Share

Bab 2801

Penulis: Angin
Menurut pandangan Chandra, hanya prajurit yang masuk ke dalam Alam Dewa Agung yang bisa disebut sebagai prajurit kuat yang sesungguhnya. Prajurit yang berada di bawah Dewara hanyalah seekor semut.

Kekuatan Chandra saat ini masih sangat terbatas. Dia juga belum pernah bertemu dengan sosok prajurit Dewara sejati. Selain itu, dia juga tidak tahu seberapa kuat sosok Dewara.

Akhirnya, Chandra mulai bangkit dan berjalan keluar formasi waktu setelah berpikir sejenak. Dia sudah menyerap kekuatan Pil S
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jenderal Naga   Bab 2863

    Tubuh Si Penjaga menghilang dari arena. Tidak lama kemudian, bola cahaya warna-warni muncul di arena. Chandra dengan cepat menghampiri cahaya itu lalu mengambilnya. Ternyata, itu adalah sebuah batu giok. Chandra memperhatikan batu giok di tangannya yang terdapat karakter misterius di atasnya. Karakter-karakter itu tampak sangat misterius dan hidup, seakan terus mengalir penuh misteri. Chandra belum bisa mengerti makna dari karakter-karakter misterius itu. Namun, Chandra langsung menyimpan batu itu di dalam Istana Abadi tanpa ingin memperhatikan batu itu terlalu lama.“Lepaskan si Elsa itu,” ujar Moko setelah melihat Chandra menyimpan keberuntungan level ini. Chandra seketika menggerakkan pikirannya dan sosok Elsa muncul keluar dari dalam Istana Abadi. Elsa langsung memperhatikan sekitarnya dan mendapati hanya Moko dan Chandra yang tersisa. Elsa berkata dengan nada terkejut, “Kak Chandra, kenapa secepat ini? Sekarang, hanya kamu dan Moko yang tersisa?”Chandra tersenyum tipis lalu m

  • Jenderal Naga   Bab 2862

    Mereka muncul di arena baru. Berdasarkan peraturan yang disepakati sebelumnya, Februari harus tersingkir di level ini. Di level selanjutnya, Chandra akan berduel dengan Moko dan pemenangnyalah yang akan maju ke level terakhir. Moko sudah memperhitungkan peluangnya dalam menghadapi Chandra. Masih ada beberapa level lagi setelah mengalahkan Chandra. Dia juga bisa mendapatkan keberuntungan di level 32 dan 33 jika benar-benar bisa mengalahkan Chandra. Tidak lama kemudian, Si Penjaga muncul di dalam arena. Dia tersenyum sambil menatap ke arah para makhluk yang tersisa. “Senior, apa keberuntungan di level ini?” tanya Moko cepat. Si Penjaga berkata, “Kekuatan magis dan jurus rahasia di level ini disebut sebagai Jurus Enam Jalan Reinkarnasi.”“Enam Jalan Reinkarnasi?” ujar Chandra, Moko dan Februari serempak dengan raut terkejut. Si Penjaga mengangguk lalu berkata, “Ya, ada seorang prajurit kuno di zaman Hemel yang kekuatannya sudah mencapai Alam Supremus. Dia pernah memasuki Tanah Tanpa

  • Jenderal Naga   Bab 2861

    Chandra berpikir sejenak lalu berkata, “Aku tidak keberatan. Karena tidak ada yang keberatan, maka sudah diputuskan.”Gurji menatap ke sekelilingnya lalu berkata, “Jadi, aku yang akan dieliminasi di level ini?”Chandra mengangguk pelan lalu Gurji langsung tertawa seraya berkata, “Baiklah, tidak masalah. Langga, kamu adalah makhluk yang tereliminasi di level selanjutnya, jadi mari kita bertarung. Aku akan menguras kristal di tubuhmu sampai hampir habis setelah itu kamu bisa menyerangku.”Ini adalah kesempatan emas bagi Langga. Dia tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan harta karun apa pun jika tidak dengan cara ini. Jadi, kenapa dia harus menolaknya?“Baiklah,” jawab Langga setuju. Tidak lama kemudian, mereka berdua saling menyerang satu sama lain. Mereka menghabiskan kristal di tubuh mereka masing-masing. Gurji berhenti menyerang ketika kristal di tubuh Langga hampir habis. Kemudian dia membiarkan Langga untuk menyerangnya tanpa perlawanan sedikit pun. Akhirnya, Gurji be

  • Jenderal Naga   Bab 2860

    Harta karun di level ini berhasil didapatkan oleh Gurji. Penjelasan Sejati Jalur Agung adalah harta karun yang sangat luar biasa. Bahkan Gurji tidak akan menyesal, sekalipun dia tersingkir dari level ini. Di saat yang bersamaan, dia merasa keputusan keluarganya sangatlah tepat dengan memintanya untuk berteman dengan Chandra. Karena dia berhasil mendapatkan keberuntungan setelah menjadi pengikut Chandra. Dia mungkin tidak akan bisa mendapatkan keberuntungan ini kalau saja dia memilih untuk menjadi musuh Chandra. Moko menatap Gurji yang berhasil mendapatkan harta karun level ini dengan tatapan kesal. Dia ingin sekali mendapatkan harta karun itu, tapi makhluk lain justru telah mengambilnya. Langga juga menunjukkan raut wajah tidak puas. Di sisi lain, Chandra memperhatikan makhluk-makhluk yang tersisa sambil mempertimbangkan, makhluk yang mana yang harus disingkirkan di level ini. Tatapannya tiba-tiba tertuju ke arah Langga. Di saat yang bersamaan, Langga menyadari makna dari tatapan Ch

  • Jenderal Naga   Bab 2859

    Si Penjaga terbatuk pelan lalu berkata, “Bisa sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Siapa pun yang berada di sini adalah yang terbaik di masa kalian. Kalian semua memang sudah ditakdirkan untuk memiliki pencapaian yang besar.”“Arena di tingkat ini memiliki keberuntungan dan kekuatan magis yang sangat besar,” lanjut Si Penjaga dengan suara menggema ke seluruh arena. Chandra dan prajurit kuat lainnya memperhatikan sekitar mereka dengan saksama. Mereka siap bertindak ketika keberuntungan itu muncul. “Kitab suci yang muncul di arena tingkat ini disebut sebagai Penjelasan Sejati Jalan Agung. Kitab suci ini berisikan teknik kultivasi dari berbagai metode Jalan Agung dan memberikan penjelasan yang komprehensif dalam setiap Jalan Agung.”“Kitab suci ini disusun oleh Kaisar Cadas. Beliau mengumpulkan semua tokoh kuat Hemel dan menghabiskan tiga zaman untuk menyusun kitab ini. Ini adalah kitab yang tak tertandingi.”Semua makhluk tampak langsung bersemangat setelah mendengarnya. Kitab

  • Jenderal Naga   Bab 2858

    Moko bergegas mencari cara untuk melukai Chandra setelah memantapkan pikirannya. Namun sayangnya, Chandra memiliki Tugu Langit Tanpa Batas dan baju zirah yang terbentuk dari Teratai Iblis. Kedua senjata itu membuat semua serangan Moko tidak berhasil melukai Chandra dengan parah. Bahkan beberapa kali Chandra mampu menghindari serangannya. Oleh karena itu, Moko merasa tidak memiliki celah saat ini. Akhirnya, dia mengalihkan serangannya ke arah Gurji dengan maksud untuk mengurangi kristal di tubuh Gurji atau bahkan melenyapkannya. Dengan begitu, posisinya akan terasa lebih baik. Di sisi lain, Gurji sedang mencari kesempatan untuk menyerang Ular Lima Warna. Namun, Moko datang menyerangnya dan membuat Gurji tidak dapat membagi serangannya. Dia terpaksa memfokuskan seluruh kekuatannya dalam menghadapi Moko. Di saat yang bersamaan, Chandra bergegas berkata melalui telepati kepada Gurji, “Berhati-hatilah! Moko sangat merepotkan. Jangan sampai kamu terkena serangannya secara langsung. Aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status