Share

Bab 70

Penulis: Darrel Gilvano
Zisel pada akhirnya tetap tidak berani menendang mayat pria itu.

Meskipun dia bisa dibilang anak orang kaya, pada dasarnya dia tetap orang biasa. Walaupun orang itu sudah mati dan tidak lagi berbahaya, naluri manusiawinya tetap membuatnya merasa takut pada mayat.

Tak lama kemudian, Sabrina datang membawa dua orang.

"Si Jagal!" Begitu melihat mayat di tanah, Sabrina langsung berseru kaget.

"Hm?"

Jimmy menatap Sabrina dengan heran. "Kamu kenal dia?"

Sabrina menatap Jimmy dengan ekspresi terkejut,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 438

    Hal yang paling dibenci Yasmin adalah sikap tidak tahu malu Jimmy. Namun, Jimmy malah bersikeras ingin menjadi orang yang tidak tahu malu.Yasmin sudah susah payah menenangkan diri untuk bicara baik-baik dengannya, tapi sampai di titik ini, percakapan itu tidak bisa dilanjutkan lagi. Setelah menghela napas dan menggeleng beberapa kali, Yasmin akhirnya tidak berkata apa-apa lagi.Malam ini dia memang kembali menemukan sisi baik dari Jimmy. Namun, dia tetap memandang rendah orang yang tidak punya ambisi dan hanya ingin menjadi sosok tidak tahu malu seperti itu.Jimmy punya kemampuan?Tentu saja ada.Bagaimanapun juga, kemampuan medisnya jelas terlihat.Meski Yasmin meremehkan orangnya, dia tetap tidak bisa menemukan kekurangan dalam kemampuan medis Jimmy. Namun, kemampuan adalah kemampuan, karakter adalah karakter. Kalau hanya punya kemampuan tanpa karakter, apa gunanya?Setelah menghela napas dalam hati, Yasmin perlahan tertidur.Awalnya dia hanya berpura-pura tidur, ingin melihat apaka

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 437

    Tiba-tiba, Yasmin menemukan sisi baik pada Jimmy. Setelah terdiam lama, akhirnya Yasmin membuka suara lebih dulu, "Jimmy, kita ... berdamai saja.""Berdamai?" Jimmy menoleh dan meliriknya. "Ini namanya kamu baru sadar, ya?""Bisa dibilang begitu." Yasmin jarang menunjukkan rasa bersalah, wajahnya sedikit meminta maaf. "Aku tahu temperamenku buruk. Contohnya malam ini, kalau orang lain, mungkin sudah nggak peduli sama nyawaku.""Kamu sedang beruntung." Jimmy tersenyum sambil menggeleng. "Kalau lima tahun lalu, dengan sikapmu seperti itu, entah sudah berapa kali kamu mati.""Nggak bisa kalau nggak membual, ya?" Yasmin mendecak, lalu melanjutkan, "Sebenarnya kamu membual juga nggak masalah. Asal nggak terlalu nggak tahu malu, kamu ini masih bisa diajak bergaul.""Kamu dari tadi bilang aku nggak tahu malu, memang aku nggak tahu malu di mana?" Jimmy menatapnya dengan tertarik. "Apa aku pernah melecehkanmu atau mengintip kamu mandi?"Ini benar-benar aneh. Dia sendiri tidak merasa pernah mela

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 436

    'Sial! Wanita bodoh ini! Sudah tahu masuk angin, malah bergantian terus kena angin dan dekat api. Apa nggak cari mati ini namanya?'Jimmy segera bangkit dan mendekati Yasmin, lalu meletakkan tangannya di dahi Yasmin. Baru dia sadar, dahi wanita ini panas sekali. Wanita ini demam tinggi!Saat Jimmy masih mengumpat dalam hati, Yasmin merasakan dahinya disentuh. Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengayunkan pukulan. Namun, pukulan itu lemah sekali. Bahkan kalau Jimmy tidak menghindar, kena pun tidak akan terasa sakit.Malah seperti pukulan manja pasangan."Kamu mau apa?" Yasmin menatap dengan marah. Aura marahnya ada, tapi suaranya sangat lemah."Kalau aku benar-benar mau melakukan sesuatu sekarang, kamu juga nggak akan bisa melawan."Jimmy menatapnya kesal. "Kamu pikir kamu masih punya tenaga untuk melawan? Kondisimu saja nggak kamu sadari?""Kamu berani! Uhuk uhuk ...." Yasmin mengangkat tangan ingin memukul, tapi tubuhnya hampir tidak punya tenaga. Bahkan mengangkat tangan saja tera

