FAZER LOGINAyahku sekarat, tapi ibu tiriku malah bersenang-senang dengan sopir kami setelah berhasil menguasai harta keluargaku. Sekarang, aku baru berpikir untuk berencana membalasnya, tapi aku tidak menyangka jika dia malah menjeratku dalam fantasi gilanya!
Ver mais"Makasih banyak ya, Aris..." bisik Nikita berkaca-kaca."Tapi aku dan Nikita tidak akan terus bersembunyi dan benar-benar menghilang, Aris," pangkas Tante Rina tegas. "Kami akan menyamar dan tetap tinggal di Bandung. Kami tidak akan pernah berhenti sebelum keberadaan Mirna ditemukan!"Mendengar nama Mirna terucap, aku merasa ini adalah saat yang tepat untuk membongkar temuan laboratorium rahasia bawah tanah kepada mereka.Setelah dokter pamit melangkah keluar kamar, aku mendekati ranjang Nikita dan berbisik rapat."Ibu... Tante Rina... Sebenarnya ada hal yang belum aku ceritakan. Mengenai temuanku di ruang bawah tanah itu, mungkin sebaiknya kita bicarakan disini saja. Sepertinya malam ini cukup aman, mengenai tante Mirna juga aku menemukan informasinya."Nikita dan Tante Rina tersentak, menatapku tanpa berkedip."Apa Aris, tolong katakan apa yang kamu temukan di sana?" tanya Tante Rina tidak sabar."Di sana... ada barisan patung manekin, tumpukan baju wanita, dan ratusan kantong klip
"Kamu jauh lebih beruntung dari aku, Gas," kataku dengan suara agak bergetar. "Kita berdua sama-sama anak Gunadi, tapi dari Ibu yang beda. Bedanya, Ibumu masih ada di sampingmu. Sementara Ibuku... Ibuku udah meninggal secara misterius bertahun-tahun lalu. Aku hidup sendirian, Gas. Nggak ada siapapun yang bisa aku percaya. Aku gak punya saudara lagi... cuma kamu satu-satunya saudaraku saat ini."Bagas tertegun membisu. Tatapan matanya yang tadi tegang perlahan melunak, memancarkan rasa iba yang mendalam."A Aris..." gumam Bagas lirih. Dia menghela napas panjang, seolah luluh oleh kejujuranku. "Ya udah, A. Nanti aku aturin biar Aa bisa ketemu sama Ibu. Tapi ingat, jangan bawa kendaraan pribadi milik Aa pas ketemu Ibu, takutnya keberadaan Ibu terendus sama si Gunadi.""Aku paham, Gas. Makasih banyak," jawabku lega. "Tapi... bisa ketemunya besok?""Bisa, besok aku kabarin," sahut Bagas.Aku merapikan posisi dudukku, menatap Bagas serius. "Gas, sebenarnya... seberapa jauh kamu tahu soal Ay
Di sepanjang perjalanan menuju Cikajang, ponselku bergetar nyaring berturut-turut. Nama Ayah berkilat-kilat di layar. Aku menghela napas, menggeser tombol hijau, lalu mengangkatnya dengan nada tenang."Aris! Kamu di mana?! Katanya mau serahkan dokumen itu pagi ini ke Ayah?" bentak Ayah di seberang telepon."Maaf banget, Yah... Tiba-tiba ada urusan bisnis mendadak di luar kota yang harus aku selesaikan pagi ini," alibiku santai. "Tapi Ayah tenang saja, dokumennya sudah di tanganku dan sangat aman. Ini aku kirimkan foto beberapa lembar berkasnya dulu ke HP Ayah sebagai bukti."Aku segera Mengirimkan foto beberapa lembar berkas dokumen rekayasa hasil buatan orang-orang Tante Rina ke pesan Ayah.Berkas ini kelihatan sangat meyakinkan. Cepat selesaikan urusanmu dan pulang, Ayah tunggu dokumen fisiknya!""Pasti, Yah. Nanti sore aku langsung pulang," jawabku sebelum menutup telepon.Tiba di kediaman Ibu Hj. Salmah di Kampung Cikajang, suasana rumah panggung kayu itu terasa sangat sejuk. Bu
Cairan ini bisa kujadikan barang bukti fisik yang sangat kuat untuk diserahkan kepada Pak Jenderal Bintang Satu dan Pak Diki.---Keesokan harinya, kota Bandung diselimuti cuaca pagi yang sejuk. Setelah membersihkan diri dan merapikan pakaian kemeja yang bersih, aku berencana pergi ke kantor pusat skincare milik Nikita untuk mengambil salinan dokumen asli yang diminta Ayah, sekaligus memfotokopi beberapa berkas penting untuk kuserahkan pada Pak Jenderal.Sebelum berangkat, aku teringat pada dompet kulit cokelat milik wanita berrambut bergelombang yang tertinggal di atas meja kerjaku semalam. Karena suasana semalam terganggu oleh telepon misterius dan kedatangan Ayah yang mendadak, aku belum sempat memeriksa isinya.Aku melangkah mendekati meja kerja, mengambil dompet kulit cokelat tersebut, lalu memutar resletingnya hingga terbuka lebar.Di dalam dompet itu terdapat beberapa lembar uang kertas pecahan lima puluh ribuan, beberapa kartu diskon belanja, serta sebuah Kartu Tanda Penduduk






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliaçõesMais