Hampir Hilang Karena Penasaran

Hampir Hilang Karena Penasaran

last updateHuling Na-update : 2026-02-23
By:  MrR.storyIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
11Mga Kabanata
4views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Rasa penasaran kadang membuat kita hampir hilang—terjebak dalam pilihan yang salah, luka yang tak terlihat, dan jarak yang terasa tak terjembatani. Aku belajar bertahan, walau artinya harus mengalah pada diri sendiri, menahan godaan, dan merelakan sesuatu yang mungkin takkan kembali. Di balik setiap langkah, ada ketakutan dan penyesalan yang diam-diam menguji batasku. Tapi dari semua itu, aku menemukan sedikit cahaya—bahwa bertahan bukan berarti selesai, dan setiap luka menyisakan sisa kekuatan untuk hari-hari yang masih harus kulalui. Cerita ini mungkin berhenti di sini, tapi hidup tokohnya tidak. Ada hari-hari setelah ini yang akan menguji lagi luka lama, dan perjalanan menjaga diri baru saja dimulai.

view more

Kabanata 1

BAB 1 - Kilatan Awal

Aku tidak pernah membayangkan hidupku bisa berubah hanya karena satu kata: penasaran. Kata itu terdengar sepele, hampir tak berarti, tapi ternyata mampu membuka pintu yang tak kusadari akan kutemui. Awalnya semua terasa sederhana, terlalu sederhana. Terlalu mudah untuk diremehkan. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya bermain judi online. Tidak lebih. Tidak ada niat serius. Tidak ada rencana panjang. Hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa berhenti kapan saja.

Malam itu, aku membuat akun. Jari-jariku gemetar ketika memasukkan nominal deposit pertama. Tidak besar, hanya uang yang kupikir “aman untuk dicoba”. Aku sempat tertawa kecil, merasa ini sekadar hiburan, sama seperti orang lain yang sering kulihat di layar ponsel mereka. Namun, di balik tawa itu, ada getaran halus—rasa penasaran yang tak bisa kuabaikan. Jantungku berdetak sedikit lebih cepat, seolah ada alarm samar di dalam diri. Aku menatap ponsel dengan campuran rasa senang dan gugup. Ini pengalaman baru, dan aku ingin menikmatinya… tapi sekaligus menahan diri agar tidak larut.

Putaran pertama. Kosong.

Putaran kedua. Masih belum ada apa-apa.

Aku hampir menutup aplikasi itu ketika tiba-tiba angka di layar berubah. Saldo bertambah. Jantungku berdegup lebih cepat. Sensasi hangat menjalar di dada—perasaan campuran antara kaget, senang, dan bangga. Aku menang.

Tak lama, angka itu terus naik. Tanganku mulai berkeringat, nafas sedikit terengah. Delapan juta rupiah. Delapan juta. Aku menatap layar ponselku lama sekali. Rasanya seperti mimpi. Uang sebanyak itu datang tanpa keringat, tanpa kerja keras. Hanya dari beberapa sentuhan jari. Di kepalaku, suara logika berbisik pelan: “Berhenti. Cukup sampai di sini.” Tapi suara lain muncul, lebih halus, lebih licik: “Kalau baru segini saja sudah segini hasilnya, bagaimana kalau lanjut sedikit lagi?”

Aku mematikan ponsel dan meletakkannya di samping. Nafasku tidak teratur. Ada rasa takut samar, bayangan tipis di sudut ruangan. Jauh di dalam hati, aku tahu ada sesuatu yang tidak beres. Namun anehnya, rasa itu kalah oleh satu hal yang jauh lebih kuat: penasaran.

Malam itu, aku tidak bisa tidur. Mata terpejam, tapi pikiran terus berputar. Angka-angka menari di kepala, bayangan kemenangan terasa begitu nyata, seolah memanggilku untuk kembali. Aku merenung, bertanya-tanya apakah benar aku masih memegang kendali. Penasaran yang kupikir sepele ternyata menimbulkan pertanyaan besar: apakah aku bisa berhenti saat ingin? Apakah aku siap menghadapi konsekuensi?

Aku teringat teman lama, yang pernah hampir kehilangan segalanya karena permainan ini. Ia menceritakan bagaimana satu kemenangan kecil membuatnya percaya bisa mengendalikan semuanya. Tapi kenyataannya, setiap kemenangan justru mengikatnya lebih dalam, membuatnya semakin sulit mundur. Bayangan itu menghantui pikiranku, tapi aku mencoba menepisnya. “Ah, itu cuma cerita orang lain. Aku berbeda. Aku bisa berhenti,” kataku dalam hati.

Keesokan harinya, rasa penasaran itu masih menempel. Aku mencoba menenangkan diri dengan melakukan rutinitas biasa—sarapan, menonton berita, membuka email. Namun pikiran tentang malam sebelumnya tak bisa lepas. Setiap notifikasi di ponsel, setiap suara aplikasi, terasa seperti panggilan untuk kembali. Aku mencoba mengalihkan perhatian, membaca buku, mendengarkan musik, tapi tetap saja ada rasa dorongan halus di dalam diri. Dorongan itu bukan sekadar ingin tahu, tapi semacam tarikan adrenalin yang membuat hati berdebar.

