Compartir

Bab 320

Autor: Darrel Gilvano
Broto tidak lama berada di rumah Keluarga Sucipto.

Setelah menguji kemampuan lima kandidat pengawal dan menyarankan agar mereka memilih satu pria dan satu wanita yang merupakan mantan tentara, dia langsung pergi dengan wajah muram. Kalau bukan karena perintah dari tuan mudanya, dia bahkan tidak ingin tinggal di sana sedetik pun.

Setelah Broto pergi, Keluarga Sucipto masih dalam keadaan linglung.

Beberapa saat kemudian, Ervina baru bertanya dengan kebingungan, "Kenapa Jimmy bisa mengundang Pak Br
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 372

    Beberapa saat kemudian, Jimmy pun tiba.Belum sempat turun dari mobil, Jimmy sudah melihat Yasmin berdiri di depan pintu Keluarga Sucipto."Ngapain kamu berdiri di sini?"Jimmy turun dari mobil sambil menatap Yasmin dengan wajah tak berdaya. Yasmin tidak banyak bicara, melainkan langsung berkata, "Ikut aku!""Kenapa aku harus ikut kamu?" Jimmy mengangkat alis menatap Yasmin. "Jenderal Yasmin, kamu menganggapku tahananmu?""Aku nggak punya waktu untuk berdebat denganmu." Yasmin menatap Jimmy dengan kesal, "Cepat ikut aku, kakekku sedang menunggumu makan!"Membicarakan hal ini saja sudah membuat Yasmin kesal. Kakek tua keras kepala itu benar-benar sedang bersikeras melawannya. Kalau Jimmy tidak datang makan, kakeknya akan terus duduk di halaman. Bahkan tidak mau masuk ke dalam rumah!Kakeknya juga mengatakan bahwa calon cucu menantunya pergi makan dengan orang lain dan meninggalkannya di sini. Dia merasa sangat dipermalukan dan kesal. Pokoknya, kakek tua itu terus saja memberi berbagai a

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 371

    "Kakek!"Zisel tersenyum lebar dan mendekat ke sisi Yahya. "Kakek nggak perlu lihat lagi. Kalau Jimmy sudah berjanji, berarti dia pasti akan datang.""Ya, ya." Yahya terkekeh, lalu bertanya lagi pada Andra, "Kamu tahu Jimmy tinggal di mana, 'kan?""Ini ...." Andra sedikit tertegun, lalu menggeleng. "Aku merasa bersalah, jadi nggak enak hati untuk tanya sama dia."Yahya terdiam sejenak, lalu menoleh ke Laura.Menghadapi tatapan Yahya, Laura menundukkan kepala dalam diam. Ayahnya merasa bersalah sehingga tidak enak bertanya. Sedangkan dia, sama sekali tidak pernah peduli pada hal itu. Tiba-tiba, Laura seakan mulai mengerti kenapa ayahnya mengatakan bahwa dirinya tidak tahu berterima kasih.Sejak bercerai dengan Jimmy, tidak peduli seberapa banyak Jimmy membantu mereka, Laura tidak pernah sekali pun berinisiatif untuk peduli pada Jimmy. Bahkan, dia sampai tidak tahu Jimmy tinggal di mana.Melihat Laura yang menunduk diam, Yahya tak bisa menahan diri untuk menghela napas panjang dan sorot

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 370

    Sore hari, seperti yang sudah diduga, Jimmy menerima telepon undangan makan. Yang menelepon langsung adalah Yahya.Kebetulan malam itu Jimmy tidak ada urusan, jadi dia pun menyetujuinya. Namun, belum lama setelah menutup telepon, Yasmin justru meneleponnya. Dia juga mengundang Jimmy makan malam, di vila miliknya.Tanpa berpikir, Jimmy langsung menolak. "Kebetulan sekali, Kakek Yahya hari ini keluar dari rumah sakit dan mengundangku makan. Jadi, aku nggak bisa ke tempatmu.""Pak Yahya sudah keluar dari rumah sakit?" Yasmin agak terkejut. "Jangan bilang kamu yang menyembuhkannya.""Masa kamu?" balas Jimmy dengan santai."Bicara yang benar!" Yasmin mendengus dengan kesal. 'Bajingan ini! Dulu saja sudah seenaknya, sekarang ada Kakek yang membelanya, dia makin nggak tahu batas!'Mendengar nada suaranya, Jimmy langsung malas bicara dan menutup telepon. Saat Yasmin menelepon lagi, Jimmy langsung menolak panggilannya.Dia sudah membantu mengobati luka dalam Yasmin, tetapi kenapa rasanya sepert

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 369

    Felix mengangkat pandangan dan menilai Yunan, lalu bertanya dengan penuh rasa penasaran, "Kak Jimmy, ini kakak ipar baru ya?""Apa kamu bilang?" Ekspresi Yunan langsung berubah drastis. Aura membunuh memancar saat menatap Felix.Felix langsung gemetar ketakutan, buru-buru melempar pandangan minta tolong ke Jimmy. Perempuan ini kenapa sih? Dia cuma tanya sedikit, kenapa seperti mau membunuh orang?"Sudah, dia cuma tanya saja." Jimmy menghentikan Yunan, lalu menggeleng pelan pada Felix. "Dia cuma teman biasa saja, jangan asal bicara.""Oh, oh ...." Felix buru-buru mengangguk."Siapa pula temanmu?" Yunan menatap Jimmy dengan kesal. "Aku mau membunuhmu!""Ya, ya ...." Jimmy hanya bisa pasrah. "Nanti aku buatkan papan dan gantung di dadamu, tulis saja 'aku mau bunuh Jimmy'."Hal yang jelas-jelas tidak bisa dilakukan, tetapi terus diulang setiap hari. Apa tidak capek?"Kamu ...!" Yunan langsung semakin kesal. Dia menatap Jimmy dengan penuh niat membunuh.Melihat interaksi mereka, Felix dan N

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 368

    Mendengar ucapan Benjamin, Jimmy hanya bisa menggeleng tak berdaya. Benar-benar tidak tahu diri! Benar-benar cari mati!"Aku urus para satpam ini, kamu urus tuan muda itu! Ingat, cukup kasih pelajaran saja!" Jimmy memberi instruksi kepada Yunan, lalu langsung berjalan menuju para satpam.Dia sendiri pernah bekerja sebagai satpam selama beberapa tahun. Dia tahu orang-orang ini hanya menjalankan perintah. Kalau Yunan turun tangan, mereka pasti akan celaka.Yunan tidak menjawab, hanya berjalan ke arah Benjamin dengan ekspresi dingin. Meskipun Jimmy membawa beberapa kantong pakaian besar di tangannya, gerakannya sama sekali tidak lambat. Dalam sekejap, dia sudah menjatuhkan beberapa satpam."Aku nggak mau menyulitkan kalian, jangan ikut campur." Setelah memberi peringatan, Jimmy menoleh kembali ke arah Yunan."Kenapa kalian masih bengong? Tangkap dia!" Benjamin berteriak dengan marah kepada orang-orang di sekitarnya.Mereka tersadar dan segera maju untuk menangkap Yunan, tetapi langsung d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 367

    Jimmy tidak tahan melihatnya, langsung mengambil beberapa gaun untuk Yunan. Ada yang panjang, ada yang pendek."Aku nggak mau pakai gaun!" Begitu melihat Jimmy mengambil gaun, Yunan langsung meledak.Jimmy santai saja. "Aku beli buat orang lain, boleh 'kan?"Yunan mendengus sinis, baru berhenti bicara. Namun, karena tidak puas dengan pegawai toko itu, Yunan langsung pindah ke toko lain.Setelah kembali memborong barang, Jimmy membawa beberapa kantong besar pakaian ke kasir untuk antre membayar.Sementara itu, Yunan tetap seperti bos besar, berdiri santai dengan tangan kosong di samping, menunggu Jimmy membayar.Pada saat yang sama, putra pemilik mal, Benjamin, sedang berkeliling memeriksa mal ditemani oleh para manajer. Dari kejauhan, dia sudah memperhatikan Yunan. Aura dingin dan anggunnya langsung menarik perhatian Benjamin.Celana jeans biru yang dikenakan Yunan membentuk lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, membuat hati Benjamin langsung tergoda. Tanpa ragu, Benjamin langsung berjal

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 104

    Setelah memutuskan ikut berinvestasi, Jimmy tidak bertele-tele dan dengan sigap mentransfer 20 miliar yang baru saja dia terima kepada Zisel. Soal urusan lanjutan, dia juga tidak perlu ikut repot.Sabrina memiliki kenalan di departemen terkait, sehingga banyak prosedur tidak perlu dia jalani bersama

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 108

    Menyaksikan Rizal dan rombongannya pergi, wajah Laura dan Ervina langsung menjadi muram saat menatap Jimmy."Siapa yang menyuruhmu menyamar sebagai Rafael?" Ervina menatap Jimmy dengan marah. "Kamu ini benar-benar licik dan nggak tahu malu. Kamu mau mencelakakan Rafael, ya?"Jimmy mengatupkan bibirn

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 103

    "Baiklah." Sabrina mengangguk pelan.Setelah urusan mereka selesai dibahas, barulah Sabrina mengobrol dengan Zisel tentang rencana Zisel sendiri. Zisel sebenarnya tidak benar-benar ngotot mencari industri dengan keuntungan besar. Dia hanya ingin menemukan bidang yang punya prospek dan memang menarik

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 109

    "Nggak usah, nggak usah." Jimmy buru-buru menggeleng menolak."Hanya makan saja kok," Livia langsung maju dan menarik tangan Jimmy. "Jangan sungkan sama kami. Ayo cepat ikut!"Jimmy berkali-kali menolak, tetapi Livia malah mencengkeram tangannya erat-erat, seolah takut dia kabur. Pada akhirnya, Jimm

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status