Se connecterAyahku sekarat, tapi ibu tiriku malah bersenang-senang dengan sopir kami setelah berhasil menguasai harta keluargaku. Sekarang, aku baru berpikir untuk berencana membalasnya, tapi aku tidak menyangka jika dia malah menjeratku dalam fantasi gilanya!
Voir plus"Semalam kamu tidur di mana, Aris?" tanya Kakek Kosim menatapku penasaran.Aku bingung. Jika aku jujur mengatakan semalam ketiduran di kamar Laras, Kakek Kosim pasti akan sangat kecewa dan marah padaku."Mmm... semalam aku ikut para warga ronda, Kek. Terus ketiduran di pos ronda," kataku terpaksa berbohong."Oh, pantesan... Aris, apa kamu tadi lihat ada orang kota itu datang?" tanyanya lagi."Ng-nggak tahu, Kek... Tadi aku gak lewat sana," sahutku pelan sembari mengusap tengkuk."Ya sudah kalau gitu, kamu mending sarapan dulu. Kakek tadi sudah masak nasi goreng," ujar Kakek Kosim tersenyum ramah."Iya, Kek, makasih," kataku melangkah masuk ke dalam rumah panggung."A Aris, nanti temenin Aldi ke sungai ya!" seru Aldi girang membuntutiku dari belakang."Iya, Di. Aa juga sekalian mau mandi," kataku mengacak rambutnya.Saat aku sedang sarapan nasi goreng di meja makan kayu, pikiranku terus berputar kencang. Fakta bahwa Pak RT Slamet bersekongkol dengan Ayah dan Pak Yanto untuk menjual de
Tanganku menyergap pinggul mulusnya, meremas buah dadanya yang padat berisi dari balik kain tipis."Mmmhh... A Aris... sentuh aku lebih dalam, A!" desah wanita itu tersengal-sengal di dekat telingaku.Gairahku yang terkumpul selama masa penyembuhan meledak tanpa kendali. Aku membalikkan posisi tubuh, melucuti seluruh pakaian wanita itu hingga tubuh polosnya yang kencang, mulus, dan harum terhampar bebas di bawah temaram cahaya bulan yang menerobos celah bilik.Tanpa membuang waktu, aku berlutut di antara kedua pahanya yang merenggang lebar. Kuhantamkan si Gatot yang sudah tegang tebal maksimal menembus liang intimnya yang sangat basah.JLEBBBB-PLOK!"AAAAAGHHH! A ARIS! NIKMAT BANGET, A!" jerit wanita itu melengkungkan dadanya ke atas, membalas dorongan pinggulku dengan goyangan yang sangat agresif dan liar.Pergumulan panas dan liar ini terasa begitu sangat bergairah dan nikmat.Aku memacu pinggulku dengan kecepatan penuh, menghantamkan si Gatot jauh menembus rahim intimnya dari posi
Aku menatap gadis cantik di depanku dengan kaget. Senyumnya yang ramah dan suaranya yang lembut sejenak membuat pikiranku yang kalut terasa lebih tenang."Terima kasih banyak ya... Maaf, kalau boleh tahu namamu siapa?" tanyaku pelan sembari menerima cangkir teh hangat darinya.Gadis itu tersenyum manis, membetulkan letak helai rambutnya di balik telinga. "Nama saya Laras, Kak. Saya keponakan Kakek Kosim. Rumah saya cuma berjarak dua panggung dari sini. Selama Kak Aris latihan dan dirawat Kakek, saya yang sering membantu menyiapkan makanan di dapur.""Oh, Laras... Sekali lagi terima kasih banyak ya, Laras. Sudah merepotkanmu selama seminggu ini," sahutku merasa sungkan."Sama sekali tidak merepotkan, Kak. Kak Aris makan yang banyak ya, supaya tenaganya pulih sempurna," bisik Laras manis sebelum berpamitan melangkah keluar kamar.Desa ini bernama Desa Sukamaju, sebuah pemukiman terpencil yang berada di balik lembah pegunungan dan dialiri sungai jernih dari dasar jurang Parongpong. Sua
Aku mengatupkan bibir, mulai memfokuskan pikiran. Awalnya, lima belas menit pertama terasa cukup mudah bagiku yang sudah terbiasa latihan beban di gym. Namun, memasuki menit ketiga puluh, paha dan betisku mulai terasa sangat panas, pegal, dan gemetaran hebat! Keringat bercucuran deras membasahi kaos dan wajahku."Jangan menyerah, Aris! Tahan!" seru Kakek Kosim memberi semangat dari samping. "Salurkan rasa panas itu menjadi kekuatan! Fokuskan napasmu!"Aku memejamkan mata, membayangkan wajah Marni yang menangis meminta pertolongan, membayangkan jasad Ibuku yang dijadikan patung semen, serta rasa sakit saat dilempar ke dalam jurang. Amarah dan tekad dendam itu kujadikan bahan bakar untuk membakar rasa pegal di kakiku. Kutarik napas dalam-dalam, menahannya di pusar, lalu menghembuskannya perlahan.Ajaibnya, rasa panas membakar di pahaku perlahan-lahan berubah menjadi sensasi hangat yang sangat kokoh! Kakiku yang tadinya bergetar hebat mendadak kembali mencengkeram tanah dengan sanga
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.