LOGINBani Kirana adalah kepala keluarga Kirana. Dia adalah orang yang sederhana dan tidak banyak keluar rumah. Dia mempercayakan operasional keluarga Kirana kepada Yaya yang sangat cakap dalam mengelola keluarga Kirana. Yaya juga memiliki pertemanan yang luas dan koneksi dengan banyak prajurit serta tokoh kuat dari seluruh dunia. Bani dalam diam menyetujui langkah yang diambil oleh Yaya. Dia juga setuju untuk mengundang Chandra ke kediaman keluarga Kirana hari ini. Dia tahu kedatangan Chandra ke kediamannya. Namun, dia memutuskan untuk tidak keluar menemui Chandra. Karena baginya, dia adalah prajurit super kuat yang tidak butuh untuk berteman dengan prajurit lainnya. Dia lebih memilih untuk tetap tinggal di pengasingan. Tak! Tak! Tak!Langkah kaki terdengar semakin dekat. Yaya memasuki ruangan tempat Bani mengasingkan diri dengan gaun merah mencoloknya. Dia melihat sosok laki-laki yang sedang duduk di atas lantai lalu berkata dengan penuh hormat, “Ayah.”Bani membuka matanya lalu menatap
Para anggota inti keluarga Kirana yang menunggu di depan pintu masuk akhirnya pergi. “Senior, silakan,” ujar Yaya penuh hormat seraya mengundang Chandra untuk masuk ke dalam rumah besar itu. Kemudian Chandra memasuki rumah keluarga Kirana dan langsung pergi menuju ruang tamu. Dia pun duduk di atas sofa dan tepat di meja yang berada di depannya terhidangkan berbagai macam buah suci. Semua buah itu memiliki nilai yang tak terhingga dengan energi yang sangat menakutkan. Bahkan Merzia sampai tidak bisa menahan diri untuk berkata, “Mewah! Semua ini sungguh mewah!”Chandra juga turut tidak bisa menahan diri dan langsung mengambil satu buah suci yang berkilauan lalu memakannya. Sari buah itu dengan cepat mengalir di tenggorokannya dan kekuatan dahsyat seketika mengalir di tubuhnya. Setiap pori di tubuhnya tiba-tiba terbuka dan memancarkan cahaya. Chandra merasa seakan kekuatan di dalam tubuhnya meningkat dalam sekejap mata. “Lumayan juga,” puji Chandra. Namun, Yaya justru menatap aneh ke
Banyu diam-diam merasa senang. Chandra adalah seorang prajurit kuat tak tertandingi. Jika Danya bersama Chandra, maka mereka akan menjadi saudara. Kelak, siapa yang berani menindas Banyu lagi di dunia luar?”“Silakan, Senior.”Banyu bicara dengan Chandra sambil tersenyum lebar. Chandra tidak mengatakan apa pun. Mereka segera berangkat menuju Kota Pil. Kota Pil telah dipenuhi oleh banyak prajurit kuat. Kedatangan Chandra pun menimbulkan sensasi. Jalanan kota dipenuhi orang. Orang-orang spontan memberi jalan untuk Chandra.“Itu dia.”“Pemuda yang ada di samping Tuan Banyu, prajurit kuat yang kalahkan Yanu dengan mudah.”“Dia prajurit kuat super? Nggak mirip. Auranya sangat lemah.”“Kamu tahu apa? Ini namanya merendah. Merendah. Mengerti?”Suara-suara orang berdiskusi terus berdatangan. Chandra juga mendengar isi pembicaraan mereka. Dia sama sekali tidak menyangka. Kaisar Ceptra hanya turun tangan membantunya membereskan masalah. Namun ternyata hal itu menyebabkan kehebohan sebesar ini. S
Keluarga Kirana tidak diragukan lagi merupakan salah satu keluarga terkemuka di Kota Pil. Bahkan jika ketua Pavilion Pil datang sendiri, keluarga Kirana tidak akan sampai melakukan hal sejauh ini. Pada saat yang sama, seluruh Kota Pil juga membicarakan tentang Chandra.“Kamu nggak lihat, sih. Senior itu kuat sekali. Dia cuma gerakkan tangannya, Yanu langsung kalah. Satu kali gerakan, Segel Durga Yanu langsung retak.”“Aku lihat.”“Senior muda ini terlalu kuat. Gerakan santai saja bisa mengeluarkan begitu banyak kekuatan.”“Dari mana asalnya senior ini?”“Nggak tahu.”Di Kota Pil, prajurit kuat dari Alam Kekaisaran sampai Alam Ajaib pun sedang membicarakan Chandra. Semua sibuk berspekulasi tentang asal-usulnya.Sementara itu, Chandra telah meninggalkan Kota Langit bersama Banyu. Mereka berjalan santai menuju Kota PIl. Merzia juga ikut. Baru keluar dari Kota Langit, mereka muncul di jalan setapak di luar puncak utama Pavilion Pil. Tiba-tiba, seorang perempuan berjalan mendekat.Perempuan
“Kapan?” tanya Chandra.“Malam ini,” jawab Banyu.Chandra mendongak, melihat langit. Hari sudah senja, malam akan segera tiba. Dia pun mengangguk, “Baiklah. Ayo pergi.”“Oke, aku akan segera kabari Yaya biar dia bisa siap-siap dan buat acara ini meriah.”Banyu segera memberitahu Yaya. Setelah acara lelang berakhir, Yaya terus bertanya-tanya tentang identitas Chandra. Dia bahkan mencari Banyu. Untuk pertama kalinya, dia yang berinisiatif mencari Banyu.Berkat Banyu, Yaya akhirnya tahu sedikit latar belakang Chandra. Chandra adalah seorang prajurit kuat super. Kekuatannya boleh dibilang yang terkuat di dunia. Bahkan, mantan ketua Pavilion Pil yang bersembunyi dari dunia selama bertahun-tahun pun bukanlah tandingan Chandra.Setelah mengetahui hal itu, Yaya sangat terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka Chandra, pemuda yang tampaknya biasa saja itu ternyata memiliki kekuatan yang begitu dahsyat. Yaya pun mengusulkan untuk mengundang Chandra bertamu ke keluarga Kirana.Banyu melihat kesem
Apa itu Inti Kekuatan Lima Elemen? Apa itu Segel Durga? Chandra baru berada di Alam Ajaib. Dia bahkan belum memiliki Inti Kekuatan, apalagi Segel Durga. Kalau kelima organ dalamnya sudah lama menyatu dengan Sumber Lima Elemen.Tanpa sadar, Chandra memanggil Sumber Lima Elemen. Lima benda pusaka tak tertandingi muncul di hadapannya. Melihat Merzia yang terpelongo, Chandra pun bertanya, “Ini yang kamu maksud?”Merzia diam tercengang. Dia tidak tahu apakah itu Segel Durga. Namun, Chandra merasakan kekuatan yang sangat menakutkan di dalam Sumber Lima Elemen. Chandra juga takut Merzia akan tahu. Dia segera menyimpan kembali Sumber Lima Elemen dengan wajah yang terlihat canggung.“Kamu harus tempuh jalanmu sendiri. Aku nggak bisa ajari kamu apa pun,” ujar Chandra.Merzia baru tersadar dan bergumam, “Seperti yang diharapkan dari Guru. Segel Durga Lima Elemennya begitu luar biasa.”Merzia hanya seorang Kaisar Semu. Bagaimana dia bisa tahu tentang Sumber Lima Elemen? Dia mengira kalau itu Segel
Chandra sudah tahu harus mencari siapa. Ia tak banyak bicara selama perjalanan. Pesawat melaju menembus langit biru dan awan putih, dan tak lama kemudian, mereka tiba di Rivera. Setibanya di sana, Chandra langsung mengantar Nova ke keluarga Kurniawan.“Nova, aku akan pergi menemui Arya. Kalau ada apa
Pedang Chandra melesat cepat, secepat kilat. Tak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan kecepatannya. Bahkan sebelum pedang itu mencapai Wukon, tanah di bawahnya sudah bergetar, debu beterbangan, dan batu-batu di sekitar kaki Wukon pecah terkena tekanan energi yang tak terlihat.Namun, Wukon t
Chandra berdiri lalu membungkukkan tubuhnya seraya berkata, “Aku di sini ingin meminta maaf padamu dengan setulus hatiku.”“Maaf.”“Aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu.”“Seharusnya aku mengatakan ini sejak lama, tapi ada banyak sekali hal yang harus kuurus. Jadi, aku terus menundanya sampai sekaran
Penghalang itu seperti rantai tak kasatmata yang mengunci sel-sel darah, menciptakan sensasi unik dan sulit digambarkan dengan kata-kata.“Oh iya, bagaimana denganmu? Bagaimana latihannya?” tanya Chandra.Maggie mengangguk, “Cukup baik. Aku sudah mulai menyerap energi alam, dan perlahan-lahan energiny







