แชร์

74. Selamat Blue dan Grey

ผู้เขียน: ReyNotes
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-30 22:48:03
Selama makan siang itu, Bianca tampak beberapa kali menunduk, sibuk dengan ponselnya. Sesekali ia tersenyum tipis, tapi juga terlihat gusar.

Geo yang duduk berhadapan, sempat melirik—ia tahu betul Bianca bukan tipe yang sibuk main ponsel saat bersama anak-anak. Ada sesuatu yang berbeda.

Pesan dari Rafael membuat Bianca sibuk. Guru bahasa Inggris Blue dan Grey itu memang sedang seminar di luar kota hingga tidak menghadiri acara pertandingan barusan.

“Selamat untuk Blue dan Grey! Mommy mereka pasti bangga sekali. Aku juga turut bangga.”

Tak lama kemudian, sebuah pesan susulan datang.

“Aku lihat foto-foto lomba dari grup sekolah. Itu… siapa pria yang duduk bersama kalian? Kutebak dia adalah ayah Blue dan Grey... karena mirip.”

Bianca terdiam. Napasnya tercekat sejenak. Jemarinya berhenti di atas keyboard, tak langsung membalas.

Matanya sekilas melirik ke arah Geo yang tengah menunduk, memperhatikan Grey menjelaskan sesuatu dengan penuh semangat.

Perasaan campur aduk memenuhi dadanya, anta
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
Rafael kyknya yg punya sekolahnya si kembar deh .....
goodnovel comment avatar
happyface
wow crazy update dr kmrn. 5 bab satu hari. ayo gaes kasi support kak rey. btw jari2 aman kan, kak? haha
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA   307. Spoiler Season 2

    “Blue, mana yang bagus?” Grey menunjukkan layar tabletnya pada Blue yang sedang membaca berkas perjanjian kerja.Blue melirik sekilas. Di layar tampak deretan perhiasan dari brand kenamaan dunia. Grey menggulir pelan layarnya agar Blue dapat melihat semua produk yang ditampilkan.“Buat Mommy?” tanya Blue.“Eh, bukan.” Grey menggeleng. “Salah satu kekasihku ulang tahun.”“Salah satu?” Blue mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi.Grey hanya tersenyum manis. “Yang mana?”“Terserah!” Blue mendengus kasar, lalu kembali menatap kertas di mejanya. “Belum kapok juga kamu punya pacar lebih dari satu?!”Grey mengabaikan omelan sang kakak. Ia masih menggulir pelan layar tablet.“Meeting dengan owner Castra Inc sudah beres?” tanya Blue.“Sudah. Sekretarisku sedang membuat notulennya.”Blue dan Grey telah berusia dua puluh enam tahun. Mereka menjalankan salah satu perusahaan keluarga bersama. Grey lebih banyak mengambil peran melobi klien sementara Blue yang menyelesaikan sisanya.Saat ini mereka

  • KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA   306. Menikmati Waktu

    Anak-anak keluarga Willson bahkan enggan untuk masuk ke kamar masing-masing. Padahal, malam sudah semakin larut. Hingga akhirnya, Geo berjanji besok pagi mereka akan pergi piknik jika semua tidur.“Bosaann! Kita sering piknik di perkebunan.” Sky menggeleng.Akhirnya, Bianca memaksa semua tidur dengan wajah memohon. “Ayo lah. Besok pagi kita tidak bisa olahraga pagi bersama karena kalian terlambat bangun.”Blue lah yang langsung bangun dari duduk. Anak memeluk Bianca. “Iya, Mommy. Kami akan ke kamar sekarang. Mommy jangan sedih.”Setelahnya, Blue menggiring adik-adiknya masuk ke dalam mansion. Mereka menurut lalu mencium para orang tua sebelum ke kamar bersama para nanny masing-masing.“Blue selalu bisa diandalkan.” Geo menghela napas lega.Satu persatu orang dewasa juga kembali ke kamar mereka. Kembang api kecil yang tadi dimainkan anak-anak masih menyisakan bau samar mesiu yang bercampur dengan dinginnya udara taman belakang.Lampu-lampu gantung berayun pelan di antara pohon-pohon tu

  • KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA   305. Kebersamaan Keluarga

    “Blue itu luar biasa, ya. Dia bisa paham adik-adiknya dan selalu membantu menyelesaikan masalah.” Bianca memandang anak-anaknya yang sedang bermain semprot-semprotan air ala pemadam kebakaran di taman.Geo mengangguk. “Aku pun salut pada Blue. Dia juga yang menyarankan mainan itu. Katanya, Sky itu cepat bosan jadi Blue memilihkan mainan yang menurutnya lebih berguna.”Bianca menatap putra sulungnya. “Apa dia sendiri nggak punya masalah?” gumamnya.“Maksudnya, Sayang?”“Blue selalu membantu menyelesaikan masalah. Luna dengan pola makannya yang ketat, Grey dengan sifat sosialisasinya dan Sky dengan gaya patungnya. Tapi, Blue?”Geo mendesah pelan. “Sepertinya, masalah Blue cuma satu.”“Apa?”“Dia anak sulung yang merasa harus membantu kita menjaga adik-adiknya.”Dan dugaan tentang kebosanan Sky itu memang terjadi. Pekerjaan Sky sudah berubah dalam waktu satu minggu. Setelah pemadam kebakaran, polisi, tentara, dokter, koki dan kini... pilot.Pagi ini, Bianca keluar dari kamar Sky dan lang

  • KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA   304. Drama Lagi

    Ruang kelas TK dihias lucu dengan poster-poster warna pastel. Guru-guru dan kru videografer sudah siap. Anak-anak lain memakai seragam lengkap, beberapa ada yang agak rewel karena harus difoto berkali-kali.Sky berdiri di barisan depan. Helm merahnya sudah dititipkan di loker.“Sky, nanti giliran kamu ngomong perkenalan, ya,” ujar Miss Kira, gurunya.Sky mengangguk. “Aku sudah hapal, Ms. Kira. Tapi, cepat, ya.”Miss Kira tersenyum bingung. “Cepat… maksudnya?”“Sky mau ganti kostum.”Untungnya guru-guru sudah diberitahu tentang kendala yang dihadapi Bianca tadi pagi. Para guru saling menahan tawa.“Ya ampun, anak ini memang fokus pada misi.”Ketika giliran Sky maju ke depan kamera, ia berjalan dengan langkah mantap. Kru videografer siap, lampu dinyalakan, dan Ms. Kira memberi aba-aba.“Sky, senyum ya. Perkenalkan diri kamu.”Sky menatap kamera. Lurus. Serius.“Nama saya Sky Willson." Perkenalan tentang dirinya mengalir lancar. Penuh percaya diri.Tingkah lakunya yang pintar dan tanpa m

  • KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA   303. Negosiasi dengan Sky

    Niat Bianca dan Geo membujuk Sky tertunda karena anak itu minta dibacakan cerita lalu tertidur. Geo sampai mengamati Sky, mengira putranya hanya pura-pura saja mengantuk dan menghindar dari pembicaraan tentang kostum sekolah besok.Bianca hanya menggeleng pelan, lalu menarik Geo keluar dari kamar. Geo yang merasakan bagaimana Bianca lelah secara batin karena urusan anak-anak yang tidak ada habisnya, mengajak sang istri berkendara sebentar keluar mansion.“Ke mana kita?” tanya Bianca sambil memasang sabuk pengaman.“Hmm... kita jalan-jalan sepanjang River saja, mau? Kalau ada sesuatu yang menarik di pinggir jalan, kita bisa mampir,” tawar Geo.“Oke.” Bianca mengangguk setuju.Geo menjalankan kendaraannya keluar dari gerbang besar mansion. Tangan Geo terjulur meminta Bianca menggenggamnya. Mereka berpegangan selama perjalanan.“Katanya lampu-lampu di sepanjang jalan pinggir River sudah diperbanyak. Jadi, terkadang malam hari pun banyak yang berolahraga.”Setelah memarkir mobil, Geo memb

  • KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA   302. Solusi Dari Blue

    “Kamu harus memilih teman yang bertama kali mengajakmu!”Grey mengerjap-ngerjap bingung. Geo dan Bianca saling berpandangan lalu keduanya menatap Grey. Sementara Blue menunggu jawaban adiknya.“Hmm... yang ngajak duluan itu Ava, tapi aku kan sukanya sama Nadira,” gumam Grey sambil memberengut.“Ya sudah, pilih Ava. Kamu bisa beralasan bahwa Ava yang mengajak lebih dulu dan kamu sudah bilang mau.” Blue mengangguk lalu mencoret nama Nadira.Grey mengembuskan napas kasar. Wajahnya seperti tak rela melihat nama Nadira di coret oleh Blue.“Bagaimana ini, Sayang?” Geo berbisik pada Bianca.“Sepertinya... kita biarkan saja mereka menyelesaikan masalah ini sendiri.” Bianca membalas dengan berbisik pula.Geo mengangguk tegas. “Ya sudah. Aku juga bingung mau komentar apa.”“Iya. Kita harus pikir masak-masak sebelum bicara pada mereka.”Pelan, dengan langkah teratur, Geo dan Bianca mundur meninggalkan Blue dan Grey yang masih tampak bicara tentang pertemanan. Blue mengingatkan adiknya bahwa semu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status