Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas

Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas

last updateLast Updated : 2026-01-08
By:  Al_FazzaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
17Chapters
167views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alex, mantan kultivator Dewa yang ditakuti dunia, mati secara misterius. Namun jiwanya kembali dalam tubuh seorang pemuda lemah yang seumur hidupnya dipermalukan orang-orang sekitarnya. Kini, saat ia menapaki jalan untuk merebut kembali ranah Dewa, tiga wanita cantik–masing-masing dengan kekuatan dan rahasianya sendiri–mulai tertarik dan mengelilinginya. Dengan kecerdikan, kekayaan, dan kekuatan yang terus bangkit, Alex bersumpah: yang dulu disebut sampah… akan menjadi penguasa yang tak seorang pun berani sentuh.

View More

Chapter 1

1. Perpindahan jiwa.

Rasa dingin, rasa sakit. Dan gelap tiba tiba masuk kedalam pikirannya secara tiba tiba.

Itulah yang pertama kali dirasakan Alex sebelum seluruh dunianya terguncang. Bukan guncangan fisik, melainkan, kesadaran yang terasa ditarik, diremukkan, lalu dipaksa masuk ke dalam ruang sempit ingatan yang bukan miliknya.

Ribuan suara asing berputaran, berbisik-bisik, bercampur dengan jeritan batin seorang anak muda. Alex tersentak dan napas berat membanjiri paru-paru barunya.

Deg.

Saat kelopak mata terbuka, dunia yang baru terpampang, dan tempat pertama yang dilihatnya bukanlah istana megah yang layak ditinggali oleh seorang kultivator Dewa yang pernah mengguncang langit.

Melainkan halaman belakang kampus, dengan tembok kusam penuh coretan vulgar, rumput liar, dan tiga bayangan manusia yang berdiri melingkar.

“Bangun juga dia,” suara seseorang terdengar kasar, congkak, dan entah kenapa membuat jari-jari Alex langsung ingin menghancurkan tengkoraknya.

Tubuh muda yang kini ia tempati terbaring di tanah, separuh wajahnya terasa bengkak, bibirnya pecah, dan dada terasa sesak akibat tendangan berulang. Luka memar, lemah otot, dan keseimbangan buruk.

Kondisi fisik anak ini sungguh menyedihkan.

Alex perlahan duduk, menyesuaikan diri dengan tubuh baru sambil memerhatikan ketiga pemuda bertubuh besar yang berdiri di atasnya. Satu dari mereka menginjak tas lusuh milik pemuda ini, menekan-nekan isinya dengan sepatu demi menunjukkan dominasi.

“Kau pikir bisa kabur dari kami, hah? Baru ditarik kerah sedikit saja udah pingsan. Dasar sampah kampus,” ejek salah satu dari mereka bernama Abel, kalau memori pemilik tubuh ini tidak salah.

Kini memori lain terus berdatangan. Berdesakan masuk ke dalam kepala Alex sepenggal demi penggal.

Nama pemilik tubuh asli memiliki nama yang sama dikehidupan pertamanya, bedanya dulu dia adalah kultivator Dewa tanpa tanding, dihormati oleh ratusan ribu kultivator kuat dari berbagai benua.

Berbeda dengan sosok Alex tubuh asli yang tubuhnya kini ia pinjam; hanya mahasiswa biasa yang selalu disudutkan, dicemooh, bahkan menjadi bahan lelucon di grup angkatan.

Sayangnya ia tidak melawan, tidak membalas, kehidupannya begitu memalukan!

Alex langsung menghela napas. Dia telah tersadar, jadi jiwanya masuk ke tubuh seorang pecundang?

Ada rasa geli sekaligus iba. Namun bukan iba pada si pemilik tubuh, melainkan pada para pembully yang kebetulan menjadi pihak pertama yang ia temui di dunia baru setelah kematiannya di alam Immortal.

‘Takdir memang membantuku untuk dilahirkan lagi, tapi sayang sekali... Dunia ini bukan dunia kultivator.’ Alex bergumam lirih.

