Gairah Terpendam Ibu Kost

Gairah Terpendam Ibu Kost

last updateLast Updated : 2026-08-08
By:  R-One ChannelzUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
12Chapters
30views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demian Prasetyo, seorang pemuda asal Jogja dengan sopan santun yang kental, datang ke Jakarta dengan ambisi membangun karier jurnalis. Untuk bertahan hidup, ia menyewa kamar di *Almira Residence*, sebuah hunian eksklusif milik Eva Almira, seorang janda kaya yang elegan namun berbahaya. Di mata dunia, Demian hanyalah jurnalis magang yang lugu dan mudah dimanipulasi. Namun, di balik kemeja rapi dan sikap menunduknya, Demian adalah predator ulung yang menyamar—ia adalah pewaris tunggal kerajaan media global yang sedang menjalankan misi rahasia. Kehidupan Demian berubah menjadi medan perang hasrat dan intrik. Ia terjebak dalam jaring gairah yang rumit dengan Eva, serta terlibat dalam permainan saling menguasai dengan Dila, atasannya yang obsesif. Situasi semakin kacau ketika Siska dan Rara, putri-putri Eva, mulai melancarkan aksi pemerasan dan rayuan untuk menjadikannya budak hasrat mereka. Di sisi lain, Darius Amarta, pemilik perusahaan media sekaligus mantan suami Eva, menyimpan dendam membara karena mencium aroma ancaman pada sosok Demian, serta murka setelah mengetahui pria muda itu telah menodai mantan istri dan kedua putrinya. Darius melancarkan teror fisik dan ekonomi untuk menghancurkan Demian. Namun, setiap pukulan dan hinaan yang diterima Demian hanyalah bagian dari rencana besarnya. Ia dengan sabar mencatat setiap bukti kebejatan keluarga Amarta: mulai dari penggelapan pajak, pemerasan, hingga skandal moral yang membusuk. Demian sengaja membiarkan dirinya dianggap sebagai mangsa agar ia bisa memetakan kelemahan dinasti Amarta dari dalam. Puncaknya terjadi ketika Darius kehilangan kendali dan menyerang Almira Residence. Di saat itulah, Demian melepas topeng "jurnalis miskin"-nya. Dengan dukungan penuh dari tim hukum kerajaan media miliknya, ia menghancurkan keluarga Amarta secara sistematis dan permanen. Kejatuhan keluarga Amarta menjadi saksi bisu bahwa di balik kesantunan yang tampak rentan, Demian adalah arsitek kehancuran yang tak menyisakan ruang bagi musuhnya untuk bangkit.

View More

Chapter 1

Bab 1 : Insiden Keran Bocor Yang Menggetarkan

Sudah dua minggu aku menghuni kamar nomor tujuh di Almira Residence . Dua minggu yang menyiksa iman, sekaligus membuatku betah setengah mati.

Sebagai perantau lugu yang bekerja jadi jurnalis junior , aku selalu berusaha menjaga sopan santun.

 Tapi jujur, setiap pagi kalau berpapasan dengan Bu Eva—pemilik kos sekaligus janda muda kaya raya itu—pikiranku mendadak tidak pernah bisa berpikir jernih.

Tubuhnya itu, Gusti... padat dan selalu menantang iman, apalagi kalau dia cuma pakai daster tipis tanpa bra saat menyiram tanaman.

 Mataku otomatis salah fokus ke gundukan kenyal yang bergoyang bebas setiap dia bergerak.

Tapi, lagi-lagi, aku tepis semua pemikiran itu dari kepalaku. Aku tidak boleh macam-macam. Kalau aku diusir dari kos ini, aku bisa tidur di kolong jembatan !

Malam ini, hujan turun deras banget. Aku lagi tiduran di kasur sambil meratapi nasib dompet akhir bulan, ketika tiba-tiba…

Tok. Tok. Tok.

Aku buru-buru bangkit dan membuka pintu. Begitu daun pintu terbuka, napasku langsung tercekat di tenggorokan.

Bu Eva berdiri di depan kamarku, hanya berbalut bathrobe sutra tipis berwarna hijau emerald yang ikatannya longgar. 