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 435

    Setelah membersihkan ayam itu sampai tuntas, Jimmy baru berbalik. Saat ini, Yasmin sudah mengenakan pakaiannya. Memang tidak terlalu pas. Namun ... enak dipandang!Saat itu, Jimmy sebenarnya ingin melantunkan sebuah puisi.Dilihat dari depan seperti punggung bukit, dari samping seperti puncak gunung, dari dekat maupun jauh, tinggi rendahnya berbeda-beda.Namun, Jimmy merasa kalau puisi itu diucapkan, Yasmin mungkin benar-benar akan marah sampai muntah darah. Demi kemanusiaan, Jimmy pun mengurungkan niatnya, lalu mulai memanggang ayam itu. Kemudian, dia pergi lagi untuk mengambil tambahan kayu bakar.Yasmin yang merasa malu dan kesal, akhirnya jadi jauh lebih diam. Hanya saja, masuk anginnya tampak semakin parah. Dia terbatuk sesekali."Mau aku tusuk sebentar?" Jimmy menunjukkan sedikit kepedulian.Baru saja selesai bicara, tatapan setajam pisau langsung melesat dari Yasmin.Sampai melihat Jimmy mengeluarkan jarum perak, Yasmin baru memalingkan wajahnya dan berkata dengan dingin, "Nggak

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 434

    Melihat Jimmy berlari masuk, Yasmin langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk mencegah bagian tubuhnya terlihat.Mana sempat Jimmy melihat tubuhnya lagi? Dia langsung bertanya dengan cepat, "Apa yang terjadi?""Ponselku meledak." Yasmin memalingkan wajahnya ke samping.Sepertinya sedikit malu."Kenapa ponsel bisa meledak begitu saja?"Jimmy menatap sisa-sisa ponsel di tanah dengan curiga, lalu tiba-tiba menatap Yasmin dengan heran. "Jangan-jangan kamu panggang ponselmu di api?""Ehem ...." Yasmin batuk kecil, lalu wajahnya memerah. "Ponselku kena air jadi nggak bisa dipakai, aku mau telepon Kakek untuk kasih kabar kalau aku baik-baik saja ...."'Astaga! Genius sekali!'Jimmy menatap Yasmin sambil tertawa getir.'Wanita ini buta soal kehidupan sehari-hari atau gimana? Dia nggak tahu kalau ponsel bisa meledak kalau dipanaskan? Kenapa nggak sekalian saja pakai parang untuk motong kabel listrik?'Melihat Jimmy menatapnya seperti melihat orang bodoh, wajah Yasmin langsung se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 433

    Namun, Jimmy hanya sedikit menggeser tubuhnya, lalu berhasil menghindari tendangan itu."Hm?"Yasmin menatap Jimmy dengan heran.Bajingan ini benar-benar bisa menghindari serangannya? Seharusnya, dia tidak punya kemampuan seperti itu!Setelah berpikir sejenak, Yasmin tiba-tiba paham.Rubah Perak pernah menyelidiki Jimmy sebelumnya dan mengatakan bahwa saat menjadi satpam, bajingan ini pernah belajar sedikit teknik kuncian dan bela diri. Ditambah lagi sekarang Yasmin sendiri sedang terluka dan juga tidak benar-benar berniat menendangnya sampai mati. Jadi, wajar saja kalau Jimmy bisa menghindar."Sebaiknya kamu jangan memaksaku bertindak serius!" Yasmin menatap Jimmy dengan dingin, amarahnya terus membara."Jangan sampai kamu benar-benar serius." Jimmy tersenyum santai. "Kalau luka dalammu makin parah, kakekmu pasti akan cari aku lagi untuk mengobatimu."Sifat wanita ini memang agak buruk. Dengan kondisi seperti ini, luka yang seharusnya bisa sembuh dalam tiga hari, bisa berubah jadi tuj

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 119

    Hanya dengan satu pukulan, Zosh langsung kehilangan kemampuan untuk melawan sepenuhnya.Pupil Ryder mendadak menyempit. Dia menatap Jimmy dengan wajah penuh ketidakpercayaan. Para pengawal di sisi Ryder juga terpaku oleh pemandangan itu.Orang lain mungkin tidak tahu seberapa hebat kemampuan Zosh, t

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 110

    Nasi sudah menjadi bubur. Bagaimanapun juga, meski Jimmy merasa enggan dan terus mengeluh, hasil akhirnya sudah tidak bisa diubah.Sekarang dia hanya bisa terpaksa menerima kebaikan Argani. Soal uang yang dia utangi kepada Argani, dia hanya bisa memikirkan cara untuk mengembalikannya perlahan-lahan.

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 94

    Dia takut menakuti Zisel? Jimmy menatap Mukhtar dengan heran. "Separah itu?""Sangat menyeramkan." Mukhtar tersenyum pahit. "Terus terang saja, Pak Jimmy, aku sudah bertahun-tahun menekuni dunia medis dan pernah melihat banyak penyakit aneh. Tapi saat melihat kondisi Kimberly, bahkan aku sendiri sam

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 95

    "Terkejut sampai jadi bengong ya?" Saat Jimmy sedang merapikan sedikit demi sedikit serpihan ingatan di dalam kepalanya, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang tidak harmonis di telinganya.Ingatan Jimmy langsung terputus oleh suara itu. Dengan kesal, dia menoleh ke arah Robin dan berkata, "Kalau kam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status