Saat Ponsel Suami Tertukar Dengan Ponsel Istri

Saat Ponsel Suami Tertukar Dengan Ponsel Istri

last updateDernière mise à jour : 2022-07-12
Par:  ikan kodokComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.6
14 Notes. 14 commentaires
88Chapitres
323.9KVues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Nana masih tidak percaya jika suami yang begitu ia cintai mengkhianatinya, dan parahnya dengan sahabatnya sendiri. Tidak hanya itu, orang-orang yang Nana anggap istimewa ternyata berniat menghancurkannya. Apa salahnya? Kenapa takdir begitu menyakitkan untuknya. Mampu kah Nana bertahan dan membalaskan rasa sakit, saat di mana bayang-bayang masa lalu datang menghampirinya. Saat pria yang pernah mengisi hatinya datang sebagai obat.

Voir plus

Chapitre 1

Rahasia Dibalik Ponsel Yang Tertinggal

SAAT PONSEL SUAMI TERTUKAR DENGAN PONSEL ISTRI

"Sayang, aku berangkat kerja ya," ucap Mas Reza sambil memasukan ponselnya ke dalam saku celana. Ia menyisir rambutnya asal.

"Nggak sarapan dulu?" Aku bertanya sembari menghampirinya. Ia terlihat tergesa-gesa padahal ini masih pagi.

Aku berinisiatif membantunya mengenakan dasi, setelah itu mengantarnya sampai depan rumah kami. 

"Aku sarapan di kantor, pagi ini ada meeting," jawabnya. 

"Ya sudah hati-hati di jalan."

"Aku berangkat. Nanti siang kamu gak perlu repot-repot antar makan siangku." Mas Reza menarik pinggangku, ia mendaratkan kecupan singkat di kening ini sebelum mmasuk mobil. Aku tersenyum memandangnya. 

"Sayang ..."

Dahiku mengerut, aku menatap Mas Reza dalam. "Apa ada yang ketinggalan? Berkas?"

"Nggak. Oya nanti malam aku gak pulang, dan mungkin sampai tiga hari ke depan," katanya padaku. 

Alisku bertaut mendengarnya. Kenapa dia baru bilang sekarang?

"Memangnya kamu mau kemana?"

"Keluar kota?"

"Keluar kota?" Ulangku masih bingung. 

"Iya sayang."

"Terus keperluan kamu bagaimana? Aku siapkan ya, kamu tunggu sebentar, lagian ini masih pagi."

"Tidak perlu sayang, aku bisa kok beli keperluanku di sana," sanggahnya

"Kamu yakin?" Aku mengayun langkah mendekati mobil suamiku. 

"Iya sayang,"

"Ya sudah kalau itu mau kamu, jangan lupa kabarin aku."

"Siap, aku berangkat ya."

"Iya."

Setelah interaksi singkat kami, perlahan tapi pasti mobil yang dikemudikan Mas Reza melaju meninggalkan halaman rumah. Setelah memastikan mobil itu hilang dari pandanganku. Aku kembali masuk rumah. 

****

Aku bersenandung kecil sambil merapikan tempat tidur. Mataku memicing saat menemukan benda pipih tergeletak di atas batal.

"Lah ini kan ponselnya Mas Reza, terus yang dia bawa tadi ponsel siapa?" tanyaku pada diri sendiri. 

Aku mengambil ponsel tersebut, dan benar saja ini memang ponsel Mas Reza. 

Kalau begitu, ponsel yang dia bawa tadi itu punyaku. Mungkin karena terburu-buru dia tidak teliti.

Ah, sudahlah, nanti aku antar saja ke kantornya. 

Tak ingin ambil pusing aku melanjutkan kegiatanku membersihkan kamar. 

****

Beberapa kali ponsel itu berdering. Kucoba abaikan, namun lagi-lagi getaran ponsel itu membuatku kesal. 

Apa itu dari Mas Reza? 

Entahlah.

Aku duduk di sofa, lalu menggulir layar ponselnya. 

Keningku seketika mengernyit heran, sederet notifikasi masuk ke ponsel Mas Reza. Dan itu dari Salma, sahabatku. 

Tunggu ini maksudnya apa? Tumben, Salma mengirim pesan sebanyak ini pada suamiku. Dalam rangka apa?

Penasaran, aku pun membacanya. Seperti ada yang meremas jantung ini, pesan yang Salma kirim benar-benar tak masuk akal. 

[Pagi ini jadi kan ke rumahku?]

[Aku tunggu loh kamu, Mas.] 

[Oya kita jadi kan pergi honeymoon?]

[Mas, masih sama istrimu ya. Jangan lupa, kamu juga milik aku sekarang.] 

Honeymoon? 

Milik aku? 

Aku memijat pelipis, membaca ulang pesan-pesan tersebut. Tampak ada satu pesan masuk, dan itu semenit yang lalu. 

[Aku tunggu di rumah. Jangan lama-lama nanti kita ketinggalan pesawat.] Begitulah pesan yang Salma kirim. 

Apa mungkin ini hanya sebuah kebetulan. Mas Reza yang tiba-tiba mengatakan akan pergi ke luar kota dan pesan dari Salma. Aneh.

Ah, tidak mungkin Salma salah mengirim pesan. Atau jangan-jangan ada hubungan di antara mereka. 

Argh, sial, aku benci pemikiran itu. 

Aku harus cari bukti. Mana ponselku dibawa Mas Reza. Aku tidak mungkin kan mengirim pesan dengan ponsel ini. Bisa-bisa mereka curiga dan lebih berhati-hati lagi. 

Setelah cukup lama berpikir, kuputuskan untuk mendatangi rumah Salma. Untuk memastikan kalau kecurigaanku tidak benar. 

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentairesPlus

Rein
Rein
Baru mulai baca ... lanjut
2026-02-19 03:16:50
0
0
Itta Irawan
Itta Irawan
bener2 keren ceritanya
2024-04-22 20:11:12
0
0
Chaira Ummatin
Chaira Ummatin
ceritanya bagus
2024-02-25 13:17:00
0
0
Amelia Ba'bud
Amelia Ba'bud
Suka sekali sama ceritanya
2023-12-03 16:48:45
1
0
Retno Wpg
Retno Wpg
cerita yang bagus
2023-07-10 14:38:02
0
0
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status