공유

Bab 1439

작가: Imgnmln
last update 게시일: 2025-10-03 17:15:11

Zephir dan anggota Ravensclaw berkumpul di sekitar Nathan. Zephir menatap Jazer yang kini wajahnya sudah tidak berbentuk, dan perasaannya menjadi campur aduk. Dulu, keluarga Zellon begitu tak terkalahkan. Sekarang, kepala keluarganya malah menjadi sandera yang menyedihkan.

"Nathan, kita harus bergegas," kata Zephir. "Beverly pasti akan sangat senang melihatmu masih hidup."

Nathan mengangguk. Ia meminta anggota Ravensclaw untuk mengawal Jazer, dan mereka pun bergegas menuju Saibu Care.

Nathan da
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1807

    Kaidar berdiri di kejauhan sambil menatap reruntuhan itu. Ada sedikit rasa enggan di matanya.Bukan karena ia peduli Nathan mati. Melainkan karena seluruh rahasia, teknik, dan harta berharga di tubuh Nathan mungkin ikut terkubur bersama gunung itu.Ia membawa empat Ksatria Abyss mundur hingga kaki gunung, lalu menatap pemandangan kacau di depan mata. Debu pekat menutupi langit, batu masih terus berjatuhan.“Tuan Arkhon... apakah Nathan sudah terkubur hidup-hidup?” salah satu Ksatria Abyss bertanya pelan.Kaidar terdiam, ia sendiri tak tahu harus menjawab apa.Gunung sebesar ini runtuh total. Bahkan seorang ahli di tahap Origin pun kemungkinan hanya bisa pasrah bila tertimbun di dalamnya.Sosok Origin bukan dewa. Jika mereka terkunci di bawah jutaan ton batu, tetap saja sulit keluar. Kalau sosok Origin saja belum tentu selamat, apalagi Nathan.“Cepat pergi.” Suara Arkhon Abyss mendadak terdengar dingin. “Gunung ini tidak akan mampu menahan Nathan.”Semua orang menegang.Mereka baru saj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1806

    Namun tepat saat kontak terjadi—Nggg~Suara dengungan berat terdengar dari tubuh Nathan.Dalam sekejap, tubuhnya memancarkan kekuatan aneh yang berputar seperti pusaran raksasa. Daya hisap luar biasa meledak keluar dan langsung menarik energi dari lima orang itu.“A-apa yang terjadi?!” Kaidar menjerit panik.Bukannya menyerap kekuatan Nathan, ia justru merasakan energinya sendiri mengalir deras keluar dari tubuh.“Gawat!”Empat Ksatria Abyss ikut panik.Mereka mencoba melepaskan tangan, mencoba mundur, mencoba memutus aliran itu, namun semuanya sia-sia.Energi murni mereka terus tersedot deras, mengalir masuk ke tubuh Nathan seperti sungai yang dipaksa masuk ke laut tanpa dasar.Mereka sama sekali tidak tahu bahwa Teknik Kijutsu milik Nathan adalah teknik puncak yang mampu menyerap sekaligus memurnikan segala jenis energi.Berniat merebut energi spiritual di dalam tubuh Nathan jelas merupakan keputusan paling bodoh yang bisa mereka ambil.Bila tadi mereka menyerang langsung dengan ke

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1805

    “Jika kalian tidak ingin mati, pergilah sekarang juga. Tujuanku hanya Nathan, aku tidak berniat membunuh kalian,” lanjutnya dengan dingin.Kaidar menatap Bonang, Raze Mordren, dan yang lainnya dengan sorot mata yang tajam. Baginya, orang-orang ini terlalu lemah untuk dianggap lawan. Membunuh mereka hanya membuang waktu.Bonang dan Raze sempat melirik ke arah Nathan yang masih duduk bersila di tengah ledakan aura merah menyala. Setelah itu keduanya saling berpandangan. Tanpa sepatah kata pun, keputusan mereka sudah bulat.Raze bergerak lebih dulu.Dengan satu hentakan, ia mengeluarkan Rantai Segel keluarga Ravenhart dan menyambarkannya ke depan. Cambuk pusaka itu meraung keras saat dibentangkan, memancarkan tekanan senjata tingkat Origin.Melihat serangan datang, Kaidar langsung melompat mundur. Empat Ksatria Abyss di belakangnya maju bersamaan seperti bayangan hitam.Salah satu dari mereka melesat ke depan, menangkap Rantai Segel Ravenhart dengan tangan kosong, lalu menebaskannya mema

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1804

    Di sisi lain, Kaidar yang merasakan ledakan aura Nathan segera menyadari bahwa kesempatan emas telah datang. Jika ia menunggu lebih lama dan Nathan benar-benar berhasil menembus batas, keadaan akan jauh lebih merepotkan.Tanpa lagi bersembunyi, Kaidar memimpin empat Ksatria Abyss maju hingga berdiri tepat di depan Nathan. “Nathan,” ucapnya sambil menyeringai dingin, “Kau pasti tak menyangka kita akan bertemu secepat ini, bukan?”Nathan hanya menatap lurus ke arahnya tanpa menjawab. Namun dari sorot matanya, tampak secercah ketegangan.Melihat itu, Kaidar semakin angkuh. “Kalau bukan karena Yang Mulia menginginkan tubuhmu, sekarang juga aku sudah menghancurkanmu sampai berkeping-keping.”Niat membunuh membuncah di matanya, ia membenci Nathan sampai ke tulang. Kematian ayahnya, kehancuran Keluarga Farhon, seluruh kehinaan yang kini ia tanggung, semuanya ia limpahkan kepada satu nama itu.Andai bukan karena Nathan, ia masih akan hidup sebagai tuan muda terhormat, menikmati kuasa dan kemew

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1803

    Semua orang berlari ke halaman utama. Dari kejauhan, mereka melihat sinar merah membakar langit malam.“Itu... manusia!” teriak Darren dengan mata membelalak. “Cahaya itu berasal dari seseorang!”Mereka sontak membeku, lalu buru-buru menuju halaman belakang. Di sana, ruang rahasia yang sebelumnya kokoh ternyata sudah lenyap tanpa jejak, hancur menjadi serpihan debu.“Itu... Tuan Nathan?” Victor menelan ludah, suaranya bergetar.Tekanan luar biasa terus datang dari arah gunung. Padahal mereka semua adalah ahli tingkat tinggi, namun di hadapan aura seperti itu, jantung mereka tetap berdebar tak terkendali.“Itu memang dia,” ujar Raze dengan napas tertahan. “Tuan Nathan ada di sana.”Berbeda dari yang lain, Bonang justru tampak santai. Ia menyeringai kecil sambil menyilangkan tangan. “Anak itu memang monster. Dengan kekuatan seperti sekarang, merobohkan satu gunung saja mungkin masih terlalu ringan baginya.”Darren menoleh bingung. “Kalau begitu kenapa dia pindah ke sana?”Bonang tertawa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1802

    Namun wajahnya tetap tenang. Teknik Kijutsu mulai berputar di dalam tubuhnya. Pusaran-pusaran kecil terbentuk di setiap jalur energi, menarik dan menyaring kekuatan liar itu sedikit demi sedikit. Kabut putih pekat mulai muncul di sekeliling tubuhnya, memenuhi seluruh ruang rahasia.Nathan mengernyit. Pil itu memang luar biasa, tetapi kekuatannya terlalu buas. Jika kendali sedikit saja goyah, tubuh bisa hancur dari dalam.Waktu terus berjalan.Menit berganti jam.Jam berganti hari.Setengah bulan berlalu dalam sekejap.Selama lima belas hari penuh, Nathan tidak bergerak sedikit pun di dalam ruang rahasia.Di luar, Victor mondar-mandir dengan gelisah. “Sudah setengah bulan... Tuan Nathan benar-benar baik-baik saja?”Ia menatap pintu batu dengan kecemasan nyata.Bonang yang sedang menyesap anggur, hanya melambaikan tangan santai. “Tak akan terjadi apa-apa. Anak itu punya Tubuh Vajra Naga Emas. Satu butir Pil Dewa tak cukup untuk menghancurkannya.”Selama setengah bulan itu, hidup Bonang j

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1551

    “Sesuatu di dalam sana merobek kesadaranku,” gumam Nathan dengan wajah menggelap. “Ini bukan reruntuhan biasa.”BANG!Sebelum Bonang sempat menjawab, ledakan besar mengguncang lembah.Gelombang energi seperti badai menyapu markas Aula Sibolga. Bangunan roboh, tubuh-tubuh beterbangan ke arah tebing,

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1501

    Nathan menatapnya dingin. “Kalau kau ingin tahu siapa guruku,” katanya lirih, “Kau harus mengalahkanku lebih dulu.”Raja Goblin tertawa pendek, suaranya seperti baja beradu dengan batu. “Berani sekali. Kau pikir tubuhmu bisa menahan amarah dewa?”“Aku tidak tahu…” Nathan melangkah ke depan. Cahaya

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1552

    “Aula Sibolga?” Hemin menyipit. “Kekuatan leluhur kalian dulu bukan seperti ini.”Rugal mengakui pelan, “Saat pembantaian itu, hampir semua kultivator hitam mati. Kami… sisa-sisa yang terakhir. Apa yang Anda lihat sekarang adalah yang terkuat yang tersisa.”Hemin hanya bisa menghela napas. “Mulai s

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1522

    Chelsea menggigit bibirnya sampai berdarah. Tinju mungilnya mengepal, tubuhnya gemetar. Dia menatap bocah itu, lalu menatap kerumunan yang haus tontonan, dan akhirnya menatap tanah, air matanya jatuh satu demi satu.BRAK!Di kursi atas, Abel memukul meja. “Kak Nathan, mereka semua keparat! Tak satu

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status