Short
Jariku Terpotong, Godfather Menangis di Penjara

Jariku Terpotong, Godfather Menangis di Penjara

By:  MeatyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi merebut cincin pusaka keluargaku, tunanganku, Luca memotong jariku dengan pemotong cerutu. Dengan bangganya ia menyematkan cincin itu ke jari Putri Keluarga Oller, Sophia. Luca mengejekku, “Pantaskah seorang yatim piatu sepertimu memakai pusaka Keluarga Will, simbol sang Godmother?” Sophia memamerkan cincin itu sambil berpura-pura tersenyum lembut dan berkata, “Kak, jangan marah ya. Nanti biarkan Luca menggantikanmu dengan satu jari emas, gimana?” Seluruh tamu menertawakanku, tapi aku juga ikut tertawa. Sambil menghapus air mata, aku bertepuk tangan pada Luca dan berkata, “Selamat ya, Luca.” “Dengan satu jariku, kamu menukar seluruh jalan hidup Keluarga Will.” Melihat wajahnya yang kebingungan, aku tersenyum kejam. “Kamu pikir itu hanya sekedar pusaka?” “Bukan. Itu adalah kunci tunggal untuk mengaktifkan aset triliunan atas namaku.” “Sejak cincin itu lepas dari tanganku, Keluarga Will sudah resmi memulai hitungan mundur menuju kebangkrutan.”

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat jari manisku terlepas, aku sama sekali tidak merasakan sakit.

Yang terdengar hanya bunyi “krek” yang memecah keheningan.

Sebatang jari manis yang masih mengenakan cincin giok hitam itu menggelinding di atas karpet Persia buatan tangan yang mahal.

Darah menyembur keluar, membasahi sepatu hak tinggi penuh kristal milik Sofia.

“Ah! Menjijikan! Banyak sekali darahnya!”

Sofia menjerit sambil meringkuk ke dalam pelukan Luca.

Dan pria yang memegang pemotong cerutu berlumuran darah itu …

Orang yang selama dua puluh tahun kupanggil “kakak”, orang yang kucintai selama sepuluh tahun,

bos mafia bernama Luca, menatapku dengan sangat dingin.

“Alice, jangan pura-pura mati.”

“Kamu sudah mengotori karpet. Cepat bereskan! Sofia takut darah.”

Aku menutup luka di jariku. Darah mengalir deras tanpa henti di sela-sela jari, membentuk genangan berwarna merah yang menyilaukan mata di lantai.

Rasa sakit akhirnya menghantam sarafku, menusuk sampai ke tulang.

Aku tidak menangis ataupun berteriak.

Aku hanya menatap Luca tanpa berkedip, bibirku gemetar saat bertanya,

“Luca … itu cincin warisan keluargaku. Sejak kecil aku tak pernah melepasnya … demi Sofia, kamu sampai memotong jariku begitu saja?”

Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-22.

Dan juga hari ketika Luca, di depan semua orang mengumumkan pembatalan pertunanganku dan menikahi Sofia sebagai gantinya.

Dengan wajah tak sabar, Luca memainkan pemotong cerutu yang masih meneteskan darah, nada bicaranya penuh penghinaan.

“Alice, sadar dirilah.”

“Cincin itu adalah simbol nyonya Keluarga Will. Sofia adalah satu-satunya darah Keluarga Oller, dia pantas menjadi nyonya Keluarga Will. Sedangkan dirimu?”

Dia mencibir lalu berjalan mendekat, mengambil jari yang terpotong itu, dan dengan kasar mencongkel cincin giok hitam dari daging yang sudah berantakan itu.

“Kamu cuma anak yatim piatu yang tidak jelas asal-usulnya. Anjing yang dipelihara Keluarga Will.”

“Selama dua puluh tahun kami memberimu makan, pakaian, menyekolahkanmu di sekolah elit.

Kalau kamu harus mati demi membuat Sofia senang, itu juga pantas.”

Dengan cincin yang masih berlumuran darah dan suhu tubuhku di tangannya, dia berbalik dan seketika memasang wajah lembut penuh kasih, membersihkan cincin itu dengan hati-hati, lalu memakaikannya ke jari Sofia.

“Sofia, ini lambang Keluarga Will. Hanya kamu yang layak memakainya.”

Sofia menatap cincin di jarinya. Matanya terlihat puas, tapi wajahnya tetap dipasang seperti hendak menangis.

“Luca … sepertinya ini tidak pantas, ya? Kakak berdarah begitu banyak … dan cincin ini sudah dia pakai sejak kecil …”

“Kakak apanya?” Luca memotong dingin.

“Dia tidak pantas.”

Para tamu di sekeliling mengangkat gelas sampanye, menyaksikan adegan ini seperti tontonan gratis.

Tidak ada satu pun yang membelaku.

Di mata mereka, aku hanyalah parasit yang hidup menumpang pada Keluarga Will.

Sekarang posisi nyonya telah kembali ke tempatnya, wajar saja jika parasit sepertiku dikuliti hidup-hidup.

Tubuhku gemetar hebat karena sakit. Keringat dingin membasahi punggungku.

Namun … aku tiba-tiba tertawa hingga air mataku mengalir.

“Luca, kamu benar.”

Aku memaksakan diri untuk berdiri. Pandanganku melewati pasangan sampah itu dan tertuju pada perapian yang menyala terang di sudut ruangan.

“Aku memang tidak pantas.”

Aku mendekat dengan terpincang-pincang, lalu membungkuk mengambil potongan jari di lantai.

“Alice, mau apa kamu?!” Luca membentak.

Aku berbalik, mengangkat jari itu dan menatap Luca sambil berkata pelan namun tegas,

“Luca, ingatlah hari ini.”

“Karena kamulah yang memutuskan sendiri ikatan terakhir di antara kita.”

Setelah itu, aku mengayunkan tangan tanpa ragu, dan melempar jari itu ke dalam perapian yang membara!

“Ciiiss ....”

Bau daging terbakar menyengat di udara.

Api melahap jari itu … dan juga melahap sisa belas kasihanku terhadap Keluarga Will.

Ruangan itu langsung sunyi.

Semua orang menatapku dengan ngeri, seolah sedang melihat orang gila.

Bahkan Luca pun tertegun karena tindakanku.

“Kamu ....”

Aku menutup telapak tanganku yang berlumuran darah. Wajahku pucat, tapi senyumku liar dan angkuh.

“Luca, kamu salah paham.”

“Cincin itu bukan milik Keluarga Will.”

“Itu cuma kalung untuk mengikat anjing.”

“Kalau kalian suka menjadi anjing, silakan pakai dengan bangga.”

Setelah itu, aku tak menoleh lagi.

Aku berjalan menuju pintu. Setiap langkah meninggalkan tetesan darah.

Namun aku tahu ....

begitu melewati pintu ini, aku bukan lagi tunangan Keluarga Will yang bernama Alice.

Aku adalah Alice Paget.

Satu-satunya pewaris Keluarga Paget, keluarga terkaya di dunia.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status