author-banner
NomNom69
NomNom69
Author

Romances de NomNom69

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Perhatian, Kesamaan Nama Karakter dan Tempat hanya kebetulan semata. Luki seorang pemuda berusia 26 Tahun, terbiasa hidup santai menikmati kekayaan kedua orang tua. Namun suatu hari, Kedua orang tuanya terjerat kasus korupsi besar dan di tangkap pihak kepolisian, yang membuat seluruh aset milik keluarganya di sita. Kini Luki tidak memiliki apapun selain seorang Kakak Angkat yang bernama Ajeng berusia 27 Tahun. Namun di saat itu, Adik dari Papahnya yaitu Tante Sarah datang dan menawarkan untuk tinggal bersamanya. Disinilah, Kisah Kenikmatan Luki lahir di dalam Rumah Tante Sarah.
Ler
Chapter: Georgio Lukas Hermansyah.
Pemandangan hijau dari pepohonan asri di pinggiran kota Medan menyambut pagi pertama mereka di rumah baru yang cukup luas itu. Luki baru saja selesai memasang papan nama kecil di depan pintu, sementara Sarah sedang sibuk menata vas bunga di atas meja ruang tamu."Gimana, Mas Luki? Udah pas belum posisi sofanya kalau di pojok situ?" tanya Sarah sambil mengelap keringat di dahi dengan punggung tangannya.Luki berjalan mendekat, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Sarah dari belakang dengan penuh kemesraan. Ia mencium pundak Sarah yang sekarang sudah resmi menggunakan identitas baru sebagai istrinya di mata para tetangga."Udah pas banget, Sayang. Rumah ini bakal jadi awal yang baru buat kita, nggak ada lagi bayang-bayang Jakarta," jawab Luki sambil mengeratkan pelukannya.Sarah membalikkan badannya, menatap wajah pria yang kini menjadi tumpuan hidupnya itu dengan mata yang berbinar bahagia. Ia merasa sangat aman berada di kota ini, jauh dari segala kerumitan kasus hukum yang menimpa
Última atualização: 2026-02-09
Chapter: Langkah Akhir
Mobil-mobil hitam tanpa plat nomor itu melaju kencang menembus jalanan setapak yang dikelilingi pohon-pohon besar. Herman duduk di samping Baskoro dengan wajah yang sangat tegang, matanya terus memperhatikan layar pelacak yang dipegang oleh salah satu anggota intel di kursi belakang."Dia nggak akan bisa lari lebih jauh lagi, Man. Tim kita sudah menutup semua akses keluar dari area ini," ucap Baskoro sambil memutar kemudi dengan sigap.Hermawan hanya diam, namun rahangnya mengeras saat melihat sebuah rumah kayu sederhana yang tersembunyi di balik rimbunnya semak belukar. Begitu mobil berhenti, tim intel langsung keluar dengan senjata lengkap dan mengepung seluruh sudut rumah tersebut dengan sangat rapi."Keluar, Maria! Jangan buat keadaan jadi lebih sulit buat kamu sendiri!" teriak pimpinan intel melalui pengeras suara.Pintu rumah itu terbuka perlahan, menampakkan sosok Maria yang tampak berantakan dengan wajah penuh ketakutan. Ia sempat mencoba lari ke arah pintu belakang, namun dua
Última atualização: 2026-02-09
Chapter: Pelarian, Kebahagiaan, Dan Kebebasan
Cahaya matahari pagi di Kalimantan masuk malu-malu lewat celah gorden kamar hotel, menyinari Luki dan Sarah yang masih bergelung di balik selimut. Suasana begitu tenang, sangat kontras dengan ketegangan yang mereka lalui di Jakarta kemarin.​"Luk, kita nggak bisa balik lagi ke sana. Kamu siap kan jadi pasangan Tante buat selamanya?" tanya Sarah sambil mengusap pipi Luki lembut.​Luki menatap mata Sarah dalam-dalam, merasakan ketulusan sekaligus beban besar yang kini mereka bagi bersama. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengangguk mantap lalu mengecup dahi wanita yang kini menjadi pelabuhan terakhirnya itu.​"Aku siap, Tan. Dari awal aku udah milih untuk berdiri di samping Tante, apa pun risikonya," jawab Luki pelan namun penuh keyakinan.​Sarah tersenyum manis, sebuah senyuman yang belum pernah Luki lihat sebelumnya, lalu ia menarik tengkuk Luki untuk mendekat. Bibir mereka bertemu dalam sebuah cumbuan yang lembut, perlahan berubah menjadi luapan gairah yang romantis dan penuh perasaan.
Última atualização: 2026-02-09
Chapter: Pelarian Luki dan Sarah
Luki dan Ajeng berdiri agak menjauh dari kerumunan petugas yang masih sibuk di butik. Mereka saling berhadapan, namun ada kecanggungan yang menggantung di antara mereka setelah semua rahasia besar ini terbongkar."Jadi, kamu beneran bakal pergi ya, Jeng?" tanya Luki sambil memasukkan tangan ke saku celananya, berusaha menyembunyikan jarinya yang sedikit gemetar.Ajeng mengangguk pelan, matanya masih sedikit sembab tapi sorotnya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Ia menatap Luki dengan tatapan yang sulit diartikan, antara rasa terima kasih dan perpisahan yang berat."Aku harus, Mas. Aku pengen kenal Papa lebih jauh lagi, dan mungkin ini satu-satunya cara biar aku bisa tenang," jawab Ajeng dengan suara yang lembut.Luki tersenyum getir, lalu mengacak rambut Ajeng pelan seperti yang biasa ia lakukan dulu sebelum suasana menjadi serumit ini. Ia tahu bahwa mulai hari ini, kehidupan mereka tidak akan pernah sama lagi."Jaga diri baik-baik ya di sana. Jangan lupa kabari kalau sudah sam
Última atualização: 2026-02-09
Chapter: Perpisahan Ajeng dan Luki
Baskoro mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, memberikan kode singkat yang tidak disangka oleh siapa pun di ruangan itu. Seketika, beberapa pria berbadan tegap dengan jaket gelap dan senjata terselip di pinggang menyerbu masuk ke dalam butik."Tangkap Gunawan dan Peter sekarang juga!" perintah Baskoro dengan suara menggelegar yang membuat suasana butik seketika mencekam.Gunawan terbelalak dan mencoba mundur, namun para intel itu dengan sigap mengunci gerakannya serta memborgol tangannya ke belakang. Peter sempat ingin melawan, tapi ia langsung dilumpuhkan ke lantai oleh dua petugas lainnya sebelum sempat berkutik."Mas! Apa-apaan ini? Aku ini adik kamu sendiri, Mas!" teriak Gunawan sambil meronta-ronta di bawah cengkeraman petugas.Baskoro melangkah mendekat ke arah Gunawan, menatap adiknya itu dengan tatapan dingin tanpa ada lagi rasa kasih sayang yang tersisa. Ia mengeluarkan sebuah map berisi tumpukan dokumen yang sudah ia siapkan sejak lama."Kamu pikir aku nggak tahu soal pe
Última atualização: 2026-02-09
Chapter: Kebenaran Nyata
Luki memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju butik, sementara Tante Sarah hanya diam membisu sambil terus meremas tas tangannya. Begitu sampai, mereka melihat seorang pria paruh baya dengan setelan rapi sedang berdiri membelakangi pintu masuk."Itu orangnya, Tan," bisik Luki sambil membukakan pintu untuk Tante Sarah.Pria itu berbalik perlahan, menatap tajam ke arah mereka berdua. Ajeng yang berdiri di balik meja kasir tampak gemetar, matanya sembab seperti habis menahan tangis karena ketakutan."Baskoro? Bagaimana bisa kamu masih hidup?" tanya Tante Sarah dengan suara bergetar hebat saat mengenali wajah pria itu.Baskoro tidak menjawab pertanyaan itu, ia justru melangkah maju dengan tatapan yang menuntut jawaban pasti. Ia mengabaikan kehadiran Luki dan hanya fokus pada wanita di depannya."Cukup basa-basinya, Sarah. Katakan padaku sekarang, di mana anak saya?" tanya Baskoro dengan nada suara yang berat dan dingin.Ajeng menunduk dalam, ia benar-benar bingung kenapa tamu yang i
Última atualização: 2026-02-09
Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Juned, Seorang Pria kampung yang baru saja di-PHK di sebuah Pabrik tempat ia bekerja. Karena hal itu, kehidupan Juned serta kerja kerasnya selama ini tak lagi terlihat dan di anggap. Setelah mengetahui Istrinya yang bekerja di kota malah pergi bersama Sang Mantan Kekasihnya, Juned memilih untuk menyusul Istrinya ke kota dan bekerja sebagai Supir Pribadi dari Seorang Wanita Karier yang tinggal dengan anak sematawayangnya. Perantauannya tak mudah ketika ia harus mengabdi kepada Sang Majikan dan melayani setiap tugas yang diberikan. Bahkan Tugas yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi Sang Majikan di saat ia juga harus menemui Sang Istri.
Ler
Chapter: Keberaniannya Di Hadapan Juned
"Mari Masuk Pak," ucap Caca yg sudah membuka pintu rumahnya lebar-lebar sembari melemparkan senyuman manisnya ke arah Juned. ​Juned menoleh sebentar dari layar ponselnya ke arah gadis itu, "Oh iyaa, sebentar yaa... saya ada telepon penting masuk ini dari orang rumah." ​Pria itu melangkah mundur dua langkah ke dekat pilar teras, jemarinya dengan cepat menekan tombol panggil untuk langsung menelpon Ratna guna memberikan kabar. ​"Halo, Na..." ucap Juned membuka suara dengan sangat sopan begitu panggilan teleponnya tersambung dan terdengar suara desah napas Ratna di seberang sana. ​"Kamu dimana, Ned?" tanya Ratna dari balik speaker ponsel dengan nada penuh menyelidik. ​Juned melirik ke arah pintu rumah Caca yang sedikit terbuka, "Aku lagi ketemu temen sebentar nih di ajak ngopi, gpp kan kalau aku pulangnya agak telat malam ini?" ​"Ohh... iya gpp Ned, gak apa-apa kok kalau mau main dulu... aku kira
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Curhatan Karyawan Barunya
Juned menolehkan kepalanya dengan cepat karena merasa terkejut dengan sapaan mendadak di tempat sepi itu, "Iya, selamat sore... Ada yang bisa saya bantu?" ​Wanita itu melangkah mendekat dua langkah, lalu ia mengulurkan tangan kanannya ke arah Juned dengan gerakan yang tampak sedikit kaku dan canggung di bawah lampu. ​"Perkenalkan, nama saya Caca... Saya salah satu karyawan Bapak di divisi keuangan lantai dua tadi," ucap Caca dengan senyuman manis yang menghiasi wajah mudanya. ​Juned menyambut uluran tangan hangat tersebut, menjabatnya sebentar sebelum akhirnya melepaskannya kembali dengan sikap yang sangat sopan, "Oh, iya... Saya Juned." ​Pria itu melirik jam tangannya yang sudah hampir menunjukkan pukul enam sore, lalu menatap ke arah luar gerbang basement yang mulai diguyur warna langit jingga. ​"Kenapa belom pulang, Dek Caca? Ini kan jam kerja kantor udah selesai dari tadi, lagian udah mau magrib juga ini
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Gadis Di Basement
"Oh, sorry ya, Sin... Aku gak tahu kalau kamu sudah pisah sama dia," ucap Juned dengan nada suara yang terdengar sangat tidak enak hati kepada teman lamanya itu. ​Ia menggaruk dahinya pelan, merasa bersalah karena telah mengungkit kembali kenangan pahit dari masa lalu Sinta di tengah obrolan santai mereka siang ini. ​Sinta tersenyum lembut, ia menggelengkan kepalanya perlahan untuk mengusir rasa canggung yang sempat menyelimuti atmosfer di antara mereka berdua beberapa detik lalu. ​"Gak apa-apa, Ned... Santai aja, lagian kejadiannya juga udah lama banget kok, aku sekarang udah biasa aja kalau bahas masalah itu," ucap Sinta menenangkan Juned. ​Ia kembali membuka lembaran kertas dokumen baru di dalam map biru tua, mengalihkan fokus pembicaraan mereka agar tidak larut dalam suasana sedih. ​"Yaudah, kita lanjut lagi ya... Ini bagian terakhir tentang alur pengajuan cuti tahunan karyawan divisi operasional," ucap S
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Pertanyaan Yang Tak Tepat
"Gimana, Ned? Udah mulai paham sama sistem kerja di sini?" tanya Ratna sembari melangkah lebih dekat ke arah sofa. ​"Hmmm, udah dikit sih, Tadi Sinta jelasinnya pelan-pelan jadi bisa masuk ke otak," ucap Juned sembari mengusap tengkuknya yang terasa agak kaku. ​Ratna mengangguk pelan, ia kemudian melirik jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangan kirinya yang mulus. ​"Yaudah nanti lanjut lagi, kita makan siang dulu yuk, perutku udah laper banget ini," ucap Ratna mengajak Juned sembari berbalik arah menuju pintu luar. ​"Okehh, Aku beresin berkas ini sebentar," sahut Juned yang langsung merapikan letak kertas dokumen di atas meja kayu. ​"Nanti kita lanjut lagi ya, Sin, sehabis jam istirahat makan siang ini selesai," ucap Juned santai sembari menepuk pelan map biru di tangannya. ​"Baik, Pak... Nanti jam satu siang saya akan kembali lagi ke ruangan Bapak," ucap Sinta bersikap sopan di de
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Menunda Reuni
"Pak Juned, ini ruangan Bapak... Silakan, Pak," ucap Leni sembari membukakan pintu kayu jati yang posisinya berada tepat di depan ruangan kerja milik Ratna. ​Wanita muda dengan setelan blazer hitam itu memberikan isyarat tangan ke arah dalam ruangan baru yang tampak rapi dengan meja kerja besar dan sofa kulit di sudutnya. ​"Terima kasih, Len," ucap Juned sembari menganggukkan kepalanya pelan, ia melangkah masuk ke dalam ruangan luas yang akan menjadi tempat kerjanya mulai hari ini. ​Leni mengangguk sopan dan langsung meninggalkan Juned untuk kembali ke meja sekretarisnya yang berada di lorong depan, menutup kembali pintu ruangan tersebut secara perlahan. ​Juned berjalan mendekati kursi kerja berbahan kulit yang empuk, ia mendudukkan tubuh bidangnya di sana sembari mengembuskan napas panjang untuk meredakan sisa rasa canggungnya. ​Tak berapa lama saat Juned sedang duduk di kursinya sambil memperhatikan pemanda
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Sosok Dari Masa Lalu
"Kayaknya kamu udah lebih pintar sekarang pake kemeja daripada pertama kali kesini yaa..." ucap Ratna sembari melangkah masuk ke dalam kamar. ​Ia mendekat ke posisi berdiri Juned, lalu mengulurkan tangan kanannya untuk mengusap dada bidang pria itu yang kini terbalut kain kemeja katun dengan rapi. ​"Aku gak mau buat malu majikan aku di kantornya nanti, seenggaknya aku harus bisa kasih kesan baik untuk karyawanmu nanti," ucap Juned dengan nada suara yang rendah. ​Ratna tersenyum manja mendengar jawaban yang keluar dari mulut asisten pribadinya itu, ia menengadahkan kepala lalu mengecup pelan pipi kiri Juned yang sempat memerah semalam. ​"Pintar sekali asisten aku ini jawabnya," puji Ratna sembari melepaskan pautan tangannya dari pundak Juned lalu melangkah mundur dua langkah ke arah pintu luar. ​"Yaudah Ayok kita berangkat, nanti kalau kesiangan malah kita yang terjebak macet di jalan
Última atualização: 2026-05-21
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

Dayat, Seorang Teknisi handal spesialis dalam memperbaiki elektronik ataupun kelistrikan. Menjalani kesehariannya sebagai seorang Tukang Servis panggilan dalam lingkungan sebuah komplek Elit yang rata-rata di huni oleh para Wanita dewasa kesepian. Demi bertahan hidup dan melunasi sisa hutang keluarganya, dayat harus berjuang mengambil resiko dan mencari peluang bahkan dalam lubang sesempit apapun. Godaan silih berganti, para wanita berkuasa yang haus akan sentuhan pria, membuat dayat sering kali membuat pilihan dan bertahan demi tujuannya.
Ler
Chapter: Kesempatan dan Project Baru
"Jadi begini, Yat. Biar diperjelas lagi detail pekerjaannya di depan Astrid. Tugas kamu nanti di perumahan Galaxy Permai seperti biasa. Instalasi listrik dari jaringan utama ke dalam tiap rumah, sekaligus memeriksa fungsi mesin air di semua unit. Terakhir, kamu harus memastikan finishing pengerjaan instalasi itu rapi dan beres semua tanpa ada cacat," jelas Clara dengan nada suara yang lugas dan terarah. Dayat mengangguk-angguk paham, matanya ikut memperhatikan baris kalimat pada dokumen di atas meja. "Untuk unit yang sudah dipesan oleh pembeli, apa ada permintaan atau spesifikasi khusus untuk penempatan jalurnya, Tan?" tanya Dayat dengan sopan. Clara menggelengkan kepalanya perlahan, lalu menyandarkan kembali punggungnya ke sofa empuk. "Untuk sementara ini, belum ada request tambahan dari beberapa orang yang sudah booking unit di sana. Jadi kamu bisa pasang semuanya pakai standar baku yang biasa kamu pakai saja. Biar pengerjaannya juga bisa berjalan lebih cepat." Astrid yang sejak
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Sosok Pendamping Berikutnya
Luki tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pundak Dayat berulang kali, membuat sisa es kopi di dalam gelas Dayat sedikit bergoyang. Mata Luki melirik ke arah mobil sedan hitam mewah milik Clara yang baru saja melaju pergi meninggalkan area parkir warung kopi seberang kantor tersebut. ​"Gila ya, masih siang bolong begini saja lo sudah dipanggil Bos ke rumahnya, Yat! Benar-benar pekerja teladan lo, selalu siap sedia setiap saat," ucap Luki di sela-sela sisa tawanya. ​Dayat mendengus pelan, ia merapikan kembali posisi duduknya di atas bangku kayu yang teduh. "Halah, mending siang begini, Luk, daripada malam-malam disuruh datang ke rumahnya sendirian. Malah lebih repot urusannya kalau sudah larut." ​Luki mengedipkan sebelah matanya dengan ekspresi jenaka. "Lho, justru kalau dipanggil malam-malam kan enak, dong. Bisa sekalian berbagi selimut hangat di dalam kamar, hahaha!" ​Dayat langsung menjitak pelan lengan Luki, wajahnya menunjukkan ekspresi kesal yang dibuat-buat. "Ah, otak lo isi
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Hal Yang DiTakutkan dan Mengenakan
"Wah, bahaya ucapan kamu, Lin. Jangan-jangan kamu malah mulai ketagihan lagi sekarang?" tanya Dayat dengan volume suara yang ditekan serendah mungkin, mencoba menanggapinya dengan nada bergurau namun matanya menatap serius. Linda tidak mengalihkan pandangannya, ia justru mengulas senyum tipis yang sarat akan arti dan menopang dagunya dengan kedua tangan. "Nah, itu dia tujuan utama aku mengajak kamu makan bareng siang ini, Mas Dayat. Sekalian aku memang mau bilang kalau aku itu kepingin mencobanya lagi sama kamu." Dayat menaikkan kedua alisnya, sedikit terkejut dengan keberanian Linda. "Maksud kamu gimana, Lin?" Linda memajukan posisi duduknya sedikit lagi ke arah meja, matanya berkilat penuh harap. "Yang kemarin itu kan karena baru pertama kali buat aku, jadi rasanya masih sakit dan aku kurang bisa menikmati prosesnya, Mas. Sekarang aku mau mencobanya lagi sekali lagi sama kamu, biar aku bisa benar-benar merasakan bedanya." Dayat langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Upah Keringat
"Eh, maaf ya sayang. Mama tadi nggak kedengaran di dalam. Mama tadi habis menemui Om Dayat, itu lho... lagi minta tolong benerin lampu di dalam yang sempat mati."​Aldo yang masih polos hanya mengangguk-angguk percaya tanpa menaruh curiga sedikit pun. "Oh, kirain Mama lagi tidur. Adek lapar banget nih, Ma. Mau makan siang."​Tak lama kemudian, Dayat keluar dari arah koridor dalam dengan pakaian yang sudah rapi kembali, meskipun sisa keringat masih terlihat di pelipisnya. Ia melangkah mendekati Putri dan Aldo yang masih berdiri di dekat ambang pintu utama dengan sikap yang sopan.​Putri menoleh ke arah anaknya, lalu menunjuk ke arah Dayat. "Nah, ini Om Dayat yang sudah bantu Mama tadi. Adek, ayo salim dulu sama Om-nya, bilang terima kasih."​Aldo melangkah maju satu langkah, meraih tangan kanan Dayat, lalu menempelkan punggung tangan Dayat ke dahinya dengan sopan. "Terima kasih ya, Om, sudah benerin lampu rumah kita."​Dayat tersenyum hangat, ia mengelus pucuk kepala Aldo dengan lembu
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Keringat Mengalir Di Siang Hari
"Gimana, Mas Dayat? Tawaran aku yang tadi masih berlaku, lho. Kamu mau apa nggak membantu aku malam ini? Kalau kamu mau, nanti uang bayaran servis sanyonya aku lebihin banyak buat kamu," ucap Putri dengan volume suara yang sangat rendah, sarat akan desakan gairah. Dayat menatap tubuh Putri dari ujung kaki hingga ke dada bidangnya yang naik-turun dengan cepat. Bentuk tubuh Putri yang semok, padat, dan berisi di balik daster tipis itu benar-benar meruntuhkan sisa-sisa pertahanan yang ia bangun sejak pagi. Hasratnya sebagai laki-laki sudah berada di ubun-ubun, membuat tenggorokannya terasa luar biasa kering. Dayat menegakkan punggungnya, lalu mengangguk perlahan dengan tatapan mata yang dalam. "Boleh, Mbak Put. Kalau Mbak memang butuh bantuan saya, saya siap." Putri tersenyum lebar, sepasang matanya berbinar puas mendengar persetujuan itu. Ia langsung meraih pergelangan tangan Dayat, menariknya dengan lembut namun pasti agar bangkit dari sofa. "Ayo, kita pindah ke dalam kamar s
Última atualização: 2026-05-20
Chapter: Godaan Baru Janda Desa
Putri menurunkan tubuhnya ke atas sofa empuk, tepat di sebelah Dayat namun masih menyisakan sedikit jarak. Ia menyilangkan kakinya, membuat belahan dasternya sedikit tersingkap di bagian paha. "Gimana kopinya, Mas Dayat? Cocok nggak sama lidah orang kota?" tanya Putri sambil menopang dagunya dengan satu tangan, menatap Dayat tanpa berkedip. Dayat meletakkan cangkirnya ke atas tatakan kaca dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi. "Enak banget, Mbak Put. Mantap, terasa banget kalau ini kopi asli tanpa campuran," jawab Dayat dengan nada sesopan mungkin, meski matanya sempat melirik sekilas ke arah leher putih Putri yang masih menyisakan sisa kelembapan setelah berganti pakaian tadi. Putri tertawa kecil, suara tawanya terdengar rendah dan serak. Ia memajukan sedikit posisi duduknya, membuat aroma sabun mandi dari tubuhnya semakin jelas tercium oleh Dayat. "Bisa saja kamu, Mas. Di rumah ini sepi banget sejak aku balik. Nggak ada teman mengobrol yang pas. Kamu kalau kerja beg
Última atualização: 2026-05-20
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

Raga, pria berusia 25 tahun, memilih hidup sederhana sebagai penjaga sebuah kos putri di pinggiran kota. Di mata orang lain, ia hanyalah pemuda biasa yang bekerja demi menyambung hidup. Tak ada yang tahu, Raga menyimpan masa lalu kelam yang membuatnya menyingkir dari kehidupan sebelumnya. Hari-harinya terlihat tenang, hingga kedatangan para penghuni baru mengubah segalanya. Gadis manja, janda muda, hingga wanita pekerja keras—semuanya tinggal di bawah atap yang sama, dengan rahasia dan kehangatan masing-masing. Godaan datang tanpa henti. Senyum samar, lirikan penuh arti, dan momen-momen intim yang tak sengaja tercipta membuat Raga harus berjuang menahan diri. Namun semakin ia menolak, semakin kuat tarikan yang menyeretnya ke dalam hubungan terlarang dengan para penghuni kos. Bisakah Raga bertahan menjaga batas, atau justru tenggelam dalam gairah liar yang siap membakar dirinya?
Ler
Chapter: Ending Kebahagiaan Kedua Istri
Raga melangkah masuk ke halaman rumah dengan wajah yang sumringah, hampir saja ia bersiul saking senangnya. "Wah, Mas Raga pulang-pulang kok senyumnya lebar banget, ada apa Mas?" tanya Ranti sambil meletakkan tumpukan baju di sampingnya.Raga langsung duduk di antara mereka dengan semangat, ia menaruh kopi bungkusan yang ia bawa dari warung desa. "Kabar bagus, Dek! Ternyata orang-orang di desa sini baik banget, Mas baru aja ngobrol sebentar, eh malah ditawarin bantuan kayu buat bikin keramba," pamer Raga sambil menatap kedua istrinya bergantian.Wulan tersenyum lega, ia mengusap lengan suaminya dengan lembut. "Syukurlah kalau Mas diterima baik di sini, aku sempet khawatir orang kota kayak Mas bakal kaku kalau ngobrol sama warga desa," sahut Wulan sambil terkekeh kecil.Raga menggeleng mantap, ia merasa benar-benar dihargai bukan karena uangnya, tapi karena sikapnya. "Nanti sore Mas mau ambil kayunya ke rumah Pak RT, beliau malah mau bantu Mas masang pondasinya juga biar kuat nahan ar
Última atualização: 2026-02-20
Chapter: Awal Hidup Damai
Tante Paula mengangguk pelan ke arah kedua wanita itu, lalu memberikan isyarat dengan matanya. "Wulan, ajak Ranti masuk ke kamar dulu ya, Tante mau bicara sebentar sama Raga. Ada hal penting soal urusan rumah ini," ucap Tante Paula dengan nada yang tidak bisa dibantah namun tetap terdengar tenang. Wulan yang sudah paham tabiat Tante Paula segera mengajak Ranti masuk. "Ayo, Ran, kita beresin kamar buat Tante Paula juga kalau beliau mau menginap," ajak Wulan sambil menggandeng tangan Ranti yang tampak sedikit tegang. Setelah memastikan kedua wanita itu masuk ke dalam rumah, Tante Paula mengajak Raga duduk di kursi teras. Ia melipat tangannya di dada, menatap lurus ke arah danau dengan tatapan dingin yang selama ini ia sembunyikan di depan Wulan. "Raga, dengarkan Tante baik-baik," buka Tante Paula tanpa basa-basi lagi. "Kamu sekarang benar-benar aman tinggal di sini. Carmella dan Lucy sudah Tante singkirkan, mereka nggak akan pernah bisa mengganggu kamu atau menyentuh keluarga kamu la
Última atualização: 2026-02-20
Chapter: Raga & Wulan
Arkhan duduk di kursi kayu teras rumah yang menghadap langsung ke danau, sementara Wulan dan Ranti duduk di hadapannya. Suasana sangat tenang, hanya terdengar suara air danau yang tenang, membuat Arkhan merasa ini adalah waktu yang tepat untuk jujur sepenuhnya. "Ran, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu sebelum kita melangkah lebih jauh di sini," ucap Arkhan dengan nada bicara yang berubah menjadi lebih berat dan serius. Ranti mengernyitkan dahi, ia menatap pria di depannya itu dengan rasa penasaran yang besar. "Ada apa lagi, Mas? Bukannya semua rahasia sudah selesai di kosan kemarin?" tanya Ranti dengan suara lembut. Arkhan melirik istrinya, lalu menarik napas panjang seolah ingin membuang beban yang selama ini menghimpit pundaknya. "Nama aku dan Intan itu sebenarnya bukan Arkhan dan Intan, Ran... nama asli aku adalah Raga, dan istriku ini namanya Wulan," ungkap Raga dengan tatapan yang jujur. Wulan hanya mengangguk pelan, ia menggenggam tangan Ranti seolah menguatkan bahwa apa
Última atualização: 2026-02-20
Chapter: Arkhan dan Kedua Istrinya
