Short
Kepergianku Membuatnya Gila

Kepergianku Membuatnya Gila

By:  YeniCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
19Chapters
11views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada tahun kelima sejak aku menikah dengan tuan ketua mafia, aku menyadari bahwa jimat pelindung yang dia berikan dan selalu kupakai membuat kepalaku sering terasa pusing. Aku mengeluarkan pil yang tersembunyi di dalam jimat itu lalu membawanya ke rumah sakit keluarga. Dokter menelitinya sejenak, lalu mengatakan bahwa benda itu sama sekali bukan obat penenang, melainkan sejenis racun kronis. Jika dipakai dalam waktu lama, bukan hanya dapat menyebabkan kemandulan, tetapi juga menimbulkan kerusakan serius pada tubuh. Aku langsung runtuh dan berseru, “Nggak mungkin. Ini pemberian suamiku. Namanya Vincent Kora, dia juga pemilik di balik rumah sakit ini.” Dokter itu tampak curiga dan berkata, “Nona, gimana kalau Anda periksakan diri ke bagian psikologi? Aku kenal Pak Vincent dan istrinya. Hubungan mereka sangat baik, dan belum lama ini sang istri baru saja melahirkan. Sekarang mereka sedang di ruang VIP lantai atas buat jenguk anak mereka. Sambil berkata demikian, dia membuka foto di ponselnya. Di dalam foto, Vincent mengenakan setelan jas hitam khas keluarganya sambil menggendong seorang bayi di lengannya. Di sampingnya berdiri seorang wanita .... Aku mengenalnya, namanya Claudia. Dialah adik angkat yang selalu disebut-sebut oleh Vincent.

View More

Chapter 1

Bab 1

Setelah keluar dari ruang pemeriksaan, aku menyerbu masuk ke dalam lift, ingin pergi ke lantai paling atas untuk meminta penjelasan dari Vincent.

Begitu pintu lift tertutup, terdengar dua suara yang sangat aku kenali.

Hari ini angin bertiup kencang, aku membungkus tubuhku dengan rapat dan memakai topi, sehingga orang di sampingku tidak mengenaliku.

"Vincent, kamu sungguhan nggak takut kalau sampai Bella tahu? Untuk apa dulu kamu bersusah payah mohon agar dia kembali? Seandainya kamu menikahi Claudia lebih awal, sekarang kamu nggak perlu jenguk anak itu seperti pencuri."

Itu adalah suara Febri.

Suara Vincent terdengar dingin, "Dia nggak akan menyadarinya. Febri, jaga bicaramu. Kamu harus tahu apa yang boleh dan nggak boleh dikatakan saat bertemu Bella."

"Aku benaran nggak paham sama kamu," ucap Febri mencibir. "Claudia sudah jadi calon pengantin keluargamu sejak usia lima tahun. Waktu kecil kamu begitu sayang sama dia, tapi setelah dewasa, hatimu malah terpikat oleh Bella."

"Demi Bella, kamu mengirim Claudia pergi, lalu bersusah payah menjemputnya kembali. Sebenarnya siapa yang kamu cintai?"

Vincent terdiam cukup lama sebelum akhirnya menjawab, "Aku mencintai Bella, tapi aku juga nggak bisa lepasin Claudia. Membayangkan dia menjalani tahun-tahun yang sulit di Camorra bikin hatiku kacau balau."

"Status sudah kuberikan pada Bella, jadi biarlah anak itu buat Claudia. Seenggaknya dia punya sandaran."

Febri menghela napas, "Kalau kamu dan Bella juga punya anak, lalu bagaimana sama Claudia dan putri kalian? Dia itu adik sepupuku, aku nggak mau lihat ibu dan anak itu hidup kesepian selamanya."

Suara denting lift yang menandakan sampai di lantai teratas tiba-tiba berbunyi.

Vincent menjawab dengan datar, "Itu nggak akan terjadi."

