Share

Bab 110

Author: Ayyliana
last update publish date: 2026-09-26 21:05:01

Alena sudah bersiap melangkah ketika tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Gerakannya terhenti seketika.

Alena menoleh. "Regan?"

Pria itu berdiri di belakangnya dengan ekspresi tenang. Tidak ada tanda-tanda kepanikan di wajahnya, seolah apa yang baru saja dilakukannya memang sudah dipikirkan sejak awal.

"Jangan sekarang."

Alena mengerutkan kening. "Apa maksudmu jangan?"

Regan tidak langsung menjawab. Ia melirik ke arah panggung.

Keira masih berdiri di sana, dikelilingi para wartawan yang terus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
pasti si Alres jd garda terdepan Keira
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 114

    Alena hanya bisa menatap kepergian Alres dan Keira.Alres masih membawa Keira menjauh dari kerumunan wartawan. Bahkan setelah semua bukti terpampang di hadapan mereka, pria itu masih memilih melindungi Keira.Ada sedikit rasa sesak yang muncul di dada Alena. Namun kali ini, rasa itu tidak lagi sama seperti sebelumnya.Alena sudah tidak terlalu peduli pada sikap Alres. Setidaknya, satu masalah besar akhirnya mulai terselesaikan.Keira tidak bisa lagi dengan mudah mengklaim semua desain Lovely sebagai miliknya. Arsip Hartawan Corporation, sketsa lama, perhiasan yang dibeli pelanggan lima tahun lalu, semuanya telah memperlihatkan fakta yang sama. Nama Lovely yang selama ini digunakan Keira mulai runtuh.Alena mengembuskan napas pelan. Setidaknya untuk masalah itu, ia tidak perlu lagi mempertanyakan dirinya sendiri.“Bu Alena.”Suara seorang wartawan membuat lamunannya terhenti.Alena menoleh.Beberapa wartawan masih berada di sekitar panggung. Mereka tampaknya belum puas dengan apa yang

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 113

    “Bohong, huruf itu tidak membuktikan apa pun!” Suara Keira menggema di tengah ruangan.Beberapa orang yang tadi hanya memperhatikan layar kini mulai saling berpandangan. Bisikan terdengar semakin jelas dari berbagai sudut.Keira melangkah maju. “Huruf itu tidak membuktikan apa-apa!” katanya dengan suara bergetar. “Siapa pun bisa membuatnya. Itu hanya sebuah detail kecil dalam desain.”Pak Domani mengangkat alis. “Benar. Kalau hanya satu desain, saya juga tidak akan mengatakan detail itu sebagai bukti.”Keira menatapnya. “Maksud Anda?”Pak Domani menunjuk layar. “Coba tampilkan desain lainnya.”Alena segera memberi isyarat kepada petugas yang mengoperasikan layar. Gambar pertama berganti. Satu per satu desain lama milik Hartawan Corporation muncul di layar besar. Pada awalnya, tidak ada yang terlihat aneh.Namun setelah gambar diperbesar, Pak Domani kembali menunjuk bagian tertentu. “Di sana.”Sebuah detail kecil berbentuk huruf A tampak samar di bagian dalam desain. Gambar berikutnya.

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 112

    Alres mencengkeram tangan Alena membuat wanita itu mengerutkan kening. "Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?"Alres mempercepat langkah. "Ayo turun." Ia menarik tangan Alena. Namun, seseorang lebih cepat bergerak. Regan berdiri di antara mereka. Tangannya menahan lengan Alres sebelum pria itu berhasil menarik Alena."Lepaskan."Alres menatap tajam."Ini urusan perusahaan.""Justru karena ini urusan perusahaan, sebaiknya kamu tidak menghentikannya."Regan tidak melepaskan tangannya.Alres menatapnya. "Pak Regan, jangan ikut campur.""Aku tidak ikut campur." Regan melirik ke arah panggung. "Aku hanya meminta kamu membiarkan Alena menyelesaikan apa yang sedang dia lakukan."Alres berusaha melepaskan tangannya. "Dia hampir membuat kekacauan di acara perusahaan."Regan menatapnya tenang. "Kalau Keira benar-benar Lovely, apa yang perlu dikhawatirkan?"Alres terdiam.Regan melanjutkan. "Biarkan Alena membuktikan sesuatu.""Alena!" Alres kembali memanggil. "Berhenti. Jangan membuat acara

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 111

    Alena mulai melangkah dan berhenti tepat di depan panggung.Semua orang melihatnya, termasuk Keira. Senyum di wajahnya perlahan menghilang.Pembawa acara tampak sedikit bingung. "Bu Alena?"Alena mengangguk. "Saya ingin mengatakan sesuatu."Keira langsung menyela. "Alena, ini bukan tempat untuk membicarakan masalah pribadi."Alena menatapnya. "Aku tidak datang untuk membicarakan masalah pribadi."Kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tas. Beberapa wartawan langsung mengarahkan kamera kepadanya.Alena membuka kotak tersebut. Pendant milik Bu Ratih terlihat di dalamnya.Suasana menjadi lebih hening."Perhiasan ini dibuat lima tahun lalu." Alena mengangkatnya sedikit. "Dan saya ingin bertanya satu hal kepada Bu Keira."Keira menatap pendant itu.Alena melanjutkan. "Jika Anda benar-benar Lovely, tentu Anda tahu alasan kenapa detail kecil ini dibuat."Keira tidak langsung menjawab.Alena menunggu.Tidak ada yang berbicara. Bahkan Alres yang sejak tadi berdiri di sisi pang

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 110

    Alena sudah bersiap melangkah ketika tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Gerakannya terhenti seketika.Alena menoleh. "Regan?"Pria itu berdiri di belakangnya dengan ekspresi tenang. Tidak ada tanda-tanda kepanikan di wajahnya, seolah apa yang baru saja dilakukannya memang sudah dipikirkan sejak awal."Jangan sekarang."Alena mengerutkan kening. "Apa maksudmu jangan?"Regan tidak langsung menjawab. Ia melirik ke arah panggung.Keira masih berdiri di sana, dikelilingi para wartawan yang terus mengajukan pertanyaan. Senyum wanita itu masih terlihat sempurna.Tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi di bawah panggung, bahwa Alena sudah siap menghentikan semuanya."Belum waktunya," ujar Regan akhirnya.Alena menatapnya tidak percaya. "Belum waktunya? Lalu kapan?" Ia menurunkan suaranya. "Regan, dia sedang berdiri di sana dan mengaku sebagai Lovely.""Aku tahu.""Dan kamu masih memintaku diam?"Regan kembali menatapnya. "Aku memintamu berpikir."Alena terdiam.Regan melepaskan tangan

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 109

    Hari pameran akhirnya tiba. Sejak pagi, Arta Group sudah disibukkan dengan persiapan terakhir. Seluruh dekorasi telah selesai dipasang. Lampu-lampu sorot diarahkan ke panggung utama, meja-meja kaca tempat perhiasan dipajang sudah tertata rapi, dan setiap sudut ruangan dihiasi dekorasi bernuansa elegan yang disesuaikan dengan konsep pameran.Acara itu dibuat cukup meriah. Bukan hanya para pemegang saham dan jajaran petinggi perusahaan yang hadir, tetapi juga sejumlah pengusaha, kolektor perhiasan, klien lama, desainer, wartawan, hingga beberapa orang dari dunia mode.Malam itu, Arta Group benar-benar menjadikan pameran tersebut sebagai acara besar. Dan tentu saja, semua perhiasan yang dipamerkan bukan sekadar untuk dilihat. Sebagian besar akan ditawarkan kepada para tamu yang tertarik untuk membelinya.Alena datang bersama Pak Adrian dan beberapa perwakilan dari Hartawan Corporation. Begitu memasuki ruangan utama, pandangannya langsung menyapu seluruh area.Keira sudah berada di sana.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status