LOGINChandra tidak tahu, mengapa kutukan itu kembali muncul di dalam tubuh Nova. Namun, kutukan itu bukan lagi sebuah ancaman bagi Chandra selama dia bisa menemukan Nova. Dengan begitu, dia bisa menghilangkan kutukan yang ada di dalam tubuh Nova. Dewi sempat berhenti sejenak lalu kembali pergi tanpa banyak basa-basi. Chandra juga tidak melanjutkan langkahnya karena tempat ini terlalu berbahaya. Mungkin saja, tempat ini hanyalah sebuah konspirasi. Lagi pula, dia sudah merasa cukup tenang selama ada Dewi di sekitarnya. Dia juga tidak akan mungkin bisa menyelesaikan masalah ini dengan kekuatannya kalau saja Dewi tidak bisa menyelesaikannya. Chandra lebih memilih berbalik dan pergi. Kemudian dia memutuskan untuk berhenti sejenak di pegunungan yang berada di dekat Kediaman Zanovar untuk menunggu informasi dari Dewi. Di sisi lain, di Perguruan Selatan yang berada di Kota Gurun Selatan. Tetua Agung dan Tetua yang lain telah kembali. Seorang laki-laki paruh baya berusia sekitar empat puluh tahu
Di saat yang bersamaan, Dewi juga merenung seperti Chandra. Dia bertanya-tanya, apakah yang dikatakan Chandra benar adanya? Sepertinya, apa yang dikatakan oleh Chandra adalah fakta jika dilihat dari keadaan saat ini. Bagaimanapun juga, Chandra mengetahui banyak hal tentang Nova. Bahkan dia bisa mengatakan kalau kekuatan jahat yang ada di tubuh Nova adalah kekuatan kutukan. Terlebih lagi, Chandra juga memiliki kekuatan kutukan yang sama seperti ibunya. Kemungkinan besar, Chandra adalah ayahnya jika yang dikatakan Chandra semuanya adalah fakta. Dewi menatap Chandra. Dia merasa sulit untuk menerima jika dirinya memiliki ayah seperti Chandra. Sebenarnya, tidak ada salahnya jika dia memiliki ayah. Namun, ayahnya ini sangatlah lemah. Hal inilah yang sulit untuk diterimanya. “Sekarang, ada di mana Nova? Apa dia ada di dalam Kediaman Zanovar?” tanya Chandra cepat.Dewi masih merasa kurang yakin dengan perkataan Chandra. Namun, dia juga tidak bisa berbohong setelah mendengar pertanyaan Chand
“Kami menggunakan Lorong Waktu dan membuka jalan menuju Dunia Tawang secara paksa lalu memasukinya.”“Waktu umat manusia sudah hampir habis. Penguasa Dunia Manusia menggunakan Lorong Waktu dan membuka Sungai Waktu secara paksa lalu mengirim kami ke masa lalu. Namun, kecelakaan terjadi di Sungai Waktu.”“Aku muncul seratus ribu tahun sebelum masaku, sedangkan Nova entah muncul di zaman apa,” jelas Chandra sambil menatap Dewi. Dewi mengerutkan keningnya sambil merenung, apakah yang dikatakan Chandra fakta atau kebohongan. Chandra sadar, kalau apa yang diceritakannya memang sulit untuk dipercaya. Akhirnya, dia mengeluarkan Jarum 81 Langit seraya berkata, “Penggabungan antara Jarum 81 Langit yang ada di tanganku dan Jarum 81 Penghancur yang ada di tangan Nova bisa membentuk Lorong Waktu.”“Kamu mungkin sulit mempercayainya. Oleh karena itu, kita harus menemukan Nova agar dia bisa menjelaskan semuanya padamu.”“Hehe!”Dewi terkekeh lalu berkata, “Jadi, menurutmu kamu adalah ayahku?”Chand
Dewi Kurniawan menatap Chandra dengan penuh keterkejutan di wajah cantiknya. Dia tahu, seberapa kuatnya formasi di luar. Hanya seorang Kaisar Agung yang bisa menembusnya. Namun, Chandra baru berada di tingkat sepuluh Aam Ajaib. Dia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menerobos formasi itu. Apa mungkin laki-laki seperti ini bisa menembus formasi sekuat itu? Dewi terus menatap Chandra dengan tajam. Di saat yang bersamaan, Chandra melangkah maju dan menghampiri Dewi. Ini adalah pertama kalinya dia bisa berada sedekat ini dengan Dewi. Semakin lama, sosok Dewi semakin mirip dengan Nova dan Weni. Hufh!Chandra menarik napas panjang. Dia berusaha menenangkan diri dan tidak bertindak gegabah. Dia tidak ingin tiba-tiba mengatakan kalau dirinya adalah ayah dari Dewi. Karena mungkin saja, Dewi akan langsung menghabisinya. “Kamu datang ke sini karena ingin mencari Nova, kan?” tanya Chandra ragu. Dewi sangat terkejut dan langsung melangkah mundur sambil menatap Chandra dengan penuh kewasp
Dalam sekejap mata, tubuh prajurit itu terlempar dan mendarat dengan keras di atas tanah. Selain itu, dia juga memuntahkan darah dari mulutnya. Prajurit kuat itu adalah seorang prajurit tingkat Trinitas Dewa Agung. Sosok sekuat itu saja langsung terhempas dan terluka ketika berusaha memasuki formasi. Oleh karena itu, tidak ada lagi yang berani masuk dan bertindak gegabah. Gutar berdiri sambil berpikir untuk memasuki formasi. Walaupun dia mengerti sedikit tentang formasi, dia tidak mampu memasuki formasi itu dengan kemampuannya saat ini. Chandra melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Dewi memasuki formasi dan gerbang batu. Dia langsung mengerutkan keningnya lalu mulai melangkah maju, sampai berada di barisan paling depan. Kemudian dia bertanya kepada Roh Penunggu yang berada di dalam Istana Abadi, “Roh Penunggu, apa kamu bisa menembusnya?”Tidak lama kemudian, Roh Penunggu berkata, “Walaupun formasi ini cukup sulit, tapi menembusnya bukanlah suatu masalah.”“Kalau begitu,
Kediaman Zanovar adalah sebuah gua kultivasi yang memiliki jalan setapak yang mengarah ke segala arah. Chandra memilih jalan setapak secara acak dan segera bergerak maju. Tidak lama kemudian, dia bertemu dengan banyak makhluk yang sedang berkumpul dan saling berbisik satu sama lain. “Ini pasti formasi yang dibentuk Zanovar untuk menguji kita. Siapa yang bisa menembus formasi itu, maka bisa mendapatkan warisan Zanovar.”“Benar, pasti begitu. Bagaimanapun juga, Zanovar adalah prajurit paling hebat di dunia ini. Walaupun dia bukan Kaisar Agung, tapi dia berhasil melukai seorang Kaisar Agung dengan sangat parah. Pewarisnya pasti adalah sosok hebat dan berbakat dari berbagai aspek.”“Tapi, formasi ini tampak sangat sulit. Bagaimana kita bisa menghancurkannya?”Para makhluk berkumpul sambil terus berbisik. Chandra mendengarkan perbincangan mereka dengan saksama dan mengetahui kalau ada formasi yang menghalangi jalan mereka. Formasi ini harus segera dihancurkan untuk melanjutkan perjalanan.
“Haha, boleh juga kamu. Masih ada beberapa tetes anggur yang tersisa. Kamu bisa meminumnya semua. Meski nggak akan membantu energi sejatimu mencapai puncak, itu tetap bisa menambah banyak energi sejatimu. “Mendengar hal tersebut, Chandra sangat gembira dan segera meminum beberapa tetes anggur yang t
“Ayo!” Chandra terdiam dan membuat Harold tahu kalau lelaki itu tidak akan berani membunuhnya.“Cih!” dengus Chandra. Telapak tangannya mengeluarkan kekuatan hingga membuat tubuh Harold yang terduduk di lantai tertarik bangun.”“Kamu bisa bebas dari kematian, tapi nggak bisa terbebas dari hukuman hidu
Chandra duduk di dalam helikopter. Dia sedang menghitung waktu, juga melihat lingkungan sekitarnya.Sekitar 20 menit kemudian, helikopter itu sudah terbang ke luar kota dan tiba di pinggiran kota. Chandra yakin saat ini Pasukan Api Merah sudah dikerahkan. Selain itu, Chandra juga tahu kalau kamera sa
Kepala Gunung Langit adalah ketua perkumpulan dan memiliki status yang sangat tinggi di Someria.Kepala Gunung Langit generasi saat ini sudah pasti tidak akan lemah. Chandra menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan ponselnya lagi. Kali ini dia menelepon Paul yang berada di Kota Diwangsa.Segera, p







