Short
Menyerahkan Diri Untuk Pernikahan Seharga 5 Juta

Menyerahkan Diri Untuk Pernikahan Seharga 5 Juta

By:  PanefiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Chapters
2.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada hari keluarga kami runtuh, aku menarik ayahku turun dari atap gedung. Para penagih utang mengepung di depan pintu, menggunakan ibu yang sudah stadium akhir kanker paru-paru untuk mengancamku, memaksaku melunasi utang judi ayah sebesar lima juta dolar dalam waktu tiga hari. Aku berbalik dan menyetujui lamaran bos mafia Lorenzo dari Keluarga Witaria. Syaratnya, aku ingin lima juta dolar. Di ujung telepon, dia terdiam selama tiga detik, lalu tertawa pelan, "Sepakat." Lorenzo adalah mantan sekutu ayahku, pewaris Keluarga Witaria. Kami sudah berpacaran selama tiga tahun, aku kira dia mengerti kesulitanku. Namun baru setengah tahun setelah menikah, dia membawa seorang wanita bernama Ainslie pulang ke rumah. Aku bahkan belum sempat bicara, sebuah perjanjian pranikah dilempar ke wajahku. "Jangan lupa posisi kamu. Bukankah dulu kamu menjual seluruh hidupmu padaku seharga 5 juta dolar? Dengan harga itu, cukup untuk membeli seumur hidup kamu tunduk dan merendah, bukan?" Aku mengepalkan tangan, Kukuku menancap ke daging dan aku tak mampu membantah. Sampai suatu hari penyakit ibu kambuh, tagihan obat di rumah sakit selalu kurang 500 dolar. Di telepon, dia berkata dengan suara dingin, "Kamu ini ketagihan jadi perempuan matre ya?" Di saat yang sama, dia menghabiskan 50 juta dolar untuk membeli kalung bagi Ainslie. Untuk merayakan bahwa Ainslie memberikan malam pertamanya kepadanya. Perawat mendorong pintu untuk ketiga kalinya, "Nona, biaya obat Anda ...." Aku tersenyum tipis, lalu menyetujui permintaan Ainslie. Aku memulai siaran langsung, mengumumkan ke publik bahwa aku tidak pernah mencintai Lorenzo. Pernikahan yang dibeli seharga lima juta itu, juga sudah waktunya berakhir.

View More

Chapter 1

Bab 1

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, ponselku bergetar.

[ Hei, putri Keluarga Giliano juga kekurangan uang? Lima juta sudah habis secepat itu? ]

[ Ckck, dulu kalau bukan karena kamu menaikkan harga seenaknya dan melukai hati Lorenzo, sekarang kamu nggak akan sampai kekurangan ratusan dolar begini. ]

Cibiran datang bertubi-tubi.

Namun, itu sudah tidak lagi menyakitiku. Aku sudah terbiasa Lorenzo memperlakukanku seperti burung dalam sangkar emas yang dibelinya seharga lima juta.

Terbiasa dengan ejekan sinis teman-temannya, yang dengan berbagai cara menyebutku wanita matre. Terbiasa dengan rasa malu karena tak punya uang di saku, berkali-kali menginjak harga diriku sendiri untuk memohon belas kasihan darinya.

Sebenarnya, awalnya aku tidak berniat menghabiskan uangnya. Aku punya tangan dan kaki, aku bisa bekerja, bisa menabung hingga cukup lima juta untuk mengembalikannya.

Namun, Lorenzo memutus semua jalan bagiku untuk mencari uang.

"Aku sudah menghabiskan lima juta untuk membeli sisa hidupmu," katanya. "Waktumu, kebebasanmu, semuanya milikku."

Dia menggunakan cara ini untuk memaksaku tunduk dan melampiaskan kebenciannya. Dia membenciku karena menjadikan cinta sebagai alat tawar, menganggap aku menipunya selama tiga tahun, dan pada akhirnya tetap demi uang.

Aku sudah berkali-kali menjelaskan, tapi Lorenzo tidak pernah mau mendengar.

"Memangnya ada gunanya cari alasan sebanyak itu? Uang itu kamu yang minta sendiri. Kita jadi seperti sekarang, semua karena ulahmu sendiri."

Ponselku kembali berbunyi.

Itu Ainslie, wanita simpanan yang dibawa pulang oleh Lorenzo.

"Mau 500? Mudah. Buka siaran langsung, katakan keras-keras di depan kamera bahwa kamu nggak pernah mencintai Lorenzo, bahwa dulu kamu mendekatinya dari awal sampai akhir hanya untuk memanfaatkannya demi uang. Selama kamu mengatakannya, 500 ini langsung aku kirim."

Waktu tersisa satu menit.

Aku menggigit bibirku yang sudah berdarah, lalu menekan tombol siaran langsung. Menghadapi tak terhitungnya jumlah penonton, aku mengucapkan kata demi kata yang menusuk hati. Setiap kata yang keluar terasa seperti pisau yang mengiris dadaku.

"Lorenzo, aku nggak pernah mencintaimu."

"Dari awal aku mendekatimu, semuanya hanya untuk memanfaatkanmu agar naik status, demi uangmu."

Komentar langsung meledak, layar penuh dengan kata-kata seperti "wanita matre", "perempuan licik", "nggak tahu malu", tapi aku tidak peduli lagi.

Suara notifikasi donasi masuk terdengar, tepat 500 dolar.

Aku menghapus air mata di wajahku, lalu tersenyum pada perawat dan berkata, "Sudah bisa bayar. Tolong segera atur operasinya."

Aku duduk di bangku panjang, menatap langit yang mulai gelap di luar jendela sambil berlinang air mata.

Tiba-tiba, kembang api melesat ke udara dan mekar. Tak lama kemudian, seluruh kota dipenuhi cahaya gemerlap. Para perawat berbisik penuh iri, "Sudah dengar belum? Ini khusus dinyalakan sama Pak Lorenzo untuk orang yang dia cintai! Pacarnya benar-benar beruntung!"

"Pacar apaan, itu selingkuhan! Dia sudah punya istri! Katanya istrinya cuma wanita matre, sekarang hidupnya bahkan nggak sebanding dengan pembantu di rumahnya!"

Di sekelilingku, orang-orang terus memuji pertunjukan kembang api itu.

"Indah sekali! Kalau ada yang menyalakan kembang api seperti ini untukku, hidupku sudah cukup!"

"Mimpi apa kamu? Kamu kira semua orang bisa jadi selingkuhan Pak Lorenzo? Lihat saja perempuan itu, wajahnya sudah sepucat itu, tetap saja nggak ada yang menyayanginya."

Aku mengangkat kepala, menatap dua gadis yang berbisik itu. Wajah mereka langsung memerah, buru-buru minta maaf dan menanyakan apakah aku butuh bantuan.

Aku tersenyum dan menggeleng. Yang ingin kukatakan sebenarnya, dulu aku juga pernah memiliki kembang api seperti ini.

Itu terjadi pada saat Lorenzo melamarku. Dia berlutut dengan satu kaki dan mata memerah, "Siria, kamu adalah gadis paling istimewa yang pernah aku temui. Aku bersedia melindungimu seumur hidupku. Maukah kamu menikah denganku?"

Di belakangnya, kembang api yang mekar bahkan lebih megah dari hari ini.

Namun saat itu, aku baru saja menarik ayahku turun dari atap. Para penagih utang memenuhi rumah, mengancam dengan nyawa ibuku agar aku membayar utang.

Aku tidak punya pilihan lain. Aku hanya bisa berkata, "Lorenzo, bisa nggak kamu ... membeli kebebasanku dengan lima juta?"

Ekspresinya langsung membeku. Dia perlahan berdiri, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis.

"Orang-orang bilang, kamu pacaran sama aku cuma karena mau naik derajat. Awalnya aku nggak percaya. Ternyata kamu benar-benar bisa bersabar, kamu baru menunjukkan wajah aslimu setelah aku melamarmu."

Lorenzo mendengus, lalu mengangkat tangan memberi isyarat agar kembang api dihentikan. Dari sakunya, dia mengeluarkan selembar cek dan melemparkannya ke wajahku.

"Baiklah, ternyata kamu juga murah."

Sejak hari itu, semuanya berubah. Apa pun penjelasanku, aku tidak pernah bisa melepaskan label wanita matre yang melekat padaku. Dengan persetujuan diam-diam Lorenzo, aku menjadi bahan tertawaan paling hina di seluruh New York.

Pembantu di rumahnya saja digaji 30 ribu dolar setiap bulan, sementara aku bahkan harus mengemis tiga dolar darinya.

Aku terus menahan diri, berharap suatu hari amarahnya akan mereda dan mau mendengar penjelasanku. Sampai ketika ... dia membawa Ainslie pulang.

Aku menjadi gila.

Namun dia hanya menatapku dengan dingin, bertanya apa hakku untuk marah. Dia bilang dia sudah membayar untuk membeli pernikahan kami, bahkan jika dia membawa 100 wanita pulang sekalipun, itu juga sepenuhnya kesalahanku sendiri.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Yenita Siregar
Yenita Siregar
penyesalan lorenzo sampai akhir hayat. Siria semoga ketemu lelaki yang benar-benar tulus
2026-06-21 13:13:48
2
0
Lisva Noviana
Lisva Noviana
ceritanya bagus dan menarik.saya jadi penasaran dan ingin membaca terus
2026-05-14 05:07:31
1
0
Lisva Noviana
Lisva Noviana
ceritanya bagus... bikin penasaran...
2026-05-14 05:05:47
1
0
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status