LOGINKesombongan paling besar adalah pukulan paling telak!Begitu kata-kata Jimmy selesai diucapkan, suasana langsung hening total. Semua anggota Keluarga Enggana menatap Jimmy dengan tercengang. Dalam hati mereka bercampur keterkejutan dan kegembiraan.Harus diakui, nyali orang ini memang luar biasa besar. Di hadapan Basuki, dia masih berani sesumbar seperti ini!Namun, mereka justru berharap Jimmy makin arogan. Makin parah dia menyinggung Basuki, makin mengenaskan pula nasibnya nanti!Setelah sempat tertegun sesaat, anggota Keluarga Enggana mulai berteriak-teriak lagi."Berani sekali kamu bicara seperti itu kepada Tuan Basuki!""Kamu meremehkan Tuan Basuki ya?""Orang bodoh memang nggak tahu takut! Memangnya kalian mampu menyinggung Tuan Basuki?""Benar-benar cari mati!"Wajah mereka penuh penghinaan, sambil terus menjilat Basuki. Istilah "anjing yang mengandalkan kekuasaan tuannya" benar-benar tergambar sempurna pada diri mereka.Namun, tampaknya Basuki tidak menyukai sanjungan mereka. A
Namun, itu sudah merupakan kehormatan yang sangat besar bagi Keluarga Enggana!Pada saat itu, Basuki kembali bertanya dengan nada datar, "Orang yang kamu sebutkan itu, apakah masih berada di hotel? Kalau masih di hotel, kita langsung ke sana saja. Aku bekerja dengan mengutamakan efisiensi dan nggak suka bertele-tele.""Seharusnya sudah nggak di hotel lagi," jawab Sukro segera."Orang itu sangat sombong. Dia bahkan bilang akan datang ke Keluarga Enggana. Saat ini, kemungkinan dia sudah tiba di rumah kami."Sudut bibir Basuki sedikit terangkat.Dengan nada penuh kesombongan, dia berkata, "Bagus. Jadi aku nggak perlu buang-buang waktu."Mendengar perkataan Basuki, Sukro langsung sangat gembira.Langit benar-benar berpihak kepada Keluarga Enggana! Selama Pak Basuki bersedia turun tangan, orang-orang itu pasti tidak akan berakhir baik! Dendam putra dan cucunya akhirnya bisa terbalaskan! Nanti dia harus berterima kasih dengan sungguh-sungguh kepada Basuki.Selama mereka bisa bergantung pada
Dalam perjalanan menuju Keluarga Enggana, Sukro terus menyusun kata-kata di dalam pikirannya. Dia memikirkan bagaimana cara menjelaskan kesulitan yang sedang dihadapi keluarganya kepada Basuki.Basuki sudah menebak bahwa Sukro memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. Dia pun menutup mata dan berkata dengan nada tidak senang, "Kalau ada yang ingin dikatakan, katakan langsung. Aku nggak suka orang yang berbelit-belit atau menyembunyikan sesuatu dariku!"Mendengar perkataan itu, hati Sukro langsung bergetar. Setelah terdiam sejenak, dia memasang senyum penuh sanjungan. "Pak Basuki benar-benar jeli. Aku merasa kagum ....""Cepat masuk ke inti masalahnya!" potong Basuki dengan tidak sabar.Sukro tampak sedikit canggung, lalu berkata dengan hati-hati, "Terus terang saja, Keluarga Enggana sedang menghadapi sedikit masalah. Dengan kemampuan keluarga kami, aku khawatir kami nggak mampu menyelesaikannya.""Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Basuki tanpa membuka matanya.Sukro segera menjawab, "
"Kalau mereka benar-benar ingin meminta maaf, mereka seharusnya sudah datang sejak setelah kejadian semalam. Untuk apa menunggu sampai kita yang datang sendiri ke sini?"Jimmy tersenyum tipis."Lagi pula, kalau mereka benar-benar takut sama kita, dengan penampilan pengecut seperti itu, mereka seharusnya sudah kabur sejak lama. Mana mungkin mereka malah duduk diam menunggu kita datang mencari masalah?""Hm?"Mendengar perkataan itu, kedua wanita tersebut langsung hanyut dalam pemikiran sendiri.Beberapa saat kemudian, secercah pemahaman muncul bersamaan di mata mereka.Benar! Membuat kita masuk ke dalam jebakan!Keluarga Enggana pasti sudah menyiapkan kartu cadangan untuk menghadapi mereka!Tetua keluarga itu kemungkinan besar tidak sedang dirawat di rumah sakit, melainkan pergi mencari bala bantuan. Sikap rendah hati yang mereka tunjukkan sekarang tidak lebih dari upaya untuk menenangkan mereka sementara waktu.Setelah memahami hal itu, keduanya tidak berkata apa-apa lagi.Tak lama kem
Sekitar pukul setengah 11 pagi, Jimmy membawa Sabrina dan Yunan ke kediaman Keluarga Enggana. Bahkan sebelum turun dari mobil, mereka sudah melihat anggota Keluarga Enggana berdiri berjajar di depan gerbang."Ini lagi nyambut kita?" tanya Sabrina dengan heran sambil melemparkan senyum menawan kepada Jimmy.Apakah sikap Keluarga Enggana ini berarti mereka sudah menyerah? Namun setelah dipikir-pikir, hal itu juga tidak terlalu aneh.Setelah peristiwa semalam, jika Keluarga Enggana masih tidak menyadari bahwa mereka telah menyinggung orang yang tidak seharusnya disinggung, maka mereka pasti terlalu sombong atau terlalu bodoh."Siapa yang tahu?" Jimmy mengangkat bahu. "Nanti kita tanya saja."Sabrina tersenyum dan tidak berkata apa-apa lagi. Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan gerbang Keluarga Enggana. Melihat ketiga orang yang turun dari mobil, seluruh anggota Keluarga Enggana langsung merasa jantung mereka berdegup kencang.Mereka datang! Mereka benar-benar datang!Sebelum Sukro b
"Pasti!"Sukro mengepalkan tinjunya dengan erat."Tak peduli berapa pun harga yang harus dibayar, aku pasti akan meminta bantuan Pak Basuki! Kalau bajingan itu berani datang, dia sama sekali nggak akan punya kesempatan untuk tetap hidup!"Mendengar ucapan Sukro yang tegas, semangat semua orang kembali bangkit.Basuki saja sudah sehebat I tu. Belum lagi sosok besar yang menggemparkan di belakangnya.Asalkan mereka bisa menumpang reputasi Basuki, mengapa Keluarga Enggana harus khawatir tidak akan berjaya? Bajingan itu harus membayar harga yang setimpal!Mereka harus membuatnya mengerti bahwa Keluarga Enggana bukanlah pihak yang bisa diremehkan! Siapa pun yang berani memprovokasi Keluarga Enggana harus menanggung amarah mereka!Setelah berusaha menekan amarah dalam hatinya, Sukro berkata kepada semua orang dengan nada garang, "Besok aku akan pergi ke bandara untuk jemput Pak Basuki. Kalau orang itu berani datang, lakukan apa pun untuk menahannya! Asalkan Pak Basuki tiba, mau sehebat apa p
Tak lama setelah Zisel pergi, Jimmy menerima telepon dari Argani.Nela memang sudah tertangkap. Sayangnya, sebelum Jaka dan orang-orangnya berhasil menangkapnya, Nela sudah bunuh diri terlebih dulu.Argani mengatakan bahwa dua hari ini dia masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan, jadi untu
Setelah mentraktir Zisel makan dengan sederhana, Jimmy meninggalkannya dan pergi sendiri naik motor dengan kejam. Kalau tidak segera pergi, dia takut benar-benar berubah jadi bejat. Melihat Jimmy lari terbirit-birit, Zisel langsung tertawa terpingkal-pingkal.Setelah berpisah dengan Zisel, Jimmy lal
Zisel mengusulkan untuk mengantar Jimmy pulang, dan Jimmy pun tidak menolak.Sepanjang perjalanan, Zisel terus bertanya ke sana kemari seperti anak kecil yang penuh penasaran. Jimmy sedang memikirkan banyak hal, jadi jawabannya pun seadanya.Kejadian malam ini kembali membuktikan dugaannya sebelumny
Setengah jam kemudian, Jimmy yang menaiki taksi sampai di Rumah Sakit Diloam. Kala ini, keluarga Andra dan Marcus sudah menunggu di depan pintu rumah sakit.Begitu Jimmy turun dari taksi, Zisel yang tidak puas mengeluh kepada Laura, "Suamimu ini benar-benar sombong, padahal dia itu cuma satpam! Masa







