LOGINSetelah masuk ke dalam kontrakan nya Ilham langsung membaring kan tubuh nya di kasur lantai nya yang sudah lepet.
"Sekarang aku merasa jika aku bisa melaku kan berbagi gerak kan beladiri," ucap Ilham. [ Ding ! Karena sistem sudah mentransfer ingatan tentang beladiri ke tubuh tuan ] "Hmm yasudah sekarang kau bisa jelas kan apa itu kultivator," tanya Ilham. [ Ding ! Kultivator adalah orang - orang yang memiliki kekuatan di atas manusia biasa, dan kultivator juga terbagi menjadi beberapa tahap dan tingkatan, ada yang di sebut kultivator pemula, kultivator perunggu ( awal, menengah, tinggi ), perak ( awal, menengah, tinggi ) emas ( awal, menengah, tinggi ), master ( awal, penyiapan, menengah, penyempurna, tinggi ) dan Grandmaster ( awal, penyiapan, menengah, penyempurna, tinggi ) masih ada lagi tahap di atas grandmaster tapi tuan belum bisa mengetahui nya ] "Berarti banyak orang seperti ku di dunia ini sistem," ucap Ilham. [ Ding ! Benar tuan tapi hanya tuan seorang yang memiliki sistem ] "Hmm terimakasih sistem, kau tidak perlu memberi tahu aku berada di tingkat apa karena aku sudah tahu jika saat ini aku berada di tahap kultivator pemula," ucap Ilham. [ Ding ! Bagus lah jika tuan sadar diri ] "Ahh sudah lah aku mau tidur," ucap Ilham dan langsung memejam kan mata nya, dan beberapa saat pun langsung tertidur. ****** Sore hari nya. "Waktu misi gilaa ini tinggal 10 jam lagi, apa aku benar - benar harus menjadi orang jahat untuk mendapat kan keperawanan mbak Sarah atau besok aku m*ti, hah tidak ada pilihan lain lagi, toh mbak Sarah juga suka sama gua kan," ucap Ilham sambil memijat - mijat kening nya yang pusing. Setelah beberapa saat Ilham mendengar ada suara langkah kaki di halaman kontrakan nya, dan saat Ilham melihat dari balik jendela ternyata itu mbak Sarah. "Jirr cantik, emang emak sama anak gak ada beda nya, dua - dua nya sama - sama cantik," ucap Ilham dan langsung bergegas keluar dari kontrakan nya. "Bagaimana ham apa kamu sudah siap," ucap Sarah kepada Ilham. "Sudah mbak, tapi Ilham gak punya baju bagus selain baju ini, soalnya Ilham kurang mengikuti trend fashion jaman sekarang," ucap Ilham. "Hmm sebentar," ucap Sarah dan langsung menatap Ilham dari bawah sampai atas. "Halo mbak Sarah bagaimana penampilan Ilham," ucap Ilham. "Tampan, ehh maksud nya nanti di jalan kita akan mampir dulu ke salon untuk menyewa setelan jas formal," ucap Sarah dengan gelagapan. "Hehehe baik lah mbak," ucap Ilham sambil terkekeh melihat wajah cantik Sarah yang malu - malu. "Yasudah cepat, mbak tunggu di mobil mbak," ucap Sarah dan langsung berjalan menuju ke mobil nya yang berada di depan rumah nya yang ada di samping kontrakan Ilham. "Oke mbak," ucap Ilham dan langsung bergegas untuk mengunci pintu. "Huh duit ku cuma 1 jt lagi, apa cukup ya," ucap Ilham sambil melihat saldo di m-banking nya. [ Ding ! Tuan jangan khawatir, sistem pasti akan membantu tuan jika nanti ada hal yang terduga terjadi, sekarang misi tuan hanya memberani kan diri untuk lebih dekat dengan Sarah dan ambil keperawanan nya sebelum waktu 9 jam 55 menit, jika tuan tidak bisa mendapat kan keperawanan seorang wanita maka akan langsung m*ti dan di pasti kan keluarga tuan yang ada di kampung pun akan terkena imbas nya ] "Sialan kau sistem, jika menyangkut keluarga ku, maka aku akan menghalal kan segala cara pun," ucap Ilham dan langsung bergegas menuju ke mobil Sarah. "Maaf mbak, Ilham lama," ucap Ilham setelah masuk ke dalam mobil Sarah. "Tidak apa - apa lagian acara nya juga nanti jam 5 sore sekarang masih jam setengah 4," ucap Sarah. "Yasudah kalau begitu sekarang kita berangkat ke salon dulu," lanjut Sarah. "Iya mbak Ilham ngikut aja toh mbak yang bawa mobil nya," ucap Ilham. "Hmm kalau begitu kamu yang bawa mobil nya nih," ucap Sarah. "Ehh engga - engga mbak aja aku gak bisa nyetir," ucap Ilham panik. "Hehehe kamu lucu juga ya," ucap Sarah sambil terkekeh. "Sudah pakai sabuk pengaman mu kita akan jalan," ucap Sarah. "Oke mbak," ucap Ilham dan langsung memasang sabuk pengaman nya. Setelah itu Sarah pun langsung melanju kan mobil nya menuju ke salon yang menyewa kan pakaian formal. Setelah perjalanan yang lumayan jauh Sarah pun menepi kan mobil nya dan langsung masuk ke parkiran salon yang terkenal di ibu kota. "Mbak beneran kita ke sini, setau Ilham ini salon nya para artis dan orang kaya," ucap Ilham. "Sudah gpp ayok, mbak ada kok kalau buka buat sewa jas, dan ini juga mbak yang minta kamu buat temenin mbak, jadi sudah kewajiban mbak menyukupi kebutuhan mu," ucap Sarah. "Hih serasa jadi simpan tante - tante," gumam Ilham yang bisa di dengar oleh Sarah. "Heh bocil tadi kau bilang apa coba ulangi," ucap Sarah dengan mata mendelik. "Hehehe gak kok mbak Sarah yang cantik, tadi Ilham lagi ngomong sendiri," ucap Ilham sambil terkekeh. "Ishhh apa sih bocil," ucap Sarah tersipu mendengar Ilham memanggil nya cantik. "Sudah ayok turun mbak ajak kamu ketemu teman mbak nanti dia yang akan pilih kan jas yang cocok untuk kamu," ucap Sarah sambil memaling kan wajah nya menyembunyi kan pipi nya yang memerah. "Sarah sadar Sarah dia itu 3 tahun lebih muda dari mu," ucap Sarah di dalam hati. Setelah itu Ilham pun langsung di bawa oleh Sarah menemui teman nya yang bekerja di salon ini. "Sarahhh," ucap seorang wanita saat Ilham dan Sarah masuk ke dalam salon. "Andinnn," seru Sarah dan ke 2 nya langsung berpeluk kan. "Kamu kemana aja sih Sarah jarang banget main ke sini," ucap Andin. "Biasa Din aku kan sekarang sudah masuk semester 7 jadi lagi sibuk - sibuk nya," ucap Sarah. "Eh btw kenalin ini Ilham pacar ku," ucap Sarah sambil menarik Ilham yang sedikit terkejut. "Wahh mas ganteng, kenalin sama Andin Sulistyo, panggil aja mbak Andin," ucap Andin. "Saya Ilham Sodikin, panggil aja Ilham karena umur saya lebih muda dari mbak Andin," ucap Ilham. "Wihh dapat dari mana ni berondong ganteng, aku mau dong di kenalin kalau masih ada," bisik Andin di telinga Sarah. "Enak aja dapet - dapet ini pacar aku ya, dan gak ada lagi yang sama kaya dia cuma satu dan milik aku," ucap Sarah dengan tanpa rasa malu langsung menggandeng tangan Ilham. "Seperti nya pil pesona yang kau berik kan memiliki efek yang sangat mengerik kan sistem," ucap Ilham di dalam benak nya. [ Ding ! Tuan tentang saja, selagi tuam tidak memiliki rasa kepada seorang wanita maka si wanita hanya tertarik saja tidak akan pernah mencintai tuan, berbeda dengan Sarah karena saat tuan baru melihat nya tuan langsung memiliki rasa cinta pada pandangan pertama ] "Bagus lah jika aku bisa mengendali kan nya, dan sekarang hanya aku yang harus bisa mengendali kan diri saat melihat wanita cantik," ucap Ilham di dalam benak nya. "Sayang, sayang kamu kenapa bengong saja," ucap Sarah sambil menggoyang kan lengan Ilham. "Ehh maaf - maaf tadi aku hanya bingung soalnya di sini bayak sekali pakaian yang aku suka," ucap Ilham. "Ouh walah seperti itu," ucap Sarah. "Din tolong bantu pacar ku cari jas formal tapi sesimpel ya," ucap Sarah kepada Andin. "Tenang saja Sarah, aku jamin pacar mu yang tampan ini akan jauh lebih tampan setelah aku memilih kan pakaian dan juga setelah aku memakai kan make up sedikit," ucap Andin. "Ayok Ham ikut mbak," ucap Andin langsung menarik tangan Ilham ke dalam ruangan yang di penuhi oleh pakaian. "Heh awas nya itu pacar aku jangan kamu godain," ucap Sarah kepada Andin. "Gak kok tenang aja, paling aku godain dikit hehehe," ucap Andin lalu terkekeh. "Huh awas aja ya kamu," ucap Sarah dengan wajah sebal. "Hehehe tenang aja aku becanda kok," ucap Andin sambil terkekeh dan langsung menuntun Ilham untuk mencari pakaian formal namun simpel. "Sarah kamu kenapa sih kenapa tadi berani banget kyahh Sarah," ucap Sarah di dalam hati saat mengingat tadi dia dengan mantap menyebut Ilham sebagai pacar nya dan juga dengan tanpa ragu menggandeng tangan Ilham. 10 menit kemudian. Terlihat Ilham berjalan keluar mengguna kan blazer santai dan juga celan hitam panjang yang membuat kharisma nya semakin terlihat. "Itu beneran bocil yang tadi pagi bikin rusuh satu kontrakan ya, kenapa sekarang ganteng banget, udah kayak artis Korea," gumam Sarah terpaku melihat Ilham yang tersenyum sambil berjalan ke arah nya. "Sayang aku sudah selesai memilih pakaian nya, bagaimana apa cocok," ucap Ilham mau tidak mau harus memanggil "sayang". "Tampan, kamu sangat tampan menggunank kan pakaian ini," ucap Sarah tanpa sadar. "Terimakasih," ucap Ilham. "Ehhh," Sarah langsung tersadar dan seketika pipi nya langsung memerah. "Bagaimana Sarah," tanya Andin. "Terimakasih Din, kamu memang paling jago," jawab Sarah. "Ini pekerjaan ku," ucap Andin. "Yasudah ayok sayang kita bayar dulu," ucap Sarah kepada Ilham. "Ya ayok," angguk Ilham. "Langsung aja ke kasir ya Sarah, mungpung di jaga sama Mamih ( pemilik salon ) siapa tau kan dapat diskon," ucap Andin. "Iya Din," ucap Sarah dan langsung menggandeng tangan Ilham menuju ke arah kasir. "Halo Mamih bagaimana kabar nya," ucap Sarah. "Ehh ternyata Sarah, wah dengan pacar nya ya," ucap Mamih sambil menggoda Sarah. "Hehehe iya Mamih ini pacar Sarah nama nya Ilham," ucap Sarah. "Perkenal kan nama saya Hastuti biasa di panggil Mamih, saya adalah pemilik salon ini," ucap si Mamih kepada Ilham. "Ilham Sodikin pacar nya Sarah," ucap Ilham. "Mih berapa semua nya," tanya Sarah. "Ahh buat kamu mah Mamih kasih diskon 50 % jadi 2 jt saja," jawab si Mamih. "Jirrr baju gini doang 2 jt dan itu pun diskon 50% berarti harga awal nya 4 jt," ucap Ilham di dalam hati yang seketika jiwa medang mending nya meronta - ronta. "Sarah transfer ya mih," ucap Sarah dan langsung mengambil hp nya. "Udah ya Mih, coba cek dulu," ucap Sarah sambil memperlihat kan bukti transfer nya. "Oke sudah masuk, selamat berpacaran," ucap si Mamih. "Ih Mamih mah," ucap Sarah tersipu. "Sudah ayok sayang kita pergi dari sini," ucap Sarah kepada Ilham. "Iya ayok," ucap Ilham. "Mari Mamih," ucap Ilham dan langsung berjalan keluar dari dalam salon dengan Sarah yang tidak mau melepas kan gandengan nya. Bersambung… Salam author ¥•A•¥"Sudah jam setengah 1 siang, aku harus pulang, Sarah dan Aulia menunggu ku di rumah ku," ucap Ilham sambil mengelus kepala Elara yang sedang berbaring dengan kepala di lahunan Ilham, dan saat ini Ilham sedang berada di ruangan pribadi milik Elara. "Huh kok cepat banget ya, padahal tadi baru juga jam 11 siang loh," ucap Elara yang masih ingin bersama sang kekasih baru nya itu. "Kalau mau dan kalau di restoran ada yang mengurus kamu ikut saja ke rumah ku, sekalian nanti kamu belajar agar tidak ada kecanggungan antar Sarah dan juga Aulia," ucap Ilham. "Mau sayang, untuk restoran sebentar nya ada yang mengurus nya sih aku ke sini cuma gak tau aja mau ngapain lagi soalnya di rumah juga aku cuma tinggal sendiri," ucap Elara. "Hmm sendiri? Emang nya kamu gak tinggal di kediaman keluarga besar mu," tanya Ilham. "Enggak sayang, aku sengaja membeli rumah yang lumayan jauh dari kediaman keluarga besar ku tapi lumayan dekat dengan restoran ini jadi setiap hari aku ke restoran la
Sekitar 20 menit kemudian Ilham pun sampai di restoran milik Elara. Saat Ilham memasuk kan mobil nya ke area restoran Ilham melihat Elara yang sedang berdiri di depan restoran nya sedang menunggu ke datangan nya. "Ternyata sudah di tunggu ya, sebentar nya apa yang Sarah lakukan," ucap Ilham langsung memarkir kan mobil nya. Setelah itu Ilham pun langsung turun dari mobil nya. Ilham pun langsung menghampiri Elara yang terlihat celingak - celinguk ke arah gerbang restoran nya. "Ehmm apa menunggu lama," ucap Ilham yang mengaget kan Elara. "Ehhh, kamu kapan sampai aku gak lihat kamu masuk," ucap Elara sedikit terkejut. "Aku baru aja sampai," ucap Ilham. "Jangan bilang kamu yang pakek mobil LAMBORGHINI AVENTADOR yang baru masuk tadi," ucap Elara. "Ya itu mobil ku," ucap Ilham. "Ahh sudah lah mari masuk aku sudah mempersiap kan ruangan VVIP untuk kita," ucap Elara. "Ya ayok," angguk Ilham. Setelah itu Ilham pun mengikuti langkah Elara menuju ke lantai 2 re
Saat ini Ilham dan Sarah juga Aulia sudah tiba di rumah Ilham. Setelah memarkir kan mobil nya Sarah dan Aulia langsung menghampiri Ilham. "Sayang beneran ini rumah kamu," ucap Sarah terkejut. "Iya sayang, kamu tahu sendiri kan perumahan BUKIT GELORA itu seperti apa ketat nya kepada orang luar, jadi jika bukan aku pemilik rumah ini aku tidak akan bisa masuk meskipun aku mengenal pemilik rumah ini," ucap Ilham. "Wahhh," seru Sarah dan Aulia kagum. "Sudah ayok masuk, di dalam hanya ada para pelayan saja," ucap Ilham. "Apa boleh sayang, aku gak berani soalnya liat harga rumah paling murah saja seharga seluruh harta ku saat ini," ucap Aulia. "Lah kenapa gak boleh ini rumah ku, dan kamu kekasih ku jadi siapa yang akan melarang nya," ucap Ilham. "Hehehe aku takut sayang," ucap Aulia. "Sudah lah ayok masuk," ucap Ilham dan langsung berjalan menuju ke pintu rumah nya. "Selamat datang kembali tuan muda," ucap seorang pelayan dan langsung membuka kan pintu untuk