Sementara itu, Abel langsung mendekat. “Eh, tatapannya kenapa berubah? Biasanya kau melotot ketakutan kayak anak ayam.”

Alex juga menatapnya. Tatapan itu terasa dingin. Sangat dingin. Seolah seorang iblis tengah menemukan target mangsanya.

“Buang tatapan menjijikanmu itu... Alex apa kau mengingat, dulu sebelum kami memukulmu, pasti kamu sudah membasahi celanamu itu!” timpal Yuwana dengan sorot mata penuh penindasan mengejek Alex.

“Hahahaha! Benar juga, lagi pula kau selalu bersembunyi dibalik tubuh bunga kampus nona Olivia! Kini dia sepertinya tengah sibuk, kau ingin berlindung kemana hah?” ungkap Djanu sembari menarik kerah baju Alex hingga wajah keduanya saling mendekat.

Mendengus dingin, Alex segera mendorong paksa tubuh Djanu hingga kerah pakaiannya sobek.

Kreeeeet!

“Hahahaha! Lihatlah sekarang sepertinya dia sudah punya keberanian untuk melawan kita?!”

Mengibaskan pakaian dengan satu tangannya, Alex mulai berbicara. Suaranya terdengar datar.

“Melawan kalian? Hanya preman kecil seperti kalian tak pantas mengotori tanganku... Enyah dari hadapanku, atau...”

Belum sempat melanjutkan ancamannya, Abel mulai menampar pelan wajah Alex secara perlahan, tapi mungkin cukup untuk memberikan bekas di pipi yang putih.

“Kau kira kau punya latar belakang kuat yang membuatmu bisa memerintah kami untuk mundur menghentikan penindasan ini? Alex, bagaimana jika begini saja... Kau berlutut, lalu berjalan merangkak melewati selangkangan kami bertiga, maka kami akan melepaskanmu...”

Abel, dan dua temannya mundur, mereka berdiri sembari membuka selangkangan dan tertawa terbahak bahak.

“Hahahaha! Ayo anjing penurut cepat merangkak dan mengonggong yang tegas! Biar kami para tuanmu ini bisa merasa puas!”

Wajah Alex semakin datar. Di alam kultivator, etika menghormati sesama kultivator adalah kewajiban utama agar tidak menimbulkan permusuhan. Tapi di dunia baru ini, mungkin etika sudah tak berguna lagi.

“Kenapa hanya diam? Apa kau seperti tebakanku tadi? Menunggu nona Olivia datang untuk membantumu? Bahkan jika ada dia?! Dia juga harus melakukan hal yang sama sepertimu loh?!”

Kembali mendengar nama wanita yang begitu familiar diingatan tubuh asli. Alex mulai melihat gambaran seorang gadis yang selalu membelanya ketika ia ditindas.

“Untuk memberi kalian pelajaran... Aku saja sudah cukup... Jangan bawa bawa nama Olivia lagi...” suaranya semakin dingin.

“Haiya kalian dengar ungkapannya kan? Sudah tiga tahun, kamu kami tindas. Tapi apa? Bukankah kau selalu bersembunyi dibalik perlindungannya?! Tidak mau berjalan merangkak? Sepertinya hari ini, waktu yang cocok untuk membuatmu masuk rumah sakit!” Abel dan kedua temannya menyeringai dingin, mereka mulai berjalan perlahan kearah Alex.

Namun berbeda dengan Alex itu sendiri, saat akan menghentakan kaki diatas permukaan tanah-melompat dan menghajar mereka bertiga.

Tapi suara lembut, tapi keras membuat Alex segera mengurungkan niatnya.

“Tunggu?!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Al_Fazza
Al_Fazza
Jika ada kekurangan, atau typo author mohon maaf. MAKI AJA MAKI JUGA ENAK. Hehehe becanda. Author masih belajar nulis Urban, jadi kasih masukan yang enak enak aja ya... Terimakasih. Happy Reading!
2026-01-05 16:13:54
1
0
17 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status