Beranda / Urban / Kembalinya sang Dewa Perang / Bab 805[Free Chapter]

Share

Bab 805[Free Chapter]

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2024-12-31 20:40:35

Berhadapan dengan keluarga Zellon, beberapa keluarga itu harus bersekutu. Jika tidak, tidak ada satupun dari mereka yang dapat mengancam keluarga Zellon.

Melihat dirinya diancam di atas kapal pesiar milik dirinya, Kieran tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. “Hahaha .…” Setelah tertawa, dia tiba-tiba berhenti dan raut wajah Kieran seketika berubah menjadi sangat dingin. “Aku membunuh kalian semua, lalu melemparkan kalian ke laut, siapa yang akan mengetahui kalau keluarga Zellon yang melakukannya? Kalian berani mengancamku?! Berani sekali kalian meremehkanku, apa karena karena aku hanya garis keturunan tidak langsung dari keluarga Zellon?”

Kieran sebagai generasi muda yang jenius di keluarga Zellon, tidak dianggap serius karena dia adalah garis keturunan tidak langsung, hal ini juga yang paling dipedulikan oleh Kieran. Sekarang Remy menghinanya langsung di hadapannya sebagai garis keturunan tidak langsung, kemarahan di hati Kieran seketika tersulut.

Bugh!

Tiba-tiba, Kieran menyerang dan Remy yang berada beberapa meter darinya, Remy merasakan kekuatan yang sangat besar menghantamnya, dan seluruh tubuhnya terhempas ke belakang.

“Tuan Muda!” seorang puncak penguasa Ingras yang dibawa oleh Remy bergegas melompat.

Bugh!

Tapi sayang sekali saat puncak penguasa Ingras itu baru saja melompat, dia langsung ditendang hingga terbang oleh bawahan dari keluarga Zellon. Baik keluarga Yaju maupun Keluarga Ransom tidak bisa dibandingkan kekuatannya dengan keluarga Zellon.

Remy menabrak tanah dengan keras, raut wajahnya menjadi sangat pucat, emosinya yang berapi-api seketika menjadi sayu.

“Aku tanya sekali lagi pada kalian semua, dimana batu mata Naga itu?” Niat membunuh yang sedingin es terpancar dari tubuh Kieran dan membuat semua orang bergidik ngeri.

Hanya saja, batu mata Naga ini terlalu menggoda, kalau benar-benar membiarkan keluarga Zellon mengetahui keberadaan batu mata Naga, maka beberapa keluarga itu tidak akan bisa mendapatkan batu mata Naga lagi.

Di saat beberapa orang itu masih ragu, Harris tiba-tiba maju dan berkata. “Tuan Muda Kieran, aku tahu dimana batu mata Naga itu berada.”

Meskipun Harris tidak mengenal Kieran dan tidak tahu apa itu batu mata Naga, tapi melihat situasi di depannya, keluarga Zellon pasti mempunyai kekuatan yang besar. Jika dia memberitahukan kalau Nathan yang memiliki batu mata Naga saat ini, maka Nathan pasti akan mati.

“Katakan!” Kieran menatap Harris.

“Nathan, bocah itu yang telah menyerap batu mata Naga, dan sudah dibawa pergi oleh orang lain!” jawab Harris.

​“Nathan?” Kieran mengernyitkan keningnya, dia merasa sangat asing dengan nama itu.

“Dia adalah pemuda yang tadi dibawa pergi oleh Tuan besar Calderon, dengan dua gadis yang ada di sisinya,” Harris menjelaskan.

Kieran yang mendengar itu seketika teringat, tadi dia melihat Nathan tapi tidak memperdulikannya.

Pada saat tiba di pulau, Nathan membawa Sarah dan yang lainnya bersama dengannya, setelah Kieran melihatnya, dia salah paham dan mengira Nathan hanyalah seorang penikmat wanita, yang membawa beberapa gadis cantik ke pulau Draken.

“Tuan Muda, apakah dia adalah orang yang kita cari?” Saat ini, seorang bawahan dari keluarga Zellon berbisik di telinga Kieran.

“Nathan ….” Kieran terus menggumamkan nama itu, dan berusaha mengingat bagaimana kesan saat dia pertama kali bertemu dengan Nathan, tapi dia tidak bisa mengingatnya, karena dia sama sekali tidak pernah memikirkan Nathan dengan cara seperti itu.

Pada saat itu yang paling dia curigai adalah kultivator iblis yang mengenakan jas hitam itu, karena kekuatannya adalah yang paling tinggi, dan paling mungkin menjadi orang yang dicari oleh keluarga Zellon.

