เข้าสู่ระบบWuraz mengulurkan kedua tangannya yang gemetaran untuk mengambil pil dari Chandra. Demi rahasia keluarganya, dia telah melakukan perjalanan ke Gunung Seratus Gua berkali-kali. Akan tetapi, setiap kali pergi ke sana, dia akan pulang membawa luka. Kali ini, lukanya bahkan lebih parah. Sekalipun dia seorang prajurit kuat Alam Kekaisaran, dai juga tidak dapat menyembuhkan luka di dalam tubuhnya.Pada saat genting seperti ini, Chandra tiba-tiba muncul. Awalnya, Wuraz tidak ingin mengungkapkan rahasia itu. Namun setelah ditimbang-timbang, akhirnya dia memutuskan untuk mengungkapkannya. Setelah menerima pil dari Chandra, Wuraz tidak langsung minum pil itu.Chandra menatap Wuraz dan bertanya, “Bisa bicara sekarang?”Wuraz melirik Ayu yang berdiri di belakang Chandra. Chandra pun berkata, “Orang sendiri, nggak apa-apa. Katakan saja.”Wuraz duduk di samping, tenggelam dalam pikirannya sejenak. Sesaat kemudian, pria itu baru berkata, “Gunung Seratus Gua terletak di sebuah planet terpencil di deka
Banyu meninggalkan aula utama. Merzia menatap Wuraz dengan ekspresi bingung dan bertanya, “Ketua, Gunung Seratus Gua itu tempat apa?”Wuraz menarik napas dalam-dalam, “Gunung Seratus Gua menyimpan rahasia besar. Rahasia yang telah dijaga Keluarga Jagat selama berabad-abad.”“Jadi, Gunung Seratus Gua itu benar-benar ada?” tanya Merzia dengan terkejut.Namun, Wuraz tidak mengatakan apa pun lagi. Dia berdiri dan meninggalkan aula utama. Gurza bergegas mengikutinya. Keduanya berjalan berdampingan.“Apakah Ketua benar-benar akan mengungkapkan rahasia Gunung Seratus Gua?” tanya Gurza.Wuraz berpikir sejenak, lalu menjawab, “Keluarga Jagat sudah jaga rahasia ini selama berabad-abad. Selama berabad-abad itu pula, Keluarga Jagat sudah menghasilkan prajurit kuat Alam Kekaisaran tingkat lima ke atas. Tapi sampai leluhur kita mati pun belum ada yang mampu menembus formasi Gunung Seratus Gua. Kalau Chandra benar-benar sekuat itu, mungkin dia punya cara untuk menembus formasi itu.”“Selain itu, hany
Wuraz menanyakan tentang Chandra. Dia merasa sangat penasaran. Sebenarnya orang seperti apakah Chandra sampai bisa membuat Banyu begitu menghormatinya.Merzia sangat tidak senang dengan keputusan Wuraz. Namun, dia tidak langsung pergi. Begitu mendengar Wuraz bertanya tentang Chandra, dia pun menjadi tertarik dan ikut mendengarkan.Begitu Wuraz bertanya tentang Chandra, raut wajah Banyu seketika menunjukkan rasa hormat. “Kamu nggak tahu betapa menakutkannya Senior Chandra,” ujar Banyu. Kemudian, dia tenggelam dalam kenangan.“Beberapa waktu lalu, aku pergi ke Dunia Roh Sejati dan terjebak dalam sebuah konspirasi yang buat aku tanpa sengaja masuk ke sebuah dunia terkutuk. Kamu tahu apa itu kutukan? Itu adalah kekuatan kutukan. Legenda mengatakan kalau itu adalah kekuatan yang ditinggalkan oleh leluhur agung di Zaman Antigo. Dunia itu dipenuhi dengan kekuatan kutukan.”“Di dunia itu, ada prajurit kuat yang mengendalikan banyak sekali monster dan makhluk ganas. Yang paling lemah di antara
Setelah Banyu pergi, Ayu yang berdiri di belakang Chandra bertanya, “Tuan mau pergi ke Gunung Seratus Gua untuk cari benda suci. Sebenarnya untuk apa sih benda suci itu?”“Nanti kamu juga akan tahu.”Chandra tidak banyak bicara. Dia bersandar di kursinya sambil memejamkan mata, mulai memikirkan langkah berikutnya. Ayu berdiri di belakangnya sambil memijat bahunya. Pada saat ini, Chandra pergi lagi ke aula utama Sekte Jagat.Wuraz sedang membicarakan sesuatu dengan Gurza. Begitu melihat Banyu datang, dia langsung berhenti bicara. Banyu berjalan mendekat sambil tersenyum, dia bahkan sempat melirik Merzia. Merzia memiliki paras dan bentuk tubuh yang sempurna. Dia benar-benar seorang perempuan cantik yang tiada duanya.Namun, tatapan Banyu justru membuat Merzia merasa jijik. Dia pun berkata dengan sinis, “Apa kamu lihat-lihat?”“Oh.” Banyu baru tersadar. Dia menatap orang yang duduk di kursi pemimpin, lalu mengepalkan tangannya dan memberi hormat. “Ketua, aku datang ke sini untuk melamar.”
Wuraz tidak tahu bagaimana Chandra bisa tahu tentang Gunung Seratus Gua. Dia juga tidak tahu mengapa Chandra tahu kalau dia tahu tentang Gunung Seratus Gua itu. Namun, rahasia Gunung Seratus Gua terlalu besar. Dia tidak boleh mengungkapkannya kepada siapa pun.Sementara itu, Banyu sudah kehabisan akal. Dia bahkan sudah mengeluarkan Token Aliansi Bela Diri, tapi tetap saja tidak berguna. Token itu tidak membuat Wuraz bergeming. Token Aliansi Bela Diri adalah pemberian kakek Banyu. Sang kakek khawatir akan keselamatan Banyu saat mengembara di luar. Oleh karena itu, sang kakek memberikan token itu kepada Banyu.Banyu menatap Chandra. Chandra sedang duduk di kursi samping, sambil diam termenung. Sejujurnya, Banyu takut Chandra kehilangan kesabaran dan berakhir menggila. Dia telah menyaksikan sendiri seperti apa kekuatan Chandra. Jika Chandra menggila, Sekte Jagat benar-benar akan hancur. Banyu masih ingin menikahi Merzia. Dia tidak ingin Sekt Jagat hancur.Akan tetapi, Chandra hanya berpik
Raut wajah Wuraz tampak serba salah. “Aku benar-benar nggak tahu,” ujarnya.Chandra mengluarkan pil yang diberikan Kaisar Ceptra kepadanya. Kemudian, dia menyerahkan pil itu sambil berkata, “Aku tahu kamu terluka di Gunung Seratus Gua dan lukanya cukup parah. Kalau nggak segera diobati, kamu mungkin akan mati. Ini pil penyembuh yang bisa sembuhkan lukamu.”Wuraz yang penasaran mengambil botol yang disodorkan Chandra. Dia membuka tutup botol pil dan melihat sebutir pil berwarna emas di dalamnya. Pil itu seukuran buah lengkeng dan terdapat aksara misterius di permukaannya. Uniknya, aksara itu tampak seperti bisa bergerak.Banyu adalah seorang peramu tingkat dewara. Sekali lihat, dia pun langsung mengenali dan tahu harga pil itu.“Pil tingkat Kekaisaran,” seru Banyu sambil tersentak.Seorang senior memang benar-benar senior. Begitu kasih obat langsung kasih pil tingkat Kekaisaran. Wuraz sendiri juga telah merasakan kekuatan ajaib pil di tangannya. Dia pun percaya kalau pil itu pasti bisa
Nurta tidak bisa mencari tahu apa pun tentang Ruby. Oleh karena itu Chandra tahu bahwa yang menculik perempuan itu sudah pasti bukan orang biasa. Dengan kemampuan Nurta, dia masih belum bisa menyentuh tahap itu.Sekarang Chandra sendiri harus pergi ke Negara Sirla yang ada di perbatasan Elang Besar.
Kedua bola mata Lily tampak berbinar. Dia tahu kalau Chandra sangat kuat, tetapi tidak menyangka ternyata begitu kuat!Lelaki itu berhasil mengalahkan puluhan tentara bayaran hanya dalam beberapa detik saja hingga mereka semua merintih kesakitan dan tak berdaya. Lily berlari kecil untuk mengejar Chan
Wanto menghindar dan muncul di kejauhan. Wajahnya tampak serius dan aura kekuatannya terus meningkat. Pedang Es mengambang di depan Wanto. Ujung pedangnya mengarah ke Nova, berputar terus-menerus. Seiring berputarnya Pedang Es, udara di sekitar mereka seketika membeku dan menciptakan beberapa bongka
Ekspresi Chandra mengeras. Dia duduk dan mengambil sebatang rokok kemudian membakarnya.Sonia lanjut berkata, “Aku sudah mencari tahu kalau kekuatan Junwa sangat besar. Dari berita yang beredar, pemimpin pangkalan militer juga harus mendengar Junwa.”“Lalu?” tanya Chandra.“Lalu masalah di pangkalan mi







