LOGINPada tahun kelima sejak aku menikah dengan tuan ketua mafia, aku menyadari bahwa jimat pelindung yang dia berikan dan selalu kupakai membuat kepalaku sering terasa pusing. Aku mengeluarkan pil yang tersembunyi di dalam jimat itu lalu membawanya ke rumah sakit keluarga. Dokter menelitinya sejenak, lalu mengatakan bahwa benda itu sama sekali bukan obat penenang, melainkan sejenis racun kronis. Jika dipakai dalam waktu lama, bukan hanya dapat menyebabkan kemandulan, tetapi juga menimbulkan kerusakan serius pada tubuh. Aku langsung runtuh dan berseru, “Nggak mungkin. Ini pemberian suamiku. Namanya Vincent Kora, dia juga pemilik di balik rumah sakit ini.” Dokter itu tampak curiga dan berkata, “Nona, gimana kalau Anda periksakan diri ke bagian psikologi? Aku kenal Pak Vincent dan istrinya. Hubungan mereka sangat baik, dan belum lama ini sang istri baru saja melahirkan. Sekarang mereka sedang di ruang VIP lantai atas buat jenguk anak mereka. Sambil berkata demikian, dia membuka foto di ponselnya. Di dalam foto, Vincent mengenakan setelan jas hitam khas keluarganya sambil menggendong seorang bayi di lengannya. Di sampingnya berdiri seorang wanita .... Aku mengenalnya, namanya Claudia. Dialah adik angkat yang selalu disebut-sebut oleh Vincent.
View More"Balap mobil? Salju setebal ini bagaimana bisa balapan? Lagian kamu sudah hampir membeku kaku, apa benar masih punya tenaga untuk menyetir?"Hal yang dipikirkan Vincent itu adalah balap mobil.Aku sangat mencintai balap mobil, jika dia bertanding melawan Alex dan menang, apakah aku akan memberinya satu kesempatan?Vincent menatapku dengan mantap, meski seluruh tubuhnya tidak berhenti gemetar."Aku akan bertanding melawan Alex. Kalau aku menang, bisa nggak kamu kasih aku satu kesempatan?"Aku mengucapkan dua kata dengan tenang, "Nggak akan."Vincent tertawa mengejek diri sendiri. "Meski nggak akan, aku tetap ingin bertanding. Bella, mau nggak kamu jadi navigatorku? Anggap saja ini sebagai hadiah terakhir untukku."Aku sudah mulai agak marah, karena Alex tidak bisa balapan mobil.Namun, tidak disangka, Alex justru menjawab "baiklah" dengan tegas.Aku menatapnya dengan heran. "Jangan dipaksakan kalau nggak bisa, ini nggak akan ubah apa pun. Aku nggak akan tanggung jawab kalau terjadi sesu
Sebuah suara berat tiba-tiba terdengar dari samping.Vincent melihat ke arah sumber suara, lalu membuka mulutnya karena terkejut."Alex, kok kamu ada di sini?"Alex merangkul bahuku. Saat dia merasa aku tidak memberontak, dia mempererat genggamannya."Aku ini tunangannya, kenapa aku nggak boleh ada di sini?"Begitu kata-kata itu terucap, Vincent seketika merasa seperti tersambar petir, otaknya berdengung hebat sampai tidak bisa mendengar suara apa pun. "Tunangan? Mana mungkin? Bella ... kok bisa dia jadi tunanganmu?"Matanya memerah, bibirnya gemetar.Aku menarik tangan Alex dan mengangkat tautan jemari kami ke depan wajah Vincent."Kenapa nggak mungkin? Aku belum pernah nikah dan belum punya anak, apa sulit menerima kenyataan kalau aku punya tunangan?"Bibir Vincent bergumam tidak jelas, matanya dipenuhi dengan rasa tidak percaya.Perkataanku seperti pisau tumpul yang menusuk jantungnya.Jakunnya naik-turun. "Nggak boleh, aku nggak izinkan. Aku mencintaimu, kamu cuma boleh jadi milikk
Tidak peduli bagaimana Vincent berteriak memanggil dari belakang, mobil itu sama sekali tidak melambat, malah melaju makin kencang hingga cepat berubah menjadi titik hitam di kejauhan.Setelah bayangan di kaca spion benar-benar menghilang, barulah Alex perlahan menurunkan kecepatan mobil.Aku meliriknya dengan curiga. "Kenapa hari ini kamu ngebut begitu? Mau cepat-cepat renkarnasi lagi?"Alex tidak menanggapi ucapanku, malah tiba-tiba bertanya, "Kalau Vincent datang mencarimu, menangis menyesal dan minta balikan, kamu bakal setuju?"Alisku langsung mengerut, rasanya seperti mendengar sesuatu yang menjijikkan, tapi aku tetap menjawab serius, "Nggak akan, sampai mati pun nggak akan."Setiap kali mengingat apa yang pernah Vincent lakukan padaku, tubuhku terasa dingin sampai aku sering terbangun di malam hari.Alex menangkap ketegasan di mataku, sudut bibirnya tanpa sadar terangkat membentuk senyum tipis.Namun, ekspresi kecil itu tidak luput dariku. "Kok kamu tanya gitu? Kamu mimpiin dia?
Malam itu, Alex menyisir semua hal tentang Vincent dan Claudia, lalu menyusun rencana terperinci sebelum fajar.Dia sebenarnya bisa langsung membawaku pergi, tetapi aku berkata, "Kalau begitu, dia akan terus mengejar seumur hidup."Dia pun menahan diri dan menyusun langkah demi langkah.Saat itu barulah dia tahu, fondasi Keluarga Kora jauh lebih dalam dari dugaannya.Dia berpura-pura akan menjalin pernikahan dengan Claudia untuk mengalihkan perhatian, padahal diam-diam menyiapkan orang agar bisa membawaku pergi jauh.Namun, dia tetap datang terlambat.Saat dia menemukanku, kedua kakiku rusak parah akibat kecelakaan. Aku tidak bisa melanjutkan usaha keluarga dan tidak bisa lagi mengendarai mobil kesayanganku.Saat itu aku seperti kehilangan jiwa, tatapanku kosong dan menakutkan.Syukurlah, dia menarikku kembali dari tepi kematian.Dia membawaku ke pusat rehabilitasi terbaik, menemaniku menggenggam setir lagi, menyaksikan aku perlahan menemukan cahaya.Setelah perawatan, meski aku mendap
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.