ログインKekuatan yang memancar dari Istana Abadi yang ada di tubuh Chandra langsung menarik perhatian banyak orang. “Wow, kekuatannya sungguh kuat!”“Ini adalah aura kekuatan seorang Kaisar Agung.”“Apa mungkin dia adalah Kaisar Agung dan telah menyembunyikan kekuatannya selama ini?”Para prajurit kuat yang ada di tempat langsung terbelalak ketika merasakan kekuatan yang dipancarkan oleh Chandra. Bahkan Gutar sampai menganga penuh keterkejutan. Dia benar-benar tidak percaya, kalau kekuatan Chandra bisa meningkat tajam hanya dalam sekejap mata. Bahkan Dewi yang telah mengetahui latar belakang Chandra juga dibuat terkejut lalu dia pun bergumam, “Bagaimana mungkin auranya bisa berubah sekuat ini? Apa mungkin dia sudah menyembunyikan kekuatannya selama ini?”Semua prajurit dibuat terpana oleh kekuatan Chandra. Di saat yang bersamaan, suara Kaisar Ceptra terdengar dari dalam Istana Abadi. Dia meminta Chandra untuk mendorong ukiran yang ada di dinding batu.Chandra seketika terbang setelah mendeng
Kaisar Ceptra sangatlah sombong. Dia yakin, kalau Kaisar Agung biasa bukanlah lawan yang sebanding untuknya, sekalipun saat ini hanya ada sedikit jiwanya saja yang tersisa. Namun, Chandra merasa sangat lega setelah mendengar perkataan Kaisar Ceptra. Kemudian dia bertanya, “Apa kamu bisa menghancurkan formasi ini? Tempat ini berhubungan dengan istriku, Nova. Aku ingin masuk dan melihat apa yang ada di dalam.”“Tidak masalah,” jawab Kaisar Ceptra santai. “Aku bisa menghancurkan formasi ini,” ujar Chandra sambil menatap ke arah para tokoh kuat yang dipimpin oleh Burando. Pernyataan Chandra langsung membuat suasana hening dengan seluruh tatapan tertuju ke arah Chandra. Bahkan Gutar sampai berpikir kalau dia sudah salah dengar. Dia bergegas menghampiri Chandra lalu bertanya dengan nada tidak percaya, “Apa kamu bilang? Kamu bisa menghancurkan formasi itu?”Chandra mengangguk yakin. Namun, Gutar justru tertawa seraya berkata, “Haha! Kamu pikir, siapa kamu? Bahkan seorang prajurit tingkat
Namun di saat yang bersamaan, sekelompok orang mendekat dari kejauhan. Semua tokoh penting yang ada di tempat, tampak terkejut ketika melihat sekelompok orang yang datang. Mereka semua tampak membeku dan menatap sekelompok orang itu dengan tatapan penuh hormat.“Burando,” gumam seseorang. Chandra menatap ke kejauhan. Sekelompok orang itu mendekat dengan cepat dan muncul di depan dinding batu dalam sekejap mata. Dewi bergerak maju lalu berkata dengan penuh rasa hormat, “Ketua Sekte.”Sosok yang muncul itu adalah sosok yang tidaklah asing bagi mereka semua. Karena sosok itu adalah Burando, Ketua Sekte Bela Diri Sejati.Dia datang bersama beberapa sosok prajurit kuat ke Belantara Liar. Kemudian mereka bergegas masuk ke dalam kediaman Zanovar. Namun, sepanjang perjalanan mereka sama sekali tidak menemukan jejak Zanovar ataupun monster buas lainnya, jadi mereka langsung saja masuk ke bagian terdalam dari Kediaman Zanovar. Burando mengangguk ringan lalu menatap ke arah pola yang terukir d
Banyak makhluk yang memihak Gutar. Di mata mereka, bagaimana mungkin Chandra yang hanya seorang prajurit tingkat kesepuluh Alam Ajaib dapat memahami apa itu Bunga Durga? Sekalipun Chandra paham, itu juga pasti karena dia hanya membacanya dari beberapa catatan kuno.Bagaimana mungkin seseorang dengan tingkat kekuatan serendah itu dapat mengenali kalau gambar yang terukir di dinding batu adalah Bunga Durga yang telah diacak? Karena di antara begitu banyak prajurit kuat, tidak satu pun yang dapat mengenali kalau itu gambar Bunga Durga yang diacak.“Bunga Durga apaan? Kalau nggak mengerti, jangan asal ngomong. Kamu tahu apa itu Bunga Durga?”Seorang pria keluar dari kerumunan. Dia berwujud manusia, tapi memiliki sepasang sayap hitam di punggungnya. Ujung hidungnya runcing, yang terlihat agak aneh. Manusia burung itu telah mengamati Dewi sejak lama, tapi belum menemukan kesempatan untuk memulai percakapan. Sekarang, dia pun berjalan ke depan Dewi.Dengan sikap sopan, pria itu memperkenalkan
“Iya,” jawab Chandra.“Kamu keluar dulu,” perintah Kaisar Ceptra.Roh Chandra pun tidak berlama-lama tinggal di Istana Abadi. Dia meninggalkan Istana Abadi, lalu rohnya menyatu kembali dengan tubuh fisiknya.Sementara itu, di dalam Istana Abadi. Kaisar Ceptra juga sedang melihat ukiran di dinding gua. Bertahun-tahun yang lalu, dia telah berkeliling dunia, menjelajahi setiap tempat berbahaya yang ada di alam semesta. Dia telah mempelajari banyak hal tentang Zaman Hemel Kuno bahkan Zaman Antigo.Setelah mengamati beberapa saat, akhirnya Kaisar Ceptra menemukan beberapa petunjuk. “Chandra, ini gambar Bunga Durga,” ujarnya.“Bunga Durga?” Chandra terkejut.Chandra pernah mendengar tentang Bunga Durga. Bunga Durga adalah sesuatu yang ajaib. Dari dia mekar sampai layu, butuh waktu tepat 4,9 miliar tahun, ini yang dikenal sebagai satu zaman.“Ini gambar Bunga Durga, tapi diacak-acak. Ini juga sebuah formasi. Hanya dengan menyatukan gambar Bunga Durga baru bisa buka formasi ini. Tapi, sangat s
Chandra benar-benar tidak menyangka kalau adalah sebagian roh Kaisar Ceptra menyatu dengan Istana Abadi. Dia sudah lama memiliki Istana Abadi, tapi sama sekali tidak tahu hal ini.“Di dunia ini hanya aku tahu soal Kaisar Ceptra. Bahkan Sasa yang dulunya selalu berada di Istana Abadi juga nggak tahu kalau roh Kaisar Ceptra sudah menyatu dengan Istana Abadi ini,” kata Roh Penunggu.Setelah berpikir sejenak, Chandra baru berkata, “Jadi, sekarang bagaimana keadaan Kaisar Ceptra?”“Gimana, ya? Kaisar Ceptra memang sudah mati. Tapi ada sebagian rohnya masih tersisa. Selama rohnya masih ada, cepat atau lambat dia akan bangkit kembali. Awalnya, setelah masa pemulihan yang panjang, kekuatan roh Kaisar Ceptra sudah pulih sedikit.”“Tapi, waktu itu Sasa bantu kamu meramal. Dia sentuh batasan Langit dan hampir terbunuh. Waktu itu, sisa roh Kaisar Ceptra muncul dan bantu Sasa menahan serangan itu.”“Apa?” Chandra terkejut ketika mendengar hal itu.Sasa memang sering membantu Chandra meramal. Namun,
“Alam kesembilan adalah tingkat yang tertinggi, tapi mau sampai ke sana susahnya bukan main. Dalam hidup yang terbatas ini, nggak mungkin mereka bisa sampai ke alam kesembilan karena terlalu susah. Dari dulu sampai sekarang belum ada seorang pun yang pernah. Cuma dengan memiliki hidup abadi saja bar
Wanto tampak tak berdaya mempertimbangkan keputusannya. Hidup abadi memang sangat menggoda bagi siapa pun, termasuk dirinya. Sebentar lagi batas nyawanya akan habis, dan sama seperti orang lain pada umumnya, Wanto pun takut akan kematian. Namun, yang dia khawatirkan adalah hal menjadi lepas kendali.
Chandra tampak keheranan melihat kakeknya sedang bersama dengan tetua Gunung Langit yang dia temui beberapa hari lalu. Dan juga, mengapa kemunculan mereka berdua diikuti oleh seekor kura-kura hitam raksasa?Kura-kura itu melayang di udara dengan mata merah darah menyala menatap segala manusia yang ad
Nova telah berlatih selama lebih dari sepuluh hari, keterampilannya pun meningkat dengan pesat. Dia yakin kalau energi sejati Chandra saat ini sudah hampir pulih. Jika tidak ada masalah, Chandra akan meninggalkan Kota Rivera dan pergi ke Kota Diwangsa selepas Festival Lentera.“Aku pergi cari Chandra