Arkhan yang sedang terlelap langsung terjaga saat mendengar suara gaduh dari arah kamar mandi. Ia melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit, memperlihatkan Intan yang sedang membungkuk di depan wastafel, berusaha mengeluarkan isi perutnya namun hanya cairan bening yang keluar. "Lho, Dek? Kamu kenapa? Masuk angin ya?" tanya Arkhan sambil menghampiri Intan dan memijat tengkuk istrinya dengan lembut. Intan hanya menggeleng lemah, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin membasahi dahinya. "Nggak tahu Mas, tiba-tiba aja mual banget, bau minyak wangi kamu di baju juga rasanya bikin perut aku nggak enak," sahut Intan sambil berkumur untuk menghilangkan rasa pahit di mulutnya. Arkhan terdiam sejenak, otaknya langsung teringat sesuatu yang ia simpan di dalam laci lemari pakaian sejak bulan lalu. Ia segera berlari menuju lemari dan mengambil sebuah kotak kecil berisi tespek yang memang sengaja ia beli untuk berjaga-jaga. "Ini, kamu coba cek dulu pake ini, Mas curiga kamu bukan sekadar masuk
Última atualização: 2026-02-20
Chapter: Kehebohan Wanita-wanita Arkhan
Baru saja Arkhan ingin bernapas lega, tiba-tiba Raya muncul dari balik pagar dengan wajah yang ditekuk masam. Ia langsung berdiri di depan Arkhan, tidak peduli dengan keberadaan Intan, Ranti, dan Nita yang masih berkumpul di sana. "Mas Arkhan pilih kasih banget sih! Kalau emang mau nambah, kenapa cuma mereka berdua? Aku juga mau dong jadi istri keempat!" seru Raya dengan suara lantang yang membuat para penghuni kos lainnya langsung melongokkan kepala. Belum sempat Arkhan menjawab, Anna datang dengan langkah terburu-buru, wajahnya terlihat sembap seperti habis menangis. "Aku juga nggak terima ya, Mas! Daripada tiap mau berhubungan Mas harus bayar aku atau beliin ini itu, mending sekalian nikahin aku aja biar sah!" teriak Anna sambil menunjuk ke arah kamarnya sendiri. Intan yang berdiri di samping Arkhan langsung mematung, matanya terbelalak menatap Anna lalu beralih ke ponsel mahal di tangan gadis itu. "Tunggu... jadi HP baru sama barang-barang mewah kamu kemarin itu dari Mas Arkhan
Última atualização: 2026-02-20
Chapter: Ketidakadlilan Bagi Penghuni Yang Lain
Belum sempat Arkhan membuka mulut untuk membela diri, sesosok bayangan muncul di ambang pintu depan. Nita melangkah masuk dengan gaya santai, seolah tidak peduli dengan suasana panas yang sedang terjadi di ruang tengah itu. "Duh, berisik banget sih sampai ke kamar kos, ada pesta apa sih di sini?" tanya Nita dengan nada bicara yang enteng, sambil menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu. Intan, Ranti, dan Arkhan serentak menoleh ke arah Nita dengan ekspresi yang berbeda-beda. Nita hanya tersenyum tipis, matanya melirik nakal ke arah Arkhan yang wajahnya sudah tidak karuan warnanya. "Mbak Intan jangan terlalu kaget gitu dong, ya namanya juga resiko punya suami ganteng kayak Mas Arkhan," ucap Nita sambil memainkan ujung rambutnya dengan santai. Intan menatap Nita dengan tatapan kosong, seolah tenaganya sudah habis untuk terkejut lagi. "Jadi kamu juga, Nit? Kamu juga ada main sama suamiku?" tanya Intan dengan suara yang nyaris hilang. Nita tertawa kecil, ia melangkah mendekat tanpa ras
Última atualização: 2026-02-20
Você também pode gostar
AKU ANAK ORANG KAYA, MAS!
AKU ANAK ORANG KAYA, MAS!
Young Adult · Siti_Rohmah21
225.9K visualizações
Terobsesi Dosen Cantik
Terobsesi Dosen Cantik
Young Adult · agneslovely2014
195.4K visualizações
Satu Atap
Satu Atap
Young Adult · IamBlueRed
149.6K visualizações
PACAR TARUHAN
PACAR TARUHAN
Young Adult · MarniHL
137.9K visualizações
Si Miskin Jadi Keren
Si Miskin Jadi Keren
Young Adult · Donat Mblondo
124.2K visualizações
My Sweet Bodyguard
My Sweet Bodyguard
Young Adult · Butiran Rinso
99.0K visualizações
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status