LOGINAyahku sekarat, tapi ibu tiriku malah bersenang-senang dengan sopir kami setelah berhasil menguasai harta keluargaku. Sekarang, aku baru berpikir untuk berencana membalasnya, tapi aku tidak menyangka jika dia malah menjeratku dalam fantasi gilanya!
View MoreAku melumat bibirnya dengan ciuman agresif yang menuntut, saling bertukar lidah dan air liur dengan rakus tanpa memberikan jeda untuk napasnya. Pengaruh alkohol mengubahku jadi mesin predator yang bergerak tanpa batas kendali. Aku melorotkan singlet dan celanaku sendiri, membebaskan si Gatot yang sudah menjulang tegap sempurna, menghitam keras sekeras baja, dan berurat menonjol menantang langit kamar.Tanpa menggunakan pelicin apa pun selain cairan alaminya yang mulai membanjiri bagian intinya, aku membuka kedua paha wanita itu lebar-lebar di atas kasur, dan dengan satu hentakan kuat yang bertenaga, aku menghujamkan si Gatot masuk sampai mentok amblas seluruhnya menembus liang surgawinya yang sempit."AGHHH! Kak... pelan-pelan... gede banget ahhhh!" teriak wanita itu histeris menahan sodokan raksasaku yang memenuhi rahimnya.Tapi aku tidak memedulikan rintihan sakitnya sedikit pun; ritme pinggulku bergerak memacu dengan kecepatan penuh yang sangat kasar, brutal, dan penuh dominasi a
"Masa kamu kalah hanya karna gara-gara ada cctv begitu, Ris!" potong Pak Yanto terdengar kecewa. "Kamu harus segera membawa dokumen itu secepatnya, Ris. Jika tidak, nanti Nikita akan berhasil menguasai semua bisnis dan aset milik Ayahmu secara mutlak!""Iya, Pak. Nanti akan aku usahakan cari celah amannya," jawabku hambar, sekedar meredakan desakannya."Usahakan secepatnya ya, Ris. Oh ya, kamu harus memperhatikan Ayahmu juga, lindungi dia. Takutnya Nikita akan kembali melakukan aksinya untuk menyingkirkan Ayahmu pakai racun saraf itu. Pokoknya kalau bisa kamu harus selalu di dekatnya, kita tidak pernah tahu apa rencana Nikita selanjutnya di belakang kita."Setelah telepon berakhir, aku menurunkan ponsel dan meletakkannya kembali di meja. Tatapan mataku berubah jadi dingin.Sekarang aku mulai berpikir, apakah Pak Yanto sebenarnya tidak tahu Ayah itu orangnya seperti apa di belakang publik? Pak Yanto dan Pak Andri sudah lama berteman dengan Ayah. Seingatku, sebelum Ayah menikah dengan
Aku langsung menjatuhkan diriku terlentang di atas kasur yang empuk, menatap kosong ke arah langit-langit plafon kamar dengan hati yang remuk. Air mata kekecewaan kembali meleleh perlahan di sudut mataku. Sepertinya... malam ini aku memutuskan untuk bermalam dan tidur di ruangan gym ini saja.Aku benar-benar sangat malas, muak, dan tidak ingin pulang ke rumah itu hanya untuk bertatap muka langsung dengan Ayah kandungku sendiri. Aku sangat takut, jika malam ini aku nekat pulang dan melihat wajah munafiknya di meja makan, aku tidak akan bisa lagi menahan ledakan amarah hebat di dalam dadaku yang bisa membuat sandiwara ini hancur berantakan.Sembari menatap kosong, sebuah ingatan mendadak melintas di kepalaku mengenai sosok Bagas, pemuda mahasiswa teknik yang waktu itu hampir saja aku tabrak di jalan raya kota. Untaian kalimat misterius yang meluncur dari bibir dingin Bagas waktu itu mendadak terngiang-ngiang kembali membelah isi kepalaku.'Sebaiknya kakak lebih mengenal lagi orang y
Aku tidak menjawab pertanyaan Bang Rico. Aku hanya melempar senyum kaku yang hambar, seolah isyarat bahwa aku sedang tidak ingin diganggu atau diajak bicara lebih jauh. Aku kembali membalikkan tubuhku menghadap ke arah cermin besar, meraih sepasang dumbbell berbobot berat yang terletak di atas rak besi, lalu melanjutkan sesi latihan otot dada yang sempat tertunda tadi.Melihat reaksiku yang dingin dan enggan membuka suara, Bang Rico yang sangat paham akan watakku memilih untuk tidak mendesak lagi. Ia berdeham pelan, lalu berbalik melangkah pergi kembali untuk melatih member pria yang sejak tadi sudah menunggunya di sudut area smith machine.Aku meluapkan seluruh sisa tenaga terpendam dalam tubuhku habis-habisan. Gerakan incline dumbbell press dan dumbbell fly kulakukan dengan tempo yang cepat, sangat bersemangat dan kasar. Setiap kali bayangan tangan Risma yang menggandeng mesra jemari Ayah di depan lobby hotel melintas di benakku, detik itu juga otot-otot dadaku serasa mendapatka
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore