Share

Bab 472

Keesokan harinya.

"Kamu nggak ke kantor?"

Ranti melihat Niko tampak santai di atas ranjang sambil memeluk dirinya.

Ini tidak biasanya terjadi, karena kebiasaan Niko jika pagi begini pergi bekerja.

"Aku mau di rumah aja sama kamu," jawab Niko.

"Kenapa begitu?"

"Libur untuk satu hari rasanya tidak salah," kata Niko lagi.

Ranti pun mengangguk mengerti.

Mungkin Niko juga kelelahan dan butuh waktu untuk beristirahat.

Mengingat selama ini Niko selalu saja disibukkan dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya.

"Ranti, bagaikan kalau kita mengadopsi anak."

Deg!

Jantung Ranti rasanya keluar dari dadanya.

Dia begitu shock mendengar pertanyaan Niko barusan.

Tunggu dulu.

Itu pertanyaan atau pernyataan?

Ranti tak pernah berpikir jika Niko akan berkata demikian.

Apakah Niko sudah sangat ingin memiliki anak sehingga dia mengatakan demikian.

"Tapi aku juga bisa hamil, kenapa harus mengadopsi anak?" tanya Ranti yang bingung.

Niko pun menutup matanya dia pun segera bangkit dari atas ranjangnya berjalan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Noredah Ab Sam
sedihnya harapan spt reneta ada keajaiban biar pun rahim hampir d angkat...tetiba pulak air mata menitis ......lanjut admin..thornya
goodnovel comment avatar
Zopo Argenta
lanjut thor..nih air mata jadi mandek gegara bersambung...
goodnovel comment avatar
Hilallia 27
ya allah sedih bgt.. semoga aja ada keajaiban seperti renata.. jgn sampe sad dong thor..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status