LOGINLastri terpaksa menerima tawaran bekerja menjadi pembantu demi menghidupi keluarga. Namun, takdir mempertemukannya dengan majikan dingin yang terbiasa hidup dalam kesendiriannya. Lastri pikir itu bukan masalah besar asal ia bekerja dengan benar. Nyatanya, godaan demi godaan mulai ia rasakan datang dari sang majikan. Sebenarnya, godaan seperti apa yang diterima oleh Lastri? Mampukah Lastri menahan diri dari godaan itu? Atau justru terjerat semakin dalam pada godaan yang tak pernah ia bayangkan?
View MorePagi datang lebih lambat dari biasanya bagi Tuan Ardan. Semalam ia sulit tidur meski telah mencoba mengusir bayangan Lastri dari benaknya. Berkali-kali ia terjaga dan membolak-balik posisinya. Namun setiap kali mencoba memejamkan mata lagi, bayangan Lastri hadir kembali. Hingga baru bukul dua dini hari ia akhirnya benar-benar lelap dalam tidurnya. Tepat pukul lima pagi ia kembali terjaga. Meski masih mengantuk, ia memaksakan diri untuk bangkit dan langsung menuju kamar mandi. Sampai-sampai ia tak menyadari bahwa Ratih sudah bangun sejak tadi dan sedang memperhatikannya saat ini. Di dalam kamar mandi, Tuan Ardan berdiri di bawah shower. Alih-alih menyalakan kran air hangat, ia memilih mandi dengan air dingin. Menurutnya mandi air dingin di pagi hari cukup menyehatkan. Namun lebih dari itu, sejujurnya ia berharap bahwa air dingin itu akan mampu mendinginkan panasnya gairah yang masih membara di dalam tubuhnya. Beberapa menit kemudian, Tuan Ardan akhirnya keluar dari kamar mandi denga
Tuan Ardan berdiri tenang dengan seulas senyum hangat yang terukir di bibirnya. Tubuhnya sudah dibalut dengan piyama hitam yang terlihat mahal dan berkelas, membuat sosoknya tampak semakin tinggi dan tegap.Rambutnya sedikit berantakan, memberi kesan santai yang jarang terlihat saat ia mengenakan setelan kerja. Dan justru dalam penampilan yang lebih kasual itu, Ardan memancarkan pesona yang lebih hangat sekaligus berbahaya—seorang pria dewasa yang tenang, percaya diri, dan tahu betul pengaruh tatapannya terhadap orang yang sedang ia pandang.Di bawah cahaya temaram koridor, kehadirannya terasa begitu dominan hingga membuat jantung Lastri berdebar. Bahkan sebelum pria itu mengucapkan sepatah kata pun."Aku mengganggu?"Lastri buru-buru menggeleng. "Bukan begitu, Tuan. Saya hanya kaget.""Kaget?"Lastri menatap ke kanan dan kiri koridor dengan gugup."Sudah malam, Tuan."Senyuman tipis muncul di sudut bibir Ardan."Jadi aku tidak boleh datang?""Bukan begitu juga..."Ardan tampak menikm
Lastri baru saja tiba di rumah Tuan Ardan dan langsung melangkah cepat menuju arah kamarnya. Kedua tangannya penuh dengan paper bag berbagai ukuran. Beberapa bahkan harus ia selipkan di lengan karena tidak cukup digenggam sekaligus.Sepanjang perjalanan pulang, jantungnya tidak pernah benar-benar tenang. Ia sudah berkali-kali memikirkan alasan apa yang harus diberikan jika ada yang bertanya. Namun ternyata saat benar-benar menginjakkan kaki di rumah itu, kepanikannya justru semakin menjadi-jadi.Lastri menoleh ke kanan dan kiri. Koridor tampak sepi. Ia menghembuskan napas lega lalu berhenti tepat di depan pintu kamarnya. Baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang."Wah..."Tubuh Lastri langsung menegang. Ia menoleh cepat.Mang Jojo berdiri beberapa meter di belakangnya sambil membawa sapu lidi. Pria itu menatap paper bag di tangan Lastri dengan mata membulat."Banyak amat belanjaannya, Mbak."Lastri langsung merasakan tengkuknya menegang
Mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang. Ardan seolah sengaja menjadikan kesempatan itu untuk bisa berlama-lama di luar rumah bersama Lastri. Bahkan sejak tadi, wajah Ardan dipenuhi raut bahagia, hal itu terlihat dari senyum tipis yang terus menghiasi wajahnya.Sementara Lastri yang duduk di samping Tuan Ardan, menatap lurus ke depan dengan jantung berdebar kencang. Tangannya bertaut di atas pangkuan dengan sedikit gemetar. Tubuhnya menegang. Ia terus merasa khawatir jika majikannya itu akan melakukan sesuatu yang tak seharusnya mereka lakukan.Ardan melirik Lastri sekilas. Senyumnya semakin merekah saat menyadari Lastri begitu tegang saat bersamanya."Kamu sudah sarapan?" tanya Ardan tiba-tiba, memecah keheningan di antara mereka.Lastri mengangguk. "Sudah, Tuan.""Kebetulan saya belum sarapan. Kamu temani saya cari makan, ya?""Ta-tapi, Tuan....""Kenapa? Nggak mau?""Bu-bukan begitu, Tuan. Saya cuma khawatir kalau Nyonya dibiarkan sendirian terlalu lama di rumah."Ardan
Pada jemari yang menggenggam erat hendle pintu, ada hati yang sedang berperang dengan logika. Tentang niatnya. Tentang tujuannya. Dan tentang apa yang sebenarnya dilakukannya.Saat pikirannya belum sepenuhnya mencerna, pintu itu terbuka tiba-tiba.Ardan tersentak. Tangannya refleks terl
Satu kata itu adalah perintah yang tidak bisa dibantah. Lastri menurut. Ia duduk di kursi seberang meja kerja Tuan Ardan. Punggungnya tegak, namun tangannya saling bertaut di atas pangkuan."Bisa perkenalkan data diri kamu?" tanya Tuan Ardan datar, tapi tatapannya menunjukkan suatu keseriusa
Lastri berusaha tetap tenang meski kini ia menyadari ada sedikit ketegangan di antara dirinya dan Tuan Ardan. Tapi ia meyakinkan diri bahwa ia tidak membuat kesalahan fatal. Bahkan saat ia menghubungi putranya, Tuan Ardan sama sekali tidak marah atau melarang. Yang penting ia bertanggug jawab penuh
Lastri hampir menabrak tubuh Tuan Ardan jika kakinya tidak melangkah mundur dengan cepat. Namun, posisinya yang berada di tepi teras membuatnya hilang keseimbangan dan hampir jatuh ke belakang jika tidak ada tangan kekar yang menopang tubuhnya.Tuan Ardan dengan gerakan gesit menarik tubuh Lastri m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.