Mag-log inEnam Ksatria Dicta yang berada tidak jauh darinya pun ikut menunjukkan ekspresi serius. Mereka awalnya mengira peningkatan kekuatan Nathan memang cukup besar, namun tidak menyangka perbedaannya akan sejauh ini. Bahkan mereka sendiri harus mengakui bahwa pertahanan Nathan telah mencapai tingkat yang mengejutkan.Nathan menatap Kaidar yang masih terpaku. “Mulai sekarang, kau boleh terus berlatih. Tingkatkan kekuatanmu sebanyak apa pun yang kau mau.”“Percayalah, kau tetap tidak akan pernah bisa melampauiku.”Setelah berkata demikian, Nathan mengangkat kakinya.DUAGH! BRUKK!Tendangannya menghantam tubuh Kaidar dengan keras.Tubuh Kaidar langsung terpental ke belakang. Ia terlempar beberapa meter sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah dengan keras.“Uhuk—!” Kaidar memuntahkan seteguk darah.Ia bertumpu dengan satu tangan sambil terengah-engah. Sebagian darah itu memang berasal dari luka yang baru saja diterimanya, namun rasa pahit yang memenuhi dadanya bukan hanya akibat benturan.Amara
Kaidar sengaja menghindari jantung, ia tidak boleh membunuh Nathan. Namun, ia juga ingin membuat Nathan merasakan seluruh kebencian yang telah dipendamnya selama ini. Kecepatan Kaidar benar-benar mengerikan.Nathan bahkan tidak sempat bergerak ketika sosok Kaidar sudah berada tepat di depannya.“HAAAA!” Kaidar meraung.Cakar iblisnya menghantam maju dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya. Serangan tersebut membawa penghinaan, kemarahan, dan kebencian yang telah Kaidar pendam selama bertahun-tahun.Ia telah melewati penderitaan yang tidak manusiawi demi mendapatkan kekuatan ini. Dan sekarang, semua penderitaan itu dituangkan ke dalam satu serangan.Hawa dingin menusuk tulang.Mata Kaidar dipenuhi warna merah darah saat cakarnya semakin mendekati dada Nathan.Namun, Nathan tetap berdiri di tempat. Senyum tipis bahkan masih terlihat di wajahnya. “Dengan kemampuan seperti ini, kau pikir kau bisa melukaiku?”Tatapan Nathan dipenuhi penghinaan. “Kau terlalu percaya diri.”Tepat ketika cak
Kini Kaidar bahkan tidak lagi memandang Nathan sebagai lawan yang layak diperhitungkan. Menurutnya, setelah mendapatkan kekuatan barunya, Nathan tidak akan mampu bertahan lama di hadapannya.Nathan hanya tersenyum tipis. “Kau kelihatannya sangat percaya diri.” Tatapannya menyapu tubuh Kaidar. “Jangan-jangan kepercayaan dirimu berasal dari Aura Kegelapan yang ada di dalam tubuhmu?”Nathan tidak merasa terancam. Sebaliknya, ia justru melihat Aura Kegelapan milik Kaidar sebagai sumber kekuatan yang bisa memperkaya Rune Primordial miliknya. Jika Kaidar benar-benar ingin menyerahkan kekuatan itu kepadanya, Nathan tentu tidak akan menolaknya.“Cukup omong kosongmu!” Wajah Kaidar perlahan berubah dingin. Aura di tubuhnya mulai meningkat sedikit demi sedikit, membuat tekanan di sekitar mereka ikut berubah. “Sebentar lagi kau akan tahu sendiri dari mana kepercayaan diriku berasal.”Sebelum Nathan sempat menjawab, beberapa pancaran cahaya kembali muncul di belakang Kaidar. Satu demi satu, enam
“Baik, Yang Mulia.” Kaidar mengangguk, ia kemudian berbalik dan meninggalkan tempat tersebut.Tatapan sosok perkasa itu kembali tertuju pada keenam Ksatria Dicta. “Kalian juga pergi.”Keenam orang itu segera menegakkan tubuh.“Bawa Nathan keluar dari Sektor Bayangan itu. Selama dia tetap berada di sana, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk pergi ke sektor lain dan membuat masalah.”Alasan utama sosok perkasa itu mengirim keenam Ksatria Dicta bukan sekadar untuk membantu Kaidar.Ia tahu betul bahwa kebencian Kaidar terhadap Nathan sudah terlalu dalam. Jika Kaidar dibiarkan menghadapi Nathan seorang diri, amarahnya bisa membuatnya kehilangan kendali dan membunuh Nathan.Hal itu justru akan menghancurkan rencana mereka sendiri.Keenam Ksatria Dicta menerima perintah tersebut dan segera meninggalkan Sektor Bayangan Ordo Maledicta. Setidaknya, jika mereka berhasil menahan Nathan di Aula Luminaris, mereka tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keselamatan keluarga yang berada di sektor mas
Mengingat kemungkinan itu saja sudah cukup membuat wajah sosok perkasa tersebut semakin dingin.“Kalian tidak boleh meninggalkan tempat ini sebelum Resonansi Dunia diaktifkan.” Suaranya berat dan tegas. “Jangan beri Nathan kesempatan untuk menghadapi kalian satu per satu. Begitu energi spiritual berhasil bangkit, keberadaan Nathan tidak lagi memiliki nilai bagi kita.”Keenam Ksatria Dicta saling bertukar pandang. Mereka memahami maksud perintah tersebut, namun tidak satu pun dari mereka langsung menjawab. Setelah beberapa saat, salah seorang akhirnya maju dan memberanikan diri berbicara.“Yang Mulia, keluarga kami masih berada di Sektor Bayangan masing-masing. Kalau kami tetap tinggal di sini, bagaimana jika Nathan menyerang keluarga kami?”“Benar. Semua yang kami miliki berada di Sektor Bayangan. Selama bertahun-tahun kami membangun kekuatan dan mengumpulkan sumber daya di sana. Kalau kami tetap di sini, siapa yang akan melindungi mereka?”Ksatria Dicta lainnya ikut angkat bicara.“K
Pada saat yang sama, patung yang dimasuki Sarah tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan. Patung batu setinggi puluhan meter itu seolah hidup kembali, kakinya perlahan bergerak.Brak! Brak! Brak!Setiap langkahnya mengguncang tanah seperti gempa. Tubuh raksasa tersebut terus bergerak beberapa kali sebelum cahaya keemasan kembali menyelimuti seluruh tubuhnya.Sesaat kemudian, sebuah kilatan cahaya melintas. Sosok Sarah muncul kembali di depan Nathan, patung raksasa tadi kembali diam tanpa bergerak sedikit pun.Nathan menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya bertanya, “Bagaimana kau tahu kalau patung itu bisa dikendalikan?”Sarah mengangkat bahu. “Kami juga tidak sengaja mengetahuinya. Hanya saja, sampai sekarang kami belum tahu sebenarnya patung-patung ini digunakan untuk apa.”Nathan kembali menatap delapan patung yang menjulang di tengah Sektor Bayangan.Kini ia semakin yakin bahwa benda-benda tersebut pasti memiliki hubungan dengan Resonansi Dunia. Masalahnya, Nathan masih belum tahu
Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja
“Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha
Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang
Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N







