Share

Bab 197

Penulis: Galang Damares
Johan mengiakan, tapi dalam hatinya dia tidak berpikir demikian.

Dia akan mencari suami Nancy dan mencoba mencari cara untuk tidak melalui formalitas terlebih dahulu.

Tunda beberapa hari dulu.

Setelah aku menundukkan Lina, dia bisa membuka kartu dengan Lina.

Manusialah yang merencanakan tapi Tuhan yang menentukan.

Kalau hanya membujuk seorang wanita, dia punya banyak cara.

"Sayang, kita nggak menyelesaikan itu saat aku kembali waktu itu. Aku memikirkannya sepanjang waktu. Kita ...."

Johan memand
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1649

    Setelah makan, mereka harus mengantar Dinda pergi.Leo menahan amarah yang tidak bisa dilampiaskan. Dia hanya bisa meluapkannya pada meja dan kursi. "Berengsek, apa-apaan ini? Siapa Edo? Sampai-sampai Kak Dinda ikut turun tangan?""Tenanglah," kata Rony.Leo berkata, "Bagaimana aku bisa tenang? Aku sudah siap-siap buat kasih pelajaran ke orang itu. Sekarang, Kak Dinda ikut campur. Aku nggak bisa berbuat apa pun lagi."Rony berkata, "Kenapa nggak bisa? Barusan, Kak Dinda bilang habis makan dia bakal kembali ke Kota Jilin.""Tapi ... Pak Rony, maksudmu kita bertindak setelah Kak Dinda pergi?" tanya Leo.Rony buru-buru berkata, "Eh, aku nggak bilang begitu. Waktu Kak Dinda datang, kita sudah janji. Setelah dia pergi, kita langsung bikin masalah. Bukankah itu artinya kita nggak menghargai Kak Dinda?""Apa maksudmu?" Leo tampak bingung.Saat ini, Liam berjalan mendekat dan berkata, "Maksud Rony mulai sekarang sebaiknya kita jangan turun tangan lagi. Demi seekor kutu busuk, menyinggung Kak D

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1648

    "Edo, sebaiknya kamu nggak bohong sama aku. Kalau nggak, aku bakal bikin kamu mati dengan tragis," kata Dinda dengan nada dingin sambil berdiri.Aku tetap tersenyum santai, "Mana berani aku bohong. Serius, Nona Dinda, kamu terlalu hebat. Aku sama sekali bukan tandinganmu.""Huh." Dinda berbalik dan pergi.Begitu dia pergi, aku langsung menghela napas lega.Akhirnya, pembuat onar itu berhasil aku usir.Namun, akhirnya aku benar-benar mengerti situasinya. Dinda dipanggil oleh Yuna untuk membantuku.Aku sama sekali tidak menyangka Yuna akan begitu baik padaku.Apa yang sebenarnya terjadi?Di satu sisi Yuna membenciku, tetapi di sisi lain dia juga membantuku. Sebenarnya, apa yang dia inginkan?Aku benar-benar tidak bisa memahami apa yang ada di dalam pikiran Yuna.Sudahlah, selama Yuna tidak menjadikanku sasaran lagi, aku sudah puas.Memikirkan terlalu banyak pun tidak ada gunanya....Di salah satu ruang VIP.Empat pemuda yang duduk di hadapan Dinda adalah Empat Tuan Muda Kota Jilin, Rony

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1647

    "Saat Pak Harmin mengalami musibah, aku ikut dia ke Kota Gulma untuk menanganinya. Aku lelah mengurusnya. Tapi, akhirnya, bukannya berterima kasih, dia malah berbalik melawan aku.""Dia berbalik melawanmu? Kenapa begitu?" Akhirnya, Dinda tertarik pada ceritaku.Aku kesal setengah mati. "Aku mana tahu? Aku merasa kayak niat baikku nggak dihargai, hatiku rasanya sesak banget!""Nggak, kamu bohong. Waktu di pemakaman, jelas-jelas kamu masih membela si jalang itu." Dinda ternyata cukup cerdas. Dia tidak mudah dibodohi.Aku berkata sambil tersenyum getir, "Aku berbuat seperti itu menghormati Pak Harmin. Dia pernah berjasa padaku, tapi kamu malah terus menghina orang yang paling dia cintai di hadapan makamnya.""Ditambah lagi, waktu itu aku belum terlalu mengenalmu. Aku pikir kamu sengaja menyerang Yuna, jadi aku cuma membelanya.""Tapi, kamu juga lihat sendiri. Dari awal sampai akhir, dia bahkan nggak menoleh padaku, satu kata terima kasih pun nggak ada."Dinda mengangguk. "Itu memang benar

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1646

    Aku mengangkat tanganku. Aku hampir memukulnya.Dinda tetap tidak menghindar atau bergerak. Dia hanya menatapku tanpa gentar."Sialan ... biasanya aku nggak pernah pukul wanita, tapi jangan paksa aku!" kataku sambil menggertakkan gigi.Dinda menyeringai, "Aku memang mau paksa kamu. Kalau berani pukul saja!"Akhirnya, aku tidak memukulnya.Bukan karena aku takut padanya, tetapi karena dia bilang barusan, alasannya datang ke Kota Jimba karena Yuna.Kemungkinan besar Yuna memintanya datang ke Kota Jimba karena aku.Jika aku memukulnya, itu sama saja tidak menghargai Yuna.Aku bisa tidak menghargai wanita itu. Namun, aku tidak boleh tidak menghargai Yuna.Aku duduk dan menenangkan diri terlebih dahulu."Yuna memintamu datang untuk apa?" tanyaku.Dinda duduk di depanku dan menyilangkan kaki sambil mengisap sebatang rokok.Wajahnya tampak sangat percaya diri dan keren.Tak bisa dipungkiri, wanita ini memang memiliki aura wanita tangguh dan percaya diri.Jika dia tidak ngomong kasar begitu, d

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1645

    Jadi, aku sama sekali tidak terlalu memikirkannya.Namun, kenyataan adalah hal yang paling sulit untuk aku percaya.Keesokan harinya, Dinda kembali muncul di hadapanku. Kali ini, dia datang ke Aula Juve.Saat mata kami saling bertemu, kami sama-sama terkejut."Kamu? Sialan!" Dinda langsung menunjukkan ekspresi penuh jijik.Aku juga menatapnya dengan jijik. "Kenapa kamu datang ke tempatku?""Sialan, kalau aku tahu yang dimaksud jalang itu ternyata kamu, mati pun aku nggak akan datang.""Bisa nggak kamu berhenti pakai kata jalang ....""Aku mau bilang, apa urusannya sama kamu!"Wanita itu berteriak keras, hingga para staf menoleh ke arahku.Aku malas meladeni dia, jadi aku berbalik dan pergi."Berhenti!" Dinda mengejarku. "Apa hubunganmu dengan Yuna?""Teman.""Teman apaan? Teman tidur?"Sialan!Wanita ini gila, bukan?Wajahku langsung menjadi masam. "Kamu sengaja cari gara-gara, ya?""Aku datang untuk menanyakan ini demi Harmin," kata Dinda dengan tidak tulus.Aku berkata dengan ekspres

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1644

    Baiklah. Aku tidak bisa bersembunyi lagi.Aku tidak punya pilihan selain berjalan mendekat bersama Bella.Aku memberi penghormatan pada Harmin terlebih dulu.Lalu, aku melihat ke arah Yuna. Namun, Yuna sama sekali tidak melihatku.Saat ini, Dinda selesai memberi penghormatan. Dia menatap Yuna dan berkata, "Yuna, dasar jalang. Dulu, aku seharusnya nggak percaya sama kamu."Mendengar wanita itu memaki Yuna, hatiku langsung dipenuhi amarah.Yuna begitu lembut. Apa hak dia memaki Yuna seperti itu?Namun, dengan posisiku sekarang, aku memang tidak pantas banyak bicara.Dinda terus memaki. Setiap kalimatnya selalu diselipi kata jalang.Aku benar-benar tidak tahan lagi. Aku merasa wanita itu keterlaluan."Hei, kamu sudah selesai ngomong?" selaku sambil menatap Dinda dengan kesal.Dinda menatapku dengan tajam, "Siapa kamu? Apa urusannya sama kamu dengan perkataanku?""Aku temannya Pak Harmin. Di depan makam Pak Harmin, kamu malah menghina istrinya. Apa kamu nggak merasa keterlaluan?""Haha, ju

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 842

    Namun, aku tidak mengerti apa maksud perkataannya itu?Dia memintaku mengabaikan kata-kata Xander. Dia hanya menyuruhku mengambil persediaan bahan obat untuk Aula Damai?Pikiranku sangat kacau, tetapi aku tetap dapat memahami keseluruhan ceritanya.Aku meminta Harmin untuk menjaga kesehatannya. Jang

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 845

    Bekerja sama dengannya?Jika kami bekerja sama dengan mereka, kami memang dapat terhindar dari masalah dana. Namun, masalahnya adalah Hairu dan Dono bukanlah orang baik. Tidak ada jaminan bahwa mereka tidak akan memanfaatku dan Kiki di masa mendatang.Aku memikirkannya sebentar, lalu langsung menola

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 908

    "Pak Harmin, aku nggak bisa menyetujuinya." Aku langsung menolak. Alasan utamanya karena aku tidak tahu apa yang akan dipikirkan Harmin jika dia tahu bahwa aku ingin membuka usaha sendiri.Aku bukanlah orang yang hebat dan saleh. Namun, aku tidak ingin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 889

    Tiba-tiba sebuah sandal terbang, lalu mengenai bagian belakang kepalaku.Kekuatannya sangat besar.Aku dipukul begitu keras sehingga aku terjatuh langsung ke sofa.Bella bergegas datang dan memotong pakaianku menjadi beberapa bagian dengan gunting.Adegan ini sungguh mendebarkan!Jika dia menggerakk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status