Short
Kekasih Kesayangan Bos yang Menghilang

Kekasih Kesayangan Bos yang Menghilang

By:  Melissa ZCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.4
21 ratings. 21 reviews
25Chapters
38.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku adalah pemalsu seni terbaik sekaligus ahli intelijen di Kota Luminara. Dan aku jatuh cinta pada pria yang memiliki segalanya, Ketua Dante Ardhana. Selama sepuluh tahun, aku adalah rahasianya, senjatanya, dan kekasihnya. Aku membangun kerajaannya dari bayang-bayang. Kupikir dia akan menikahiku. Bagaimanapun, setiap malam dia berada di kota ini, dia selalu bersamaku, tenggelam dalam kenikmatan. Dia akan berbisik bahwa aku miliknya, bahwa tak ada orang lain yang membuatnya merasa sebahagia itu. Namun, kali ini, setelah selesai denganku, dia mengumumkan bahwa dia akan menikahi putri mafia Negara Silvara, Sabrina Rahardian. Saat itulah aku sadar... Aku bukan kekasihnya. Aku hanya pemuas tubuhnya. Demi aliansi, demi Sabrina, aku dikorbankan. Dia membiarkan aku mati. Jadi aku menghancurkan setiap bagian dari hidup yang pernah dia berikan padaku. Aku hanya butuh satu telepon ke ayahku di Kota Aurea. Lalu aku menghilang. Namun, ketika Dante yang memiliki Kota Luminara tidak menemukan mainan kesayangannya… dia jadi gila.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku menjadi kekasih rahasia Dante Ardhana selama sepuluh tahun. Aku menunggu dia menikahiku. Sebaliknya, setelah tidur denganku, dia malah bilang akan menikah dengan orang lain. Saat itulah aku sadar, aku hanya tubuh yang bisa dia gunakan.

...

Satu jam yang lalu.

Untuk kesekian kalinya, dia meniduriku dengan liar dan penuh amarah.

Aku meronta di bawahnya, kuku-kukuku mencengkeram bahunya.

"Ya… seperti itu…"

Aku terengah-engah, merasakan setiap dorongannya jauh di dalam diriku.

Dia menciumku dengan keras, lebih keras dari sebelumnya.

Saat semuanya selesai, aku meringkuk di pelukannya, menyusuri bekas lukanya di dada dengan jariku.

Suaranya menembus kegelapan. "Besok malam, kamu ikut makan malam keluarga."

Aku menatapnya, jantungku berdebar kencang.

Aku sudah tidur dengannya selama 10 tahun. Dia tak pernah membiarkanku menghadiri makan malam keluarga.

"Dante." Aku duduk tegak, suaraku gemetar. "Apa ini sudah waktunya? Kamu akan menikahiku?"

Dia mengangkat alis, menatapku dari samping.

"Menikahimu?" Dia mengembuskan cincin asap, nada bicaranya tajam. "Apa maksudmu dengan menikahimu? Makan malam ini untuk menyambut tunanganku. Sabrina Rahardian, putri mafia Negara Silvara."

Setiap kata seperti palu yang menghantamku.

Jantungku berhenti berdetak. Pikiranku kosong. "Kamu akan menikah? Lalu aku ini apa?"

Senyum Dante memudar. Dia mendekat.

"Mirella," bisiknya sambil menekuk jarinya mengangkat daguku. "Jangan bilang kamu mengira bisa jadi Nyonya Keluarga Ardhana?"

Aku menatapnya, tak bisa percaya dengan apa yang kudengar.

"Kapan kamu memutuskan untuk bertunangan dengannya?"

"Enam bulan yang lalu." Dia bangkit dan berjalan ke kamar mandi, tanpa sekalipun menoleh ke belakang melihat kehancuran yang telah dia buat di wajahku. "Ini untuk aliansi. Untuk keluarga."

Enam bulan yang lalu.

Aku teringat semua perjalanan bisnisnya ke Darvanta.

Setiap kali dia kembali, aku menunggunya di tempat tidur.

Dan di perjalanan itu, ternyata dia sedang berusaha bertunangan dengan wanita lain.

Aku mengikutinya ke kamar mandi. Cermin menampilkan wajahku yang pucat, tubuhku penuh bekasnya.

Satu jam yang lalu, bekas itu adalah kebanggaanku. Sekarang, itu hanya tanda rasa malu.

"Kamu mencintainya?"

"Cinta?" Dia menyalakan shower, uap dengan cepat mengaburkan cermin. "Mirella, aku pikir kamu lebih pintar dari itu. Ini bisnis. Bukan dongeng."

Dia keluar dari shower, air menetes di tubuhnya yang sempurna.

Sepuluh menit yang lalu, tubuh itu membuatku tergila-gila.

Sekarang, itu hanya membuatku mual.

"Sabrina masih muda, cantik, dan berguna. Dia membawa seluruh Blok Timur bersamanya." Dia meraih handuk. Matanya menyapu tubuh telanjangku. "Dan kamu... kamu punya kegunaan lain."

Kegunaan lain...

Penghangat ranjangnya? Senjata yang setia?

Aku hanya berdiri di sana, merasakan cairan miliknya mengalir di kakiku. Aku belum pernah merasa sekotor ini.

Saat aku menenangkan diri dan berjalan kembali keluar, Dante sudah mengenakan jas, duduk di sofa, sedang menelepon.

"Pastikan telur Faberge adalah Winter Egg. Itu favorit Sabrina. Bunga-bunganya harus bunga lili putih, diimpor dari Negara Silvara. Dia suka aromanya. Dan siapkan selusin gaun adi busana untuk dicobanya. Semua putih. Dia bilang itu warna para malaikat."

Mendengar itu, hatiku terasa tercekat.

Aku tak bisa menahan diri untuk menatap. Dan aku melihatnya. Senyum di wajah Dante yang belum pernah kulihat sebelumnya. Itu… manis sekali.

Rasa sakit yang baru saja berhasil kutahan kembali membanjir.

Brak.

Ponselku terlepas dari tangan dan jatuh ke lantai.

Dante menoleh mendengar suara itu, masih tersenyum. "Sudah bersih? Bagus. Silakan keluar sendiri. Aku yang akan bayar tagihannya."

Dia meraih mantelnya dan beranjak pergi, tetapi berhenti di pintu dan menatapku lagi. Sebuah senyum sinis terukir di bibirnya.

"Mirella, kamu selalu menjadi senjataku yang terbaik. Jadi buang ekspresi seperti anak anjing yang diinjak itu, Mirella. Itu membuatmu terlihat menyedihkan. Seolah-olah kamu meraih sesuatu yang tak akan pernah bisa kamu miliki."

"Aku mengenalmu luar dalam. Aku tahu apa yang kamu pikirkan hanya dengan satu tatapan. Bukankah itu… agak gampang ditebak? Kalau kita benar-benar bersama, pasti akan sangat membosankan."

Suaranya memudar seiring langkah kakinya, tetapi kata-kata itu terus bergema di kepalaku.

Aku duduk di atas ranjang yang dingin. Aku mulai tertawa. Lalu tawa itu perlahan berubah menjadi air mata.

Aku duduk di sana hingga larut, kemudian kembali ke studio.

Aku berjalan ke brankas dan memasukkan kode.

Di dalamnya ada pistol Desert Eagle emas. Pegangannya diukir dengan inisialku. Itu hadiah dari Dante untuk ulang tahunku yang kedelapan belas.

Ada juga perhiasan, lukisan, dan barang antik yang dia berikan padaku selama bertahun-tahun.

Malam ini, aku membakar semuanya di mesin pembakar.

"Nona, semua barang bagus ini… benar-benar mau dibuang?" tanya asistenku, matanya penuh penyesalan saat menatap api.

Aku mengangguk perlahan. Aku lalu menjawab dengan suara pelan, "Aku tidak menginginkannya lagi."

Bukan cuma barang-barang itu. Hubungan ini, pria ini… aku tidak menginginkan semuanya lagi.

Aku menekan sebuah nomor terenkripsi.

"Ayah. Ini aku."

"Mirella? Akhirnya kamu memutuskan untuk menelepon."

"Dalam tujuh hari, aku ingin nama Mirella Pramana lenyap dari Kota Luminara. Selamanya."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
90%(19)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
5%(1)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
5%(1)
1
0%(0)
9.4 / 10.0
21 ratings · 21 reviews
Write a review

reviewsMore

Iyan Nurhayanti
Iyan Nurhayanti
ini gimana si? aku udah beli koin. tapi bab 10 masih ke lock. mohon dibantu kak
2026-01-08 20:25:23
0
0
El Sahanaya Tel
El Sahanaya Tel
gmn cara buka episode yg ketutup menggunakan reward ya.. koq dia nawar kan terus utk top up pdhl ada reward
2026-01-05 13:31:21
0
2
nia johansa
nia johansa
cerita yang bagus
2025-12-31 19:43:34
0
0
oneStar
oneStar
baca ceriaku pliss
2025-12-29 23:01:56
0
0
Sulvina Ana
Sulvina Ana
Cukup bagus
2025-12-29 13:21:37
0
0
25 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status