Share

Kebenaran

Penulis: NomNom69
last update Tanggal publikasi: 2026-07-27 11:37:11

Setelah kepuasan itu mereda, kucuran air shower akhirnya dimatikan. Mereka membasuh diri, berganti pakaian santai, lalu berjalan menuju area kolam renang dengan dua cangkir kopi panas di tangan.

Nayla duduk meluruskan kakinya di tepi kolam, membiarkan ujung jarinya menyentuh permukaan air yang tenang. "Seger banget ya, Mas, habis mandi," gumamnya seraya menyesap kopi perlahan.

Juned mendaratkan tubuhnya di samping Nayla, meletakkan cangkirnya di lantai semen. "Iya, bikin pikiran rada adem."

Nay
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Di Nanti.. Makan Malam

    Juned menarik diri secara paksa, napasnya memburu tak beraturan di tengah kamar yang terasa panas. Sinta terkesiap, tubuhnya yang telanjang masih gemetar menahan sisa gairah yang menggantung hebat.Juned menyambar ponselnya, jemarinya yang masih basah oleh keringat segera menggeser ikon hijau. Ia melirik Sinta yang kini menatapnya dengan tatapan campur aduk antara kesal dan penasaran."Halo, Des? Kenapa?" suara Juned berusaha terdengar stabil meski napasnya masih tersengal."Mas, transferin uang dong. Skincare aku habis, terus besok harus kondangan bareng Ibu ke desa," suara Desi terdengar lugas dari seberang telepon.Juned menghela napas panjang, memejamkan mata sesaat untuk meredam kekesalan yang tiba-tiba membuncah. Ia melirik Sinta yang kini menutup mulutnya dengan tangan, berusaha meredam desahannya sendiri."Ya sudah, nanti aku transfer," jawab Juned singkat, lantas memutuskan panggilan sepihak.Ia melempar ponselnya ke kasur dengan kasar, lalu menatap Sinta yang kini kembali me

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Puncak Kenikmatan Dua

    Juned mendesis pelan, menghentikan usapan jemarinya di kancing kemeja Sinta.Sinta memiringkan kepala, menatap layar ponsel Juned yang terus bergetar menyala di kegelapan kamar."Siapa, Ned? Kenapa enggak diangkat?" bisik Sinta lirih, tangannya masih melingkar manis di leher Juned.Juned menggeser tombol hijau di layar, lalu menempelkan ponselnya ke telinga seraya mengontrol deru napasnya. "Ya, Nay? Ada apa?""Mas Juned belum pulang ya?" suara Nayla terdengar lembut dan sedikit polos dari seberang telepon. "Ini Nayla udah selesai masak buat makan malam, Bu Ratna juga udah pulang nih mau makan malam."Juned menarik napas panjang, mencoba menetralkan nada suaranya agar tetap tenang. "Iya, Nay, ini Mas masih ada urusan bentar sama klien. Kalian makan duluan aja ya, jangan nungguin Mas.""Oh gitu... ya udah deh, Mas Juned jangan lupa makan ya," sahut Nayla mengakhiri panggilan.Juned menurunkan ponselnya setelah sambungan terputus, lalu meletakkan benda pipih itu ke atas meja rias Sinta.

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Candaan dan Sebuah Janji

    Ratna mendadak terkekeh pelan, mencairkan ketegangan yang sempat menggantung di udara."Bercanda kali, serius banget mukanya," ujar Ratna santai seraya menepuk bahu Juned pelan.Sinta buru-buru menarik kembali tangannya dari paha Juned, menyunggingkan senyum kaku ke arah Ratna. "Kaget saya, Bu...""Ya udah, lanjutin makan kalian," kata Ratna mengedipkan sebelah matanya ke arah Juned sebelum berlalu pergi menuju mejanya.Juned menghembuskan napas lega, lalu kembali menatap Sinta yang kini salah tingkah."Jadi... gimana kelanjutan omongan kamu tadi, Sin?" goda Juned seraya memajukan tubuhnya.Sinta meremas sendoknya, wajahnya memerah menahan malu sekaligus canggung."A-apaan sih, enggak ada," elak Sinta cepat, menyendok nasinya asal untuk mengalihkan pandangan.Juned terkekeh pelan, menyandarkan punggungnya seraya menikmati raut wajah Sinta yang mendadak salah tingkah."Masa panggil nama doang bikin kamu segagap ini, Sin?" goda Juned lagi, melirik jemari Sinta yang masih gemetar kecil d

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Dua Wanita..

