MasukMelihat, dan mendengar ancaman nyata semua kultivator mulai bersikap waspada. Beberapa patriak klan mulai mengecam cara kultivator asing ingin meraih kesempatan."Kalian benar benar kurang ajar!""Benar berani sekali memanfaatkan kelemahan ini..."Pria muda, yang tak lain penguasa tata Surya sebelah menaikan salah satu alisnya. Dia tak merasakan ancaman kecuali keberadaan Chen Hao."Ku kira yang membuat perisitwa besar ini adalah kamu... Ternyata orang lain..."Chen Hao yang tak merasa terancam hanya bisa menggelengkan kepalanya.Namun pandangan penguasa itu segera tertuju kearah para kultivator gadis, bahkan kearah Jiang Qin, Chen Li, dan juga gadis misterius."Wah wah... Ternyata di tata surya kalian langit melahirkan begitu banyak bidadari ya?!"Jiang Qin, dan Chen Li tak menjawab. Namun hal itu membuat para kultivator di tata surya langit segera memasang badan."Jika ingin bertarung... Kami akan meladeni kalian!""Hanya dengan kalian?"Dia menatap semua kultivator dengan tatapan r
"Me-menjadi tahap puncak dalam satu waktu... Gi-gila. Ti-tidak mungkin..."Yao Chen menyeringai dingin, dia mengibaskan aksesoris nyata yang terbentuk dari energi murni yang keluar dari tubuhnya."Apa aku perlu menjawabnya?""Tidak perlu... Jika begini, mari kita akhiri semua ini dalam satu tindakan..."WUUUUUSH!Zhen Tianyang menyentuh keningnya sendiri. Seketika dia meraung keras, hanya dengan suara. Ia mampu menghancurkan seluruh planet di beberapa tata surya sekitar mereka.BOOOOOOOM! BOOOOOM! BOOOOOM!"PENGORBANAN TUBUH DEWA!"Jirah perang muncul di tubuh Zhen Tianyang. Jirah itu terbentuk dari darahnya, seluruh energi Qi didalam tubuh, dan umurnya membentuk sebuah pedang, dan mahkota.Meski tampilannya mencolok, tapi Yao Chen tahu. Teknik itu memiliki waktu tersendiri."Namanya pengorbanan, meski lebih kuat, tapi tetap terbatas. Dan memiliki waktu, Zhen Tianyang... Kau terlalu naif...""Naif? Kau bisa mengatakannya jika telah membunuhku..."WUUUUUUUSH!BLAAAAR! BLAAAAR! BLAAAAAA
Ledakan maha dahsyat membuat tubuh Zhen Tianyang terpental begitu jauh. Meski tidak mati, tapi cukup untuk meninggalkan bekas luka ditubuhnya.Saat tubuh itu kembali melayang dihadapan Yao Chen sejauh seribu kilometer. Raut wajah tak meremehkan terjadi."Menyatukan seluruh kemampuan dalam satu serangan... Memang meninggalkan bekas luka padaku tapi kulihat... Kau saja tidak mampu untuk berdiri diatas udara dengan kokoh setelah melancarkan serangannya... Yao Chen, terima kematianmu..."WUUUUUUUSH! KRAAACK! WUUUUUSH! WUUUUSH!Ruang hancur, diikuti oleh munculnya rantai rantai emas yang keluar dari retakan ruang, mengikat lalu menancap diseluruh tubuh Yao Chen.JLEEEEEB! JLEEEEB! JLEEEEEB!Tidak ada reaksi yang terlihat diwajah Yao Chen. Namun matanya terpejam, hal itu membuat Zhen Tianyang tertawa penuh kemenangan."HAHAHAHAHA?! YAO CHEN.... AKHIRNYA KAU MATI JUGA..."BOOOOOOOM!Mengepalkan tangannya. Seketika tubuh Yao Chen berubah menjadi kabut darah.*Di dua perbatasan tata surya.C
"Lalu rasa takut yang kau rasakan memang berasal dari mana? Kultivasi kita sebanding, tapi garis darah yang membedakan...""No-nona maaf aku tidak mengenal identitas anda sebelumnya...""Tak perlu minta maaf... Kau guru dari orang yang ku sayangi sejak generasi para Dewa Kuno ada... Dan sebagai generasi ke dua, berusaha mempertahankan garis Dewa Kuno... Aku yang harus berterimakasih padamu..."Jiang Qin terdiam, tangannya mengepal. Bahkan Chen Li bereaksi yang sama. Meski dikatakan mereka generasi pertama di dua tata surya. Kenyataannya berbeda, banyak cerita yang telah terkubur dan hanya orang orang tertentu yang tahu."Aku mengira, Yao Chen tak pantas untukku... Tapi sekarang, mendengar identtiasnya... Akulah yang tak pantas untuknya..."Pandangan gadis misterius kembali memandang kearah perdebatan yang belum pecah menjadi pertarungan."Sebagai pemilik garis darah dewa kuno... Amarah, kebencian, dendam, dan ambisi malah semakin membuatnya lebih cepat berkembang... Kamu tidak perlu k
"Baik terimakasih... Jaga dia untukku..."Gadis itu mengangguk, namun Chen Hao, dan Zhen Tianyang merasa gadis yang menangkap tubuh Jiang Qin itu sangat familiar."Dia..."Gadis misterius itu hanya tersenyum tipis, namun mundur membawa tubuh Jiang Qin disisi Yao Chen.*Menarik nafasnya pelan. Yao Chen segera maju lagi selangkah.Dia mulai menarik pedang balok dari balik punggungnya."Mari mulai... Sekarang kau bisa menunjukan semua kartu trufmu..."Kaisar Langit menatap sekilas Yao Chen. Lalu api Penghancur Dewa, yang memiliki eksistensi tertinggi pada tingkatan api Surgawi langsung meledak hebat dari dalam tubuhnya.BOOOOOOOOOOOOOM!Ledakan itu memicu dua kekuatan api penghancur saling bertabrakan hawa panasnya."Senior lihatkan itu... Yao Chen akhirnya menepati janjinya..." Toushen yang ingin ikut campur, namun sadar akan kekurangannya sedikit memerah matanya.Hingga, satu tarikan nafas.Dua kelebatan bayangan melesat. Dan Yao Chen tidak menggunakan bendera jiwa. Dia menyambut laju
Jiang Qin meludah, "berbicara seolah kau perduli pada kenyataan.... Semua kultivatorpun sudah tahu niat busuk kalian... Masih bersembunyi dikata kebenaran itu?!""Begini, kamu bisa bertarung hanya dengan kemampuan dasar saja... Jurus, dan tanpa melibatkan penciptaan atau kehancuran...""Baik..."Jiang Qin memutar pedangnya tanpa ragu. Hingga, keduanya kembali melesat kearah berlawanan arah.KRAAACK! BOOOOOM! BOOOOOOM!Dua cahaya saling bentrokan diatas langit. Tapi terlihat disisi Kaisar Langit, dia tidak bertarung sendirian, dibantu oleh jutaan jiwa. Mereka mengkeroyok Jiang Qin secara brutal.Slaaaash! Slaaash!Satu persatu luka terlihat, namun Yao Chen telah memejamkan matanya. Dia tengah menembus pemahaman keenam dari pertempuran singkat dari pemahaman penciptaan.Hingga satu jam, Jiang Qin bertarung. Dan sekujur tubuhnya dipenuhi luka, membuat Kaisar Langit menatap ayahnya secara lekat."Permaisuri ini, benar benar naif... Mengira, dia begitu kuat tapi nyatanya hanya gadis lembut






