Share

Bab 1499

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-04 14:09:43

Nathan mengerang, lalu berteriak marah. “SIALAN!” Cahaya keemasan membungkus seluruh tubuhnya, mengalir dari nadi ke ujung rambut.

“Kalau begitu…” Ia menatap ke atas, ke arah bola cahaya yang berputar di langit.“Aku akan menghancurkanmu dari sumbernya.”

Patung batu itu menyerap kekuatan spiritual dengan rakus, seperti makhluk kelaparan yang baru mencium darah. Udara di atas Benua Monarch kembali bergetar hebat, langit berdenyut oleh cahaya putih keperakan.

Nathan menatap ke atas, lalu melangkah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jamuga
Gass thor… yg banyak bab nya…
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2203

    Lelaki tua itu melemparkan kembali kail pancingnya ke laut, lalu duduk di tempat semula. Ia sama sekali tidak memedulikan pertarungan yang sebentar lagi pecah di belakangnya dan kembali memandangi permukaan laut dengan tenang.ROAAAR!Monster berkaki empat mengeluarkan raungan keras sebelum menerjang Nathan dan yang lainnya. Monster-monster lain pun bergerak hampir bersamaan. Dalam sekejap, kelima monster itu mengepung mereka dari berbagai arah.Nathan dan yang lainnya tidak punya pilihan selain melawan.Bonang dan Kieran sadar bahwa kekuatan mereka terlalu jauh dibandingkan monster-monster tersebut. Keduanya akhirnya bekerja sama menghadapi satu monster agar tidak langsung kewalahan.Sementara itu, Nathan maju seorang diri menghadapi dua monster sekaligus. Tangannya bergerak ke depan. Pedang Aruna langsung muncul dalam genggamannya.Cahaya pedang yang menyilaukan menjulang ke langit, disusul energi pedang yang mengerikan dan menyapu seluruh area. Aura tajam itu membuat dua monster di

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2202

    Dari cara lelaki tua itu berbicara dan kekuatan yang baru saja diperlihatkannya, Nathan semakin yakin bahwa mereka telah berhadapan dengan seorang ahli yang berada jauh di atas pemahamannya. Bahkan setelah menggunakan Kesadaran Spiritual, ia tetap tidak mampu merasakan sedikit pun aura dari tubuh lelaki tua tersebut."Aku hanya lewat dan sudah kehilangan dua binatang iblis. Kalian tahu sendiri, bukan? Kedua makhluk itu kupelihara untuk menjadi santapanku."Suara lelaki tua itu tetap santai meskipun kalimat berikutnya membuat suasana seketika berubah."Karena kalian sudah membunuh mereka, berarti sekarang aku harus mencari penggantinya. Kalian saja yang kumakan."Ia masih duduk membelakangi mereka sambil memegang joran. "Nyalakan api kalian sendiri. Kita lihat siapa yang paling cepat matang."Wajah Rael langsung memucat. Ia sudah mendengar kisah tentang monster tua yang tinggal di Pulau Eron, dan sekarang semua cerita itu seakan menjadi kenyataan di depan matanya.Nathan pun mengernyit

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2201

    Ketika monster-monster itu kembali menerjang, Nathan hanya menjentikkan jarinya.Puff! Puff! Puff!Beberapa pancaran energi melesat bersamaan dan menembus tubuh monster-monster tersebut. Darah segera menyebar di dalam air, mewarnai lautan di sekeliling Nathan menjadi merah.Melihat salah satu dari mereka terbunuh, monster-monster lainnya langsung mengeluarkan raungan panjang. Mereka kembali menerjang dengan rahang terbuka lebar, seolah sama sekali tidak peduli apakah akan hidup atau mati.Nathan justru semakin bersemangat. Bagi dirinya, monster-monster Puncak Sovereign ini bukan sekadar lawan. Mereka adalah sumber daya budidaya yang sangat berharga.Namun, ketika Nathan hendak kembali menyerang, sebuah suara berat tiba-tiba menggema dari kedalaman laut.BAAM! BAAM! BAAM!Suara itu terdengar seperti genderang raksasa yang dipukul dari dasar laut, menciptakan gelombang riak yang menjalar hingga ke permukaan.Anehnya, seluruh monster yang sejak tadi mengepung Nathan mendadak menghentikan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2200

    Bonang mengerutkan kening. "Nathan, jangan gegabah. Jumlah mereka terlalu banyak, dan kau bertarung di wilayah mereka sendiri."Nathan justru tersenyum santai. "Mereka yang datang mencari masalah. Kalau begitu, sekalian saja kuambil Kristal Jiwa mereka."Tanpa menunggu jawaban, Nathan langsung menyelam ke laut. Bonang dan Rael segera membawa Kieran menjauh, sementara Nathan sengaja melepaskan auranya untuk memancing seluruh monster agar mengejarnya.Benar saja, tak lama kemudian lebih dari selusin monster langsung mengepung Nathan. Gerakan mereka terlihat teratur, seolah kawanan itu telah terbiasa berburu bersama. Setiap monster mengambil posisi berbeda dan menutup seluruh jalur pelarian Nathan.Tiba-tiba salah satu monster raksasa menyerbu dari depan. Bentuknya menyerupai paus pembunuh dengan tubuh sebesar kapal, dan rahangnya terbuka lebar, memperlihatkan deretan gigi yang siap mencabik tubuh Nathan.Nathan tidak menghindar. Cahaya keemasan langsung menyelimuti tubuhnya, sementara B

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2199

    Di hadapan mereka terbentang lautan luas tanpa ujung. Rael mengangkat tangan, lalu beberapa pohon besar di sekitar mereka tumbang dan jatuh ke permukaan air. Tanpa ragu, mereka melompat ke atas batang-batang pohon tersebut dan menjadikannya pijakan untuk menyeberangi lautan.Dengan kekuatan mereka sekarang, menggunakan perahu justru akan membuang waktu."Semoga perjalanan ini berjalan lancar," ujar Rael sambil menatap laut di depan mereka. Meski berusaha tenang, sorot matanya menunjukkan kewaspadaan.Nathan tersenyum tipis. "Dengan kekuatanmu sekarang, bukankah beberapa monster laut seharusnya tidak menjadi masalah? Kalau mereka muncul, tinggal kalahkan dan ambil Kristal Jiwa mereka."Rael menghela napas panjang. "Monster laut bukan masalah terbesar. Yang benar-benar membuatku khawatir adalah monster tua itu. Kalau kita sampai bertemu dengannya, kita bisa berada dalam masalah besar.""Monster tua?" Nathan mengangkat alis.Rael mengangguk. "Di wilayah laut ini ada sebuah pulau yang dik

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2198

    Pada saat yang sama, suasana di Ordo Sancta juga dipenuhi kecemasan.Velisa baru saja kembali membawa kabar terbaru. Wajahnya tampak tegang ketika menghadap Mahesa. "Guru, Ordo Astrum dan Ordo Tempest sudah mengerahkan banyak orang untuk memburu Tuan Nathan. Selain itu masih ada satu kelompok lain yang kemungkinan berasal dari Ordo Ignis. Sekarang mereka bertiga mengepung seluruh jalur keluar. Akan sangat sulit bagi Tuan Nathan meninggalkan Sektor Langit."Mahesa terdiam sesaat sebelum akhirnya mengambil keputusan. "Velisa, Rael, kalian berdua segera cari Nathan. Bawa dia keluar melalui jalur laut. Itu satu-satunya jalan yang masih memiliki peluang."Mendengar perintah itu, wajah Rael langsung berubah. "Guru, kalau lewat laut kita harus melewati wilayah Pulau Eron. Bukankah di sana ada monster tua yang menjaga perairan itu? Kudengar dia bahkan memakan manusia.""Itu hanya cerita yang belum tentu benar," jawab Mahesa dengan nada tegas. "Sekarang semua jalur darat sudah berada dalam pen

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 242

    Gilbert merupakan seorang Tuan Muda keluarga Gottfried, yang juga seorang pewaris dari Gottfried Care. Perlu diketahui bahwa Gottfried Care menempati posisi tiga besar di Kota Takari, mereka memiliki belasan bahkan puluhan toko obat yang khusus memasok dan menjual obat herbal dan cukup berpengaruh d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 203

    "Hahahaha …." Mendengar ucapan Nathan membuat mereka semua termenung lalu tertawa terbahak-bahak. “Bajingan, apa kamu ini sedang bermimpi? Kamu, seorang mantan narapidana, menyuruh walikota untuk datang kemari dan bersulang denganmu? Kamu juga tidak melihat-lihat dulu siapa dirimu, kamu tidak takut

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 266

    “Hari ini, kalian semua harus mati!” Nathan melangkahkan kakinya dengan kuat menuju Marco dan istrinya.Melihat Nathan yang berjalan ke mereka, tubuh kedua orang itu bergetar hebat, seakan-akan sosok malaikat pencabut nyawa sedang berjalan menuju ke arah mereka dan siap mengambil nyawa mereka kapan s

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 211

    Merasakan tatapan orang-orang sekeliling, ekspresi Rendy langsung marah. “Omong kosong, apa yang aku takutkan? Aku, sedikitpun tidak takut, aku tidak takut pada siapapun!” Rendy yang terlalu banyak minum, saat ini sudah tidak tahu akan rasa ‘takut’. “Kak Rendy, kalau kamu tidak takut, bisakah kita r

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status