Share

Bab 2

Author: Echo
Untuk sekali ini, Vincent pulang lebih awal, pukul tujuh malam. Biasanya dia selalu beralasan terikat urusan di kasino atau dermaga, atau sedang menjamu seorang politikus. Sekarang aku tahu semua itu hanyalah alasan.

"Elena? Kamu di rumah," katanya sambil melepaskan jas. Suaranya terdengar lembut, kelembutan yang sudah lama tak kudengar. "Gimana harimu?"

Aku bahkan tak mengangkat kepala.

"Elena?" Dia mendekat, hendak duduk di sampingku. "Kamu kelihatan nggak enak badan. Kamu sakit?"

Tangannya terulur, hendak menyentuh keningku. Aku menghindar. "Jangan sentuh aku."

Vincent terdiam sejenak, lalu terkekeh. "Kenapa? Siapa yang bikin kamu marah?"

Akhirnya aku menatapnya. Wajah yang dulu begitu kucintai kini terasa seperti wajah orang asing.

"Kamu sudah lihat pesan di grup?"

Ekspresinya membeku sepersekian detik sebelum kembali normal. "Oh. Itu. Iya, aku sudah lihat."

Itu saja? "Aku sudah lihat"?

"Itu saja?" Aku berdiri, tubuhku gemetar. "Sarah hamil anakmu, dan yang bisa kamu katakan cuma, 'aku sudah lihat'?"

Vincent melonggarkan dasinya, gerakan yang dulu begitu akrab, kini membuat perutku mual. "Elena, kita sudah jelas sejak awal menikah. Ini demi keluarga kita. Apa yang kamu keluhkan?"

"Mengeluh?" Aku nyaris tak percaya dengan apa yang kudengar. "Vincent, kamu menghamili perempuan lain!"

"Aku butuh pewaris, Elena," katanya, nadanya yang begitu tenang, seolah-olah dia sedang membicarakan cuaca, membuat tubuhku meremang. "Keluarga Romano butuh pewaris."

Kata-kata itu menghantamku telak.

"Pewaris?" Aku melangkah ke bar, meraih gelas kristal, lalu melemparkannya ke arahnya. "Kamu mau pewaris?"

Gelas itu pecah di dekat kakinya.

Aku menerobos ke kamar, meraih laporan medis sore itu, lalu melemparkannya ke dadanya.

"Kamu tahu ini apa? Pil KB! Asam folat yang kamu berikan padaku itu pil KB!" Suaraku pecah, parau oleh amarah. "Dan ini, ini laporan medis aku. Kamu meracuniku selama tiga tahun, Vincent! Tiga tahun! Dan sekarang doktermu bilang aku mungkin tak akan pernah bisa punya anak."

Vincent memungut kertas-kertas itu, wajahnya mengeras seperti batu.

"Dan sekarang kamu bilang kamu butuh pewaris?" Air mataku mengalir deras. "Kamu mencegahku supaya nggak bisa hamil sementara kamu menghamili perempuan lain. Selama tiga tahun, Vincent, aku pikir ini salahku. Aku ke dokter. Aku menangis dan bertanya padamu apakah aku nggak cukup baik ...."

"Elena, aku ...."

"Apa?" hardikku. "Kamu kira aku nggak bakal tahu? Bahkan teman-temanmu tahu Sarah hamil. Cuma aku, istrimu, yang dibiarkan di dalam kegelapan. Lucu ya? Kalian semua pikir aku benar-benar bodoh?"

Vincent terdiam cukup lama. Akhirnya, dia hanya memungut laporan-laporan itu dari lantai. "Elena, kamu terlalu emosional sekarang. Kita bicara lagi kalau kamu sudah tenang."

Bicara.

Selama lima tahun, setiap kali kami berselisih, dia selalu mengucapkan itu. Seolah-olah aku bukan istrinya, hanya kesepakatan bisnis lain yang perlu diatur.

Pintu dibanting keras, meninggalkanku sendirian di ruang tamu, dikelilingi pecahan kaca yang tampak persis seperti hatiku.

Aku ambruk ke lantai, air mata akhirnya habis. Lima tahun pernikahan ternyata tak lebih dari sebuah penipuan. Aku adalah orang paling bodoh di dalamnya.

Aku mengusap mata, meraih ponsel, lalu menekan sebuah nomor.

"Firma Hukum Tomson, selamat malam. Ada yang bisa dibantu?"

"Ini Elena Romano. Aku mau kalian menyiapkan surat cerai. Secepat mungkin."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kata-kata Manis Berisi Kebohongan   Bab 11

    Orang tuaku bergerak jauh lebih cepat dari yang kubayangkan.Keesokan paginya, mereka langsung mendatangi rumah besar Keluarga Romano. Seperti yang kemudian diceritakan ibuku, saat dia melemparkan laporan medis milikku ke atas meja di hadapan Kepala Keluarga Romano, pria yang selama puluhan tahun menguasai dunia bawah tanah Igali, mengembuskan napas panjang dan letih.Untuk mencegah kehancuran total aliansi antara dua keluarga, dia menawarkan untuk membereskan semuanya."David, apa yang kamu inginkan?""Sederhana," kata ayahku dingin. "Tanda tangani surat cerai sekarang juga. Vincent melepaskan semua klaim atas harta bersama, dan dia membayar Elena 750 miliar sebagai ganti rugi pribadi. Kalau nggak, aku akan memublikasikan cerita tentang bagaimana dia meracuni putriku.""Itu akan menghancurkan Keluarga Romano!""Biarkan saja hancur," jawab ayahku tanpa goyah. "Putramu telah menghancurkan impian putriku untuk menjadi seorang ibu. Kenapa aku harus peduli pada nama besar Keluarga Romano?"

  • Kata-kata Manis Berisi Kebohongan   Bab 10

    Pengakuan Sarah meledak seperti bom atom.Tagar "VincentRomanoAdalahMonster", "KeadilanUntukElena", dan "SarahAdalahKorbanJuga" menduduki tiga besar topik viral. Harga saham perusahaan-perusahaan milik Keluarga Romano anjlok 15%.Vincent segera dipanggil kembali ke Newa untuk mengendalikan kerusakan.Pukul dua siang, bel apartemenku berbunyi. Mengira itu Marcus, aku membukanya dan mendapati kedua orang tuaku berdiri di sana, wajah mereka penuh kecemasan."Elena!" Ibuku langsung menerobos masuk dan memelukku. "Kemasi barang-barangmu. Kita pulang ke Igali. Sekarang.""Aku nggak mau pulang," kataku sambil melangkah mundur. "Aku baik-baik saja di sini.""Baik-baik saja?" Suara ibuku meninggi tajam. "Elena, sekalipun kamu nggak menikah dengan Keluarga Romano, kamu tetap harus punya suami yang setara! Bukan ahli biologi kelautan! Apa kata orang nanti?"Aku hanya bisa tertawa pahit. Bahkan dengan semua penghargaan dan pengakuan Marcus di bidangnya, di mata orang tuaku, dia tidak akan pernah c

  • Kata-kata Manis Berisi Kebohongan   Bab 9

    "Elena, aku mencintaimu!"Suara Vincent yang putus asa dan nyaris gila menggema di halaman kompleks."Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu!" teriaknya sambil berlutut di tanah, menatapku dengan air mata yang mengalir deras di wajahnya. "Semua yang terjadi dengan Sarah ... itu cuma rasa bersalah! Aku meninggalkannya demi kamu, dan aku pikir aku berutang sesuatu padanya!""Tapi sekarang aku tahu, satu-satunya orang yang benar-benar pernah kucintai hanyalah kamu! Elena, aku rela menyerahkan segalanya demi kamu!"Aku hanya mendengarkan, perasaan aneh menyapu diriku.Aku memotong ucapannya. "Vincent, aku mohon, lepaskan aku. Kita sudah selesai. Benar-benar selesai. Semakin kamu melakukan ini, semakin aku membencimu.""Aku nggak bisa melepaskanmu!" teriaknya. "Elena, kamu nggak mengerti, aku benar-benar nggak bisa hidup tanpamu! Aku bisa membuktikannya, aku bisa ...."Ponselnya berdering, memotong luapan emosinya.Dia melirik layar dan wajahnya langsung menegang."Ini Sarah," katanya

  • Kata-kata Manis Berisi Kebohongan   Bab 8

    Di rumah sakit, hasil rontgen menunjukkan satu tulang rusukku retak. Aku harus beristirahat selama beberapa minggu.Marcus duduk di samping ranjangku, jemarinya mengusap rambutku dengan lembut."Maafkan aku, Elena. Aku seharusnya melindungimu.""Ini bukan salahmu," bisikku. "Vincent sudah kehilangan akal."Saat perawat masuk, dia memberi tahu kami bahwa lobi dipenuhi wartawan. Seorang pria bernama Vincent Romano juga ada di sana, memaksa ingin menemuiku, tetapi keamanan rumah sakit menolaknya."Apakah dia mengatakan sesuatu?" tanyaku."Hanya bilang kalau dia suamimu," jawab perawat sambil melirik Marcus. "Tapi kami sudah memeriksa berkas Ibu. Kontak darurat Ibu terdaftar atas nama Marcus Baraka, bukan Vincent Romano. Teman Ibu sudah mengurus semuanya."Aku menatap Marcus dengan penuh rasa terima kasih. Dia memang selalu seperti itu, diam-diam membereskan segalanya untukku.Keesokan harinya, aku bersikeras ingin pulang. Saat Marcus membantuku keluar lewat pintu utama, kami berdua mendad

  • Kata-kata Manis Berisi Kebohongan   Bab 7

    Setelah memblokir kontak keluargaku, aku sempat berpikir akhirnya bisa mendapat sedikit ketenangan. Ternyata aku salah.Beberapa hari kemudian, Marcus datang menemuiku sambil membawa laptopnya. "Elena, kamu harus lihat ini."Pencarian Vincent memenuhi media sosial. Tagar "VincentRomano" dan "Istri15miliar" sedang viral di media sosial. Kolom gosip berpesta pora.[ Apakah Elena Romano meninggalkan suami penyayangnya demi kabur dengan pria lain? Beginikah arti kesetiaan? ][ Kasihan Keluarga Romano. Vincent itu tangkapan besar dan dia begitu saja membuangnya.Aku dengar dia kabur dengan pria dari kampusnya. Perempuan murahan. ]Bahkan akun perusahaan Keluarga Romano ikut merilis pernyataan.[ Elena, kami menunggumu pulang. Vincent mencintaimu lebih dari apa pun. ]Media sosial berubah jadi lautan dukungan sepihak. Teman-teman Keluarga Romano mengunggah foto-foto lamaku bersama Vincent, semuanya dengan caption yang memuji pengabdiannya dan mengecam "pengkhianatanku"."Mereka menganggapku

  • Kata-kata Manis Berisi Kebohongan   Bab 6

    Aku melihat Marcus begitu melangkah keluar dari gerbang kedatangan.Lima tahun berlalu dan dia masih setinggi dan setampan yang kuingat. Ada beberapa garis baru di sekitar mata birunya yang dalam, mata yang kini membelalak, dipenuhi campuran keterkejutan dan kebahagiaan murni."Elena ...." Dia menggumamkan namaku, seolah-olah takut aku hanyalah mimpi yang bisa menghilang kapan saja.Aku tak mengatakan apa-apa. Aku langsung melemparkan diri ke dalam pelukannya.Rasa aman yang telah lama hilang itu menyapu diriku. Aroma kayu cedar dan kopi dari jaketnya begitu familier dan akhirnya aku membiarkan air mataku jatuh."Aku di sini, Marcus. Aku benar-benar di sini."Dia memelukku erat, tubuhnya sedikit bergetar. "Selamat datang di rumah, Elena."Dalam perjalanan menuju apartemennya, aku menyalakan kembali ponselku.Notifikasiku langsung membludak.Dari Vincent, 47 panggilan tak terjawab, 73 pesan. Dari Sarah, 12 pesan. Dari ibuku, Isabella, 8 panggilan tak terjawab, dan puluhan pesan dari ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status