    Juned berjalan santai menuju kursi kerjanya, lalu mendudukkan diri dengan tenang."Itu mah tergantung Bu Ratna, Ca," ucap Juned seraya menyandarkan punggungnya di kursi. "Coba kamu tanyain lagi gih ke dia."Caca mendengus kesal, menghentakkan kakinya pelan di atas karpet ruangan. "Masa aku yang nanya duluan, Pak? Kan Bapak yang waktu itu nawarin!"Juned terkekeh pelan melihat wajah cemberut asistennya itu, lalu memajukan tubuhnya menopang dagu di atas meja."Ya udah, atau enggak nanti saya cariin rumah yang deketan sama rumah saya," potong Juned memberi solusi. "Biar gampang kalau mau bolak-balik."Mendengar tawaran itu, raut wajah Caca seketika melunak, digantikan binar penasaran."Beneran ya, Pak?" bisik Caca pelan seraya melangkah mendekati meja kerja Juned. "Awas kalau cuma janji manis doang."Juned mengangguk yakin seraya menyunggingkan senyum tipis. "Iya, beneran. Nanti saya yang urus."Caca tersenyum puas, membetulkan posisi rok kerjanya sebelum merapikan berkas di atas meja."

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Menagih Janji

    Juned menyandarkan tubuhnya di daun pintu, menyeringai tipis menatap Nayla yang gelagapan di balik selimut. "Lagi ngapain kamu, Nay?" tanya Juned santai, melangkah mendekat ke pinggir kasur. Nayla makin merapatkan selimut ke dadanya, menunduk malu dengan napas yang masih tersengal. "Gara-gara liat Mas Juned begituan sama Bu Ratna tadi..." bisik Nayla malu-malu, matanya melirik Juned sekilas. "Nayla jadi kepengen..." Juned terkekeh pelan, lalu menarik perlahan selimut yang menutupi tubuh gadis itu. "Ngapain main sendiri kalau ada Mas di sini?" goda Juned seraya mengusap lembut pipi Nayla yang terasa panas. Juned merayap naik ke atas kasur, menarik selimut yang menghalangi pandangannya hingga melemparnya ke ujung tempat tidur. Nayla langsung melebarkan kedua pahanya tanpa ragu, menatap Juned dengan pandangan menuntut dan napas yang memburu. "Gara-gara, mas... makin basah nih gara-gara nungguin kamu," keluh Nayla seraya menarik tengkuk Juned mendekat. Juned menyeringai, menunduk

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Jeritan Nikmat Tengah Malam

    Juned dan Ratna seketika saling dorong menjauh, merapikan baju mereka yang sempat berantakan dengan napas terengah-engah.Ratna menarik napas panjang untuk menetralkan rasa gugupnya, lalu melangkah santai menghampiri Nayla yang masih terpaku di pintu."Makasih ya, Nay," ucap Ratna seraya mengambil nampan berisi teh dan kopi itu dari tangan adiknya.Nayla mengangguk patah-patah dengan wajah polos yang memerah. "I-iya, Bu... Nayla balik ke kamar dulu," bisiknya seraya berbalik dan buru-buru keluar ruangan.Juned menghembuskan napas lega sambil menyandarkan punggungnya di kursi, namun pikirannya mendadak kalut dipenuhi rasa khawatir.Duh, dia liat apa enggak ya tadi? batin Juned gelisah, meski di sisi lain ia tahu kalau pun Nayla melihatnya, sebenarnya bukan masalah besar.Ratna meletakkan nampan berisi teh dan kopi ke atas meja kerja, lalu menghela napas panjang."Kita ngopi dulu aja deh, Ned, sambil ngobrol," ucap Ratna seraya menyerahkan cangkir kopi ke arah Juned. "Nayla kelihatan be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status