Pagi hari nya. [ Ding ! Selamat pagi tuan, ini sudah jam 05:30 pagi ] "Hoamm pagi juga sistem," ucap Ilham dan langsung bangkit duduk di tempat tidur. [ Ding ! Tuan memiliki kesempatan untuk login harian, apa tuan ingin login { Ya atau Tidak } ] "Ya login sistem," ucap Ilham sambil mengucek mata nya yang sedikit gatal. [ Ding ! Tuan melaku kan login harian ] [ Ding ! Selamat tuan mendapat kan satu surat rekomendasi dari SMA Harapan bangsa untuk adik perempuan anda Sintia Sodikin ] "Wahh terimakasih sistem, hadiah mu sangat berguna dan sangat murah hati, iya aku baru ingat kalau adik ku ini sekarang sudah lulus SMP, padahal waktu itu saat aku pergi ke ibu kota ini dia baru saja masuk SMP," ucap Ilham. [ Ding ! Sama - sama tuan ] "Baik lah seperti nya setelah Sarah kembali ke asrama kampus nya, aku juga akan langsung pulang ke kampung untuk menjemput ibu dan adik ku yang sudah sekitar 2 tahun aku tidak melihat wajah mereka secara langsung dan hanya lewat hp s
WARNINGGG!!! Bab ini akan mengandung unsur 21++ jadi untuk anak kecil tidak di saran kan membaca nya.******* "Ahhh ahhh ahh sayang tolong bantu mamah, mamah dah lemas," ucap bu Siti kepada Sarah sambil mendesah karena Ilham kembali memompa miss V nya. "Apa yang kalian ber 2 lalu kan," ucap Sarah. "Ahhh ahhh ahhhh, nanti dulu mamah akan jelas kan, sekarang ayok bantu dulu mamah, mamah udah lemes gak bisa lagi layanin kekasih kita," ucap bu Siti sambil terus mendesah. "Kita," ucap Sarah lirih. Sarah yang awal nya terkejut tapi melihat pedang sakti Ilham yang terus menggempur miss V sang ibu Sarah pun langsung melepas kan pakaian tidur nya dan langsung menungging di samping sang ibu. "Sayang ayok cepat masuk kan, biar kan mamah istirahat dulu," ucap Sarah sambil dengan miss V yang sudah siap di masuk kan. Plakkkk "Kamu nakal juga ya," ucap Ilham setelah menampar pantat putih mulus milik Sarah. "Sudah cepat masuk kan aku sudah tidak tahan, melihat kamu berm
WARINGINGG!!!! Bab ini akan mengandung unsur 21 ++ anak kecil tidak di saran kan untuk membaca nya.****** Ilham yang melihat Sarah sudah terlelap tidur segera bangkit dari tempat tidur. "Ahh b*do amat lah dengan misi ini toh cuma misi opsional, ya meskipun hadiah nya sangat menggiur kan," ucap Ilham yang merasa tidak mungkin jika malam ini dia bisa menidurii anak dan ibu itu secara bersamaan. Ilham mengirim pesan kepada bu Siti kalau dia datang. Setelah itu Ilham pun segera menuju ke rumah bu Siti melewati jalan belakang dengan sedikit mengendap - ngedap takut jika ada orang yang melihat nya. Setelah beberapa saat Ilham pun berhasil masuk ke dalam rumah bu Siti lewat pintu belakang yang tidak di kunci, Ilham langsung mengunci pintu belakang itu dan langsung menuju kamar bu Siti. Tok… tok… tok… "Ini aku," ucap Ilham sedikit berbisik. "Sebentar sayang, jangan keras - keras takut Sarah bangun," ucap bu Siti di dalam kamar dan setelah beberapa saat bu Siti pun