Febri tertegun, dia tidak mengerti apakah maksudnya mereka tidak akan punya anak, atau dia tidak akan pilih kasih.

Dengan penuh tanda tanya, dia melangkah keluar mengikuti Vincent.

Namun, aku mengerti.

Maksudnya adalah kami tidak akan pernah memiliki anak.

Karena Vincent sudah lama menyiapkan racun kemandulan untukku, demi menyingkirkan ancaman bagi putrinya.

Lift terasa pengap dan panas, tetapi aku merasa seperti jatuh ke dalam lubang es, seluruh tubuhku terasa dingin.

Aku terpaku di tempat, tidak melangkah keluar. Sudah tidak ada gunanya lagi.

Baru setelah lift turun kembali ke lantai satu, aku merasa seperti orang tenggelam yang mendapatkan hirupan udara pertama, lalu aku terbatuk dengan keras.

Ponsel di saku bergetar, layarnya menyala, itu adalah pesan dari Vincent.

[Bella, besok aku akan menjemputmu di dermaga. Jangan lupa pakai jimat yang aku mintakan untukmu.]

Emosiku seketika runtuh, air mata jatuh bercucuran.

Ketua sangat sibuk, tetapi sejak kami menikah, setiap kali aku bepergian, Vincent selalu tepat waktu menungguku di dermaga.

Hari itu, dia akan memesan restoran lebih awal, membeli bunga, dan menyambut kepulanganku. Selalu begitu setiap tahun.

Teman-temannya pernah berkata kepadaku bahwa aku adalah cinta idaman yang didapatkan Vincent dengan mempertaruhkan separuh nyawanya.

Demi membawaku kembali ke negara ini, dia berani mengancam bisnis mafia luar negeri hingga beberapa kali masuk dalam daftar buruan dan hampir tewas.

Demi menahanku agar tetap tinggal, dia menggelontorkan dana yang sangat banyak untuk merekrut tim taktis tingkat atas, lalu mengembangkan perusahaan perdagangan senjata peninggalan orang tuaku hingga berjaya di Sisilia.

Setelah menikah, dia makin memanjakanku tanpa batas.

Karena hobiku membalap, dia membangun sirkuit pribadi yang mewah untukku. Setiap hari jadi pernikahan, dia memberiku mobil balap modifikasi kelas atas.

Saat aku tidak sengaja berucap rindu pada Ibu, tengah malam pun dia akan mengerahkan semua koneksinya. Sebelum fajar, dia sudah berhasil menemukan barang peninggalan ibuku.

Namun, pria yang begitu penyayang ini ternyata memiliki keluarga lain diam-diam.

Tiba-tiba aku menyadarinya.

Pantas saja Claudia lebih tahu setiap sudut rumah Vincent dibanding diriku. Pantas saja orang yang bertahun-tahun di Camorra bisa mengenali semua nama panggilan teman-temannya. Pantas saja seorang "adik angkat" bisa membuat Vincent membatalkan semua pekerjaan hanya untuk menemaninya jalan-jalan ke berbagai negara.

Tidak ada yang namanya adik angkat, jelas-jelas statusnya tunangan yang sudah dijodohkan sejak kecil.

Dan akulah orang ketiga yang menyelinap masuk.

Ponsel bergetar lagi, itu adalah foto keluarga dari Claudia yang disertai sebaris kalimat:

[Kak Bella, berhentilah menduduki posisi yang bukan milikmu. Tadinya kupikir kamu punya kesadaran diri, tapi kayaknya kamu sangat bermuka tembok. Vincent bilang anak ini sangat mirip dengannya, gimana menurutmu?]

Aku hanya melirik sekilas lalu keluar dari pesan itu.

Jika Claudia menginginkannya, ambillah.

Aku membuka daftar kontak, lalu menghubungi nomor yang hampir terlupakan itu.

"Alex, apa taruhan waktu itu ... masih berlaku?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
19 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status