Aku mulai menulis catatan kecil di buku harian: mencatat perasaan, ketakutan, harapan, dan juga strategi untuk menahan diri. Aku menulis bagaimana kemenangan itu membuatku merasa superior, tapi juga takut kehilangan kendali. Setiap kalimat menjadi pengingat bahwa keputusan kecil bisa membawa dampak besar. Aku ingin memahami diriku sendiri, mencoba mengamati pola pikir yang mungkin membawaku ke keputusan bodoh, dan sekaligus menenangkan rasa penasaran yang terus membesar.

Hari demi hari, aku mulai memperhatikan lingkungan sekitar. Orang-orang di sekitarku tampak biasa, menjalani rutinitas mereka, tapi aku mulai menyadari bahwa tiap orang menghadapi godaan dan pilihan masing-masing. Bayangan kesalahan temanku muncul lagi. Ia pernah kehilangan hampir segalanya karena satu dorongan kecil yang tidak tertahan. Aku tidak ingin mengulang jejak itu. Setiap detil, dari uang yang ditabung, waktu yang terbuang, percakapan yang terlewat, terasa begitu penting sekarang.

Aku mulai menambahkan narasi internal lebih detail: bagaimana suara jantungku saat membuka aplikasi, bagaimana cahaya lampu di kamar seolah menyorot layar ponsel, bagaimana aroma kopi di pagi hari terasa berbeda dari biasanya. Semua hal kecil itu memperkuat kesadaran bahwa pengalaman ini bukan sekadar hiburan. Aku sedang belajar tentang batas diri, tentang godaan, dan tentang konsekuensi yang mungkin terjadi.

Aku juga merenungkan masa lalu: bagaimana aku dulu mudah tergoda oleh hal-hal kecil, bagaimana keputusan impulsif bisa menghancurkan rutinitas, dan bagaimana pelajaran kecil kadang terlambat kuterima. Kini aku sadar bahwa kemenangan semalam hanyalah satu langkah kecil dalam perjalanan panjang, dan langkah berikutnya harus dipikirkan matang-matang.

Seiring malam menjelang, aku mencoba menenangkan diri. Berjalan-jalan sebentar di teras, menatap langit malam. Bintang-bintang tampak tenang, kontras dengan keruwetan pikiranku. Nafasku perlahan menenangkan diri, tapi rasa penasaran tetap ada, samar namun terasa. Aku menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar hiburan malam itu; ini adalah pelajaran tentang batas diri, tentang pengendalian, dan tentang konsekuensi yang mengikuti setiap keputusan.

Aku merenungkan tentang rasa penasaran itu sendiri. Mengapa manusia selalu terdorong untuk mencoba hal-hal yang mungkin membahayakan diri sendiri? Apakah itu naluri, adrenalin, atau sekadar keingintahuan? Aku merasa bahwa rasa penasaran, bila tidak dikendalikan, bisa menuntun pada kesalahan besar. Tapi bila dipahami dan diatur, ia bisa menjadi guru yang mengajarkan batasan diri.

Aku duduk kembali di kursi, menatap layar ponsel yang masih tergeletak di meja. Bayangan kemenangan semalam terus muncul di benakku, bercampur dengan ketakutan dan pertimbangan rasional. Aku menulis lagi, mencoba mengekspresikan ketegangan yang kurasakan. Kata demi kata menjadi jendela untuk menilai diriku sendiri. Aku sadar bahwa menulis tentang pengalaman ini membantu menenangkan pikiran dan membuat keputusan lebih jelas.

Malam menutup hari pertamaku setelah kemenangan itu. Aku menatap langit-langit kamar, merenungi langkah-langkah yang mungkin akan kuambil. Nafasku perlahan menenangkan diri, tapi pikiran tetap berputar. Satu hal jelas: aku telah membuka pintu, dan tidak ada jalan mundur yang mudah. Aku hanya bisa berharap bahwa di balik rasa penasaran ini, masih ada ruang untuk logika, kontrol diri, dan pembelajaran yang akan membimbingku ke arah yang lebih baik.

Aku tidur dengan mata terpejam, tapi kali ini dengan satu tekad samar di hati: untuk mengamati diri, belajar dari setiap keputusan, dan mencoba memahami batas antara keinginan dan konsekuensi. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi satu hal pasti: perjalanan ini baru dimulai. Rasa penasaran mungkin memanggil lagi, tapi kali ini aku ingin mencoba menahannya, meski itu sulit. Aku ingin tetap waspada, tetap belajar, dan tetap menyadari bahwa setiap keputusan kecil bisa membawa perubahan besar.

Aku menarik selimut lebih rapat, menutup mata, dan membiarkan diri hanyut dalam campuran perasaan lega dan cemas. Malam itu, aku tidur dengan satu kesadaran: dunia nyata penuh godaan, dan perjalanan menuju pengendalian diri tidak akan mudah. Tapi aku siap mencoba. Dengan setiap napas, aku belajar, menilai, dan bersiap menghadapi hari esok dengan hati lebih kuat, pikiran lebih jernih, dan rasa penasaran yang kini kudisiplinkan dengan pelan.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
11 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status