Rambutnya basah habis keramas, menyisakan tetesan air yang mengalir lambat melewati leher jenjang hingga masuk ke belahan dadanya yang mengintip malu-malu. 

Wangi perpaduan melati dan vanilla langsung menyerbu hidungku, bikin pusing seketika.

"Demian, bisa minta tolong? Keran wastafel di kamar mandi saya rusak, airnya muncrat ke mana-mana. Tukang kebun lagi pulang kampung," ucapnya dengan suara parau, khas orang kedinginan.

Waduh, cobaan malam-malam begini berat banget! Mataku sempat melirik ke bawah, ke arah bathrobe-nya yang sedikit terbuka, memperlihatkan separuh bulatan kembarnya yang putih mulus dan tampak begitu empuk.

Nguk ! Di balik celana kolor bututku, aset berhargaku langsung berdenyut antusias merespons pemandangan hot ini.

"Oii, jangan bangun dulu, tolong kerja samanya !" umpatku dalam hati sambil menepuk paha sendiri.

"B-bisa, Bu. Biar saya lihat," jawabku gugup setengah mati.

"Bagus. Ayo cepat, keburu banjir." Bu Eva berbalik duluan.

Aku mengekor di belakangnya dengan langkah kaku. Pandanganku terkunci pada pinggulnya yang berlenggok di balik kain sutra tipis itu. 

Pikiranku mulai liar membayangkan yang tidak-tidak, tapi buru-buru kugetok kepalaku sendiri. Ingat, Demian! Dia yang punya kos !

Kami masuk ke kamar mandinya yang luas. Uap hangat memenuhi ruangan, dan benar saja, air menyembur liar dari pipa bawah wastafel.

"Di bawah sana, Demian. Tolong kencangkan katupnya," tunjuk Bu Eva sambil ikut berjongkok di sampingku.

Jarak kami dekat banget. Bau sabun mandinya bikin konsentrasiku buyar. Saat aku meraih kunci inggris, tanganku yang gemetaran tidak sengaja menyenggol paha mulusnya. Aku tersentak panik, takut dikira mesum. 

Tapi anehnya, Bu Eva malah bergeser makin dekat, hingga napas hangatnya berembus tepat di ceruk leherku.

"Kamu kok gemeteran begitu, Demian? Sengatan airnya dingin, ya?" bisiknya tepat di telingaku, suaranya terdengar sensual.

"E-enggak kok, Bu. Kerannya agak keras aja," jawabku dengan suara parau yang dipaksakan.

Padahal, yang keras bukan kerannya, melainkan "senjataku" di bawah sana yang sudah menegang maksimal menahan sesak.

Aku memutar katup pipa sekuat tenaga. Begitu putaran terakhir terkunci, semburan air berhenti seketika. Hening.

Begitu aku hendak berdiri dan menyudahi siksaan batin ini, tangan Bu Eva menahan bahuku, menekan tubuhku agar tetap berlutut. 

Aku menoleh, dan mataku nyaris keluar.

Bu Eva memutar tubuhnya menghadapku. 

Jubah sutranya sengaja dibuat merosot jatuh ke pinggang, memamerkan sepasang buah dadanya yang besar, montok, dan sangat padat terpampang nyata tepat beberapa sentimeter di depan wajahku.

 Putingnya yang memerah menegang karena hawa dingin.

Darahku langsung mendidih. Pemandangan live gratisan ini benar-benar merenggut seluruh waras yang kupunya.

"Tukang perbaikannya sudah selesai bekerja, kan?" Bu Eva berbisik dengan nada menggoda.

Sebelum aku sempat menjawab, dia meraih tanganku, menjatuhkan kunci inggris ke lantai, lalu menuntun jemariku langsung untuk meremas puncak dadanya yang hangat dan kenyal luar biasa. 

Sekarang," bisik Bu Eva lagi dengan tatapan yang semakin menuntut, "bisa tolong bantu Ibu untuk hal yang lain?"

​Mampus aku! Iman perantauku benar-benar runtuh malam ini !"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status