Mag-log inSelama bertahun-tahun, Elena Wijaya hanyalah bayang-bayang di balik kejayaan tunangannya. Diperas kecerdasannya hanya untuk dibuang ke jurang maut saat dianggap tak lagi berguna. Namun semesta memberinya kesempatan kedua, tepat dua jam sebelum nyawanya melayang. Alih-alih melarikan diri, Elena memilih melawan takdir dengan menabrakkan dirinya ke pelukan Samuel Adiguna, pria berkuasa untuk melawan Raka. Berkat suara hatinya, hidup Ellena berlimpah kasih sayang dan Samuel meratukannya.
view morePintu geser ruang VIP terbuka. Samuel berjalan masuk dengan langkah tegap, diikuti Erick Wijaya di belakangnya.Melihat mereka kembali, Elena langsung bangkit dari kursi dan menghampiri Samuel dengan gurat panik. Matanya sibuk meneliti penampilan Samuel dari ujung kepala hingga kaki.[Aduh... di bagian mana Ayah menghajarnya? Dia tidak akan melawan, kan? Bagaimana jika dia melawan?]Elena beralih menoleh ke arah ayahnya, seolah menelusur setiap inci tubuh ayahnya.[Sepertinya Ayah juga baik-baik saja. Lalu, apa yang mereka lakukan sejak tadi?]]Sudut bibir Samuel berkedut menahan tawa mendengar rentetan pertanyaan panik di kepala istrinya. Sementara itu, Erick yang berjalan di belakang Samuel langsung menghela napas berat."Elena..." panggil Erick dengan suara berat yang sengaja ditekan. “A-ah, iya, Yah?”"Suamimu itu baik-baik saja, tidak kurang satu apa pun. Kenapa kau menatap Ayah seolah-olah Ayah ini penjahat yang baru saja menyiksanya?"Uhuk!Maura dan Maria yang duduk di meja
Di sudut lain restoran, sebuah ruangan privat kecil menjadi saksi bisu pertemuan dua pria yang memiliki pengaruh besar di dunianya masing-masing. Berbeda dengan ruang VIP sebelumnya, atmosfer di sini terasa jauh lebih canggung, dingin, dan sarat akan ketegangan yang tak kasat mata.Erick Wijaya duduk dengan tegap, meraih teko keramik berukir emas untuk menuangkan teh ke dalam cangkir Samuel. Namun, belum sempat air hangat itu mengalir, tangan kekar Samuel menahannya dengan lembut namun tegas. “Biar saya saya, Ayah mertua.”Pria muda itu mengambil alih teko, lalu dengan gerakan tenang dan penuh hormat, justru dialah yang menuangkan teh ke cangkir Erick.“Terima kasih.”Erick memperhatikan gestur itu dengan tatapan datar, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi kayu jati. "Tuan Samuel, kau tidak perlu berpura-pura sopan padaku di ruangan ini. Aku tahu kau dan Elena sedang berbohong."Gerakan tangan Samuel terhenti sesaat sebelum ia meletakkan teko kembali ke tempatnya. Ia menatap san
Suasana di dalam ruang VIP restoran hotel bintang lima itu mendadak berubah layaknya ruang interogasi. Meja makan panjang yang mewah kini menjadi pembatas dua kubu. Samuel dan Elena duduk berdampingan di satu sisi, sementara Erick, Maria, dan Maura duduk berjejer di seberang mereka dengan tatapan menyelidik yang menghujam tajam.Erick Wijaya meletakkan cangkir tehnya dengan ketukan pelan, namun sarat akan wibawa seorang ayah. "Elena... Ayah ingin mendengar langsung dari mulutmu sendiri. Apa benar yang dikatakan Tuan Samuel tadi?”Elena menggigit bibir bawahnya karena gugup. Ia menoleh ke arah Samuel dan mendapati suaminya itu justru sedang tersenyum tanpa dosa sama sekali.[Dasar pria menyebalkan!]“Ayah… aku minta maaf—”“Ya atau tidak?!” potong Erick tegas.Elena tertunduk, lalu mengangguk kecil. “Ya, Ayah. Aku dan Samuel sudah menikah belum lama ini.”“Kenapa?” tanya Erick lagi, menuntut penjelasan.Samuel beralih menggenggam tangan Elena di atas meja, lalu menatap Erick dengan s
"Ini editan! Ini pasti video AI!" Suara Raka memekik histeris, memecah kesunyian ruang makan. Tangannya gemetar menunjuk layar ponsel, lalu beralih menunjuk Samuel dan Elena dengan tatapan murka. "Ayah! Kakek! Jangan percaya ini! Samuel menggunakan teknologinya untuk memfitnahku!" Sofia langsung berdiri, wajahnya memerah padam demi membela sang putra. "Benar Ayah mertua! Putraku tidak mungkin serendah itu! Tega-teganya kalian menjebak Raka yang tulus demi melegalkan perselingkuhan kalian sendiri! Kalian benar-benar jahat!" Pramoedya ikut menggebrak meja hingga gelas kristal berdenting. "Erick, lihat kelakuan putrimu! Dia membawa pria asing untuk menjatuhkan nama baik keluarga kami dengan taktik kotor!" Elena yang berdiri di samping Samuel hanya menatap drama itu dengan pandangan malas. “Itu benar atau tidak, seharusnya kalian lebih tahu dari kami,” ucap Elena. “Dasar jalang sialan! Raka kami tidak sekotor dirimu yang suka berselingkuh!” bantah Sofia, meski jelas
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu