MasukDitinggalkan dan dipermalukan di depan semua orang, Lin Xuan kehilangan segalanya... cinta, harga diri, bahkan harapan. Tunangannya membatalkan pertunangan hanya karena uang, keluarganya hancur, dan ibunya nyaris meregang nyawa. Tapi di saat terendah itu, sebuah batu kuno membuka rahasia pengobatan leluhur yang tersembunyi ribuan tahun! Kini, Lin Xuan bangkit sebagai tabib agung yang menguasai hidup dan mati hanya dengan ujung jarum perak. Para penyiksa masa lalunya berlutut memohon pertolongan, mantan tunangannya menyesal dan merengek ingin kembali, sementara musuh-musuh kuat mulai mengintainya dari bayang-bayang. Lin Xuan bukan lagi pemuda miskin yang bisa diinjak seenaknya. Dia tak hanya menyembuhkan tubuh, dia juga sedang membangun kerajaan tak tergoyahkan miliknya sendiri! Balas dendam manis, wajah ditampar berulang, dan kebangkitan legendaris menanti. Ikuti perjalanan Lin Xuan yang penuh aksi, drama, dan kepuasan tanpa batas!
Lihat lebih banyakHari ini seharusnya menjadi puncak kebahagiaan, pesta pertunangan antara Lin Xuan dan Zhang Li. Namun kini, segalanya berubah menjadi arena pertempuran yang sengit untuk ke dua keluarga itu.
Wanita paruh baya bermake-up tebal, Xu Mei, duduk tegak di kursi utama, lengan disilangkan di depan dada, bibirnya melengkung dalam senyum sinis yang penuh penghinaan. Matanya yang tajam menyapu keluarga Lin dari ujung kepala hingga ujung kaki, seolah mereka hanyalah debu yang tak layak berada di ruangan yang sama dengannya. "Jangan salahkan aku karena bicara blak-blakan," ucapnya dengan suara lantang yang menggema, "Mas kawin harus naik jadi lima ratus ribu yuan, dibayar lunas sekarang juga! Dan nama di akta rumah itu hanya boleh atas nama Zhang Li seorang. Kalau kalian tidak setuju, lupakan saja soal menikahi putriku!" Orang tua Lin Xuan saling bertukar pandang, wajah mereka pucat seperti kapas. Lin Quanyou, sang ayah, menelan ludah dengan getir, tangannya yang kasar karena bertahun-tahun mengangkat kotak obat di apotek kecil itu gemetar hebat di bawah meja kayu mahoni. Ibu Lin menundukkan kepala menahan tangis yang sudah menggenang di pelupuk mata. Mereka sudah mengorbankan segalanya demi putra satu-satunya di keluarga itu, bahkan ibunya yang sudah lama menderita jantung koroner dan tekanan darah tinggi terpaksa bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung perkantoran, membersihkan lantai dan kamar mandi orang lain hanya untuk menambah beberapa ribu yuan setiap bulan. Lin Xuan menatap calon mertuanya dengan mata yang mulai memerah menahan emosi, "Ibu... bukankah ini sangat keterlaluan? Kami sudah lunasi dua ratus ribu yuan sesuai kesepakatan awal. Ibu sendiri yang mengangguk setuju waktu itu di depan semua keluarga. Mengapa sekarang tiba-tiba menuntut tambahan tiga ratus ribu lagi??" "Jangan sok akrab memanggil aku 'Ibu'. Kalian bahkan belum resmi bertunangan. Lima ratus ribu itu terlalu banyak katamu, hah!? Kau tak tahu berapa banyak pria kaya raya di Kota Haiyang yang rela mengantre jadi menantu kami. Zhang Li ini bukan sembarang gadis, dia bunga kampus fakultas kedokteran, cantik, pintar, berparas bak dewi yang turun ke bumi. Menikahinya saja sudah anugerah terbesar yang pernah kau terima dalam hidupmu yang miskin ini!" Wanita itu berkata dengan mengusap lengan putrinya penuh kasih sayang. "Sementara kau? Hampir menginjak usia tiga puluh, tapi apa yang kau punya? Lulus kuliah kedokteran setahun lalu, tapi masih bergantung pada apotek kecil keluargamu yang sepi pelanggan itu. Bahkan aku dengar sekarang hampir tutup setiap bulan." "Jadi... Tanpa tambahan tiga ratus ribu ini, bagaimana aku bisa tenang mempercayakan Zhang Li pada keluarga miskin dan tak punya masa depan macam kalian, hah?" "Kau ini seperti kodok yang sedang bermimpi tinggi ingin melahap daging angsa putih," kata Xu Mei panjang lebar. Lin Xuan merasakan darahnya mendidih di seluruh tubuh. Tiga tahun terakhir ia bekerja mati-matian, mengambil shift malam di apotek, mengantar obat ke rumah pasien, bahkan menjadi supir ojek online di akhir pekan, hanya demi membiayai kehidupan LiLi yang mewah, biaya kuliah adiknya Zhang Fan, hingga tagihan rumah sakit kecil-kecilan. Kini, saat Zhang Fan terkena penyakit langka yang membutuhkan biaya pengobatan fantastis, malah keluarga Zhang yang menjadikan penderitaan itu sebagai senjata untuk memeras keluarganya lebih kejam lagi. "Aku sudah keluarkan banyak sekali uang untuk LiLi selama ini," desis Lin Xuan, suaranya bergetar karena menahan amarah yang ingin meledak. "Biaya hidupnya sehari-hari, biaya kuliahnya, bahkan sebagian besar pengobatan dan kebutuhan Zhang Fan... aku yang tanggung semuanya. Dan sekarang, karena adiknya sakit parah, aku harus menanggung lagi tiga ratus ribu yuan tambahan? Apa ini balasannya atas semua pengorbanan dan keringatku selama tiga tahun ini pada kalian?!" Xu Mei langsung terkekeh pelan, "Pacaran itu memang harus keluar uang, bukan? Kau pikir Zhang Li mau bersamamu tanpa imbalan apa-apa? Lihat dirimu sendiri! Pria-pria di luar sana jauh lebih mapan, lebih kaya, lebih punya masa depan darimu. Zhang Li menerimamu saja karena keberuntungan dari leluhur keluargamu. Cih, tak tahu diri sekali!" "Kau...!" Lin Xuan tercekat, kata-katanya berhenti di kerongkongan. Dadanya terasa seperti ditusuk pisau berulang kali, perihnya hingga ke tulang rusuk. Ia menoleh ke Zhang Li dengan tatapan penuh harap, ia mendapatkan pembelaan dari wanita yang selama ini ia junjung setinggi langit. Namun yang ada... Zhang Li hanya menunduk, rambut panjangnya menutupi sebagian wajah, lalu ia mengangkat kepala dengan ekspresi datar yang dingin. "Lin Xuan, jangan tatap aku seperti itu. Aku cuma punya satu adik laki-laki. Orang tuaku ingin dia sembuh dan bisa hidup layak seperti orang lain. Kalau tiga ratus ribu itu tidak ada... ya sudah, kita akhiri saja semuanya di sini." Dengan gerakan cepat dan tak sabar, ia mencabut kalung tipis berliontin kecil dari leher jenjangnya, kalung pemberian Lin Xuan beberapa bulan lalu saat mereka merayakan ulang tahun pertunangan tidak resmi. Tanpa ragu sedikit pun, ia melemparkannya ke arah pemuda itu. "Ini, ambillah kembali kalung murahanmu ini." Lin Xuan menangkap liontin itu dengan tangan yang gemetar hebat. "Kau... benar-benar serius?" suaranya parau, nyaris hilang ditelan kepedihan. "Hanya karena tiga ratus ribu yuan, kau rela membuang semua yang kita bangun bersama selama tiga tahun ini, begitu saja? Semua janjimu hanya omong kosong? Jadi, seluruh pengorbananku, waktuku yang setiap malam menunggumu pulang dari kampus, tak ada artinya??!" "Kau itu pria, tak malu mengatakan hal itu? Memberi perhatian sekecil itu saja kau ungkit terus-menerus!" timpal LiLi sinis. Zhang Li menatapnya dengan mata yang kini benar-benar dingin, bibirnya melengkung tipis dalam senyum yang tak lagi penuh cinta seperti dulu. Bibirnya terkatup rapat menelan getir kekecewaan. "Apa lagi yang bisa aku harapkan darimu, Lin Xuan? Kau tahu sendiri posisimu sekarang. Perbedaan keluarga kita," kata wanita itu lagi degan melemparkan pandangan ke arah lain. Ruangan itu saat ini sepi mencekam, hanya suara napas tertahan dan denting sendok kecil yang tak sengaja tersentuh. Lin Xuan menatap kalung di genggamannya, jari-jarinya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya yang dulu penuh cinta kini berkilat amarah, dan.... keputusasaan. Dan di saat semua orang mengira ia akan menunduk pasrah seperti biasa, Lin Xuan tiba-tiba mengangkat wajah, sudut bibirnya terangkat dalam senyum tipis yang aneh... ~~~ Apa yang akan dilakukan pria yang selama ini dianggap pecundang ini, ketika akhirnya ia memutuskan untuk tidak lagi diam... dan mulai membalas dengan cara yang tak pernah mereka bayangkan?Di pagi hari, Lin Quanyou dan Li Xiaoyan berganti menjadi pakaian terbaik mereka. Meski keluarga mereka tak kaya, mereka harus mempertahankan martabat ketika pergi, terutama di depan keluarga pamannya, untuk menghindari komentar negatif. Hanya Lin Xuan yang memakai pakaian kasual. Mereka bertiga naik taksi dan menuju Sunshine International Hotel. Sesampai di sana, seorang pelayan membawa mereka ke kamar pribadi mewah di lantai delapan bernama “Ruang Sungai Yangtze”. .Ini adalah kamar pribadi terbesar di hotel, yang biasanya tak tersedia untuk orang biasa pesan. Ruangan itu lebih dari 300 meter persegi dan ada lima atau enam pelayan yang melayani para tamu. Ada sekitar 30 atau 40 teman dan kerabat berkumpul di dalam, tapi tak terasa ramai. Fakta bahwa keluarga Lin Xiaozhi bisa mengundang tamu ke kamar pribadi terbesar di hotel bintang lima ini menunjukkan kekuatan finansial mereka yang besar.Saat keluarga Lin Xuan tiba, kerabat mereka sudah duduk di kursi. Lin Quanyou menyapa mereka
Lin Xuan ingin menolak, tetapi Meng Kaiming mendorong tangannya ke belakang dan berkata, “Ini yang layak diterima Tuan Lin. Kalau tidak, lain kali aku tak berani minta tolong Tuan Lin lagi.”“Baiklah kalau begitu. Aku masih ada urusan lain, jadi tak bisa lama-lama,” kata Lin Xuan, bersiap pergi.“Bolehkah aku minta kartu nama Tuan Lin?” Meng Kaiming melangkah maju dan menyodorkan kartunya pada Lin Xuan. Sebagai CEO Grup Mengsheng, ini pertama kalinya dia melakukan hal seperti itu. Namun, Meng Kaiming tahu bahwa Lin Xuan adalah dokter sangat terampil, dan punya orang seperti ini dalam jaringannya hanya akan menguntungkannya.“Aku tak punya kartu nama, tapi bisa kasih nomor teleponku,” kata Lin Xuan, lalu menyebutkan nomornya. Meng Kaiming cepat mengeluarkan buku catatan dan mencatatnya.“Aku tak pernah sangka ada dokter jenius muda sepertimu di Haiyang. Tuan Lin, atas nama rumah sakit, aku dengan tulus mengundangmu untuk jadi dokter utama kami. Soal lisensi medis, aku bisa bantu urus.
Liu Wei dipanggil oleh Zhou Bin untuk menyegel Klinik Ping, itu adalah ide Zhou Bin. Sekarang Meng Kaiming datang pada Lin Xuan untuk minta bantuan, Zhou Bin tak berani bikin masalah lagi. Zhou Bin sudah gemetaran ketakutan dan bingung harus berbuat apa, jadi dia melirik ke arah Liu Wei di belakangnya."Kerja bagus kau. Sekarang datang dan minta maaf padanya!""Apa?!" Liu Wei bingung dan berbisik,"Paman, bukannya kau yang minta aku tutup Klinik Ping karena ada yang praktik obat ilegal?""Segel, segel, segel. Klinik Ping punya semua prosedur lengkap. Apa yang mau kau segel?! Pergi minta maaf sama mereka!""..." Liu Wei merasa dirugikan. Zhou Bin yang minta dia datang, sekarang malah disuruh minta maaf? Dia tak tahu siapa yang bikin pamannya tersinggung, tapi dia tahu kalau sampai bikin pamannya marah, dia tak akan bisa tenang. Posisinya sekarang ini dapat juga karena koneksi keluarga, dan dia tak berani melawan pamannya. Dia cepat-cepat melangkah maju untuk minta maaf pada Lin Xuan.
Lin Xuan membawa orang tuanya kembali ke Klinik Ping dengan taksi. Bahkan sebelum mereka turun, sudah terlihat kerumunan orang berjejal di depan klinik. Sebuah sedan Volkswagen hitam terparkir di pintu masuk dengan tulisan "inspeksi kesehatan" di sampingnya. Penonton berdesakan, ingin tahu apa yang terjadi."Apa yang terjadi?" Lin Quanyou cepat-cepat turun dari mobil dan bergegas masuk. Lin Xuan membantu ibunya dan mengikutinya mendekati pintu."Geledah sampai bersih, pastikan sampai ke bagian paling bawah!" Suara dari dalam berteriak keras. Dua petugas inspeksi sedang mengobrak-abrik klinik, memeriksa semua barang. Seorang pria gemuk duduk di bangku, tampak marah."Ada masalah, Lao Lin. Liu dan timnya datang memeriksa klinik kita. Katanya kita jual obat palsu dan praktik ilegal!" Asisten apoteker, Lao Tian, buru-buru keluar melapor pada Lin Quanyou.Tanpa menghiraukan Lao Tian, Lin Quanyou langsung masuk. "Liu, apa maksud kedatanganmu ini?" Pria gemuk di bangku itu orang yang dikenal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan