LOGIN“Mera, aku mendengar Leon datang tadi. Apa yang dia bicarakan? Mengapa dia menyebut seseorang yang hidup atau mati? Siapa yang terluka?” Wanita tua itu bertanya dengan nada khawatir.“Nenek, yang terluka adalah Kak Nathan,” jawab Mera.“Nathan…?” Wanita tua itu terkejut.Mera kemudian menceritakan seluruh kejadian yang berlangsung di pegunungan. Setelah mendengar penjelasannya, wanita tua itu akhirnya menyadari bahwa Nathan adalah pemuda yang pernah datang ke rumah mereka beberapa waktu lalu.“Mera, cepat antarkan aku menemuinya!” Wanita tua itu meminta Mera membimbingnya ke kamar tempat Nathan terbaring.Sesampainya di sisi ranjang, dia memeriksa napas Nathan, lalu meraba pergelangan tangannya untuk merasakan denyut nadinya.“Anak ini benar-benar bernasib baik. Tubuhnya hampir terkuras habis, bahkan esensi darahnya nyaris terbakar seluruhnya. Aku sungguh tidak menyangka dia masih bisa bertahan hidup.”“Nenek, apakah Kak Nathan bisa sadar kembali?” tanya Mera dengan cemas.“Aku tidak
Leon mengamati Nathan dengan dahi berkerut. “Bagaimana bisa dia terluka separah ini? Auranya begitu lemah, seluruh kekuatannya telah terkuras habis.”Leon tahu betapa kuatnya Nathan. Dia belum pernah melihat seseorang dengan kemampuan seperti itu menderita luka sedemikian parah.Jangan-jangan ada ahli lain di sekitar mereka?Pikiran itu membuat Leon semakin waspada.Desa Buena berada di kawasan pegunungan tersebut. Penduduknya menggantungkan hidup pada perburuan dan pengumpulan tanaman obat. Selama ini, mereka jarang bertemu orang dengan kekuatan luar biasa, tetapi kini seseorang sekuat Nathan justru tergeletak di ambang kematian.Itu hanya bisa berarti satu hal. Musuh yang mampu melukai Nathan pasti memiliki kekuatan yang jauh lebih mengerikan.Kehadiran seorang ahli seperti Nathan di dekat desa mereka bisa membawa bencana. Jika orang itu memiliki niat buruk terhadap Desa Buena, seluruh penduduk desa mungkin akan ikut terseret ke dalam masalah.“Cepat angkut bangkai serigala itu! Kit
“Cepat buka suratnya!” desak Bonang.Sheerena segera membuka surat itu. Para gadis pun merapat untuk membaca isinya bersama-sama.Namun, begitu selesai membaca, wajah mereka seketika berubah muram.“Gawat! Berarti sekarang kita tidak bisa menyelamatkan Nathan!”“Bagaimana mungkin? Apa Tuan Ryujin sudah meramalkan bahwa Nathan akan tersedot ke Sektor Abadi?”“Tuan Ryujin memang selalu penuh misteri. Sepertinya, beliau sudah memperhitungkan segalanya!”Para gadis mulai berbicara bersamaan, saling mengungkapkan keterkejutan mereka.Bonang yang merasa sungkan untuk ikut berdesakan di tengah para wanita itu, belum sempat membaca isi suratnya. Dengan gelisah, dia segera bertanya, “Apa sebenarnya yang ditulis Tuan Ryujin?”Sheerena menarik napas sebelum menjelaskan isi surat tersebut. “Tuan Ryujin meminta kita berlatih dengan tekun. Beliau mengatakan bahwa jalur antara Sektor Abadi dan dunia fana tidak akan bisa dibuka selama satu tahun ke depan. Dengan bangkitnya kembali energi spiritual da
“Aku juga tidak tahu ke mana lubang hitam itu mengarah. Aku hanya sempat mendengar mereka menyebut Sektor Abadi, aku sendiri tidak memahami tempat itu,” jawab Rebecca terus terang.“Sektor Abadi?” Sheerena sedikit mengernyit. “Aku pernah mendengar Tuan Ryujin menyebut tempat itu satu atau dua kali ketika aku berlatih bersamanya.”“Aku tahu Sektor Abadi merupakan tempat suci bagi para kultivator. Konon, para kultivator dari berbagai Sektor Bayangan pada akhirnya akan pergi ke sana. Sayangnya, aku tidak tahu bagaimana cara mencapai tempat itu.”Sebagai seseorang yang berasal dari Sektor Bayangan, Elara setidaknya memiliki sedikit pengetahuan tentang Sektor Abadi.“Kalau kita saja tidak tahu cara pergi ke sana, bagaimana kita bisa menyelamatkan Nathan?” seru Sienna dengan cemas.Sheerena terdiam. Wajahnya tampak serius saat memikirkan jalan keluar.“Sekarang Tuan Ryujin sudah tiada. Kepada siapa lagi kita bisa meminta bantuan?”Jika Ryujin masih ada, mereka setidaknya bisa meminta nasiha
Sementara itu, Nathan akhirnya tak sanggup lagi mempertahankan kesadarannya. Tubuhnya terkulai dan jatuh dari udara. Luka-luka yang dideritanya, ditambah pukulan emosional akibat kepergian Tuan Ryujin, membuatnya terjerumus ke ambang koma.“Tuanku!”“Nathan!”Sarah, Lyra, dan yang lainnya segera bergegas menghampirinya.Sebelum Sarah dan yang lainnya sempat mencapai Nathan, sebuah lubang hitam mendadak terbuka di langit. Daya hisap yang luar biasa kuat langsung menarik tubuh Nathan ke arahnya.“Tidaaak—!” Sarah bergegas menerjang ke arah lubang hitam tanpa memperdulikan bahaya.“Tuanku!” Lyra pun melesat menyusulnya.Di sisi lain, Tetua Agung Ordo Ferrum dan para tetua lainnya sontak berseri-seri melihat kemunculan lubang hitam itu.“Jalannya sudah terbuka! Cepat, kita masuk!”Begitu selesai berbicara, Tetua Agung Ordo Ferrum langsung menjadi orang pertama yang menerobos lubang hitam. Para tetua lainnya dan para tahanan dari Sektor Abadi segera menyusulnya.Ketika mereka berbondong-bo
Melihat Nathan masih hidup, Elias tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Namun, ia tak punya waktu untuk mengurus pemuda itu. Ada hal yang jauh lebih penting, ia harus menghentikan Ryujin secepat mungkin.Elias melesat dan menghantam Ryujin dengan telapak tangannya. Namun, menghadapi serangan itu, Ryujin hanya membalasnya dengan senyum tipis.Pada saat yang sama, wajah manusia raksasa di langit perlahan memudar, lalu menghilang tanpa meninggalkan jejak.“Tidak—!”Mata Elias membelalak. Ia meraung sekuat tenaga, tak sanggup menerima kenyataan bahwa rencana yang telah disusunnya selama puluhan tahun justru gagal pada saat-saat terakhir.“Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu—!”Elias mengamuk dan hendak menghabisi Tuan Ryujin. Namun, sebelum sempat bergerak, tubuhnya mendadak bergetar hebat. Api menyembur dari sekujur tubuhnya, melahapnya dalam sekejap.Elias telah menempelkan sebuah formasi pada wajah manusia raksasa itu. Kini, setelah wajah tersebut lenyap, ia pun tak mungkin be







