LOGINAyahku sekarat, tapi ibu tiriku malah bersenang-senang dengan sopir kami setelah berhasil menguasai harta keluargaku. Sekarang, aku baru berpikir untuk berencana membalasnya, tapi aku tidak menyangka jika dia malah menjeratku dalam fantasi gilanya!
View MoreKarena merasa kasihan melihat dia yang paling bersemangat dari kemarin, aku mencoba memberikan solusi alternatif yang aman."Kenapa kamu gak ajak teman-temanmu aja buat ikut bareng ke Bali, Tas? Mereka kan sekarang pastinya lagi sama-sama libur kuliah juga. Kalau kamu liburannya rame-rame sama temenmu, pasti suasananya bakal lebih seru dan bebas tanpa perlu khawatir dikejar waktu," usulku memberikan ide baru.Ayah langsung menepuk tangannya setuju, matanya berbinar menatap Tasya. "Nah, Aris bener tuh, Tas! Ajak aja temen-temen kuliahmu ikut liburan ke sana biar suasananya lebih rame dan seru."Tasya mendongak, matanya yang tadi lesu langsung berbinar cerah. "Emangnya beneran boleh, Pa? Ini kan liburan keluarga kita. Tapi... Tasya juga belum tahu sih mereka bisa ikut apa enggak, soalnya mereka pasti punya rencana liburan masing-masing sama keluarganya.""Boleh dong, Sayang, kenapa enggak. Kamu hubungi mereka sekarang lewat chat, tanyakan mumpung kita masih punya waktu sebelum beli tike
Aku mengklik beranda fotonya, menelusuri gambar-gambar lama saat dia sedang memamerkan hasil karya busananya di atas panggung catwalk. Hingga jariku terhenti pada sebuah foto bersama yang diunggah belasan tahun lalu. Di dalam foto itu, Mirna tampak berdiri anggun sembari merangkul Nikita, Tante Rina, dan yang membuatku terkejut... ada Ayah juga di sana yang sedang tersenyum lebar mengenakan setelan jas formal.Darahku mendadak berdesir dingin. Ternyata Ayah memang mengenal dekat perempuan bernama Mirna ini sejak lama. Tapi kenapa selama ini Ayah maupun yang lainnya menganggap wanita ini seolah-olah tidak pernah ada di dunia? Ini benar-benar aneh dan mencurigakan.Aku mencoba mencari informasi terbaru mengenai keberadaan Mirna saat ini di internet, namun hasilnya nihil, tidak ada berita atau catatan medis apa pun mengenai namanya.Aku beralih mengunjungi jejaring sosial akun Bookface miliknya. Unggahan terakhirnya tercatat pada pertengahan tahun 2012 silam, dan setelah itu akunnya
"Iya, Bu, tadi aku habis ganti baju langsung gym dulu sebentar," jawabku seadanya dengan ekspresi tenang.Nikita melangkah maju sangat dekat denganku, lalu berbisik parau tepat di depan dadaku agar suaranya tidak terdengar ke atas."Nanti temui Mama di kamar tamu ya setelah semuanya tidur. Sudah lama sekali Mama tidak merasakan kejantananmu, Aris. Mama sudah kangen," bisik Nikita penuh gairah.Aku tersenyum tipis, merubah wajahku sedingin mungkin demi taktik sandiwaraku. "Ok, nanti aku ke sana kalau suasana rumah sudah sepi.""Mama tunggu ya, Sayang," ucap Nikita manja sembari tangannya meremas lenganku kuat sebelum aku melangkah menaiki tangga menuju kamarku.Aku hanya melempar senyuman kaku, lalu segera melangkah pergi meninggalkan Nikita menuju kamarku di lantai dua. Setelah berada di dalam, aku langsung mengganti kemejaku dengan kaos santai karena badanku sebenarnya sudah bersih setelah mandi di tempat gym tadi. Aku memutar anak kunci dua kali hingga berbunyi klek, memastikan rua
"Boleh saja, asalkan Tante ngerti.""Tenang saja, Tante akan memberikan apa pun yang kamu mau. Tapi ini jadi rahasia kita, jangan sampai ada yang tahu termasuk Nikita," bisik Tante Rina mewanti-wanti."Tante tenang saja semuanya aman. Kalau gitu aku mau bersih-bersih dulu, udah sore.""Mau nge-gym ya? Yang semangat ya biar tubuhmu makin seksi dan nanti mainnya makin kuat," goda Tante Rina."Pasti kalau itu. Aku rajin latih kaki biar hentakannya makin keras dan kuat.""Aww kamu nakal juga, ya sudah kamu mandi dulu. Di ruangan ini juga ada kamar mandi, kamu tinggal lurus saja yang di depan ada pintu.""Iya, Tante."Aku mulai bangun masih dalam keadaan tanpa busana lalu berjalan ke arah kamar mandi.Kamar mandinya cukup luas, bergaya seperti di hotel bintang lima. Setelah selesai mandi, aku menutupi tubuhku dengan handuk, lalu berjalan ke luar. Terlihat Tante Rina masih belum berpakaian, dia sedang memainkan ponselnya di sofa."Waww kamu sangat seksi, kamu cocok jadi model, Ris.""Tapi a
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore