author-banner
Rafan Alrescha
Author

Novels by Rafan Alrescha

Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi

Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi

Malam di saat Alena keguguran, Alres meninggalkannya demi menjemput sahabat wanitanya yang baru kembali dari luar negeri. Pernikahan mereka telah berjalan lima tahun. Sejak dulu, tidak ada yang Alena inginkan lebih dari memiliki keluarga yang utuh dengan Alres. Namun, belakangan ia mengetahui jika Alres hanya menikahinya demi memenuhi balas budi. Bersama dengan janinnya yang tiada, cinta Alena pun luruh. Tanpa sepengetahuan Alres, ia menceraikan pria itu dan megabaikannya bahkan bertahun-tahun kemudian, saat pria itu kembali memohon cintanya.
Read
Chapter: Bab 6
Malam itu, meja makan yang biasanya sunyi dipenuhi percakapan. Keira bercerita tentang kehidupan di luar negeri, tentang rumah mode yang ia bangun dari nol hingga berhasil tampil di ajang mode internasional.Kevin dan Dion menanggapinya dengan heboh. Alres, yang biasanya lebih banyak diam, juga beberapa kali menanggapi cerita itu."Klien pertamaku benar-benar cerewet," keluh Keira sambil terkekeh kecil. "Aku kesal sekali melayani permintaannya yang macam-macam. Waktu itu, aku sedikit menyesal menerima klien dari kenalan Alres.""Kalau bukan karena dia, rumah modemu tidak sebesar ini," balas Alres. Meski terdengar datar, semua orang tahu kalau Alres bukan tipe pria yang suka menanggapi obrolan kecil.Ia bisa bersikap seperti ini di depan Keira, membuktikan seberapa besar kedekatan mereka.Keira tertawa. "Dasar. Aku cuma curhat. Masih saja suka menyindir."Alena mengaduk sup ayam di depannya yang dari tadi tidak tersentuh. Ia juga duduk di sebelah Alres, tapi pria itu terlalu fokus deng
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 5
Langit mulai menggelap ketika mobil Alena memasuki halaman rumahnya.Pertemuan dengan Pak Adrian menguras lebih banyak tenaga daripada yang ia bayangkan. Bukan karena pembicaraan mereka berlangsung lama, melainkan karena hari ini ia benar-benar mengucapkan keputusan yang selama lima tahun tak pernah berani ia pikirkan.Bercerai. Kata itu masih terasa asing di telinganya.Alena baru saja melangkah memasuki rumah ketika aroma berbagai masakan memenuhi indra penciumannya.Ia berhenti. Pandangannya beralih ke arah ruang makan. Meja makan yang biasanya hanya diisi tiga atau empat hidangan kini dipenuhi berbagai menu yang tampak asing, bukan kesukaannya maupun Alres.Alena mengernyit. "Bik Isa."Perempuan paruh baya yang sedang menata piring langsung menoleh. "Iya, Non?""Ada acara apa?"Bik Isa tersenyum. "Pak Alres bilang malam ini ada tamu penting.""Tamu?""Iya, Non."Belum sempat Alena bertanya lagi, suara langkah kaki terdengar dari lantai dua. Alena mendongak.Seorang perempuan berga
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 4
Alena menginap tiga malam di rumah sakit. Selama itu, Alres tidak pernah menemuinya atau bahkan menghubunginya.Di hari keempat, dokter mengizinkannya pulang setelah memastikan kondisinya mulai stabil. Tapi, Alres masih belum muncul."Jangan terlalu banyak beraktivitas dulu, Bu Alena," pesan dokter sebelum meninggalkan ruang perawatan. "Yang paling penting sekarang adalah memulihkan kondisi fisik dan menghindari stres."Alena hanya mengangguk pelan. Entah bagaimana bisa menghindari stres. Seandainya rasa sakit di dalam hatinya bisa diobati semudah meminum obat.Bella datang menjemputnya. Setelah beberapa saat di perjalanan, mobil Bella akhirnya berhenti di halaman rumah Alena tepat menjelang siang.Beberapa asisten rumah tangga segera menyambut kedatangan mereka. Wajah mereka tampak terkejut melihat kondisi majikan mudanya yang masih pucat."Aku tidak apa-apa," jawab Alena sambil tersenyum tipis. "Hanya sedikit kurang enak badan."Bella membantu Alena masuk hingga ke ruang tamu. "Lena
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 3
Kelopak mata Alena perlahan terbuka, pandangannya disambut langit-langit putih dengan lampu yang menyilaukan. Aroma antiseptik yang khas segera memenuhi indra penciumannya, membuat kepalanya terasa berat."Alena ... kamu sudah sadar?" Suara itu terdengar begitu dekat.Alena menoleh perlahan. Di sisi ranjang, Bella duduk dengan mata sembap dan wajah penuh kecemasan. Jemarinya masih menggenggam erat tangan Alena, seolah takut sahabatnya itu kembali kehilangan kesadaran.Alena mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha mengingat apa yang telah terjadi. Lalu, ingatannya kembali pada rasa nyeri yang luar biasa di rumah.Seketika kedua tangannya bergerak menuju perutnya. "Anakku ... bagaimana anakku?" tanyanya dengan suara serak.Tangannya meraba perut yang kini terasa begitu kosong. Napasnya mulai memburu."Bel ... bayiku baik-baik saja, kan?" Bella menggigit bibir bawahnya. Terlihat kesulitan untuk menjawab.Bertepatan dengan itu, pintu ruang perawatan terbuka. Seorang dokter bersama dua
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 2
Langit kota Hilstown mulai gelap ketika mobil Alena memasuki halaman rumah. Rumah besar itu seperti biasa terlihat sepi. Apalagi sejak kedua orang tuanya meninggal setahun lalu.Para asisten rumah tangga sudah pulang sejak pukul tujuh malam. Sesuai permintaan Alres yang menginginkan ketenangan saat malam hari. Kini hanya tersisa dirinya dan kesunyian.Alena meletakkan tasnya di atas sofa. Matanya bengkak karena menangis sedari tadi. Ia tidak hanya menangis di lift, tapi juga sepanjang perjalanan pulang barusan.‘Begitu Keira pulang malam ini, aku akan mengurus perceraian dengan Alena.’ Suara Alres kembali muncul di benaknya.Alres sedang menjemput Keira sekarang. Kalau ucapannya sungguhan, berarti ia akan membicarakan perceraian mereka saat pulang nanti, kan?Miris sekali. Setelah beberapa hari tidak pulang, pria itu justru kembali demi menceraikannya. Alena merasa dadanya kembali sesak.Tidak ingin meratapi dirinya lagi, Alena berjalan menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 1
“Begitu Keira pulang malam ini, aku akan mengurus perceraian dengan Alena.”Langkah Alena Hartawan mendadak terhenti tepat di depan ruang meeting. Jantungnya berdetak pelan. Ia mengenal suara itu dengan baik, suara Alres, suaminya.Alena baru saja sampai kantor suaminya. Sejak pagi, ia sangat bersemangat untuk bertemu Alres karena sudah beberapa hari mereka tidak berjumpa. Ia bahkan sampai bangun sebelum matahari terbit hanya untuk memasak makanan favorit Alres, sup ayam pedas.Tapi, bukan rindu yang menjadi penyebab Alena ingin bertemu Alres. Karena dia sendiri sudah biasa ditinggal Alres berhari-hari saking sibuknya pria itu.Penyebab kedatangannya hari ini adalah foto USG kecil yang juga ada di dalam tas tangannya. Tersimpan rapih di dalam amplop putih sebagai kejutan.Alena tengah mengandung sekarang. Menurut dokter, usia kandungannya baru delapan minggu. Saat mendengarnya kemarin, Alena begitu senang bahkan buru-buru menelepon Alres untuk mengabari kabar bahagia tersebut.Tapi, A
Last Updated: 2026-07-02
You may also like
BENIH PRESDIR LUMPUH
BENIH PRESDIR LUMPUH
Romansa · Simbaradiffa
30.5K views
Terjerat Pesona Papa Sahabatku
Terjerat Pesona Papa Sahabatku
Romansa · Syafitri Wulandari
30.4K views
My Boss My Husband
My Boss My Husband
Romansa · Suzy Ru
30.4K views
Video Pernikahan Suamiku
Video Pernikahan Suamiku
Romansa · Fetina
30.4K views
Cinta Terlarang Atau Takdir
Cinta Terlarang Atau Takdir
Romansa · Erna Azura
30.3K views
Another Life - Revenge and Love
Another Life - Revenge and Love
Romansa · Yuyun Batalia
30.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status