MasukAyahku sekarat, tapi ibu tiriku malah bersenang-senang dengan sopir kami setelah berhasil menguasai harta keluargaku. Sekarang, aku baru berpikir untuk berencana membalasnya, tapi aku tidak menyangka jika dia malah menjeratku dalam fantasi gilanya!
Lihat lebih banyakTernyata mereka belum jera dan masih berkeliaran bebas di wilayah ini.Tiba-tiba, salah satu preman berambut gondrong dengan tato di lehernya menoleh ke arah pagar rumah kami. Begitu matanya beradu pandang denganku, seringai bengis langsung terukir di wajahnya yang kotor. Dia mengenali wajahku."Eh, itu dia si brengsek yang kemarin!" teriak si gondrong, memprovokasi teman-temannya.Tanpa diduga, dengan beringas dia menerobos kerumunan warga, berlari kencang ke arah pagar rumah kami yang kebetulan sedang sedikit terbuka. Sebelum Pak Gunawan sempat bertindak, preman itu sudah merangsek maju dan menyergapku. Tangan kotornya mencengkeram kuat kerah bajuku, berniat menarikku keluar ke jalanan."Mau lari ke mana lu, hah?!" bentaknya kasal, bau alkohol murahan langsung menusuk hidungku.Aku tidak tinggal diam. Dengan gerakan cepat, kedua tanganku mencengkeram pergelangan tangan preman itu yang menempel di dadaku. Aku memutar tubuhku ke samping, memanfaatkan momentum untuk membalikkan cen
Karena merasa kasihan melihat dia yang paling bersemangat dari kemarin, aku mencoba memberikan solusi alternatif yang aman."Kenapa kamu gak ajak teman-temanmu aja buat ikut bareng ke Bali, Tas? Mereka kan sekarang pastinya lagi sama-sama libur kuliah juga. Kalau kamu liburannya rame-rame sama temenmu, pasti suasananya bakal lebih seru dan bebas tanpa perlu khawatir dikejar waktu," usulku memberikan ide baru.Ayah langsung menepuk tangannya setuju, matanya berbinar menatap Tasya. "Nah, Aris bener tuh, Tas! Ajak aja temen-temen kuliahmu ikut liburan ke sana biar suasananya lebih rame dan seru."Tasya mendongak, matanya yang tadi lesu langsung berbinar cerah. "Emangnya beneran boleh, Pa? Ini kan liburan keluarga kita. Tapi... Tasya juga belum tahu sih mereka bisa ikut apa enggak, soalnya mereka pasti punya rencana liburan masing-masing sama keluarganya.""Boleh dong, Sayang, kenapa enggak. Kamu hubungi mereka sekarang lewat chat, tanyakan mumpung kita masih punya waktu sebelum beli tike
Aku mengklik beranda fotonya, menelusuri gambar-gambar lama saat dia sedang memamerkan hasil karya busananya di atas panggung catwalk. Hingga jariku terhenti pada sebuah foto bersama yang diunggah belasan tahun lalu. Di dalam foto itu, Mirna tampak berdiri anggun sembari merangkul Nikita, Tante Rina, dan yang membuatku terkejut... ada Ayah juga di sana yang sedang tersenyum lebar mengenakan setelan jas formal.Darahku mendadak berdesir dingin. Ternyata Ayah memang mengenal dekat perempuan bernama Mirna ini sejak lama. Tapi kenapa selama ini Ayah maupun yang lainnya menganggap wanita ini seolah-olah tidak pernah ada di dunia? Ini benar-benar aneh dan mencurigakan.Aku mencoba mencari informasi terbaru mengenai keberadaan Mirna saat ini di internet, namun hasilnya nihil, tidak ada berita atau catatan medis apa pun mengenai namanya.Aku beralih mengunjungi jejaring sosial akun Bookface miliknya. Unggahan terakhirnya tercatat pada pertengahan tahun 2012 silam, dan setelah itu akunnya
"Iya, Bu, tadi aku habis ganti baju langsung gym dulu sebentar," jawabku seadanya dengan ekspresi tenang.Nikita melangkah maju sangat dekat denganku, lalu berbisik parau tepat di depan dadaku agar suaranya tidak terdengar ke atas."Nanti temui Mama di kamar tamu ya setelah semuanya tidur. Sudah lama sekali Mama tidak merasakan kejantananmu, Aris. Mama sudah kangen," bisik Nikita penuh gairah.Aku tersenyum tipis, merubah wajahku sedingin mungkin demi taktik sandiwaraku. "Ok, nanti aku ke sana kalau suasana rumah sudah sepi.""Mama tunggu ya, Sayang," ucap Nikita manja sembari tangannya meremas lenganku kuat sebelum aku melangkah menaiki tangga menuju kamarku.Aku hanya melempar senyuman kaku, lalu segera melangkah pergi meninggalkan Nikita menuju kamarku di lantai dua. Setelah berada di dalam, aku langsung mengganti kemejaku dengan kaos santai karena badanku sebenarnya sudah bersih setelah mandi di tempat gym tadi. Aku memutar anak kunci dua kali hingga berbunyi klek, memastikan rua
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak