LOGINKheland seorang miliarder terkaya di negaranya. Ia terkejut saat terbangun dari ranjang dan mendapati dirinya telanjang bersama Cleara. Ia tidak sadar telah menghabiskan malam dengan Cleara, wanita culun yang dulu sering dia rundung. Seharusnya ia tidur bersama kekasihnya, Aleandra, saudara tiri Cleara yang merupakan cinta pertamanya, tapi kenapa yang justru ada di ranjangnya saat ini ialah wanita culun itu–yang bahkan untuk membayangkannya saja, ia tidak sudi. Cleara padahal akan menjadi seorang biarawati, tetapi bagaimana nasibnya setelah ia mengetahui bahwa keperawanannya telah direnggut oleh Kheland, bahkan karena kejadian malam itu, Cleara mengetahui dirinya hamil. Bagaimana mungkin ia bisa mengandung anak dari kekasih adiknya–yang bahkan pria itu dulu kerap sekali merundungnya?
View More“Kau mengatakan kepadaku bahwa kau sudah kehilangan keperawananmu, tetapi ternyata kau masih perawan?” Suara penyatuan terdengar di kamar yang panas dengan pencahayaan yang remang tatkala Kheland sedang bercinta dengan seorang wanita yang kini terbaring pasrah di bawah kungkungannya. Ia beberapa kali bercinta dengan wanita, tetapi tidak pernah merasakan kenikmatan seperti ini.
Dan detik kemudian, ia mengerang dan menghentak miliknya dalam-dalam tatkala pelepasan pertamanya terjadi. Ia menumpahkan seluruh cairan miliknya ke dalam tubuh wanita itu tanpa sisa hingga tubuhnya lemas tak berdaya.
Ia terengah-engah. Tubuhnya ambruk di atas wanita itu. “Terima kasih, Aleandra.” Ia menciumi wajah wanita itu, memeluknya dengan erat.
Namun, keesokan paginya saat terbangun, Kheland terkejut tatkala ia melihat wanita yang ada di sampingnya bukanlah Aleandra, kekasihnya. Melainkan Cleara. Gadis culun yang dulu sering ia rundung. Cleara adalah kakak tiri dari kekasihnya.
“Apa yang kau lakukan di sini?!” bentak Kheland terkesiap yang seketika menjauhkan tubuhnya dari ranjang ketika bangun melihat Cleara telanjang bersamanya.
Cleara yang terbangun dengan kepala pening dan linglung. Menyadari dirinya tanpa busana dengan seorang pria, ia langsung menarik selimut erat-erat untuk menutupi tubuhnya.
“Kenapa aku di sini bersamamu? Dan kenapa aku bisa telanjang? Apa yang kau lakukan kepadaku?!” teriaknya hendak menangis.
“Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, culun! Apa yang telah kau lakukan kepadaku?! Kau pasti mencoba menjebakku?!” teriak Kheland tak percaya.
“Untuk apa aku melakukan itu?!” bantah Cleara.
“Tentu saja untuk mendapatkanku, karena kau iri dengan Adikmu Aleandra, yang kini menjadi kekasihku, sementara tidak ada satu pun pria yang mau denganmu. Apalagi alasan yang paling masuk akal selain itu? Tidak mungkin aku yang menjebak wanita culun dan kuno sepertimu, memangnya siapa yang mau menyentuh wanita sepertimu?!” serunya.
Hati Cleara sakit sekali mendengar ucapan kejam Kheland.
“Aku memang tidak cantik seperti Aleandra, tetapi aku memiliki harga diri. Untuk apa aku menjebak pria jahat sepertimu? Apa kau sesempurna itu hingga aku harus ,melakukan hal rendahan dan menjijikkan dengan cara menjebakmu?” Suara Cleara bergetar menahan air mata yang kini mulai merebak. Sebulir air mata aturun di pipi, tetapi buru-buru Cleara seka.
“Kenapa kau menangis? Seharusnya kau bersyukur karena tidak semua wanita seberuntung dirimu yang bisa tidur denganku!”
“Bersyukur?” ulang Cleara getir. “Aku akan menjadi seorang biarawati, tetapi aku kehilangan keperawananku yang selama ini kujaga dengan baik hanya karena pria kurang ajar seperti dirimu!” serunya menangis. Cleara buru-buru turun dari ranjang. Memunguti pakaiannya dan masuk kamar mandi untuk memakai pakaianya kembali.
Saat keluar dari kamar mandi, Cleara masih menangis terisak-isak akan apa yang telah terjadi terhadapnya. Ia mengambil tasnya dan hendak buru-buru pergi dari sana.
Namun, Kheland tiba-tiba menghadang dan menghentikan langkahnya. “Jangan sampai ada yang tau soal apa yang terjadi di antara kira, apalagi Aleandra. Jika sampai ada orang yang tau, aku tidak akan segan melenyapkanmu, kau mengerti!”
“Apa kau pikir, bisa tidur denganmu adalah sebuah kebanggaan, hingga kau berpikir aku akan memberitahu hal menjijikan ini kepada orang lain?!” seru Cleara dengan napas sesenggukan. “Kalau bukan karena kekayaan orangtuamu, kau bahkan tidak lebih dari sekedar sampah!” Cleara tiba-tiba meludahi wajah Kheland hingga membuat pria itu terkejut.
“Berani sekali kau—”
Namun, Cleara buru-buru pergi dari sana. Kheland yang tidak terima hendak mengejarnya, tetapi mengurungkan niatnya. “Culun brengsek! Berani sekali dia meludahiku!”
Cleara pun berjalan sambil menangis meninggalkan koridor hotel. Padahal, hari ini ia akan mengikrarkan kaul untuk mengabdi menjadi biarawati seumur hidupnya, tetapi ia justru melakukan dosa besar hingga merenggut keperawanannya.
Tak berapa lama, Cleara kembali dari arah toilet. Wajahnya tampak sedikit lebih segar meski binar kelelahan masih menghiasi matanya.“Suster Anne, maafkan aku karena sudah membuatmu menunggu,” ucap Cleara seraya mengambil tempat di samping sang suster.“Tidak apa-apa, Sayang. Kemarilah, dan duduk,” sahut Suster Anne lembut.Cleara kemudian larut dalam perbincangan hangat bersama Suster Anne. Ia menceritakan beberapa hal ringan dengan senyuman kecil yang beberapa kali terukir di bibirnya—sebuah binar kebahagiaan sederhana yang tak pernah ia tunjukkan saat berada di kediaman Davies.Di sisi lain, Kheland hanya membisu. Pria itu diam-diam mengamati setiap gerak-gerik Cleara dengan tatapan dalam yang sangat sulit diartikan. Rupanya, Cleara sangat dekat dengan suster Anne.Bayangan cerita Suster Anne tentang penderitaan Cleara di masa lalu—bagaimana wanita itu dijadikan pelayan tanpa gaji di rumahnya sendiri, diisolasi dari dunia luar oleh ayah kandungnya, dan tertekan hingga menjadikan ge
Setelah prosesi pengucapan ikrar biarawati di depan altar usai, Suster Anne melangkah pelan menghampiri barisan belakang.Mendengar langkah kaki mendekat, Cleara refleks menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya ia saat menyadari sosok Kheland berdiri tak jauh di belakangnya. Pria itu menatapnya kaku—tahu betul bahwa baru saja memergokinya menangis.Namun, Cleara tak lagi peduli. Ia tak berniat menjelaskan apa pun atau memohon simpati dari pria itu. Dengan gerakan cepat, Cleara menyeka sisa air mata di pipinya, lalu kembali memalingkan wajah ke depan. Ukiran senyum hangat nan lembut seketika terbit di bibirnya begitu melihat Suster Anne berjalan mendekat ke arahnya.“Cleara, anakku... kau datang kemari, Sayang?” sapa Suster Anne dengan raut wajah teduh dan penuh kasih.“Suster Anne...” sahut Cleara pelan, menyambut uluran tangan sang suster dan mengusapnya penuh hormat, lalu suster Anne memeluknya sejenak, kemudian melepasnya.Suster Anne menatap lekat wajah Cleara, menyadari binar kese
Karena bosan Menemani suaminya yang berkencan dan enggan terus-terusan menyaksikan kemesraan pria itu bersama kekasihnya, Cleara akhirnya memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya. Ia memanggil pelayan dan memesan berbagai varian es krim. Tak butuh waktu lama, meja tempat duduknya sudah dipenuhi oleh deretan gelas dan mangkuk es krim berbagai rasa. Dan Cleara melampiaskannya di sana hingga gelas-gelas dan mangkok itu kini kosong di atas meja. Kheland sejak tadi fokus kepada Aleandra, itu sebabnya ia tidak memedulikan apa yang dilakukan oleh Cleara. Selang berapa lama kemudian, Kheland akhirnya mengakhiri pertemuannya dengan Aleandra. Setelah mengantar Aleandra keluar lewat pintu samping agar tidak ketahuan oleh pengawal Ibunya, Kheland melangkah menghampiri meja Cleara. Namun, begitu matanya menangkap pemandangan belasan gelas es krim yang menumpuk di atas meja, langkahnya seketika terhenti. Matanya membelalak lebar, memancarkan rasa terkejut sekaligus kejengkelan yang mendalam.“Apa
Mau tak mau, Kheland terpaksa mengajak Cleara ikut bersamanya. Sebenarnya Cleara sempat menolak ajakan itu—apalagi setelah tahu Kheland mengaku hendak bertemu dengan teman-temannya, Cleara takut jika nantinya akan dijadikan sebagai bahan ejekan di sana. Namun, karena Nyonya Bella bersikeras dan memaksa, Cleara pun terpaksa menurut. Toh, mereka diantar oleh seorang sopir yang sekaligus merupakan pengawal pribadi kepercayaan Nyonya Bella.Setidaknya, jika Kheland mencoba berbuat macam-macam di luar, Cleara merasa punya sosok yang bisa ia mintai perlindungan jika suaminya macam-macam.Di dalam mobil, Kheland dan Cleara duduk di kursi belakang seraya saling membuang muka. Tak ada obrolan sedikit pun di antara mereka. Sebenarnya Kheland sangat ingin mengancam Cleara agar tidak berulah, tetapi ia menahan diri—takut pengawal ibunya yang sedang mengemudi itu mendengar dan melapor pada sang ibu.Selang berapa lama, mobil mewah yang mereka tumpangi itu berhenti di depan sebuah kafe elit.“Kita












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore