Share

Bab 1952

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-06-08 19:50:24

Namun semakin lama ia mengamati, semakin sulit baginya membedakan mana tubuh asli dan mana bayangan. Aura yang dipancarkan setiap sosok benar-benar identik, begitu pula aliran energi di dalam tubuh mereka. Bahkan detak kehidupan yang terpancar dari masing-masing sosok terasa nyaris tanpa perbedaan sedikit pun.

Severian pernah melihat teknik serupa milik Keluarga Ryodan sebelumnya. Namun kemampuan yang ditampilkan Nathan sama sekali berada di tingkat berbeda. Jika teknik yang pernah ia lihat seb
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1955

    SWOOSSHH!Aura pedang putih melesat ke langit. Tekanan yang dihasilkannya bahkan menembus keluar dari kawah hingga dapat dilihat dengan jelas oleh ribuan orang yang menyaksikan dari kejauhan. Langit di atas Gunung Arjana seakan terbelah oleh cahaya putih yang menyilaukan.Tanpa ragu, Severian melangkah maju. Seluruh harapan, seluruh harga dirinya, dan seluruh kekuatan yang masih dimilikinya dituangkan ke dalam satu serangan terakhir.Menang atau kalah, hidup atau mati. Semuanya ditentukan oleh tebasan ini.Namun tepat ketika serangan itu dilepaskan, pedang yang telah mencapai batasnya akhirnya menyerah.KRAKK—!Retakan yang memenuhi bilah pedang langsung menjalar ke seluruh permukaannya. Dalam sekejap, pedang itu pecah menjadi beberapa bagian. Yang tersisa di tangan Severian hanyalah gagangnya.Meski demikian, ia tetap meneruskan serangan itu. Gagang pedang tersebut dilemparkan ke depan dengan seluruh kekuatan yang masih dimilikinya. Bahkan jika peluangnya hanya tersisa setitik, ia te

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1954

    BLAAAAR!Ledakan yang mengguncang langit langsung meletus di tengah kawah. Cahaya menyilaukan menyebar ke segala arah hingga membuat banyak orang menutup mata mereka secara refleks.Ketika cahaya itu perlahan memudar, tubuh Severian kembali terdorong mundur beberapa langkah. Napasnya menjadi lebih berat. Dan yang membuat wajahnya semakin suram adalah retakan-retakan tipis yang mulai muncul pada bilah pedang di tangannya. Rasa gentar benar-benar muncul di hati Severian.Selama ini ia selalu mengandalkan keunggulan mutlak yang dimilikinya di dalam kawah Gunung Arjana. Selama magma terus mengalir, ia dapat menyerap panas tanpa henti dan mengubahnya menjadi energi yang menopang tubuhnya. Secara teori, daya tahannya seharusnya jauh melampaui lawan mana pun.Namun teori itu mulai runtuh di hadapan Nathan. Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin jelas bahwa pemuda itu seolah memiliki sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Setiap kali Severian berhasil memulihkan energinya, Nathan aka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1953

    "Bagus..." Nathan menggenggam erat Pedang Aruna. "Ayo lanjutkan."Begitu kata-kata itu keluar, tekanan spiritual yang terpancar dari tubuhnya kembali melonjak. Pedang Aruna terangkat tinggi ke udara.SLAAASSSHH—!Lalu satu tebasan dahsyat dilepaskan, suara raungan menggema di seluruh kawah.Energi pedang yang melesat keluar tiba-tiba berubah menjadi seekor naga emas raksasa yang melingkar di langit, tubuhnya berkilauan seperti matahari dan memancarkan tekanan yang membuat banyak penonton langsung pucat.Wajah Severian langsung menggelap. Pedangnya bergerak semakin cepat. Aura pedang berlapis-lapis ditembakkan tanpa henti ke arah naga emas itu dalam upaya menghancurkannya sebelum mencapai dirinya.DUAAAAR!Benturan dahsyat kembali terjadi, gelombang kejut menyapu seluruh kawah.Namun kali ini, Severian merasakan tekanan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Tubuhnya tanpa sadar terdorong mundur beberapa langkah. Kedua telapak kakinya menyeret tanah hingga meninggalkan bekas retaka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1952

    Namun semakin lama ia mengamati, semakin sulit baginya membedakan mana tubuh asli dan mana bayangan. Aura yang dipancarkan setiap sosok benar-benar identik, begitu pula aliran energi di dalam tubuh mereka. Bahkan detak kehidupan yang terpancar dari masing-masing sosok terasa nyaris tanpa perbedaan sedikit pun.Severian pernah melihat teknik serupa milik Keluarga Ryodan sebelumnya. Namun kemampuan yang ditampilkan Nathan sama sekali berada di tingkat berbeda. Jika teknik yang pernah ia lihat sebelumnya hanyalah tiruan kasar, maka apa yang digunakan Nathan saat ini terasa seperti bentuk sempurna dari warisan asli teknik tersebut.Pikiran itu membuat hati Severian semakin berat. Karena semakin lama pertarungan berlangsung, semakin kuat perasaannya bahwa Nathan bukan sedang menggunakan teknik curian.Justru sebaliknya, seolah-olah teknik tersebut memang diciptakan untuknya sejak awal. Dan kesadaran itu membuat ekspresi Severian berubah jauh lebih suram dibanding sebelumnya.Lautan magma y

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1951

    Nathan hanya menatap tebasan tersebut dengan tenang, seolah serangan yang mampu mengguncang ruang itu tidak cukup untuk membuatnya terkejut. Pada saat cahaya pedang perak itu mendekat, tangan kanannya akhirnya bergerak perlahan.BZZZZT!Cahaya merah pekat langsung berkilat di udara. Pedang Aruna muncul begitu saja di genggamannya.Mata Severian langsung menyusut. Ia benar-benar tidak menyangka Nathan ternyata menyimpan senjata seperti itu. Sejak awal pertarungan, ia tidak melihat adanya pedang ataupun sarung senjata pada tubuh lawannya.Namun sekarang sebuah pedang spiritual muncul begitu saja seolah telah menyatu dengan keberadaan Nathan. Pemandangan itu membuat hati Severian bergetar. Ia tahu apa arti fenomena tersebut.Pedang dan pemiliknya telah mencapai tingkat keselarasan yang sangat tinggi. Namun serangannya sudah terlanjur dilepaskan. Ia tidak memiliki pilihan selain terus maju.KLANG—!Pedang Aruna dan pedang Severian bertabrakan di tengah udara. Percikan energi langsung mele

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1950

    Begitu kalimat itu selesai terucap, tubuhnya kembali bergerak.WHOOSSHH!Kali ini kecepatannya bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Lengan Severian berubah menjadi bayangan samar saat ia mengayunkan tangannya seperti bilah pedang. Celah ruang di depannya langsung bergetar. Tekanan tajam yang tercipta dari serangan itu memekik nyaring dan membelah udara menuju Nathan.Nathan tidak mundur, ia mengangkat tangan kanannya lalu merapatkan dua jari. Cahaya keemasan langsung berkumpul di ujung jarinya. Dalam sekejap, energi spiritual yang sangat padat berubah menjadi bilah cahaya memanjang seperti pedang sungguhan.Nathan mengayunkannya ke depan.DUUAAAR!Dua serangan yang terbentuk dari energi murni saling bertabrakan dan menghasilkan suara benturan logam yang memekakkan telinga. Percikan energi berhamburan ke segala arah.Namun pada detik berikutnya, wajah Severian sedikit berubah. Karena tebasan yang ia lepaskan ternyata hancur terlebih dahulu.Bilah energi milik Nathan menerobos pertahanan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 513

    Milan yang melihatnya bergegas berkata. “Tuan Hartley, Tuan Nathan sangat ahli dalam pengobatan medis, dan juga ahli sihir, jadi aku mengundang Tuan Nathan kemari!” Milan tahu Frank pasti mengira Nathan masih muda, dan tidak terlalu percaya, jadi dia segera menjelaskan. Hanya saja, di depan Will da

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 443

    “Maaf, mobil kami sudah penuh, kalian menyetir saja sendiri!” Witan menurunkan jendela mobilnya dan berkata dengan dingin. Bisa dilihat kalau Witan ini sedikit emosi karena diminta untuk datang menjemput Nathan pergi ke wilayah Klan Abyss bersama. Hanya saja, karena ini adalah perintah, dia tidak bi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 520

    “Tuan Hartley, jangan panik, sebentar lagi putramu akan baik-baik saja!” Wilbert berkata dengan acuh tak acuh. Karena Rizetzy sudah bangun, Wilbert menghela nafas lega dan dengan lambaian tangannya dia menarik kembali semua jarum perak yang ada di tubuh Rizetzy. Melihat Wilbert begitu tenang, Hartle

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 514

    “Tunggu!” Tepat saat Nathan dan Milan hendak berjalan keluar, Frank menghentikan mereka. “Tuan?” Milan menoleh dan menatap Frank. “Kalian boleh tetap disini,” Frank meminta Nathan dan Milan untuk tetap tinggal dan tidak perlu keluar. Sikap Nathan membuat Frank memutuskan untuk membiarkan mereka teta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status