“Tuan Muda Jordan, apakah yang dia katakan benar?” Kieran bertanya sambil menoleh ke arah Jordan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1968

    Melihat kondisi Nathan, Seraphyne tampak ragu-ragu sebelum akhirnya membuka suara. “Tuan Nathan, sebenarnya bukan berarti tidak ada cara untuk membuka gerbang menuju Sektor Bayangan ini, hanya saja...”“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Nathan dengan nada mendesak. Sorot matanya langsung menajam saat menatap Seraphyne. “Selama ada cara untuk memasuki Sektor Bayangan dan menyelamatkan Sarah, berapa pun harga yang harus kubayar tidak akan menjadi masalah.”Seraphyne tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata, “Aku pernah mendengar tentang sebuah tempat bernama Aula Seribu Relik yang berada di Pegunungan Arkanis. Di sana terdapat sebuah artefak bernama Kunci Resonansi Dunia. Konon, artefak itu mampu membuka berbagai gerbang menuju Sektor Bayangan.”Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya. “Hanya saja, Kunci Resonansi Dunia merupakan pusaka utama milik ketua klan mereka. Tidak mungkin benda itu dipinjamkan begitu saja kepada orang asing. Namun ada satu hal yang mun

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1967

    BZZZT!Tubuh Nathan langsung terpental beberapa meter ke belakang sebelum berhasil menstabilkan pijakannya.Nathan mengangkat kepala dan menatap Seraphyne dengan bingung, sementara wanita itu sendiri tampak mengernyit dalam.“Gerbang milik Ordo Maledicta memang menggunakan struktur yang hampir sama dengan milik kami, tetapi mereka telah menambahkan lapisan segel tambahan. Ibarat sebuah pintu yang memiliki dua kunci, aku hanya mampu membuka kunci pertama, sedangkan lapisan pengaman kedua berada di luar kemampuanku.”Nathan langsung memahami maksudnya. Jelas sekali Ordo Maledicta sudah bersiap menghadapi kemungkinan dirinya memanfaatkan hubungan dengan Ordo Abyssal untuk menemukan markas rahasia mereka. Karena itulah mereka menambahkan segel lain yang jauh lebih rumit pada gerbang dimensi tersebut.Tatapannya kembali tertuju pada pusaran hitam di depan mata. Ia yakin Sarah berada di balik sana, dan jarak yang begitu dekat justru membuat amarah di dalam dadanya semakin sulit dikendalikan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1966

    Nathan segera memusatkan perhatian."Di dalam Retakan Dimensi terdapat sangat banyak dunia yang hidup berdampingan. Hanya saja masing-masing berada pada lapisan dimensi yang berbeda sehingga satu sama lain tidak dapat saling merasakan keberadaannya."Ryujin meletakkan gelasnya. "Sektor Bayangan adalah contoh paling sederhana. Tempat itu berada sangat dekat dengan dunia kita, tetapi sebagian besar manusia bahkan tidak mengetahui keberadaannya."Nathan mengangguk pelan."Sedangkan Sektor Langit adalah dunia lain yang berada pada tingkat dimensi yang jauh lebih tinggi." Tatapan Ryujin tampak dalam. "Ketika kekuatanmu sudah cukup kuat untuk menembus batas dimensi, kau akan mampu melakukan perjalanan antar dunia sesukamu."Nathan terdiam cukup lama. Penjelasan itu memang menjawab pertanyaannya, tetapi pada saat yang sama justru memunculkan lebih banyak tanda tanya.Bagaimana Ryujin bisa mengetahui semua hal tersebut?Seolah-olah pria tua itu pernah melihatnya sendiri.Malam semakin larut.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1965

    Mendengar pujian itu Nathan hanya tersenyum tipis.Ryujin melanjutkan. "Dan keberanianmu juga sama luar biasanya. Kau pergi sendirian ke Solara, menghancurkan empat Aula Dewa Arwah. Membunuh Severian, dan bahkan memaksa Octavius mengeluarkan dekret atas namamu."Ryujin menggeleng pelan sambil tertawa kecil. "Semakin lama, semakin sulit bagiku melihat batas kemampuanmu."Nathan mengangkat bahu. "Sebenarnya aku juga tidak berniat tinggal selama itu. Masalahnya, setelah urusan balas dendam selesai, orang-orang Solara terus mencari masalah. Jadi aku hanya menemani mereka bermain beberapa hari lagi."Sesaat aula menjadi sunyi."Hahaha!"Tiba-tiba Ryujin tertawa keras. "Tidak kusangka, kau masih bisa mengatakan hal semacam itu dengan wajah serius. Menghajar seluruh dunia bela diri Solara sampai kehilangan pemimpinnya, lalu menyebutnya bermain-main."Nathan hanya tersenyum tanpa membantah.Ryujin menggeleng sambil terus tertawa. "Sudahlah, malam ini kita tidak membicarakan urusan lain.""Ayo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1964

    Setelah meninggalkan kediaman Bonang, Nathan sebenarnya berniat langsung kembali ke Klan Draken Ascalon.Namun baru beberapa langkah berjalan, seseorang tiba-tiba muncul dari arah depan, Paul muncul dengan tenang.Nathan tersenyum tipis. "Kapten Paul, bagaimana kondisi lukamu?"Paul langsung mengayunkan kedua tinjunya beberapa kali sambil terkekeh. "Sudah sembuh sejak lama. Bahkan kurasa sekarang aku jauh lebih kuat dibanding sebelumnya."Melihat kondisi Paul yang memang tampak prima, Nathan mengangguk lega. "Sudah larut malam begini. Ada urusan apa mencariku?""Tentu saja karena ada yang ingin menemuimu." Paul menyeringai."Tuan Ryujin sudah tahu kau kembali ke Moniyan. Beliau sengaja menyiapkan perjamuan khusus dan memintaku mengajakmu datang."Nathan sedikit terkejut. "Perjamuan?""Benar." Paul menepuk bahu Nathan. "Percayalah, tidak banyak orang yang mendapat perlakuan seperti ini.""Bahkan kalau dipikir-pikir, kau mungkin orang pertama yang diundang makan malam berdua langsung ol

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1963

    "Nathan..." Rebecca menyilangkan tangan di depan dada. "Kemampuanmu memang semakin hebat, ya?!"Mendengar suara yang seakan menyindir itu, Nathan berkedip. "Maksudmu?""Kau pergi ke Solara beberapa waktu saja, lalu pulang membawa gadis muda yang memanggilmu 'Master'."Nada suara Rebecca terdengar semakin dingin. "Hebat sekali!""Itu salah paham." Nathan buru-buru mengangkat kedua tangannya. "Kalian harus dengar penjelasanku dulu.""Simpan penjelasanmu." Sheerena akhirnya ikut berbicara.Sebagai orang yang paling berpengaruh di antara mereka, satu kalimatnya langsung membuat yang lain mengangguk setuju."Kita bicarakan di rumah."Sebelum Nathan sempat melanjutkan pembelaannya, beberapa gadis sudah menyeretnya menuju kendaraan yang telah disiapkan.Bonang yang melihat pemandangan itu langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Nasibmu memang pantas begitu."Namun tawa itu tidak berlangsung lama.Seraphyne melangkah mendekat lalu menjepit telinga Bonang."Aduh! Aduh! Sakit!" Bonang langsun

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 575

    Setelah berjalan masuk ke ruang utama, terlihat ada enam orang yang sedang duduk di sofa, beberapa dari mereka sedang merokok dan mengernyitkan keningnya. Dan beberapa dari mereka menundukkan kepalanya seolah sedang memikirkan sesuatu, lalu, ada seorang wanita yang matanya terlihat sembab dan tergen

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 561

    “Ah …. Memang wanita,” helaan nafas terdengar. Nathan tahu kalau dia tidak akan bisa tidur, jadi dia membuat segelas kopi dan duduk di sofa menunggu Sarah datang dengan tenang. Krek! Segera, suara pintu terbuka terdengar, dan Sarah masuk bersama dengan Beverly. Nathan bangkit berdiri, awalnya dia in

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 525

    “Putraku, tenang saja, tidak akan ada yang bisa membunuhmu, aku sudah meminta Tuan Wilbert untuk menjagamu, tenang saja!” Hartley berjongkok dan memeluk Rizetzy dengan erat sambil menenangkannya. “Tuan Nathan!” Milan melihat Wilbert yang bergerak dan pergerakannya begitu ganas bergegas ingin memban

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 594

    “Aku bukan ahli bela diri, aku hanya orang biasa, dan Marcel juga bisa membawaku ke jalan seorang kultivaor bukan?” Nathan membalas.Karena Nathan sudah menjadi orang biasa sejak kecil dan saat masuk penjara dia juga bukan ahli bela diri. Hanya saja, setelah ikut bersama dengan Marcel selama lima tah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status