan cerita Suster Anne tentang penderitaan Cleara di masa lalu—bagaimana wanita itu dijadikan pelayan tanpa gaji di rumahnya sendiri, diisolasi dari dunia luar oleh ayah kandungnya, dan tertekan hingga menjadikan ge

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   CLEARA YANG MALANG

    Setelah prosesi pengucapan ikrar biarawati di depan altar usai, Suster Anne melangkah pelan menghampiri barisan belakang.Mendengar langkah kaki mendekat, Cleara refleks menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya ia saat menyadari sosok Kheland berdiri tak jauh di belakangnya. Pria itu menatapnya kaku—tahu betul bahwa baru saja memergokinya menangis.Namun, Cleara tak lagi peduli. Ia tak berniat menjelaskan apa pun atau memohon simpati dari pria itu. Dengan gerakan cepat, Cleara menyeka sisa air mata di pipinya, lalu kembali memalingkan wajah ke depan. Ukiran senyum hangat nan lembut seketika terbit di bibirnya begitu melihat Suster Anne berjalan mendekat ke arahnya.“Cleara, anakku... kau datang kemari, Sayang?” sapa Suster Anne dengan raut wajah teduh dan penuh kasih.“Suster Anne...” sahut Cleara pelan, menyambut uluran tangan sang suster dan mengusapnya penuh hormat, lalu suster Anne memeluknya sejenak, kemudian melepasnya.Suster Anne menatap lekat wajah Cleara, menyadari binar kese

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   MENDADAK MERASA BERSALAH

    Karena bosan Menemani suaminya yang berkencan dan enggan terus-terusan menyaksikan kemesraan pria itu bersama kekasihnya, Cleara akhirnya memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya. Ia memanggil pelayan dan memesan berbagai varian es krim. Tak butuh waktu lama, meja tempat duduknya sudah dipenuhi oleh deretan gelas dan mangkuk es krim berbagai rasa. Dan Cleara melampiaskannya di sana hingga gelas-gelas dan mangkok itu kini kosong di atas meja. Kheland sejak tadi fokus kepada Aleandra, itu sebabnya ia tidak memedulikan apa yang dilakukan oleh Cleara. Selang berapa lama kemudian, Kheland akhirnya mengakhiri pertemuannya dengan Aleandra. Setelah mengantar Aleandra keluar lewat pintu samping agar tidak ketahuan oleh pengawal Ibunya, Kheland melangkah menghampiri meja Cleara. Namun, begitu matanya menangkap pemandangan belasan gelas es krim yang menumpuk di atas meja, langkahnya seketika terhenti. Matanya membelalak lebar, memancarkan rasa terkejut sekaligus kejengkelan yang mendalam.“Apa

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   DIAJAK BERKENCAN

    Mau tak mau, Kheland terpaksa mengajak Cleara ikut bersamanya. Sebenarnya Cleara sempat menolak ajakan itu—apalagi setelah tahu Kheland mengaku hendak bertemu dengan teman-temannya, Cleara takut jika nantinya akan dijadikan sebagai bahan ejekan di sana. Namun, karena Nyonya Bella bersikeras dan memaksa, Cleara pun terpaksa menurut. Toh, mereka diantar oleh seorang sopir yang sekaligus merupakan pengawal pribadi kepercayaan Nyonya Bella.Setidaknya, jika Kheland mencoba berbuat macam-macam di luar, Cleara merasa punya sosok yang bisa ia mintai perlindungan jika suaminya macam-macam.Di dalam mobil, Kheland dan Cleara duduk di kursi belakang seraya saling membuang muka. Tak ada obrolan sedikit pun di antara mereka. Sebenarnya Kheland sangat ingin mengancam Cleara agar tidak berulah, tetapi ia menahan diri—takut pengawal ibunya yang sedang mengemudi itu mendengar dan melapor pada sang ibu.Selang berapa lama, mobil mewah yang mereka tumpangi itu berhenti di depan sebuah kafe elit.“Kita

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   MENJADI MUSUH

    Saat terbangun di pagi hari, rasa nyeri menjalar hebat di sekitar pinggang Cleara. Bagaimana tidak sakit? Semalaman ia terpaksa tidur meringkuk dengan posisi tak nyaman di atas sofa sempit itu, demi menghindari perdebatan melelahkan dengan Kheland.Kheland yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk tersangkut di lehernya memergoki Cleara yang tengah meringis memegangi pinggang. Seringai puas seketika terukir di wajah pria itu.“Bagaimana rasanya tidur di sofa, hm?” sindir Kheland dengan nada mengejek. “Rasakan sendiri apa yang harus kurasakan selama berhari-hari kemarin!”Cleara sama sekali tak berniat meladeninya. Ia sengaja membuang pandangan, lalu memaksakan tubuhnya bangkit berdiri dan melangkah ke kamar mandi untuk bersiap menyambut pagi.Beberapa saat kemudian di meja makan, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menyantap sarapan. Sepanjang acara makan berlangsung, Cleara tak bisa menyembunyikan rasa tidak nyamannya. Beberapa kali jemarinya bergerak memijat dan meme

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   MEMANAS-MANASI

    Dengan sisa kekuatan yang ada, Cleara mendorong sekuat tenaga dada bidang Kheland hingga tubuh pria itu terdorong mundur beberapa langkah dari pinggir ranjang.“Menjauh dariku!” seru Cleara dengan napas memburu dan mata yang menyalang tajam.Bukannya marah, Kheland justru menyunggingkan seringai dingin yang melecehkan. Pria itu menyapu dadanya yang baru saja didorong, menatap Cleara dengan sorot mata penuh kebencian.“Kau tenang saja,” ucap Kheland sinis. “Aku juga tidak sudi menyentuhmu. Jika bukan karena malam itu aku berada di bawah pengaruh alkohol... aku sama sekali tidak akan sudi menyentuh wanita seperti dirimu, dasar, culun!”Tanpa membuang waktu lagi, Kheland memutar tubuhnya, menyambar kaus santai dari dalam lemari, lalu melangkah lebar keluar dari kamar seraya membanting pintu rapat-rapat.Meninggalkan Cleara yang terduduk di atas ranjang, mencengkeram sprei erat-erat demi meredakan gemuruh amarah dan rasa hina yang kembali menggores hatinya.Tak lama kemudian, seluruh angg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status